Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 55 Laura yang berniat untuk pergi


__ADS_3

Hanya dalam waktu singkat, sekarang Kefa terkenal di kalangan anak-anak orang kaya, dan orang yang memiliki kekuasaan juga.


Yang kemungkinan mereka semua akan menjadi penerus keluarga mereka, Kefa sekarang sedang berpikir bahwa semua ini sudah termasuk ke dalam rencana kakek neneknya.


Semuanya masuk akal jika Kefa pikirkan lagi.


Kefa sekarang sedang di kerumuni oleh banyak wanita yang ingin berkenalan dengan nya, sedangkan Laura sendiri dia sedang lengah, dia sedang mengambil makanan untuk Kefa sekarang.


Hanya di tinggal sebentar saja oleh Laura para wanita sekarang sudah menyerbu Kefa.


"Kefa perkenalkan aku adalah-"


"Kefa, Kefa tadi kau sangat keren heehe, apa kita bisa berkenala-"


"Menyingkirlah, aku duluan yang akan berkenalan dengan nya."


Para wanita yang berebut Kefa, Kefa pun hanya bisa terdiam dan menggaruk kepala belakang nya sambil kebingungan.


"Aku mohon kepada kalian untuk tenang dulu, kita bis-" Kefa yang ingin mengatakan kita bisa berkenalan secara baik, namun tidak sempat keburu datang Laura yang langsung menyerobot.


"Tidak ada yang bisa berkenalan dengan Kefa, maaf sebelumnya tapi Kefa milikku, jadi kalian semua pergilah." Laura yang tiba-tiba terlihat galak.


Kefa pun bernafas dengan lega karena akhirnya Laura kembali. Para wanita itu yang melihat Laura kembali mereka langsung bubar, dan pergi lagi.


Selain merasa insecure mereka juga merasa tidak bisa berkenalan dengan Kefa jika masih ada Laura. Mungkin mereka akan menyiapkan rencana lainnya.


"Untung saja kamu kembali."


"Heleh bilang saja, kau tidak ingin aku kembali, pasti enak kan di kerumuni oleh wanita-wanita cantik dan menggoda itu, Kefa ayo kita ini, Kefa ayo kita itu, Kefa, kefa." Laura yang cemburu.


"Tidak seperti Laura, aku benar-benar bersyukur kau kembali, sekarang aku bisa bernafas dengan lega, tadi aku tidak tau bagaimana caranya menanggapi mereka semua."


"Heleh bohong, tenang yah semuanya, kita bisa berkenalan dengan baik." Laura yang masih cemburu.


"Kenapa dia bisa membaca pikiranku, dia sama seperti ibuku apa semua wanita begitu yah, kalau begitu mereka memang mahluk mengerikan, seperti yang Edwart katakan." Batin Kefa.


"Laura yang cantik, imut, baik aku tidak bermaksud seperti itu." Kefa dengan senyuman yang sangat manis yang membuat Laura terpanah dan terpesona membuat dia terdiam sesaat.

__ADS_1


"Yasudah lupakan, ayo kita makan kue ini, aku akan menyuapinya untuk mu tapi aku tidak bermaksud apapun yah ingat." Laura yang menyuapi Kefa. Laura terlihat sangat gugup.


"Iya iya." Kefa pun disini memegang tangan Laura yang bergemetar karena gugup dan Kefa pun memakan kuenya.


"Mmmm enak kamu cukup pintar dalam memilh makanan, aku suka kuenya." Kefa yang tersenyum yang membuat Laura meleyot.


"Sekarang giliran mu menyuapi ku."


"Kenapa."


"Sudah tidak usah banyak bicara dengarkan saja kata-kataku."


"Iya iya baik, karena hari ini aku sedang baik, aku akan mendengarkan perkataan mu Laura."


"Nah gitu bagus dong."


Mereka berdua tertawa dan tersenyum, mereka terlihat seperti sepasang kekasih benaran.


Laura hatinya sekarang menjadi luluh dan dalam hatinya, dia juga menginginkan Kefa sebagai pacar aslinya, namun Laura tidak bisa mengatakan nya.


Acara itu pun terus berlanjut sampai ke acara berkumpul bersama keluarga mereka.


Acara itu berjalan dengan lancar, Kefa juga bertemu dengan kakek neneknya, seperti biasa mereka selalu memperlakukan Kefa dengan spesial, dan orang lain yang melihatnya terutama saudaranya mereka sangat iri.


Ketika semua orang berada di acara Laura mengajak Kefa ke balkon yang ada di sana.


"Kenapa kau mengajak ku kesini?" Tanya Kefa.


Laura pun tiba-tiba memeluk Kefa dengan erat.


Kefa pun terdiam "Kamu kenapa?" Tanya Kefa dengan suara yang lembut.


"Tidak apa-apa tapi biarkan aku seperti ini sebentar lagi saja."


Kefa pun di sini sudah mengetahui dan merasakan nya dengan jelas, bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Laura.


"Tidak apa jika kamu tidak ingin memberitahuku, mungkin suatu saat nanti aku akan mengerti." Ujar Kefa yang membuat Laura memeluk Kefa lebih erat.

__ADS_1


"Maafkan aku karena tidak bisa memberitahumu."


"Tidak masalah dengan begini saja aku sudah mengerti."


"Terima kasih."


"Sama-sama."


"Maafkan aku Kefa aku harus pergi, aku berjanji padamu aku akan kembali dengan versi terbaikku, aku mencintaimu Kefa." Batin Laura yang menangis dan meneteskan air matanya.


Kefa bisa merasakan nya, dan Kefa juga merasakan kesedihan Laura, Kefa sedikit mengerti.


Mereka berdua pun berpelukan cukup lama di bawah bulan yang sedang terang di malam hari.


Mereka berdua tidak banyak bicara seperti biasanya, entah mengapa malam itu cukup sedih bagi mereka berdua, mereka berdua seperti mengetahui bahwa mereka akan berpisah.


"Aku tidak akan melarang Kefa untuk dekat dengan seseorang, aku juga tidak akan mengekang Kefa, aku juga tidak akan mengungkapkan perasaan ku untuk sekarang, aku rasa lebih baik aku tetap diam, sampai suatu saat aku akan kembali padanya."


"Dan aku berjanji aku akan mengungkapkan semuanya, Kefa aku berharap ketika waktu itu tiba kau masih sendiri, aku sangat mencintai mu Kefa, maafkan aku karena keadaan lah yang memaksaku untuk pergi, kalau bukan aku akan tetap berada di sampingmu, dan bermain seperti dulu dengan mu."


"Waktu yang kita habisi bersama selama satu tahun aku tidak akan melupakan nya, aku tidak tau dari mana aku mulai mencintaimu, mungkin sejak awal kita bertemu."


"Kau memang menyebalkan Kefa, tapi kamu juga memiliki sifat yang tidak di miliki orang lain, sifat itu sangat spesial, kau berhasil membuat hati dingin ini menjadi hangat, sekali lagi maafkan aku, karena aku harus pergi, suatu saat aku kembali dan akan menjelaskan semuanya padamu Kefa."


Acara itu pun akhirnya selesai dan semua nya berkahir dengan lancar.


Sekarang Kefa terlihat seperti sedih dia tertidur di pangkuan ibunya yaitu Rina, ayahnya Kefa menatap Kefa.


Rina dan Edwart menghela nafas mereka, mereka seperti ingin membicarakan sesuatu, namun mereka ingin memastikan Kefa untuk tertidur terlebih dahulu.


Kefa walaupun dia adalah orang yang sangat jenius tapi bagi mereka Kefa tetaplah anak biasa.


Dan Kefa juga seperti anak kecil di depan mereka berdua, Kefa hanya akan menjadi dewasa ketika bersama orang lain, ketika bersama orang tuanya, Kefa berperilaku seperti anak kecil yang ingin di manja.


Orang tuanya tentu saja senang akan hal itu, bagi mereka Kefa adalah anak yang hebat. Mereka selalu menyayangi Kefa, dan selalu mengkhwatirkan Kefa sampai sekarang.


Keheningan pun terjadi, Edwart dan Rina seperti memikirkan banyak hal, seperti ada sesuatu yang menganggu pikiran mereka.

__ADS_1


__ADS_2