Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 61 Mengobrol


__ADS_3

Setelah beberapa bulan berlalu kasus tersebut baru setengahnya bisa di ungkap, Rina dan Edwart ingin mengungkap semuanya, namun mereka sangat kesulitan, bahkan setelah meminta bantuan dari Despa dan Maria.


Despa, Maria mereka juga keheranan akan hal ini, seharusnya dengan kekuatan channel keluarga Deluxe, seharusnya mereka dapat menemukan dalang di balik penyerangan Kefa dengan mudah.


Tapi nyatanya mereka sangat kesulitan, alasannya hanya ada dua pertama penyerangan itu di rencanakan oleh salah satu dari keluarga mereka sendiri, tapi tidak tau siapa.


Kedua penyerangan itu di rencanakan oleh orang yang memiliki kekuatan tempur yang hampir sama atau bahkan melebihi keluarga Deluxe.


Kemungkinan yang pertama itu sangat mustahil, bagi Despa dan Maria yang langsung mendidik anak-anak mereka, mereka tidak mempercayai jika ada salah satu anak dari mereka yang, ingin melakukan pembunuh terhadap saudaranya sendiri.


Despa dan Maria sangat yakin dengan didikan yang mereka lakukan kepada anak-anak mereka.


Begitu pula dengan Rina dan Edwart, mereka mengetahui dengan jelas bahwa kemungkinan pertama memanglah sangat mustahil.


Mereka sebenarnya menolak pemikiran pertama yang terbenak dalam pikiran mereka itu, karena walaupun mereka semua sedang berebutan kursi kekuasaan keluarga Deluxe.


Tapi mereka masih tau batasnya dan ada aturan permainan nya juga, salah satunya tidak boleh saling membunuh dan saling mendendam satu sama lain. Jadi kemungkinan pertama itu sangat tidak mungkin.


Kalau kemungkinan kedua itu bisa terjadi, tapi masalahnya mereka sama sekali belum menemukan sebuah bukti keterlibatan orang penting di dalam penyerangan Kefa.


Mereka sekarang sedang menemukan jalan buntu dan tidak tau harus apa lagi, walaupun seperti itu mereka tetap berusaha mengusut tuntas masalah itu, karena bagaimana pun juga mereka ingin membunuh orang yang telah ingin membunuh Kefa.


Kefa sekarang sedang berkumpul bersama para eksekutif pimpinan masing-masing daerah, yang beranama Eight Of Glory, Kefa sendiri lah yang menamakan organisasi seperti itu.


Ia tidak terinpirasi dari mana pun dia hanya menyukai nama tersebut, dan bagi Kefa nama itu terdengar sangat keren.


Para Esekutif yang di pilih Kefa ada 8. Mereka adalah Defa, Robert, Bima, Paskal, Iso, Revan, Egi, Oktav.


Oktav adalah seseorang anak culun dari sekolah lain yang terselamatkan oleh Kefa, dia berubah menjadi mengerikan hanya dalam waktu 1 tahun, dia berubah secara drastis.


Dia adalah orang yang sangat mengidolakan Kefa sama seperti Robert dan yang lainnya.


Oktav baru bergabung setelah Kefa menguasai seluruh Bandung.


intinya mereka semua adalah orang yang terbaik di antara yang terbaik.

__ADS_1


Mereka semua di pilih oleh Kefa secara langsung.


Alasan mereka berkumpul sekarang yaitu untuk membahas bisnis baru mereka, dan alhasil mereka semua sudah menyelesaikan nya sekarang, mereka berkumpul di sebuah restaurant yang mewah.


Mereka sekarang tengah bersantai mengobrol tentang hal lain, di selah obrolan Kefa tiba-tiba duduk serius dan menghela nafas.


Semua orang keheranan karena Kefa tiba-tiba saja mood nya menjadi jelek, bisa di lihat dari raut wajahnya.


Mereka semua pun bertanya.


Kefa pun meminum, minuman miliknya. Dia pun kemudian berkata "Dengarkan aku, mungkin saja suatu saat nanti aku tidak akan berada lagi di indonesia, mungkin saja suatu saat nanti aku akan pergi dari negara ini, dan aku rasa akan memakan waktu bertahun-tahun tapi entahlah ini hanya firasat saja." Ujar Kefa yang membuat mereka semua keheranan.


"Kenapa tuan muda Kefa, apa alasannya? Kenapa tuan tiba-tiba berkata seperti itu." Tanya Defa yang cukup terkejut dengan ungkapan Kefa.


"Iya Kefa ada apa dengan mu apa kau sedang mabuk?" Tanya Bima.


"Mana mungkin dia mabok, dia hanya minum millshake saja." Jawab Egi.


"Aku tidak mabuk tapi entah kenapa aku tiba-tiba hanya ingin berkata seperti dan memiliki firasat seperti itu, pada akhirnya aku hanya ingin berpesan pada kalian semua." Kefa dengan raut wajah yang serius.


"Apa?" Tanya mereka semua yang keheranan.


"Kenapa apa ada yang salah?"


"Tidak hanya saja pembicaraan ini terkesan terlalu serius dan hahahaha menguasai dunia itu ide yang bagus." Ujar Egi.


"Yap aku setuju dengan kakak Egi, menguasai dunia aku rasa tidak buruk juga."


Kefa pun tersenyum "Kan kalian pasti mengerti maksudku."


"Jadi tujuan akhir kita adalah menguasai dunia dan selalu bersama." Ujar Robert.


"Iya." Jawab mereka semua.


Mereka semua tidak menganggap apa yang di katakan Kefa angan-angan belaka, tapi mereka sangat percaya bahwa apa yang di katakan Kefa akan menjadi kenyataan, entahlah kesannya perkataaan Kefa sangat tidak mungkin, tapi entah kenapa mereka semua memiliki firasat bahwa Kefa bisa melakukan nya.

__ADS_1


Mereka semua pun bersulang.


***


"Tuan muda Kefa di pertemuan tadi kenapa kau berkata seperti itu? Aku rasa hal itu sangatlah aneh." Ujar Defa yang masih penasaran di balik kata Kefa.


"Hmmm kau sangat mengerti tentang diriku yah, karena kau sahabatku sekaligus bawahanku yang paling ku percayai aku akan menjelaskan nya sedikit padamu"


"Jadi aku rasa suatu saat ayah dan ibuku akan mengetahui kebohongan ku, dan mungkin saja mereka akan marah padaku, kau tau mereka berdua sangat sangat sangat ingin sekali aku hidup normal, alasan nya aku tidak tau, tapi yang pasti mereka mempunyai alasan yang sangat kuat."


"Aku tidak menghargai perasaan mereka, aku bukan anak baik sebenarnya, tapi mereka juga jika tidak mendengarkan ku, mereka bukan orang tua yang baik juga bukan? Kalau di pikir-pikir ya tapi sebenarnya kalau hal itu sampai terjadi sih, jika tidak maka mereka adalah orang tua yang baik sedangkan aku anak yang buruk."


"Tapi tuan mereka tidak mungkin marah padamu mereka sangat sayang padamu tuan."


"Iya kau benar justru karena itulah aku akan di marahi oleh mereka, rasa sayang tidak sesimpel kita menyimpulkan sesuatu, hal itu sangat rumit."


"Entah kenapa aku merasa mengobrol dengan orang yang sudah berumur puluhan tahun dan memiliki banyak pengalaman hahahaha." Canda Defa.


"Hmm entahlah aku hanya anak berumur 14 tahun."


"Ya tuan muda aku mengetahuinya."


"Jadi tuan maksud tuan, tuan akan kabur dari rumah jika tuan di marahi oleh mereka?"


"Tidak, jika di lihat dari sifat ayahku, justru aku akan di usir oleh mereka, tapi entalah kita lihat saja nanti, ini hanya sebuah firasat saja, kau harus tau kebohongan ku adalah kebohongan besar." Jawab Kefa.


Defa aga sedikit kebingungan dengan apa yang di bicarakan Kefa tapi garis besarnya dia mengerti.


"Di saat itu tiba apa yang harus saya lakukan tuan?"


"Kau tidak perlu melakukan apapun ini adalah urusan yang harus aku bereskan sendiri bersama dengan orang tua ku."


"Tapi tuan bukannya kakek nenek tuan sangat menyayangi tuan, mereka akan ikut campur bukan dalam masalah ini."


"Ya kau benar tapi mereka tidak akan melakukan apapun, mereka sangat cerdas Defa, kau tidak akan mengerti jalan pikiran nya, mereka berdua sangat tidak menentu kadang baik kadang ya begitu."

__ADS_1


"Aku rasa tuan benar juga."


Mereka berdua pun mengobrol masalah lainnya di restaurant itu, di restaurant itu sekarang hanya tinggal mereka berdua saja sedangkan yang lainnya sudah kembali.


__ADS_2