Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 143 Laura


__ADS_3

Laura dan Kefa sekarang berada di apartemen Kefa, mereka berdua sudah membersihkan apartemen itu dan membersihkan kamar untuk Laura.


Untungnya apartemen Kefa memiliki 2 toilet dan 2 kamar, tapi walaupun seperti itu apartemen Kefa terlihat sangat sederhana tidak terlalu mewah.


Laura juga sangat menyukai kesederhanaan dari Kefa, dia walaupun orang penting atau apalah itu, tapi Kefa tidak sombong dan dia selalu berpenampilan sederhana.


Laura sangat menyukai hal itu.


Laura dan Kefa sekarang mereka berada di ruang tengah di sebuah sofa yang sangat empuk, Kefa di sini terlihat sangat manja sambil menyandarkan tubuh dia ke pundak Laura, Kefa sambil makan di suapin oleh Laura.


Mereka berdua benar-benar terlihat seperti suami istri, mereka berdua juga sangat menikmati kebersamaan mereka.


"Telpon dari siapa?" Tanya Laura.


"Salah satu teman ku juga, nanti aku akan memperkenalkan padamu, siapa saja temanku besok kita akan pergi ke kantor ku."


"Baiklah."


"Oh yah Kefa, sebenarnya aku kemari ke Jepang menyusulmu, mencarimu hanya ingin mengatakan maaf." Laura yang tiba-tiba menjadi serius.


"Maaf kenapa, perasaan kamu tidak melakukan kesalahan apapun."


"Iya menurutmu tapi menurutku aku ini sangat kejam padamu Kefa, aku dengan tulus meminta maaf padamu, aku juga tidak menginginkan hal itu tapi keadaanlah yang memaksa, maafkan aku........"


"Iya aku memaafkanmu, lagi pula itu bukan salah mu......"


"Maaf Kefa, aku tidak ada ketika kamu membutuhkan seseorang untuk mendukungmu, maaf karena aku tidak ada di sisi mu waktu itu, kekasih macam apa aku yang menghilang secara tiba-tiba tanpa memberitahu alasan nya, maafkan aku Kefa...."


"Iya sudah jangan sedih begitu, itu semua bukan salah mu kok, santai saja aku juga baik-baik saja, sudah jangan menyalahkan dirimu terus, itu tidak baik." Kefa yang memeluk Laura.


Walaupun Laura adalah wanita yang sangat kuat, tapi tidak dengan hatinya, hati Laura sangat lembut dan mudah terluka, ia tersenyum ceria hanya untuk menutupi kesedihan yang ada di dalam hatinya.


Topeng yang di pakai Laura sangatlah kuat, dia mendapatkan tekanan dari keluarga dan mendapatkan tekanan dari masalah lainnya, tapi dia tetap bisa bertahan sampai sekarang.


"Jangan menyalakan dirimu sendiri, semua yang terjadi belum tentu salahmu, kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu harus bangga pada dirimu sendiri."


Kefa pun mengelap air mata Laura menggunakan tisu.


Laura pun sedih dan dia berterima kasih banyak pada Kefa.


Mereka berdua pun berpelukan cukup lama, setelah mereda suasana mereka pun mengobrolkan hal lain.


Di sini Laura membicarakan tentang dirinya, sedikit tentang masa lalunya dan Laura di sini juga memabahas tentang alasan kenapa dia waktu itu tidak memberitahu Kefa tentang kepergian nya ke German.


Ketika Laura menceritakan semuanya, Kefa di sini aga sedikit meragukan Laura, Kefa seperti yakin bahwa ada sesuatu hal lagi yang di sembunyikan oleh Laura.


Ada satu hal yang janggal, ada satu hal yang memang Laura tidak bisa memberitahukan nya pada Kefa, Kefa sendiri tidak akan bertanya, karena itu adalah rahasia Laura, Kefa hanya perlu mengetahui apa yang pantas ia ketahui.


Kefa memilih lebih baik tidak tau dari pada tau tapi menyakitkan baginya.


Dan Kefa juga yakin suatu saat dia pasti akan mengetahuinya secara tidak sengaja atau diberitahu langsung oleh Laura.


"Kefa ada hal yang ingin aku bilang dari dulu."


"Apa?" Tanya Kefa.


"Uhm itu aaa........Aku sangat mencintaimu..." Laura yang terlihat sangat malu wajahnya langsung berubah sangat merah, dia memerlukan tenaga yang sangat super banyak hanya untuk mengatakan sebuah kalimat aku mencintai mu.


Kefa pun tersenyum sangat manis membuat hati Laura dag dig dug Laura sekarang sangat tegang, pikiran dia sedang bercampur aduk dengan sebuah kata apa dia di tolak atau di terima.


Kefa pun ingin mengatakan aku juga mencintaimu, namun di benak Kefa terselip sebuah pikiran yang sangat mendalam, tentang kehidupannya dan tentang Tsukia.


Kefa sekarang juga berada dalam keadaan bimbang, bisa di bilang Laura mengungkapkan perasaan nya di waktu yang salah, karena di satu sisi Kefa ingin fokus pada tujuannya terlebih dahulu.


"Maafkan aku Laura, tapi aku tidak bisa menjawabnya sekarang tapi yang pasti aku menyukaimu, namun untuk arggghhh aku juga sebenarnya tidak tau dan kebingungan, maafkan aku Laura, maaf kalau bicaraku tidak nyambung dan tidak jelas........."


"Ah iya itu tidak apa, aku juga tidak masalah kok, aku akan menunggu jawaban mu itu, aku juga mengerti posisimu sekarang, aku sepertinya terlalu terburu-buru."

__ADS_1


"Yah aku rasa semuanya tidak masalah, dan semuanya akan baik-baik saja, tapi Kefa aku ingin bertanya, apa yang telah kau bilang padaku itu bukan lelucon ataupun candaan kan."


"Bukan itu memang benar-benar berasal dari hatiku kok, seperti katamu tadi aku sekarang hanya sedang dalam posisi yang sulit, kamu pasti mengerti apa maksudku." Ucap Kefa.


"Iya aku mengerti." Laura yang tersenyum manis, namun hatinya sangat hancur.


Rasanya Laura sangat lemas dan dia pun langsung tertidur hanya dalam waktu sekejap, seluruh tenaga dia habis hanya untuk mengatakan sebuah kata aku mecintaimu.


"Maafkan aku Laura, tapi untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa menerima cintamu, aku harus fokus pada tujuanku terlebih dahulu, aku sebenarnya takut mengecewakan mu saja, sebenarnya aku juga tidak mengerti dengan perasaan ku ini, aku benar-benar bingung, dari dulu untuk masalah perasaan seperti ini aku memang bodoh." Ucap Kefa.


"Maafkan aku." Kefa sambil mengecup dahi Laura, dan Laura pun tersenyum secara tiba-tiba.


Kefa pun di sini menggendong Laura ke kamarnya.


"Selamat malam Laura." Kefa yang kemudian pergi ke kamarnya.


***


Seluruh orang penting yang ada di organisasi Kefa, atau bisa di bilang para veteran di organisasi Kefa sekarang sedang berkumpul di kantor lebih tepatnya mereka tengah berada di tempat refreshing.


Seperti tempat hiburan lagi di sana ada permainan billiard kemudian time zone, kemudian cafe kemudian masih banyak lagi.


Mereka semua sekarang sedang beristirahat dan bersantai sambil membahas kejadian kemarin-kemarin yang menggemparkan seluruh Sma Tatsuno dan seluruh perusahaan The Big Group.


Yang tidak lain bahasannya tentang kedatangan istri Kefa yang tidak lain adalah Laura.


"Apa kalian semua yakin bahwa Laura istrinya tuan Kefa?" Tanya Daisuke.


"Aku sejujurnya tidak mempercayai hal itu, aku justru lebih percaya kalau Laura hanyalah pacar tuan Kefa." Ucap Isamu.


"Hmmm kalian sepertinya harus mengetahui sebuah fakta yang sangat mengejutkan." Sahut Oyama yang membuat mereka semua bertanya-tanya.


"Apa?"


"Laura dia tinggal bersama dengan Kefa di satu apartemen."


Tatushaka, Izanagi, Arata yang sedang minum mereka langsung menyemprotkan minuman mereka keluar dari mulut mereka.


Semua orang di sana langsung menghentikan kegiatan mereka, karena saking terkejutnya.


"Itu artinya Laura benar-benar istri tuan Kefa."


"Tapi aku masih tidak mempercayainya, tuan Kefa adalah orang yang sangat dingin, dia juga berasal dari keluarga yang sangat hebat, di tambah keluarga itu sangat ketat jika mencari menantu, di tambah lagi aku pernah mendengar jika tuan Kefa memiliki kekasih di sekolah Sma Tatsuno, kalau tidak salah nama kekasihnya Tsukia, tapi sayangnya Tsukia pergi entah kemana tanpa kabar dan tidak di ketahui oleh siapapun." Ucap Kazuki.


Mereka semua pun baru mengingat tentang Tsukia, dan mereka semua pun juga setuju dengan perkataan Kazuki.


Mereka semua sekarang sedang di bingungkan dengan banyak nya teori yang ada.


Secara tiba-tiba Kefa dan Laura datang bersama ke sana dengan suasana terlihat seperti sepasang suami istri.


Kenta dan yang lainnya pun semakin kebingungan dan mereka tidak ingin memikirkan hal itu lagi.


Kefa pun mengenalkan Laura pada mereka semua.


"Ehem ehem semunya perkenalkan dia adalah pacarku Laura, dia berasal dari.."


"Sayang aku adalah istrimu, kenapa kamu dari kemarin tidak ingin mengakui hal itu sangat aneh, apa kamu menyimpan wanita simpanan di sini?" Tanya Laura.


"Kamu kenapa nuduh aku yang tidak-tidak, tentu saja aku di sini tidak dekat dengan wanita mana pun."


"Tuan bukannya tuan pernah dekat dengan Tsukia yah?" Tanya Arata dengan polos.


Yang membuat semua orang yang ada di ruangan sana terkejut dan mengatakan bahwa Arata sangat bego.


Mereka semua pun langsung menatap Arata dengan tatapan kesal.


"Kalian kenapa?" Tanya Arata yang setelah itu dia baru sadar dan menepuk dahinya sendiri.

__ADS_1


Ruangan itu benar-benar menjadi hening.


Dia baru menyadari kesalahan dia, mulut dan pikiran dia memang kadang tidak bisa di kontrol. Arata pun terlihat sangat menyesal dengan perkataan dia tentang Tsukia.


Laura yang mendengar itu ia lansung bergerak dengan sangat cepat dan mengambil tongkat billiard dari tangan Tatsuhaka yang tidak jauh dari sana.


Kemudian Laura mendekatkan ujung tongkat billiard kearah leher Kefa. Kefa disini seperti terancam oleh Laura.


Pergerakan Laura sangat cepat dan tidak di sadari oleh banyak orang.


Bahkan Tatushaka sendiri keheranan sejak kapan tongkat dia berada di tangan Laura.


Semua orang yang ada di sana di kejutkan dengan keterampilan dan kekuatan yang di miliki oleh Laura.


"Siapa Tsukia Kefa, aku harap kau jujur." Ucap Laura yang terlihat sangat serius dan membuat ruangan itu menjadi sangat tegang.


Kefa di sini menelan ludah sendiri, ia berkeringat dingin, dalam hati Kefa saat ini, Kefa sedang mengata-ngatai Arata yang bodoh.


Saat ini di hadapan mereka Kefa yang tidak pernah di kalahkan, tidak pernah takut pada siapapun.


Di hadapan mereka sekarang Kefa berkeringat dingin dan ketakutan.


Mereka semua pun disini mengambil kesimpulan, mereka sekarang mengetahui counter dari Kefa, mereka mengetahui bahwa Kefa hanya bisa di kalahkan oleh Istrinya sendiri.


Tapi jika di pikir-pikir lagi kekuatan Laura sangatlah hebat jadi wajar saja jika Kefa ketakutan.


Mereka pun secara tidak sadar mengerti bahwa Laura lebih kuat dari Kefa.


"Kefa jawab." Ucap Laura pelan namun sangat menakutkan, aura iblis keluar dari tubuhnya.


"Iya aku akan menjelaskan semuanya padamu, tapi sebelum itu tolong singkirkan tongkatnya dari leherku, bagaimana mungkin aku bisa memberitahumu di dalam posisi seperti ini."


"Hmm baiklah." Ucap Laura sambil meletakkan tongkat billiard.


"Jadi jelaskan semuanya Kefa."


"Iya iya baik aku akan menjelaskan semuanya secara jujur dan tidak akan aku tutup-tutupi."


"Ehem ehem jadi benar apa adanya aku pernah dekat dengan Tsukia."


"SIALAN ARATA KENAPA BISA DIA KECEPLOSAN DI DEPAN LAURA!!!!" Batin Kefa.


"Kamu gak perlu dendam sama dia, dia tidak salah, kau yang salah pake acara sembunyi-sembunyian, kamu ga usah natap dia dengan tatapan seperti itu, minta maaf padanya cepat!!!"


"Arata maafkan aku."


Semua orang pun sangat terkejut, mereka tidak percaya di hadapan mereka sendiri, Kefa orang yang paling mengerikan, no counter dia mengikuti perintah seseorang dan benar-benar melakukan nya, ini terlalu gila.


"Ah iya tuan tidak apa-apa kok, tidak masalah santai saja tuan." Arata yang berkeringat dingin.


Kefa pun tersenyum pada Arata.


"Iya Arata heheh."


Senyuman Kefa itu membuat Arata dan mereka semua yang ada di sana semakin merinding ketakutan.


"Lanjut jadi Tsukia siapa mu?"


"Aku juga tidak tau sayang, aku hanya dekat dengan nya, aku hanya sekelas dengan nya dekat ngobrol lancar gitu, terus yah semakin dekat, dan terus Tsukia menghilang entah kemana." Kefa yang berbohong karena jika dia menceritakan yang sebenarnya, dia akan berada di dalam jurang yang sangat berbahaya.


"Hmmm begitukah."


"Iya sayang aku berani bersumpah, kamu juga boleh tanya temanku yang lain."


"Ehem nyonya Laura apa yang di katakan tuan Kefa adalah kebenaran nya, saya bisa menjamin hal itu, karena saya teman dekat sekaligus orang yang sekelas dengan tuan Kefa."


"Humu humu baiklah kalau begitu aku percaya." Laura yang mulai tersenyum normal.

__ADS_1


Kefa dan semua orang di sana pun bernafas dengan lega, dan mereka tidak lupa berterima kasih pada lord penyelamat mereka yang tidak lain adalah Oyama.


Mereka pun kemudian saling berkenalan satu sama lain, dan mereka semua pun mengobrol sambil memainkan beberapa permainan di sana.


__ADS_2