
"Tuan saya sudah mendaftarkan tuan sebagai perwakilan dari Smp 10 Bandung." Ujar Revan yang sekarang tengah duduk di dekat Kefa.
"Ya terima kasih karena sudah mengurus semuanya, ngomong-ngomong ternyata di tempat ini banyak wanita juga yah, aku kira yang berkumpul di sini semuanya adalah pria." Ujar Kefa.
Mendengar Kefa yang terlihat tertarik dalam urusan wanita, membuat mereka semua terkejut terdiam.
"Kalian kenapa terkejut seperti itu? Aku ini pria tentu saja aku juga tertarik pada wanita, apa kalian berpikir aku ini pelangi." Kefa yang kesal karena melihat eskpresi mereka yang terlalu berlebihan.
"Tidak bukan begitu tuan, kami tidak bermaksud seperti itu." Ujar Revan.
Revan pun disini mengalihkan pembicaraan "Para perempuan itu tuan mungkin mereka adalah para kekasih dari orang-orang yang ada disini, tapi entahlah tuan." Ujar Revan.
"Ah jadi begitu yah."
"Memangnya kenapa bos apa bos tertarik pada mereka?" Tanya Robert.
"Tidak aku hanya ingin bertanya saja, mereka semua memang cantik, tapi entah kenapa aku tidak tertarik pada mereka, sedikit tertarik sih sebenarnya tapi aku rasa mereka tidak sebaik yang aku pikirkan, kalian mengertikan maksudku."
Mereka semua pun menunjukan wajah kebingungan.
Namun mereka hanya menganggukan kepala karena mereka tidak ingin mencari masalah dengan Kefa.
Kefa yang mengetahui hal itu hanya bisa menatap mereka dengan tatapan datar dan menghela nafas.
Akhirnya rombongan yang lain pun datang kesana, dan akhirnya rombongan dari Bima pun hadir ke tempat tersebut.
Dan dari 20 Smp pun semuanya sudah berkumpul di tempat sana.
Kedatangan membuat tempat tersebut menjadi ricuh, dan mereka semua membicarakan Bima, banyak mata yang tertuju pada Bima, terutama wanita, Bima adalah pria yang tampan sama seperti Kefa.
Keturunan Deluxe tidak ada yang pernah gagal, mereka semua pastilah tampan dan cantik karena mereka berasal dari bibit yang unggul.
Bima datang di temani oleh dua wanita yang sangat cantik yang memegang tangan Bima, dan mereka berdua seperti menyukai Bima dan tergila-gila pada Bima.
Para wanita di sana sangat iri dengan dua wanita yang sedang memegang tangan Bima.
Sedangkan Kefa dia justru sangat heran kenapa para wanita menyukai Bima, padahal bagi Kefa Bima hanyalah orang biasa.
"Tuan inilah yang dinamakan dengan the power of keluarga Deluxe." Ujar Defa.
"Hmmm begitukah kalau kau menjual nama Deluxe kau akan menjadi seperti Bima, apa maksudmu seperti itu?" Tanya Kefa.
"Ya benar sekali bos." Ujar Robert.
Bima di sini tampak sangat keren, namun bagi Kefa Bima terlihat menyebalkan so ganteng.
__ADS_1
Bima pun tak sengaja melihat Kefa.
"KE-KEFA?" Tanya Bima yang terkejut karena kehadiran saudaranya yaitu Kefa.
"Akhirnya si buta itu melihatku juga, tapi tunggu bukannya sekarang aku sedang menyemar jadi orang biasa? Kenapa dia bisa tahu bahwa aku adalah Kefa." Batin Kefa.
Semua orang tampak terkejut karena Bima tiba-tiba menyapa seseorang yang tidak di kenal sama sekali.
Yang tidak terkejut di sini tentu saja Revan dan yang lainnya, itu semua karena mereka tau Bima merupakan saudara Kefa. Dan pastinya Bima mengetahui siapa Kefa.
"Ya apa boleh buat kalau sudah ketahuan begini aku akan menyapanya." Batin Kefa.
"Aku pikir kau melupakan ku." Ujar Kefa sambil tersenyum.
"Mana mungkin aku melupakan mu, kau adalah saudara ku Kefa, dan kau adalah satu-satu nya orang yang dapat mempermalukan kak Reza yang sangat sombong itu hahaha."
"Aku pikir dia tidak semenyebalkan itu." Batin Kefa.
"Ternyata kau masih mengingat kejadian itu."
"Tentu saja Kefa hahahhah kau adalah saudara ku yang hebat, sudah sejak lama aku ingin bertemu dengan mu lagi. Dan sebenarnya Aku juga ingin mengajak mu mengobrol tentang banyak hal, tapi tampaknya kau selalu sibuk."
"Ya begitulah heheeh."
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Bima.
"Hhahaha aku sangat baik tentunya."
"Kefa, ayo kita masuk ke ruanganku di sini sangat tidak nyaman terlalu banyak orang yang melihat ke arah kita, ajak juga teman-teman mu itu." Ujar Bima.
"Ya baiklah terima kasih." Ujar Kefa sambil tersenyum pada Bima.
"Ternyata dia tidak semenyebalkan saudara ku yang lainnya, tapi kenapa ya dia bisa bersikap baik padaku, padahal aku tidak melakukan apapun padanya aneh." Batin Kefa.
Semua orang yang ada di ruangan tersebut sangat terkejut, ketika Bima menyapa seseorang yang bernama Kefa.
Bahkan Bima menyebut Kefa sebagai saudaranya, mereka pun bertanya-tanya siapa Kefa sebenarnya, dan hubungan apa Kefa dengan Bima, dan Reza yang merupakan salah satu keluarga Deluxe juga.
Mereka juga sangat terkejut karena sikap Bima pada Kefa terlihat sangat baik, berbeda dengan sikap Bima pada biasanya.
Mereka semua sangat keheranan dan kebingungan, mereka pikir Kefa bukanlah orang yang penting, tapi tampaknya dia adalah orang yang sangat penting, bahkan bisa di bilang dia bisa setara dengan Bima.
Itu semua karena Bima memperlakukan Kefa seperti saudaranya sendiri, mereka semua sangat penasaran, siapa Kefa sebenarnya.
Padahal mereka rasa jika di lihat-lihat Kefa hanyalah orang biasa yang terlihat seperti bawahan Revan.
__ADS_1
Singkatnya mereka pun sekarang berada di ruangan VVIP yang khusus untuk orang-orang tertentu saja.
Kefa dan yang lainnya pun di persilahkan duduk di sofa yang sangat lembut dan sangat nyaman itu.
Kecuali para bawahan Bima yang bertotalkan 4, mereka memiliki badan yang besar dan terlihat sangat kuat, hanya dalam sekilas saja Kefa bisa tau, bahwa 4 orang itu merupakan bawahan langsung dari Bima.
Dan mereka bukanlah anak Smp pada umumnya sama seperti Defa.
"Bima apa mereka berdua adalah kekasihmu?" Tanya Kefa yang penasaran karena dari tadi 2 peremuan itu sama sekali tidak lepas dari Bima.
"Yah begitulah." Bima sambil tersenyum, namun senyuman itu terlihat sangat meragukan bagi Kefa.
"Yah lupakan hal itu saudara ku Kefa, aku ingin bertanya kenapa kau datang kemari?" Tanya Bima.
"Bukannya sudah jelas kalau aku datang kemari untuk apa."
"Ohh begitukah jadi kau ingin merebut kursi kepemimpinan ku."
"Iya." Kefa sambil tersenyum.
Bima pun ikut tersenyum "Menarik, aku menantikan hal itu, aku juga dari dulu sangat penasaran dengan kekuatan mu saudara ku Kefa."
"Sejak aku kecil sampai sekarang aku tidak pernah dengar rumor tentang dirimu, tidak seperti saudara kita yang lainnya." Ujar Bima.
"Ya itu semua karena aku sibuk."
"Sudah aku duga jawaban mu pasti seperti itu, kau adalah saudaraku yang paling misterius dan sangat tidak suka mencolok."
"Tapi sekarang aku sangat terkejut, ketika kau tiba-tiba saja datang dan menampakkan dirimu, aku pikir selamanya kau akan sibuk."
"Pada awalnya aku juga berpikiran seperti itu, tapi rasanya aku juga butuh hiburan, kau mengertikan."
"Iya aku mengerti, aku jadi sangat tidak sabar ingin bertarung dengan mu." Ujar Bima.
"Ya aku juga sama."
"Ngomong-ngomong kenapa kau berpenampilan seperti itu Kefa, padahal kau adalah orang yang sangat tampan jika di bandingkan dengan diriku."
"Apa kau melupakan visi misiku untuk tidak terlalu mencolok."
"Oh iya sayang sekali, padahal kau tinggal rubah saja sedikit rambutmu dan style mu kau akan menjadi pria yang sangat tampan, mungkin siapapun wanita yang melihatmu dia akan langsung jatuh cinta padamu."
"Ya mungkin saja entahlah aku juga belum tertarik pada hal seperti itu, aku bukan dirimu."
"Ahahahaha kau benar."
__ADS_1
Mereka berdua pun saling tersenyum dan bersulang minuman, ketika mereka berdua berbicara semua orang terdiam tidak ada yang berani membuka mulutnya.
Hawa mereka berdua terlihat sangat mengerikan.