
Kefa, Edwart, Rina, mereka bertiga sekarang sudah sampai di hotel The Langham, mereka datang ke sana cukup telat karena seperti biasa mereka terjebak macet di jalan. Mereka pun turun dari mobil dan di sambut oleh Hyuro, Kemal, Wira, Tiara, dan yang lainnya.
"Kefa ayah dan ibu dan yang lainnya juga akan pergi terlebih dahulu menemui kakek nenekmu," Ujar Edwart.
"Apa aku ikut juga ayah?" Tanya Kefa.
"Tidak, kau tidak boleh ikut, ini adalah pertemuan orang dewasa, jadi kau pergilah ke tempat saudara mu yang lainnya, yang sekarang mereka sedang berkumpul di suatu ruangan, paman Wira nanti akan menunjukkan tempatnya padamu."
"Uhm yah baiklah kalau begitu."
"Kefa sayang ingat yah jangan membuat keributan usahakan oke?" Ujar Rina.
"Iya ibu siap tenang saja aku sudah besar juga." Jawab Kefa.
"Iyaa."
Tiba-tiba rombongan keluarga orang kaya datang menghampiri Edwart, Rina dan juga Kefa.
Kefa pun di sini sangat terkejut, terdiam dan sama sekali tidak bisa berkata-kata.
Ia seakan-akan tidak percaya bahwa orang yang ada di depan matanya sekarang adalah Laura.
Begitu pula dengan Laura yang sama terkejutnya seperti Kefa, mereka berdua terdiam mematung, mereka berdua saling mengenal satu sama lain.
Yang paling terkejut di sini adalah Laura, ia sama sekali tidak memperacayai bahwa Kefa adalah salah satu penerus keluarga Deluxe.
Yang merupakan anak dari Edwart dan Rina, Laura benar-benar terlihat sangat syok, ternyata orang yang dia ganggu selama ini, adalah orang yang sangat hebat.
Dan Laura juga sangat terkejut ketika melihat Kefa yang sekarang, Kefa yang sekarang sangatlah tampan, berbeda dengan waktu Kefa yang di sekolah.
Laura mencoba positif thingking untuk menganggap bahwa Kefa di sekolah dengan Kefa yang saat ini ada di depan matanya adalah orang yang berbeda.
Namun Laura dapat mengetahuinya dengan sangat jelas, bahwa Kefa yang ada di depan matanya sekarang, adalah Kefa yang ada di sekolah, hanya saja beda dari segi stylenya saja.
"Rina apa dia adalah anakmu yang sering kau ceritakan itu?" Tanya ibunya Laura yang sama cantiknya seperti Laura, bahkan mungkin bisa di bilang lebih cantik.
"Iya dia adalah anak semata wayangku, Kefa beri salam kepada teman ibu."
Kefa yang terkejut karena bisa bertemu dengan Laura di acara yang sangat penting ini, tiba-tiba di tersadar.
Kefa terkejut karena tidak menyangka bahwa Laura akan ada di dalam acara penting kali ini. Jika Laura hadir di acara ini maka sudah bisa di pastikan keluarga Laura bukanlah keluarga biasa-biasa saja.
"Ah iya ibu salam kenal saya adalah Kefa." Kefa sambil menunduk hormat seperti seorang bangsawan.
"Dia terlihat sangat tampan seperti mu dan suami mu, dia sangat mirip dengan kalian berdua hahaha." Ujar ayahnya Laura.
__ADS_1
"Iya begitulah Sebastian, anak mu juga terlihat sangat cantik mirip kalian berdua."
"Begitu kah hahaha dia memang putri ketiga ku dan dia memang sangat cantik seperti kakak-kakaknya yang lain."
"Iya aku rasa juga begitu, oh yah aku dengar putrimu juga sekolah di Smp yang sama seperti putraku yah." Ujar Edwart.
"Iya benar, mungkin mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain." Ujar Sebastian.
Laura pun di sini semakin percaya bahwa Kefa yang ada di hadapan nya adalah Kefa yang berada di sekolahnya.
Karena Kefa rasa dia sudah ketahuan Kefa pun di sini lebih memperjelas lagi "Iya kami berdua sudah saling mengenal satu sama lain paman." Ujar Kefa sambil tersenyum pada Laura.
Laura pun terpesona dengan senyuman yang diberikan oleh Kefa, bagaimana pun juga sekarang Kefa terlihat sangat tampan berbeda dengan Kefa yang di sekolah.
Laura merasa bahwa Kefa yang sekarang sangatlah keren, ia sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangan nya.
"Uhmmmm.....I-iya ayah ibu kami berdua sudah saling mengenal satu sama lain." Laura yang gugup.
"Hmmm sepertinya anak kita sudah ke tahap berikutnya dari pertemenan." Ujar Rina.
Kefa pun disini menatap datar ibunya, namun ibunya di sini mengkedipkan matanya.
"Ah sudahlah ibuku tidak akan mendengarkan ku." Batin Kefa yang sudah lelah dengan ibunya.
"Aku rasa begitu, mereka berdua memang terlihat sangat cocok, dan aku rasa sebagai ibunya aku mengetahui bagaimana perasaan Laura kepada Kefa, sebagai ibunya aku hanya bisa mendukung apa yang di inginkan oleh anakku." Ujar ibunya Laura.
"Hhahah kalau begitu nak Kefa, apa nak Kefa bisa menemani Laura terlebih dahulu, kami ada urusan lain." Ujar Sebastian.
"Tentu saja paman." Ujar Kefa dengan sopan.
"Terima kasih tolong jaga anak paman."
"Iya paman tentu saja." Jawab Kefa.
Mendengar Kefa berkata seperti itu, membuat Laura semakin malu, dan wajah nya sekarang berubah menjadi merah, orang tua Kefa dan Laura pun tertawa melihat tingkah Kefa dan Laura.
Mereka pun berpisah dengan orang tua mereka, Laura dan Kefa pun pergi ke tempat di mana saudara Kefa yang lainnya sedang berkumpul, bukan saudara dia saja yang berkumpul di sana, tapi anak-anak orang kaya pun berada di sana.
Mungkin saja wanita yang pernah Kefa temui di balkon waktu itu, dia juga hadir disana, entah kenapa Kefa berharap sekali wanita itu ada di pertemuan kali ini juga.
Kefa ingin mengbrol dengan wanita itu lagi.
Melihat Kefa yang bengong membuat Laura penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh Kefa.
"Kefa kenapa kau tidak bilang bahwa kau berasal dari keluarga Deluxe." Laura yang mencubit tangan Kefa.
__ADS_1
"Cewe gila apa yang kau lakukan, jangan mencubitku sakit tau."
"Orang sekuat mu mana mungkin merasa kesakitan sudah tidak usah banyak alasan cepat jawab pertanyaan ku."
"Dasar gila."
"Siapa yang kau sebut gila hah!!"
"Gak tau mungkin orang lain."
"Sudah jelas-jelas kau mengejekku."
"Itu kau tau."
"DASAR MENYEBALKAN!!!!!!!"
"Haah (Kefa yang menghela nafas) jadi begini cewe gila, aku di suruh orang tua ku untuk hidup menjadi orang biasa di sekolah begitu kau mengerti, aku yakin kau mengerti."
"Iya aku mengerti aku tidak sebodoh yang kau pikirkan."
"Baguslah jadi aku tidak perlu menjelaskan nya secara detail, oh iya jangan beritahu siapapun kalau aku berasal dari keluarga Deluxe, nantinya semua nya akan jadi merepotkan."
"Iya iya iya aku tau itu kau tidak perlu memberitahuku."
"Oh iya Kefa tadi apa yang sedang kamu pikirkan."
"Seorang wanita." Jawab Kefa tanpa ragu dan tanpa jeda sedikit pun dan Kefa berbicara dengan lantang.
"Pasti wanita itu adalah aku kan?" Laura yang coba untuk berpikir positif thingking.
"Bukan." Jawab Kefa yang membuat Laura berhenti berjalan, dia terlihat sangat syok dan terkejut.
"Kau kenapa Laura?"
"HUH!!!!!!!!!!! TIDAK ADA." Laura yang terlihat sangat kesal dan langsung terburu-buru jalan nya meninggalkan Kefa.
"Laura tunggu sebentar kau kenapa?"
"AKU BILANG TIDAK TAU KAU INI KENAPA SANGAT MENYEBALKAN SIH!!!!!"
"Ya aku juga tidak tau."
"YASUDAH KALAU GITU COBA KAU PIKIRKAN SENDIRI KENAPA AKU TIBA-TIBA BADMOOD SEPERT INI, INTINYA INI SEMUA SALAHMU!." Laura yang benar-benar sangat kesal pada Kefa dan terlihat badmood.
"Iya maafkan aku." Ujar Kefa namun di abaikan.
__ADS_1
"Apa salahku coba, aku kan hanya berkata jujur, haah (Menghela nafas lemas) Laura memang benar-benar mirip seperti ibuku, apa semua wanita sama? Suka marah tidak jelas" Batin Kefa yang tidak tau harus apa.