Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 216 Berbincang dengan Koji


__ADS_3

Kefa sekarang sedang berada di mobil miliknya, mobil milik Kefa di buat oleh perusahaan Kefa sendiri, dan mobil itu mengutamakan kenyamanan dan keselamatan.


Harga mobil Kefa tidak bisa nilai, karena terlalu bagus, pembuatan mobil Kefa memakan waktu yang sangat lama, dan bisa di bilang mobil milik Kefa hanya ada 1 di dunia.


Mobil Kefa memiliki bentuk yang hampir sama seperti Mc Laren, namun ada beberapa hal yang berbeda, selain itu mobil Kefa juga sangat cepat, dan anti peluru.


Selain mengutamakan kenyamanan dan keselamatan, mobil yang di miliki oleh Kefa juga mengutamakan keindahan, jadi tidak usah di tanya lagi bagaimana bagusnya mobil Kefa.


Mobil Kefa hanya bisa di isi oleh dua orang saja.


Kefa sekarang sedang bersama dengan Tsukia.


"Apa kita akan langsung pergi ke tempat Akazaya?" Tanya Tsukia.


"Tidak, kita akan pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, aku ada janji dengan seseorang."


"Siapa apa dia wanita?" Tanya Tsukia dengan tatapan tajam.


"Tentu saja bukan, dia seorang pria, teman nya kak Haruki, dia bernama Koji."


"Hmm begitu yah, memangnya ada janji apa dengan dia?"


"Aku memesan sebuah pedang."


"Ohhh aku sekarang mengerti."


"Kalau begitu apa tidak masalah kita membuat Defa dan yang lainnya menunggu."


"Tidak masalah, santai saja."


"Kamu ini kebiasaan selalu saja seperti itu."


"Hheheeh tidak apa kan sesekali."


"Sayang kamu sering seperti ini loh." Tsukia yang tersenyum.


"Iya maaf abis mau gimana lagi."


"Yaudah tidak apa, nanti biar aku hubungi mereka, kalau kita akan sedikit terlambat."


"Heheh terima kasih tuan putriku."


"Sudah jangan menggombal ayo kita cepat pergi."


"Iya iya."


Kefa dan Tsukia pun pergi dengan cepat ke tempat Koji.


Singkatnya mereka pun sekarang sedang mengobrol dengan Koji, di ruang bawah tanah.


"Bagaimana kabarmu tuan Kefa?"


"Aku baik, bagaimana dengan mu Koji?"


"Aku selalu baik tuan, ngomong-ngomong tuan apa kau membawa wanita baru?"


"Perkenalkan aku adalah Tsukia istri Kefa di masa depan." Jawab Tsukia sambil tersenyum.


"Hhahahahah tuan, kedua wanita tuan memang benar-benar menarik." Ucap Koji.

__ADS_1


"Nona, aku akan memberikan mu sebuah saran, jangan sampai nona melepaskan perhatian nona pada tuan Kefa, bisa-bisa nanti dia akan menambah wanita lagi." Ucap Koji.


"Iya aku mengerti akan hal itu, tenang saja Koji, aku tidak akan pernah melepaskan pengawasanku terhadap nya, dia memang buaya." Ucap Tsukia.


"Ehem ehem, Koji langsung saja dimana pesanan ku."


"Hhahah tuan selalu saja begini hahaha, tuan memang orang yang menarik." Koji sambil memberikan sebuah pedang yang berukuran sedang, di pedang itu terdapat sarung pedang yang memiliki corak naga kehitaman, dan di campur emas.


Intinya ketika melihat pedang itu, kesan nya adalah kemewahan dan terlihat sangat mengerikan.


Kefa di sini langsung menerima pedang itu dan ia langsung mengeluarkan pedang itu dari sarung nya, dan kemudian Kefa melihat secara keseluruhan pedang itu.


Pedang itu memiliki warna putih, dan ada corak naga berwarna putih, sedangkan gagang nya sama seperti sarung nya.


Pedang tersebut terlihat sangat tajam, Kefa tersenyum puas, karena pedang yang di buat oleh Koji merupakan pedang yang sangat bagus.


Tsukia di sini terpukau dengan pedang yang di buat oleh Koji, karena pedang itu terlihat sangat hebat.


Tsukia bisa mengetahuinya, karena dia sudah di ajari oleh gurunya tentang senjata dan yang lainnya selama di Cina.


Koji di sini hanya bisa tersenyum sombong, sambil menunggu pujian dari Kefa.


Kefa di sini memasukkan kembali pedang nya itu ke dalam sarung nya.


Kemudian Kefa memberikan pedang itu pada Tsukia.


"Aku nitip dulu peganglah." Ucap Kefa.


"Iya baiklah."


Koji disini meminum kopinya.


"Seperti biasa Koji, pekerjaan mu sangat bagus, aku akan mentransfer uang nya, aku juga akan memberikan bonus padamu, karena kau selalu bekerja dengan baik."


"Hhahahah tuan selalu seperti, tuan sangat murah hati, terima kasih tuan atas bonusnya, berbisnis dengan tuan memang yang terbaik, selama berbisnis dengan tuan aku rasa perusahaan ku tidak akan pernah bangkrut."


"Oh yah tuan aku memiliki pertanyaan, apa tuan yakin akan bertarung dengan Akazaya?"


"Ya tentu saja, memangnya kenapa?" Kefa yang memasang raut wajah kebingungan.


"Tidak aku hanya terkejut saja, saat mendengar berita kau menang melawan dia, dan sekarang kau akan bertarung lagi dengan nya, tapi bedanya sekarang kalian akan bertarung menggunakan senjata, dan aku sangat yakin jika Akazaya pasti akan bertarung dengan sepenuh tenaga, menggunakan katana nya."


"Sebenarnya aku tidak ingin menakuti mu tuan Kefa, tapi sepertinya kau memang harus mengetahui fakta ini tuan Kefa. Akazaya adalah orang yang terkenal dengan ilmu berpedang nya, dia sama sekali tidak pernah kalah, jika bertarung menggunakan katana miliknya."


"Dia memiliki julukan nya tersendiri yaitu Dewa katana, bahkan aku rasa jika Minoru melawan Akazaya menggunakan katana, Minoru belum tentu bisa mengalahkan Akazaya, sehebat dan seberbakat itu Akazaya menggunakan sebuah senjata bernama Katana, ataupun yang lainnya."


"Apa setelah mendengar semua itu kau tetap ingin bertarung melawan nya tuan Kefa?"


"Aku memberikan informasi ini karena aku memang harus menyampaikan nya, bedakan pertarungan menggunakan senjata dan tidak menggunakan senjata."


Kefa yang mendengar itu ia hanya tertawa dalam hati dan menunjukkan senyuman kemenangan pada Koji.


Kefa sama sekali tidak takut dengan apapun, masalahnya dia adalah seorang reinkarnasi Raja yang tidak terkalahkan.


Kefa sudah melewati banyak pertarungan entah itu menggunakan senjata atau tidak, di tambah pertarungan yang di lakukan bukanlah pertarungan biasa, melainkan pertarungan hidup dan mati.


Jadi untuk melawan Akazaya saja Kefa sama sekali tidak takut ataupun gentar, di tambah Kefa juga sudah mempersiapkan semuanya.


"Koji, informasi apapun yang kau sampaikan pada suami ku, tidak akan berpengaruh, dia akan tetap bertarung dengan Akazaya, dan tolong garis bawahi kata ini, suamiku akan menang melawan Akazaya."

__ADS_1


"Tampaknya istri mu sangat percaya padamu Kefa."


"Ya dia memang begitu, tapi apa yang dia katakan benar Koji." Kefa yang tersenyum percaya diri.


Koji yang melihat itu langsung terdiam.


"Aku rasa aku juga akan mendukung mu tuan Kefa." Ucap Koji.


"Terima kasih atas dukungan nya."


"Sama-sama dan satu hal lagi tuan Kefa mengenai persediaan senjata, apa aku harus menyiapkan nya dari sekarang?"


"Itu tidak perlu Koji, aku akan memberitahu jika sudah waktunya, aku tidak ingin terlalu terburu-buru, kau mengerti bukan apa maksud ku?"


"Ya aku mengerti tuan."


"Kalau begitu aku dan istriku yang cantik ini pamit duluan."


"Ya tuan terima kasih sudah datang ke sini, dan semoga lancar kencan kalian."


"Sayang apa dia gila?" Tanya Tsukia.


"Ya sedikit mungkin itu efek samping terlalu dekat dengan Haruki, kamu juga jangan terlalu dekat dengan nya, nanit bisa jadi seperti itu."


"Ah begitu yah, aku mengerti maksudmu sayang, aku tidak akan terlalu dekat dengan kak Haruki."


"Ya bagus."


Mereka berdua pun sekarang berada di mobil.


"Sayang kenapa kamu sangat yakin jika aku akan menang melawan Akazaya, bukan nya hal itu tidak ada jaminan sama sekali." Tanya Kefa.


"Tempo hari aku melihatmu latihan menggunakan sebuah ranting pohon."


"Ohh jadi kamu melihatnya yah."


"Iya maafkan aku."


"Tidak masalah sayang."


"Jadi setelah melihat ku berlatih apa kamu jadi sangat yakin, jika aku akan menang melawan Akazaya."


"Iya sayang itu benar, mataku tidak akan pernah bisa tertipu, latihan yang kamu lakukan hanya bisa di lakukan oleh orang-orang yang sudah mahir dan profesional menggunakan pedang."


"Tampaknya kamu tau banyak setelah berlatih di Cina."


"Iya begitulah hehehehe." Tsukia yang senang karena merasa di puji oleh Kefa.


"Tapi masalahnya aku akan melawan orang yang bisa di bilang sudah di atas profesional."


"Tidak masalah aku tetap yakin kamu akan menang, lagi pula di sana ada aku yang akan selalu mendukung mu."


"Kamu tau meskipun seluruh dunia mengatakan kamu kalah, aku akan tetap mengatakan kamu menang, aku akan selalu berada di samping mu, entah apapun yang terjadi." Tsukia yang tersenyum pada Kefa.


Kefa hanya bisa tersenyum senang dan kemudian mencium pipi Tsukia.


"Terima kasih."


Tsukia yang terkena serangan mendadak langsung terdiam tersipu malu dan aga sedikit panik.

__ADS_1


Kefa hanya tertawa melihat reaksi Tsukia.


__ADS_2