Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 191 Berita 2


__ADS_3

Di kediaman keluarga Tanaka, tepatnya di sebuah ruangan yang sangat mewah, Minoru sekarang sedang terlihat sangat senang.


Perasaan dia sekarang benar-benar sangat senang, karena akhirnya Kefa orang yang jadi ancaman baginya akan segera di bunuh oleh Satoshi.


Minoru sendiri sangat percaya terhadap Satoshi, karena dia adalah orang yang sangat kuat, Minoru pernah menghadapi Satoshi, dan ketahanan dari Satoshi memang sangatlah hebat.


Minoru sendiri mengakui kekuatan Satoshi, oleh karena itu jugalah Minoru membiarkan Satoshi menjadi pemimpin keluarga Kobayasi.


Minoru juga sangat percaya terhadap Satoshi, karena dia adalah orang yang sangat setia pada keluarga Tanaka, bahkan ia mendengarkan perintah Minoru untuk membunuh ayahnya sendiri.


Ayahnya Satoshi di bunuh oleh anaknya sendiri atas perintah Minoru, karena Minoru merasa bahwa ayahnya Satoshi adalah seorang penghianat, yang ingin menghianati keluarga Tanaka, maka oleh karena itulah Minoru harus menyingkirkan ayahnya Satoshi.


Dan yah rencana yang di buat Minoru dan di bantu oleh Satoshi seratus persen berhasil.


Minoru dalam keadaan senang karena ia terlalu percaya diri bahwa Satoshi akan menang, karena tidak mungkin orang seperti Kefa bisa menang melawan Satoshi.


Minoru dia sangat tidak sabar mendengar kabar kemenangan dari Satoshi.


Tak lama pintu menuju ruangan nya itu ada yang mengetuk.


"Masuklah Fredi." Minoru dengan perasaan yang sangat senang.


"Fredi selamat datang, jadi bagaimana dengan beritanya kau sudah mendapatkan nya bukan?"


"Iya tuan saya sudah mendapatkan nya tuan."


"Bagus hahaha Fredi kenapa kau terlihat sangat tertekan bukannya berita yang akan kau sampaikan adalah berita yang sangat baik untukku?"


"Maaf tuan sebelumnya, maaf sekali tuan jika saya menghancurkan mood tuan, tapi tuan berita ini akan sangat membuat tuan marah dan kesal tuan."


"Berita apa?" Tanya Minoru dengan tatapan yang tajam dan terlihat sangat serius.


Fredi pun bergemetar ketakutan ia langsung sujud di hadapan Minoru.


"Berita yang akan saya sampaikan adalah mengenai kekalahan keluarga Kobayasi."


Mendengar berita itu hati dari Minoru serasa hancur berkeping-keping, Minoru terdiam seribu kata, ia langsung merubah raut wajahnya ia langsung terlihat sangat lemas.


Terlihat di wajahnya penuh dengan kekecewaan.


"Ba-bagaimana mungkin Satoshi bisa kalah, Ferdi apa kau sangat yakin dengan berita yang kau sampaikan itu?"


"Saya bersumpah atas nama saya dan keluarga saya tuan, jika berita yang saya sampaikan adalah kebenaran nya tuan, Satoshi di kalahkan oleh Kefa dan seluruh keluarga Kobayasi di bantai habis oleh organisasi Kefa tuan."


"SIALAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Minoru yang sangat marah.


"AAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!" Minoru yang melempar semuanya dan menghancurkan semua barang di sana.


Minoru terlihat sangat kesal dan marah.


"BAJINGAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ITU SANGAT MENGECEWAKAN KU SIALAN!!!!!!!!!!!"


Minoru yang terlihat sangat marah.


"Bagaimana bisa dia kalah dengan seorang bocah berumur 17 tahun, gila bagaimana mungkin itu bisa terjadi hah? Sangat tidak logis."


"Kau tau bukan Ferdi betapa kuatnya keluarga Kobayasi dan Satoshi, tapi bagaimana mereka bisa kalah."


Ferdi terdiam dan tidak bisa menjawab perkataan Minoru, ia takut jika lehernya di potong oleh Minoru.


"S-saya ti-tidak tau tuan."


"Sialan sialan sialan bagaimana ini bisa terjadi, kalau sudah begini jadinya semuanya jadi kacau sialan kenapa aku percaya pada orang sebegok dia."


"Aku sudah bilang padanya bebeerapa kali untuk berhati-hati tapi tampaknya dia tidak mendengar kan ku, sialannnn SATOSHI!!!!!!!!! KAU MEMBUATKU SEMAKIN REPOT SAJA."


Minoru yang benar-benar pusing, karena dia sudah melakukan kesalahan, besar.


Jika sudah begini dia tidak tau apa yang akan terjadi di depan nanti.


"Ferdi hubungi para pemimpin keluarga besar yang ada, suruh mereka untuk datang ke kediaman ku!!!!"


"Baik tuan saya akan melaksana kan nya."


"Sialan bocah yang bernama Kefa itu selalu saja ada di kepalaku sialan sialan, aku harus mengurus dia secepat mungkin, aku harus membunuhnya, aku harus turun tangan sekarang jika di biarkan terus dia akan menghancurkan ku nanti."


"Sebaiknya aku mengumpulkan mereka dan aku akan menyuruh para kepala keluarga yang tidak berguna itu untuk membunuh Kefa!"


"Kefa lihat saja kau akan kubunuh!" Minoru yang terlihat sangat marah.


***


"Hmm begitu yah jadi anak Edwart itu berhasil membunuh Satoshi, dan mereka berhasil membantai keluarga Kobayasi, aku tidak pernah menyangka sama sekali perkataan Hiroki benar adanya." Ucap kepala keluarga Saito yang bernama Eden.


Eden adalah pemimpin keluarga Saito yang cukup muda, dia berumur 30 tahun.


Dia merupakan pemimpin dari generasi kedua, karena generasi sebelumnya sudah mati.


Kepemimpinan dari Eden berbeda dengan pendahulunya, pendahulunya terlalu gila hormat pada keluarga Tanaka, tapi kepemimpinan Eden tidak seperti itu, dia hanya memikirkan keuntangan untuk keluarganya saja.


Eden merupakan orang yang sangat kuat, dia merupakan orang terkuat ke 6 di Jepang.


Eden sendiri memiliki tubuh yang tidak besar tapi memiliki otot yang cukup kuat, dan dia memiliki tinggi 170 an saja dia terlihat kecil ketimbang para pemimpin keluarga lainnya.

__ADS_1


Tapi kekuatan dia sama sekali tidak bisa di remehkan bahkan pendahulunya saja kalah bertarung melawan Eden.


Eden sendiri memiliki rambut yang pendek namun terlihat tampan, dan tubuhnya di penuhi dengan luka yang paling terlihat adalah di wajahnya, terdapat goresan pedang.


Eden terlihat sangat mengerikan, dia sama seperti yang lainnya dia adalah manusia yang kejam.


Di bawah kepemimpinan Eden keluarga Saito menjadi keluarga yang sangat kuat.


Bahkan keluarga Tanaka saja sampai menyimpan hormat pada mereka.


"Iya tuan pada awalnya juga saya masih tidak percaya, tapi itulah fakta lapangan nya tuan."


"Yah mau bagaimana lagi dia adalah anaknya Edwart, dia pasti lebih mengerikan dari pada ayahnya, tapi aku juga masih tidak menyangka bocah seperti dia bisa mengalahkan seorang monster didikan Minoru, ini terlalu gila."


"Iya tuan ini memang berita yang sangat gila dan menggemparkan Jepang."


"Hhahah setelah ini Jepang pasti akan berubah drastis, aku yakin si kakek tua Minoru itu sekarang menunjukkan wajah buruknya, karena mendengar berita ini, dia pasti sangat terpuruk sekarang hahahah aku tidak pernah menyangka dia bisa setres juga rupanya."


"Kefa dia benar-benar pria yang sangat menarik."


"Iya tuan."


"Baiklah terima kasih informasinya, kalau begitu aku akan menghubungi terlebih dahulu Haruki, aku akan memutuskan keputusan nya sekarang, aku sudah melihat masa depan yang cerah bagi Jepang."


Eden pun menelpon kakaknya itu yang tidak lain adalah Haruki.


Haruki dia berasal dari keluarga Saito dia adalah orang yang sangat kuat, namun dia jarang di ketahui oleh banyak orang, dia adalah bawahan langsung dari Edwart yang berada di Jepang.


Eden sendiri sangat menghormati kakaknya itu, seharusnya yang menjadi pemimpin dari keluarga Saito adalah dia, tapi dia adalah orang yang sangat bebas dan tidak ingin terikat apapun, jadi dia menyerahkan kekuasaan nya itu pada adiknya Eden.


Eden sendiri sangat dekat dengan Haruki, mereka saling menghormati satu sama lain.


Namun perbedaan yang terdapat dalam diri mereka hanya 1, Eden sedikit percaya pada keluarga Tanaka, sedangkan Haruki sangat membenci keluarga Tanaka.


"Kak Haruki..."


"Tumben kau menelpon ku ada apa tuan Eden."


"Kau tidak perlu berkata seperti itu kak."


"Iya iya baiklah jadi ada apa?"


"Kakak sudah mendengar belum berita tentang Kefa?"


"Belum lagi pula aku tidak perlu, karena aku yakin bocah itu pasti akan menang melawan keluarga Kobayasi, dia adalah bocah ajaib Eden, aku sudah mengatakan nya dari dulu pada mu."


"Iya kakak benar aku memang harus mengakui kalau kakak memang benar."


"Eh jadi Kefa menang?" Haruki yang terkejut.


"BUKANNYA KAU SUDAH TAU!!"


"HHAHAHAHAH Kan aku benar hahahah."


"Bagaimana kali ini kau kalah taruhan kan."


"Iya aku kalah sudah jangan mengejek ku, aku tidak menyangka anak itu benar-benar gila."


"Hhahahah kau ingin tau hal yang lebih gila dari pada itu?"


"Apa."


"Anak itu pernah mengalahkan Hyuro."


"A-apa kakak tidak bercanda kan."


"Awalnya aku juga tidak percaya, tapi setelah bertanya langsung pada kakek tua itu, dia mengakuinya."


"Gilaaaa."


"Dia juga sangat membanggakan muridnya itu, dia sangat yakin jika muridnya itu akan menjadi penguasa dunia ini."


"Gila kan gila kan."


"Iya kak itu sangat gila, ngomong-ngomong aku ingin membahas hal lain nya kak."


"Apa?"


"Aku setuju dengan mu."


"Hhahahahahha aku sudah menduganya pada akhirnya kau akan setuju dengan ku, baguslah itu adalah keputusan yang paling bagus."


"Keputusan mu tidak akan membuat keluarga kita rugi justru keluarga kita akan untung banyak, dan keluarga kita juga terbebas dari kekangan yang mengerikan."


"Kalau begitu titipkan salam ku untuk Hiroki dan yang lainnya, seharusnya mereka setelah mendengar berita ini, mereka akan langsung bergerak."


"Iya kak siap."


"Hhaha aku masih tidak percaya dia melakukannya hanya dalam waktu 2 tahun lebih hahaha sungguh anak yang gila hahaha, Edwart Rina anak kalian itu memang tidak masuk akal sama sekali, aku mengira dia akan menguasai Jepang dalam waktu puluhan taun, tapi teori dan dugaan ku di patahkan dengan hebat."


"Jangankan aku Hiroki, Eden dan Akasura, dan yang lainnya, teori mereka juga telah di patahkan hahaah ini terlalu gila, rasanya aku ingin cepat kembali ke Jepang dan melawan adikku Kefa."


"Hhahaha ini semakin menarik saja aku sangat tidak sabar."

__ADS_1


"Aku yakin sekarang wajah dari si kakek tua yang bloon itu alias Minoru menunjukkan wajah jeleknya, dia pasti sekarang sedang setres hahaha aku sama sekali tidak bisa membayangkan orang itu bisa kalah dalam hal seperti ini hahahah." Haruki yang terlihat sangat senang, karena mendengar berita Kefa yang berhasil mengalahkan Satoshi.


Dengan begini keluarga Saito akan sepenuhnya mendukung Kefa, dan dengan ini juga keluarga Saito resmi keluar dari kerja sama antara keluarga Tanaka.


Dan dengan resmi juga menyatakan perang dengan keluarga Tanaka.


***


Di sisi lain di Indonesi tepatnya di kediaman keluarga Edwart Deluxe.


Rina, Edwart, Despa, dan Maria.


Mereka berempat sedang berkumpul bersama di ruang tamu.


Kedatangan Despa dan Maria ke rumah Rina dan Edwart yaitu untuk merayakan kemenangan cucu kesayangan mereka.


Despa dan Maria sudah lebih tau dulu bahwa cucu kesayangan mereka itu Kefa telah mengalahkan salah satu keluarga besar di Jepang yaitu keluarga Kobayasi dan menghabisi mereka semua tanpa tersisa.


Rina, Edwart yang mendengar itu mereka juga ikut senang, walaupun sebenarnya masing-masing dari mereka juga sudah tau bahwa Kefa akan menang.


Mereka berempat sudah mengetahuinya karena mereka sangat percaya terhadap Kefa.


Mereka berempat sendiri adalah orang yang mendidik Kefa dari bayi sampai besar, jadi mereka mengetahui bagaimana Kefa sebenarnya.


Dia lebih cerdas dari pada orang lain, dia lebih kuat dari pada orang lain, dia lebih berbakat dari pada orang lain, dia merupakan kebanggaan dari keluarga Deluxe.


Mereka berempat terumata kakek nenek Kefa sudah mengetahui dan sudah bisa meramalkan cucunya kelak akan menjadi seperti apa.


Kakek neneknya sendiri sudah mengetahui bahwa cucunya tersebut suatu saat akan menguncang dunia karena kehebatan nya, dan sebentar lagi mungkin hal itu akan terjadi.


Mereka hanya tinggal menunggu kabar lagi apakah Kefa bisa menguasai Jepang atau tidak.


Kakek neneknya selain bangga pada Kefa mereka juga bangga pada Egi dan juga Bima yang merupakan anak dari Efra.


Mereka juga merupakan cucu dari Despa dan juga Maria.


Cucu mereka dua yang itu adalah orang yang mengikuti Kefa, Despa dan Maria sangat bangga pada mereka berdua, karena mereka menurunkan ego mereka.


Mereka mengakui Kefa sebagai orang yang paling kuat di generasi ketiga keluarga Deluxe, mereka berdua berbeda dengan saudara yang lainnya, yang tidak ingin mengakui hal itu.


Despa dan Maria memberitahu kedua cucunya yang mengikuti Kefa itu, bahwa keputusan mereka sudah benar dan suatu saat mereka akan bangga karena telah mengikuti Kefa.


Di beri pesan seperti itu Egi dan juga Bima mereka semakin setia kepada Kefa dan mereka berjanji pada kakek neneknya itu, mereka berdua akan mengikut Kefa terus sampai akhir.


"Edwart Rina kalian telah melahirkan seorang anak yang sangat hebat."


"Terima kasih ayah ibu."


"Hhahah Despa benar, kami berdua sangat bangga terhadap Kefa."


"Iya ayah ibu, cucu ayah dan ibu memanglah hebat."


"Kau benar dia berbeda sepertimu Edwart dia tidak mengecewakan."


"Kenapa jadi aku ayah."


"Sudahlah sayang apa yang di katakan ayahmu itu benar." Rina yang tersenyum puas.


Hati dari Edwart pun serasa remuk.


Mereka bertiga pun tertawa melihat Ekspresi Edwart.


"Edwart Rina, sepertinya anakmu itu suatu saat akan keluar dari nama keluarga Deluxe."


"Apa itu tidak mungkin kenapa bisa begitu ayah?"


"Jika dia menggunakan nama itu di dunia internasional dia akan dalam keadaan bahaya, kalian justru harus mengingatkan dia, kalian justru harus mendukung dia untuk merubah nama belakang nya, karena jika tidak seperti itu, maka Kefa akan di incar oleh satu dunia."


Mendengar itu Edwart dan Rina pun menelan ludah sendiri.


Mereka berdua baru mengingat tentang aturan dunia yang ada, tentang aturan dimana yang berisikan tentang keluarga internasional.


"Kalau begitu anakku itu harus mengganti nama belakang nya?"


"Ya kau benar itu tidak jadi masalah dan itu tidak merubah apapun kalau dia adalah keturunan dari keluarga Deluxe, dan nanti juga kita bisa saling mendukung satu sama lain, hal itu tidak jadi masalah."


"Begitu yah ayah, Edwart mengerti Edwart nanti akan menyampaikan hal ini ayah."


"Baguslah ingat hal itu jangan sampai lupa, jika kau lupa maka celakalah cucu tersayangku itu."


"Iya ibu baik."


Mereka pun mengobrolkan hal lainnya dan mereka berpesta kecil di sana.


Berita itu kemudian tersebar juga pada Hyuro gurunya Kefa, kemudian pada Tiara dan bawahan lain dari Edwart dan juga Rina.


Reaksi mereka kurang lebih sama seperti yang lainnya, mereka sangat bahagia dan terlihat sangat senang.


Mereka sangat bangga tuan muda mereka itu telah menjadi sesosok pria yang sangat hebat, karena berhasil mengalahkan keluarga Kobayasi.


Mereka sangat terharu, padahal sebelumnya mereka bersedih karena mendengar berita tentang Kefa yang kehilangan teman nya.


Hyuro dan bawahan Edwart Rina lainnya, mereka sangat yakin bahwa mulai dari sekarang Jepang akan berubah sepenuhnya, begitu pula dengan Edwart, Rina, Despa, Maria.

__ADS_1


Mereka juga sangat yakin jika Jepang akan berubah.


__ADS_2