
Seluruh saudara Kefa sekarang sedang berkumpul, walaupun mereka berkumpul tapi mereka sibuk dengan masing-masing urusan mereka ada yang bermain game, ada yang mengobrol dengan teman, ada yang mengobrol membicarakan bisnis dan lain-lain.
Total saudara Kefa ada 10 dan yang paling kecil adalah Kefa, walaupun Kefa masih kecil, tapi mereka semua sama sekali tidak meremehkan Kefa.
Egi dan Bima kakak beradik itu sekarang mereka berdua tengah bermain Billiard dan di lihat oleh teman-teman nya dan juga penjaga mereka.
"Kak Kefa akan datang ke pertemuan kali ini, apa kakak tidak takut sama sekali padanya?" Tanya Bima yang coba mengejek kakaknya itu, karena Bima tau bahwa kakaknya Egi ia sama sekali tidak berani dengan Kefa.
Bahkan di ajak bertemu dengan Kefa pun ia tidak mau.
"Takut? Untuk apa? Aku mana mungkin takut pada bocah Smp sepertimu atau seperti Kefa." Jawab Egi yang terlihat tenang.
"Apa yang di katakan kakak itu benar? Entah kenapa aku merasa ragu." Ujar Bima yang mencoba untuk mengejek kakaknya lagi.
"Jika tidak percaya tidak masalah, buktinya saja sekarang aku datang ke pertemuan ini bukan."
"Yah kakak benar." Bima dan Egi mereka berbicara dengan hati-hati dan mereka berdua terlihat sangat tenang.
Keluarga Deluxe semuanya adalah kumpulan orang-orang yang sangat mengerikan, mereka adalah orang yang sangat hebat, dari segi mental kecerdasan dan kekuatan.
"Apa yang sedang kalian bahas?" Tanya Reza.
"Masalah tentang Kefa, Bima berpikiran kalau aku takut pada Kefa."
"Hhahahaha aku rasa apa yang di katakan Bima benar, jangankan dirimu Egi, aku saja sedikit takut padanya, dia adalah salah satu saudaraku yang paling mengerikan." Ujar Reza yang membuat Bima dan yang lainnya terkejut, namun mereka sama sekali tidak menunjukkan nya.
"Aku sebenarnya benci mengakui hal itu, tapi yah mau bagaimana lagi itu adalah kenyataan nya."
"Aku pernah mencari masalah dengan Kefa, justru aku rasa aku sering mencai masalah dengan nya, tapi pada akhirnya aku selalu gagal dan di kalahkan olehnya, mengerikan bukan?" Ujar Reza.
"Ya aku rasa dia mengerikan, tapi aku tetap tidak takut padanya."
"Begitukah yah semoga saja apa yang kau katakan itu benar adanya." Reza yang meninggalkan Bima dan Egi yang masih bermain billiard dan tampaknya di sini Bima hanya tinggal memasukkan bola berwarna hitamnya saja, dan Bima akan menang.
"Kak maaf sebelumnya tapi aku rasa akulah yang akan menang." Bima sambil tersenyum penuh maksud dan benar saja Bima lah yang memenangkan permainan itu.
Egi pun sangat kesal namun dia tetap tenang.
"Aku rasa tidak masalah ini hanya permainan saja." Egi sambil tersenyum pada adiknya itu.
"Kakak benar." Bima yang tersenyum balik.
Egi pun pergi dari sana, dan tiba-tiba datanglah seorang anak perempuan yang seumuran dengan Bima, dan dia merupakan seorang wanita yang sangat cantik.
__ADS_1
Dia tidak lain adalah anaknya Lisa Deluxe yang kedua bernama Marisa, dia merupakan wanita yang sangat cantik, cerdas, dan hebat dalam segi bela diri.
Walaupun dia adalah wanita, tapi dia memiliki keterampilan yang sangat mengerikan, dan semua saudara Kefa juga mengakui kehebatan dari Marisa.
"Apa kabar lama tidak bertemu." Ujar Marisa pada Bima.
"Aku baik bagaimana dengan mu, kau seperti biasa selalu berpenampilan sangat menggoda."
"Aku baik seperti biasa kau juga selalu berkata tidak sopan."
"Aku hanya bilang kenyataan nya saja, lihatlah banyak pria yang seumuran dengan kita memandangi mu."
"Itu sudah biasa, itu bukan karena aku yang tampil menggoda, hanya saja aku terlalu cantik."
"Ya terserah mu mau bermain 1 kali?"
"Yap boleh tentu saja, aku juga sedang gabut." Ujar Marisa.
"Apa yang tadi kalian bicarakan dengan Reza dan Egi?" Tanya Marisa.
Bima pun ingin menjawab nya, namun tiba-tiba saja seseorang datang ke ruangan mereka.
Seseorang itu tidak lain adalah Kefa, dan Laura.
Laura dan juga Kefa datang bersamaan seperti sepasang kekasih, mereka berdua terlihat sangat cocok yang satu sangat tampan dan yang satu sangat cantik, semua orang terposana dengan mereka.
Mereka sekarang menjadi pusat perhatian, ternyata Laura selain terkenal di sekolahan, dia juga terkenal di luar, begitu pula dengan Kefa.
Bedanya Kefa di kenal hanya oleh orang-orang penting saja, sedangkan orang biasa tidak mengenal siapa Kefa.
"Felix akhirnya orang menyebalkan itu datang juga."
"Hhahaha kau benar aku tidak sabar ingin membalas dendam padanya, nanti aku akan mengajak dia bertarung, aku ingin menghabisinya nanti di Ring."
"Ya aku rasa kau dapat melakukan nya mungkin tapi jangan terlalu meremehkan dia, kau masih mengingat kenangan pahit waktu itu bukan?"
"Iya Reza aku masih mengingatnya, tapi bukannya itu salahmu"
"Salah kita berdua." Reza sambil tersenyum penuh maksud pada Felix yang membuat Felix merinding ketakutan.
"Ya salah kita berdua kau benar heheeh."
"Cihh orang ini dari dulu selalu saja menjadi pusat perhatian." Batin Rico.
__ADS_1
Para saudara Kefa sekarang sedang menatap Kefa.
Mereka semua terlihat sangat keren dengan style mereka masing-masing selain itu aura wibawa seluruh saudara Kefa sangat mengerikan.
Bagaimana pun juga mereka semua adalah keluarga Deluxe, dan keluarga mereka selalu saja menjadi pusat perhatian.
Kefa pun di sini ingin menyapa saudaranya yaitu Bima, karena yang paling dekat dengan Kefa hanyalah Bima, selain itu Kefa juga tidak memiliki orang lain yang harus dia sapa, kecuali para saudaranya.
Ketika Kefa ingin pergi meninggalkan Laura, Laura di sini tiba-tiba saja menggengam tangan Kefa seperti seorang sepasang kekasih.
"Apa yang kau lakukan Laura? Kau menarik perhatian banyak orang."
"Ya biarin suka-sukaku lah ini hukuman untuk mu karena kau sudah membuatku badmood, jadi jangan lepaskan aku dari genggaman mu." Laura yang terlihat malu-malu.
Kefa pun tersenyum pada Laura "Iya baiklah kalau begitu."
"Terima kasih."
"Sama-sama."
"Kau takut ya jika aku tinggalkan kau sendiri." Kefa yang menggoda Laura.
"Iya aku tidak ingin jauh-jauh dari mu." Ujar Laura yang terlihat imut.
Kefa pun mengalihkan pandangan nya, kali ini dia lah yang terlihat malu-malu. Kefa pun tidak mengatakan apapun lagi.
Kefa pun disini menyapa Bima yang sedang bermain billiard bersama dengan Marisa.
"Yo Kefa."
"Yo apa kabar."
"Aku baik, bagaimana dengan mu Kefa?"
"Aku baik juga."
Bima pun di sini menatap Laura "Wow Kefa aku tidak menyangka kau mempunyai pacar yang sangat cantik, ngomong-ngomong dia pacarmu kan aku takut salah bicara, tapi sepertinya aku tidak salah, di lihat dari mana pun kalian sangat serasi."
"Ah di-" Kefa yang ingin berbicara namun tidak jadi karena kakinya di injak oleh Laura.
"Iya aku pacarnya Kefa, perkenalkan aku adalah Laura." Ujar Laura yang terlihat sopan.
Kefa pun di sini sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh Laura, Kefa pun terdiam untuk beberapa saat.
__ADS_1