
Kefa sekarang sedang mengobrol bersama dengan Tsukia, sambil mengobrol Kefa sambil melihat sekitaran.
Dan Kefa sama sekali tidak melihat para pembuli berada di kelas, entah kenapa Kefa sekarang merasa De javu.
Kefa dan Tsukia ketika berada di sekolah mereka sekarang sangat di takuti oleh banyak orang, kejadian hari kemarin membuat mata semua orang terbuka.
Mereka sama sekali tidak boleh mencari masalah dengan Tsukia maupun Kefa.
Jika mereka mencari masalah dengan kedua orang itu, mereka akan mendapatkan masalah besar.
Tsukia sebenarnya sejak masuk sekolah tadi, ia merasakan keanehan, ia merasakan adanya perubahan di lingkungan sekitarnya, sekarang semua orang seperti tidak berani menghina ataupun menatap Tsukia dengan tatapan jijik.
Mereka semua terlihat seperti takut pada Tsukia, Tsukia sendiri tidak tau alasan nya, tapi dia tidak peduli akan hal itu, yang penting baginya adalah sekolah dan bertemu dengan Kefa.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Kefa dan menyuruh Kefa untuk pergi ke ruang kepala sekolah.
Kefa pun tersenyum penuh maksud, Kefa benar-benar merasa de javu sekarang.
Semua orang di sana sudah tau alasan kenapa Kefa di panggil ke ruang kepala sekolah, kecuali Tsukia.
"Tsukia kamu tidak perlu khawatir aku akan segera kembali."
"Uhm iya." Tsukia yang aga merasa khawatir sekaligus ketakutan.
"Jangan takut semua akan baik-baik saja, tidak akan ada yang membuli mu lagi kok tenang saja, lagi pula orang yang suka membuli mu tidak sekolah hari ini." Ucap Kefa sambil tersenyum.
Di semangati oleh Kefa membuat Tsukia semangat dan tidak merasa takut lagi dia menganggukan kepalanya.
"Iya Kefa kamu benar." Tsukia yang mencoba untuk tidak takut, entah kenapa jika ia bersama dengan Kefa, ia sama sekali merasa tidak ketakutan, tapi jika ia berada jauh dengan Kefa, ia merasakan ketakutan Tsukia sendiri memiliki trauma yang cukup dalam.
Kefa pun pergi dari sana, sebenarnya Tsukia ingin ikut tapi hal itu tidak bisa karena yang di panggil kepala sekolah hanya Kefa saja.
Tsukia sama sekali tidak tau alasan kenapa Kefa di panggil oleh kepala sekolah.
Singkatnya Kefa sekarang berada di ruang kepala sekolah, di sana terdapat 2 pria yang berbadan kekar besar dan mereka memiliki umur yang terlihat cukup tua.
Saat Kefa datang 2 pria itu terlihat sangat kesal dan mereka berdua menghajar Kefa, namun Kefa menghindari dan menahan serangan mereka berdua.
__ADS_1
"SUDAH CUKUP." Ujar kepala sekolah.
Kefa pun di sini tersenyum pada mereka berdua, mereka berdua terlihat sangat kesal, dan aga sedikit terkejut karena Kefa bisa menahan dan menghindari serangan mereka yang sangat cepat.
Mereka berdua pun tau bahwa Kefa bukanlah orang biasa.
Kefa di sini tanpa basa-basi lagi memberikan sebuah surat pada kepala sekolah dan pada dua pria tersebut sambil tersenyum kemenangan.
Kepala sekolah dan dua pria tua tersebut membaca surat yang diberikan oleh Kefa.
Mereka pun sangat terkejut dan dua orang tersebut ingin merobek surat tersebut.
Tapi mereka melihat dengan seksama bahwa surat itu ternyata surat resmi dari kepolisian, surat tersebut adalah surat penangkapan orang-orang yang telah membuli Tsukia.
Kefa pun tersenyum kemenangan pada mereka.
"INI PASTI BOHONGKAN, KAU BAJINGAN KAU MEMBUAT SURAT PALSU INIKAN!!!! TIDAK MUNGKIN PUTRIKU AKAN DI TANGKAP OLEH POLISI, KESALAHAN APA YANG DIA LAKUKAN PADAHAL DIA ADALAH KORBAN BULI." Ujar salah satu pria yang sangat marah.
"Robek saja surat itu kalau kau tidak percaya, toh aku juga tidak peduli, selamat putri anda dan yang lainnya sekarang telah menjadi tahanan."
"Kalau kalian ingin tau lebih lengkap tanya saja pada polisi, mereka pasti akan menjelaskan semuanya, karena waktu ku sangat sibuk aku pergi dulu."
"SIALAN BERANI NYA KAU!!!!!" Teriak mereka berdua yang langsung menyerang Kefa, namun Kefa menghindari dan menahan serangan mereka berdua.
Mereka berdua tercengang akan hal itu.
"SUDAH CUKUP INI RUANG KEPALA SEKOLAH BUKAN RUANGAN BERTARUNG." Kepala sekolah yang kesal sambil memukul meja di sana.
Kepala sekolah, dan dua pria itu sama sekali tidak mengerti sama sekali tidak paham dengan apa yang terjadi.
Tiba-tiba saja surat penangkapan dari kepolisian yang menyatakan bahwa Haira, Keiro, Raize, Keiko, Aiko, Akio, Akira, Hideki, Amaya, dan Isao.
Telah bersalah atas kasus pembulian, kepala sekolah dan dua orang tersebut sama sekali tidak mengerti mereka tidak ingin percaya akan surat penangkapan itu, tapi sayangnya surat penangkapan itu memanglah asli.
Mereka semua bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi mereka sama sekali tidak mengerti.
"Kalau kalian kebingungan tanya saja pada polisi, ngomong-ngomong selamat yah anak kalian sekarang mendapatkan pencapaian di umur yang masih muda, yaitu menjadi tahanan."
__ADS_1
"SIALAN DASAR KAU BAJINGAN KEFA!!!!!!! KAU TELAH BERANI BERMACAM-MACAM DENGAN KU, AKAN AKU BERI KAU PELAJARAN LIHAT SAJA KAU AKAN MENYESALI TINDAKAN YANG TELAH KAU PERBUAT INI."
"KAMI BERSUMPAH KAMI AKAN MEMBERI PELARAJAN PADAMU KEFA, DAN KAU AKAN MENYESAL ATAS PERBUATAN YANG TELAH KAU LAKUKAN." Mereka berdua yang mengancam Kefa.
"Ya lakukan terserah kalian." Kefa yang tidak takut bahkan tidak peduli dengan ancaman mereka berdua.
Kepala sekolah tidak bisa melakukan apapun dia hanya terdiam saja.
Kefa pun pergi dari sana.
"Aku tidak bisa melakukan apapun, sebagai kepala sekolah sendiri aku benar-benar sama sekali tidak mengerti dan tidak paham, tapi jika ada surat penangkapan seperti ini maka sudah pasti yang salah adalah anak kalian."
"Lebih baik kalian mengurusi masalah ini dengan pihak kepolisian sekolah sama sekali tidak bisa ikut campur lagi."
Dua orang tersebut sangat kesal dengan kepala sekolah dan Kefa, tapi apa yang di katakan kepala sekolah memanglah benar.
Mereka yang kesal itu pergi dari ruang kepala sekolah dengan perasaan yang sangat marah.
Mereka berdua sekarang tidak tau harus apalagi, jika masalah ini sudah berada di tangan kepolisian, mereka sangat sulit untuk melakukan sesuatu.
Kepolisian di Jepang sangat berbeda dengan Indonesia, kepolisian Jepang merupakan instansi yang sangat kuat, mereka bisa setara dengan keluarga Tanaka.
Jadi keputusan mereka sama sekali tidak bisa di ganggu gugat, mereka berdua pun kemungkinan harus merelakan anaknya di penjara.
Kepala sekolah juga kebingungan dan keheranan dia juga sekarang sedang menunggu berita tentang apa yang terjadi.
Kenapa bisa Haira, Keiro, Raize, Keiko, Aiko, Akio, Akira, Hideki, Amaya, dan Isao. Mereka masuk penjara gara-gara pembulian, sedangkan pengakuan mereka yang membuli mereka adalah Kefa murid baru.
Kepala sekolah sendiri juga sebenarnya kebingungan dengan identitas asli Kefa, masalahnya Kefa masuk sekolah tersebut bukan lewat orang biasa tapi lewat pemilik langsung sekolah Sma Tatsuno.
Itu juga alasan kenapa kepala sekolah sama sekali terdiam dan tidak bisa bertindak pada Kefa, ia takut Kefa adalah orang yang sangat penting melebihi orang tua murid yang melapor.
Kepala sekolah sendiri tidak ingin mencari masalah dengan Kefa, karena ia tau Kefa sepertinya bukan orang biasa, bisa terbukti dari pemilik sekolah langsung yang memasukkan Kefa ke sekolah Sma Tatsuno.
Sedangkan pemilik Sma Tatsuno sendiri bukan orang biasa, pemilik langsung dari Sma Tatsuno sendiri ialah salah satu orang yang berasal dari keluarga besar di Jepang.
Yaitu Hiroki Ito, dia merupakan salah satu orang yang tengah ingin memperebutkan kursi kepala keluarga Ito.
__ADS_1