
Tiara dan Kefa pun sekarang sudah berada di arena terbuka, tempat seperti sebuah latihan ilmu bela diri.
"Tuan Hyuro maaf jika saya lancang, tapi saya ingin bertanya Kenapa kita tidak menggunakan ring di sana saja?" Tanya Kazuki.
"Uhm jika kita menggunakan Ring itu, Ring itu bisa hancur Kazuki, seharusnya kau sudah mengetahui sendiri bagaimana kekuatan Kefa bukan." Hyuro yang menjawab sambil tersenyum.
Kazuki pun membayangkan ketika Kefa menendang pintu yang terbuat dari besi.
"Iya tuan kekuatan tuan Kefa sangat mengerikan."
"Hhhahaha kau tau itu bukan kekuatan penuh Kefa." Ucap Hyuro yang membuat Kazuki sangat terkejut.
Kazuki pun bertanya-tanya di kepalanya, kalau itu bukan kekuatan penuh tuan Kefa, lalu seberapa kuat, kekuatan penuh tuan Kefa, bukannya hal itu sangat mengerikan.
"Aku tau apa yang kau pikirkan, yah tapi dunia menyimpan sendiri rahasia, jadi jangan terlalu terkejut, jika kau berada di sekitaran keluarga internasional, maka dengan kekuatan seperti tuan Kefa adalah hal yang biasa, bahkan kemungkinan ada orang yang lebih kuat dari pada tuan Kefa." Ucap Hyuro yang membuat Kazuki menelan ludahnya sendiri.
Namun apa yang di katakan oleh Hyuro ada benarnya juga, di atas langit masih ada langit, begitulah perumpamaan yang ingin diberikan oleh Hyuro pada dirinya.
Dan di dunia ini juga masih banyak kemisteriusan yang tidak di ketahui.
"Tiara apa kau sudah siap?" Tanya Kefa.
"Ya tuan muda."
Mereka berdua pun kemudian melangsungkan pertarungan,
Tiara langsung maju dan melakukan tendangan kearah perut leher Kefa.
Kefa pun menahan menggunakan kedua lengan nya, serangan Tiara sangat kuat, sangat cepat dan sangat mematikan, bahkan sampai menyebabkan gelombang udara terhempas di sekitaran mereka berdua.
Kazuki yang melihat serangan itu ia sangat terkejut, ia yang melihatnya saja bisa dapat dengan jelas mengetahui bahwa serangan yang di lancarkan oleh Tiara, dapat menerbangkan sebuah mobil dengan mudah, benar-benar sangat mengerikan.
"Hhahahaha Kazuki bagiamana mereka berdua adalah muridku, mereka sangat kuat kan?"
"Iya tuan mereka sangat kuat, tapi wajar saja tuan, karena mereka berdua adalah murid tuan Hyuro."
"Hhhahahah." Hyuro yang terlihat bangga.
Kazuki sendiri mengetahui bahwa Hyuro adalah orang yang sangat terkenal di Jepang, Hyuro sendiri hampir pernah menduduki orang terkuat nomer satu di Jepang.
Jadi kekuatan dia tidak perlu di ragukan lagi.
"Aku rasa kau tidak bermalas-malasan di sana Tiara." Ucap Kefa.
__ADS_1
"Tentu saja tuan muda."
Tiara pun di sini maju dengan cepat, dan kemudian melancarkan serangan beruntun, kaki tangan menyerang dengan cepat.
Kefa menghalau dan menghindari serangan Tiara yang sangat cepat.
Kefa bergerak mundur, kadang Tiara yang bergerak mundur, Kefa juga menyerang Tiara.
Tiara dapat menahan semua dan menghalau semua serangan Kefa, mereka berdua saling bertukar serangan.
Namun mereka dapat mengatasinya dengan mudah.
Kazuki hanya bisa terdiam dan terpukau dengan pertarungan mereka berdua, "Apa ini yang dinamakan pertarungan tingkat atas."
"Yap kurang lebih seperti ini, tapi ini latihan saja, jika mereka lebih serius mungkin tempat ini bisa berantakan." Ucap Hyuro.
Tiara di sini mengarah leher samping Kefa, Kefa menahan nya menggunakan lengan nya, tau serangan Tiara tidak akan berguna pada Kefa, Tiara menyerang lagi menggunakan kaki sebelahnya mengarah pada perut atas Kefa.
Kefa melakukan kayang untuk menghindari serangan mengerikan dari Tiara, serangan Tiara sangat kuat sampai gelombang angin berputar di sekitar mereka.
Tiara dan Kefa pun kembali ke posisi semula, Kefa pun di sini melakukan beberapa peragangan.
Tiara pun tau bahwa Kefa sekarang mulai sedikit serius, Tiara pun cukup merinding ketakutan, keringat dingin keluar dari tubuhnya.
Itu semua karena kekuatan Kefa layaknya monster yang mengamuk.
Kefa pun melompat dan memutar di atas dan melakukan tendangan yang mengarah kearah leher Tiara.
Tiara pun menahan menggunakan kedua lengan nya, Tiara hampir saja tidak sanggup menahan serangan Kefa itu.
Kefa pun kembali ke posisi semula.
Tangan Tiara yang putih pun menjadi merah dan lecet, Tiara juga merasakan kesakitan pada lengan nya.
"Inilah yang aku takuti ketika melawan tuan muda Kefa, kekuatannya seperti monster saja, padahal dia masih berumur 16 tahun, tapi memang aku perlu akui dia lebih kuat dari si kakek tua." Batin Tiara sambil tersenyum karena merasa Kefa sangat mengerikan.
"Rasanya lenganku seperti ingin patah ketika terkena serangan dia, padahal ini latihan saja, bagaimana jika tuan muda Kefa serius, tanganku yang sangat kuat ini bisa-bisa remuk." Batin Tiara.
Kefa pun maju kembali, ia menyerang lebih kuat dan lebih cepat dari sebelumnya.
Tiara sampai terpojok, dan terkena serangan Kefa pada beberapa bagian tubuh.
Tiara merasakan sakit yang amat perih ketika terkena serangan Kefa.
__ADS_1
Tiara dia tidak tinggal diam saja, dia juga menyerang Kefa dan beberapa serangan dia mengenai Kefa, namun Kefa terlihat senang bukannya kesakitan.
Ini juga yang membuat Kefa sangat mengerikan, senyuman dia sangat mengerikan, dia seperti menikmati sebuah pertarungan.
"Tuan Hyuro ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang sangat mengerikan seperti tuan muda Kefa." Ucap Kazuki yang berkeringat dingin dan saling memegang kedua lengan nya, karena merinding.
"Aku mengerti perasaan mu Kazuki, jangankan dirimu aku saja terkadang merinding saat melihat dia bertarung." Ucap Hyuro yang tersenyum.
"Sebenarnya tubuh tuan muda Kefa terbuat dari apa? Kenapa tubuhnya sangat keras, seperti tembok besi yang sangat kokoh, sangat sulit untuk di buat terluka." Batin Tiara yang sangat penasaran, padahal seharusnya serangan yang ia lancarkan tadi sangatlah berbahaya.
"Ara ara ternyata kalian semua ada di sini." Rina yang tiba-tiba muncul bersama dengan Chiya.
"Ayahhh....." Chiya sambil melambaikan tangan nya.
"Chiya."
Karena kedatangan mereka, pertarungan antara Kefa dan Tiara pun terhenti.
"Ibu kenapa ibu datang kemari, bukannya ibu sedang beristirahat?"
"Ibu hanya ingin berjalan-jalan, kebetulan Chiya juga ingin jalan-jalan, karena kami kebingungan ingin kemana, jadi kami memutuskan untuk pergi ke tempat kalian berada, dan kebetulan Chiya tau dimana kalian berada, Chiya anak yang pintar."
"Hheeheh." Chiya yang terlihat senang karena di puji oleh Rina.
"Maafkan jika Chiya merepotkan nyonya."
"Tidak sama sekali, anakmu tidak merepotkan ku, justru aku senang, karena bisa kenal dengan Chiya yang imut."
"Ngomong-ngomong apa kalian tidak melanjutkan pertarungan nya?" Tanya Rina.
"Tidak ibu aku rasa kami akan berhenti, karena Kefa rasa tidak enak bu, jika bertarung di depan anak kecil."
"Chiya tidak masalah kok kak Kefa, lanjutkan saja, justru Chiya suka melihat pertarungan heheeh Chiya dulu sering melihat ayah bertarung, dan berlatih dengan keras."
"Begitu yah, Chiya anak yang baik." Ucap Kefa sambil mengelus kepala Chiya.
"Pertarungan nya tidak bisa di lanjutkan, aku mengaku kalah." Ucap Tiara.
"Tumben sekali kau mengakui kekalahan Tiara." Ucap Rina yang sedikit terkejut.
"Nyonya, anak nyonya kekuatan keterampilan dan yang lainnya, sudah setara dengan nyonya, jadi saya rasa saya tidak akan bisa mengalahkan nya."
"Hhhahahah begitu yah hahahaha anakku memang hebat hahaha." Rina yang terlihat sangat bangga.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka, sambil berjalan ke sebuah restaurant yang tak jauh dari sana.