
"HAH APA? TARIK KEMBALI KATA-KATA KAMI HAHAHAHA MEMANGNYA KAU MAU APA, MEMANGNYA KAU BISA APA? SAMPAI-SAMPAI MENGANCAM KAMI SEMUA."
Mereka semua pun tertawa.
Dan disitulah puncak amarah dari Bima, Robert, Defa, Revan, Iso, Paskal, dan bawahan Bima.
Mereka semua pun langsung memukul orang-orang yang telah menghina Kefa. Dan dalam waktu sekejap mereka semua langsung tersungkur, keributan besar terjadi di sana.
Semua orang ketakutan ketika Bima turun tangan langsung, mereka tidak menyangka Bima akan ikut kesal jika mereka menghina Kefa.
Mereka semua pun sekarang terluka parah, namun tak sampai pingsan. Mereka semua penasaran kenapa Bima sampai turun tangan hanya gara-gara mereka menghina Kefa.
"APA KALIAN PARA BAJINGAN TIDAK DI AJARKAN SOPAN SANTUN, APA KALIAN TAU ORANG YANG DI HINA OLEH KALIAN SIAPA?"
"JIKA TIDAK TAU BIAR KUBERITAHU KALIAN ORANG YANG KALIAN HINA ADALAH KEFA DELUXE, SALAH SATU KANDIDAT PENERUS KELUARGA DELUXE!"
"Apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian menghina salah satu penerus keluarga Deluxe begitu saja?" Ujar Bima yang kesal pada mereka semua.
Mereka semua yang sekarang sedang kesakitan, mendengar hal itu membuat mereka terdiam hening, karena mereka terkejut.
Mereka sekarang sangat syok dengan perkataan yang di lontarkan oleh Bima pada mereka.
Mereka juga merasa bersalah dan merasa ketakutan, mereka telah menghina orang yang salah, bisa-bisa hidup mereka sekarang melayang, bahkan bisa jadi keluarga mereka akan di bantai oleh keluarga Deluxe.
Mata mereka semua pun terasa hampa dan kosong, mereka telah melakukan kesalahan yang sangat besar.
Mereka telah menghina orang yang akan menjadi penerus keluarga Deluxe.
Mereka semua pun sekarang tidak tau harus apa.
"Kalian renungkanlah kesalahan kalian!!! Aku hanya berharap keluarga kalian baik-baik saja." Ujar Bima.
Bima dan yang lainnya pun sekarang menatap Kefa, yang sudah menghabisi semua orang yang berada di Ring.
Semua orang yang berada di Ring sekarang, semuanya terluka parah dan mereka semua pingsan.
Kefa pun menatap mereka semua dengan tatapan sombong. Seolah-olah tatapan dia mengatakan, akulah rajanya sekarang.
Bima dan yang lainnya pun menelan ludah sendiri, ketika mereka melihat Kefa, mereka seperti melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
"Yoo aku sudah menang, Bima kemarilah bukankah kau ingin melawanku, aku sudah mengalahkan semua orang disini, sekarang hanya tersisa dirimu saja." Ujar Kefa.
Mendengar itu Bima pun tiba-tiba tersenyum.
"Saudara ku Kefa dia benar-benar orang yang hebat." Batin Bima yang terlihat senang.
Semua orang di sana hanya bisa terdiam, mereka sama sekali tidak menyadari Kefa yang telah mengalahkan semua musuh dengan mudah.
Yang mereka hanya tau tiba-tiba saja semua orang di Ring kecuali Kefa tumbang, mereka tidak tau apa yang terjadi di Ring.
Mereka tadi hanya berfokusan pada keributan yang terjadi, fokus mereka tadi terpecah menjadi dua karena keributan yang di buat oleh beberapa orang yang telah menghina Kefa.
Padahal mereka tadi melihat keributan itu hanya sebentar saja tidak lama. Itu artinya dalam waktu sesingkat itu Kefa telah menghabisi semua orang yang ada di Ring.
__ADS_1
Memikirkan nya saja membuat mereka merinding ketakutan, mereka semua tidak pernah bertemu dengan orang yang sangat mengerikan seperti Kefa.
Namun mereka semua mewajarkan hal itu, karena Kefa berasal dari keluarga Deluxe, dimana keluarga itu terkenal dengan kekuatan yang sangat mengerikan, dan sama sekali tidak masuk akal.
Hari ini mereka semua di kejutkan oleh banyak nya fakta tentang Kefa.
"Tapi Kefa apa tidak masalah jika aku melawan mu sekarang? Apa kau tidak kelelahan Kefa?"
"Santai saja." Ujar Kefa.
"Baiklah kalau begitu." Bima pun masuk ke dalam Ring.
"Wasit tolong beri aba-aba untuk memulai pertarungan nya." Ujar Bima.
"Ba-baiklah." Wasit itu pun memberikan aba-aba dan pertarungan pun di mulai.
Bima mengambil kuda-kuda yang ia buat sendiri, kuda-kuda itu menutup segala celah yang ada.
Namun seperti biasa Kefa sama sekali tidak memasang kuda-kuda dan Kefa memiliki banyak celah untuk di serang.
Bima tau bahwa itu adalah jebakan untuk pengalihan, Bima mengetahui bahwa Kefa juga tidak memiliki celah untuk di serang.
Itu semua karena Kefa memiliki kekuatan dan kecepatan yang tidak normal, sehingga jika ia menyerang nya lebih dulu, ada kemungkinan ia akan terkena counter attack.
Maka dari itu Bima memilih untuk diam dan bertahan menunggu Kefa menyerang.
Bima pun tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin yang banyak, ia terlihat seperti ketakutan, tekanan yang diberikan oleh Kefa sangatlah hebat.
Semua orang dari tadi terdiam dan tidak berbicara sama sekali, karena mereka ingin fokus melihat pertarungan Bima dan Kefa.
"Bodoh kalau Bima bertahan melawan Kefa, Bima hanya akan menjadi samsak Kefa." Ujar Defa.
"Kenapa kau begitu yakin pada Kefa, kau tau tuan Bima juga tidak kalah kuat." Ujar bawahan Bima.
"Ya itu terserah padamu mau percaya atau tidak, kita lihat saja." Defa sambil tersenyum.
"Sepertinya kau bukan murid biasa."
"Yah begitulah sama saja dengan mu bukan."
"Ya begitulah."
Kefa pun tersenyum pada Bima, Bima pun secara spontan mundur kebelakang. Rata-rata semua orang di sana kebingungan kenapa Bima mundur dan terlihat sangat ketakutan.
"Insting mu sangat kuat Bima, kau hebat juga." Kefa yang memuji Bima.
"Hhehhe jangan remehkan aku Kefa." Bima yang dalam hatinya sebenarnya sangat ketakutan, entah kenapa ia merasakan yang namanya perbedaan di antara Kefa yang tadi dengan Kefa yang berada di Ring.
Kefa yang tadi terlihat biasa saja, namun Kefa di Ring terlihat seperti seorang monster yang sangat besar, salah sedikit saja dia akan kalah.
Kefa pun melakukan pukulan kedepan, dengan sigap Bima pun menahan pukulan Kefa dengan kedua lengan nya, namun tetap saja walaupun sudah di tahan Bima terhempas beberapa langkah kebelakang.
Dan Bima merasakan kesakitan yang luar biasa pada lengan nya.
__ADS_1
Kefa pun menyerang lagi, namun kali ini Bima menghindari nya tidak menahan nya, ia sekarang ketakutan.
Bima merasa bawah Kefa lebih mengerikan dari pada saudara yang lainnya, kekuatan kecepatan Kefa bukanlah manusia normal pada umumnya.
Bima terus berlarian kesana kemari menghindari semua serangan Kefa, semua orang terkejut karena melihat Bima yang terpojokkan dan tidak bisa melakukan apapun.
Mereka tidak menyangka orang yang sudah menguasai 2 tahun seluruh Smp di Bandung, di pojokkan oleh Kefa.
Kefa pun disini melakukan tendangan memutar yang mengarah ke kepala samping Bima.
Bima pun menahan menggunakan 1 lengan nya, tapi sayang nya, kekuatan lengan nya tidak cukup untuk menahan serangan Kefa.
Bima pun terhempas ke samping dan langsung terbaring, Bima berteriak kesakitan, membuat semua orang di sana ketakutan.
Teriakan Bima terdengar jelas oleh mereka semua.
Sekarang mereka menyadari bahwa orang yang bernama Kefa lebih berbahaya dari apapun.
"Bagaimana Bima apa kau ingin menyerah dan mengakui ku sebagai pemimpin baru?" Tanya Kefa.
"Oh iya tunggu sebentar maaf aku sepertinya mematahkan lengan mu." Ujar Kefa sambil memegang tangan yang patah yang kemudian Kefa perbaiki.
Bima pun bertariak kesakitan, namun sekarang lengan nya kembali normal.
Kefa pun mengulurkan tangan nya dan tersenyum pada Bima, entah kenapa Bima sekarang merasa tidak ketakutan sama sekali.
Bima pun menggengam lengan Kefa, Bima pun di sini menyerah dan mengakui Kefa sebagai pemimpin baru seluruh Smp di Bandung.
Pertarungan antara Bima dan Kefa cukup cepat, dan Bima tidak bisa melakukan apapun, bahkan dia sama sekali tidak bisa melancarkan satu serangan pun.
Semua orang di buat tercengang dan terkejut akan hal tersebut.
Sekarang mereka semua mau tidak mau, harus mengakui Kefa sebagai pemimpin mereka.
Mereka semua pun bersorak untuk Kefa dan untuk pemimpin baru mereka.
"Aku sudah bilang bukan Kefa akan menang dengan mudah."
"Aku sama sekali tidak menyangka nya, bukankah kekuatan Kefa terlalu mengerikan."
"Ya kau menyadarinya juga bukan."
"Iya kekuatan dia sudah hampir setara dengan ayahnya sendiri jika aku lihat."
"Ya begitulah tuanku Kefa sangat hebat kan."
"Iya aku harus mengakuinya, sepertinya dia akan menjadi kandidat yang sangat kuat untuk perebutan nanti."
"Hhahah yah begitulah."
Semua orang di sana pun sekarang membicarakan Kefa.
Revan dan yang lainnya mereka sudah mengduganya bahwa pertemuan ini akan menjadi mainan Kefa saja. Mereka sama sekali tidak terkejut jika Kefa menjadi pemimpin seluruh Smp di Bandung.
__ADS_1
Justru mereka akan terkejut jika hal itu sampai tidak terjadi.