
Tsukia dia bangun lebih pagi dari pada Kefa, dia menyiapkan makanan untuk Kefa membersihkan apartemen Kefa yang sudah cukup kotor, dan merapikan semuanya.
Kefa pun terbangun dari tidurnya, Kefa melihat sekitaran nya jadi lebih rapih, bersih, dan wangi.
Kefa sangat bersyukur karena dia memiliki wanita-wanita yang sangat hebat.
Tsukia maupun Laura sama-sama sempurna untuk di jadikan istri.
Mereka adalah wanita yang sangat hebat.
Kefa di sambut hangat oleh Tsukia, Tsukia tersenyum tulus dan terlihat sangat bahagia.
Kefa pun ikut tersenyum, Kefa pun kemudian di suruh oleh Tsukia untuk mengganti bajunya dan bersiap untuk pergi ke kantor.
Hari ini adalah hari minggu dimana sekolah libur, namun tetap saja untuk Kefa dan yang lainnya hari minggu, adalah hari bekerja.
Mereka sama sekali jarang mendapatkan libur, apalagi sekarang mereka sedang sibuk-sibuknya untuk mengurus bisnis, pembangunan, pengambil alihan beberapa kekuasaan, dan masih banyak lagi.
Singkatnya setelah makan bersama dan yang lainnya, mereka berdua pun pergi ke kantor pusat.
Kefa dan Tsukia memakai baju biasa namun harganya tidak biasa, baju yang mereka berdua pakai semuanya merupakan baju produksi dari perusahaan Kefa sendiri.
Baju dari perusahaan Kefa sendiri sangat bagus sangat mahal dan terlihat sangat elegan.
Mereka berdua di jemput oleh Daisuke, Daisuke sekarang menjadi supir pribadi Kefa, itu juga merupakan permintaan langsung dari Daisuke.
Selain menjadi supir Daisuke juga menjadi pengawal utama Kefa, sebenarnya semua orang berebutan untuk mengambil posisi Daisuke sekarang.
Namun Kefa menolak mereka semua, dan hanya menerima Daisuke saja, mereka semua tidak tau alasan nya, tapi jika Kefa berkata seperti itu, maka Daisuke sudah pasti adalah orang yang terbaik untuk melakukan pekerjaan itu.
Singkatnya mereka sampai di kantor pusat, ketika Tsukia dan Kefa turun dari mobil, mereka di sambut oleh para pekerja dan penjaga di sana.
Mereka semua menunduk hormat dan berkata selamat pagi tuan Kefa.
Kefa membalas salam mereka dengan ucapan yang sama.
Mereka semua sedikit terkejut ketika, yang turun dari mobil bukan Laura melainkan wanita lain yang sangat cantik.
Mereka terkejut namun tidak ada orang yang berani mengatakan apapun, mereka semua terdiam.
Mereka takut jika sampai mereka salah bicara.
Mereka penasaran dengan siapa orang yang sedang menggandeng tangan Kefa, selain Laura.
Apalagi rumor tentang Kefa istrinya Laura sudah tersebar disana.
Tapi mereka semua tidak ingin langsung menilai bahwa wanita yang sedang menggandeng tangan Kefa sekarang adalah wanita buruk.
Mereka lebih memilih diam dan mengetahuinya secara perlahan, baru mereka semua akan berbicara.
Mereka sangat takut jika, mereka menyebarkan gosip yang tidak-tidak, bisa-bisa mereka di pecat.
Masalahnya pekerja di sana sangat nyaman dengan pekerjaan yang mereka lakukan.
Di perusahaan Kefa semuanya pekerja sangat sejahtra dari mulai bawah sampai atasan nya, dan mereka sama sekali tidak ingin di keluarkan dari perusahaan Kefa.
Oleh karena itulah mereka semua selalu melakukan yang terbaik untuk perusahaan Kefa, karena perusahaan Kefa menjamin kesehjahtraan bagi mereka semua.
Bahkan perusahaan Kefa juga di nobatkan sebagai perusahaan terbaik di Jepang.
Perusahaan Kefa sekarang mulai terkenal sampai ke dunia internasional, banyak orang yang ingin bekerja sama investasi dan membeli produk dari perusahaan Kefa.
Perusahaan Kefa yang baru di bangun 2 tahun itu, menjadi perusahaan dengan perkembangan yang terlalu cepat.
Itu semua karena kualitas, dan strategi perusahaan yang sangat hebat, yang bisa membuat produk mereka laris di pasaran dengan cepat.
Perusahaan dan organisasi Kefa hanya dalam waktu 2 tahun kurang, menjadi sangat menakutkan, bukan di Jepang saja mereka di takuti tapi di luar negeri juga.
Namun sampai sekarang, mereka semua masih tidak mengetahui bahwa organisasi Kefa dan perusahaan Kefa saling terhubung satu sama lain, mereka juga tidak mengetahui siapa pemimpin mutlak dari perusahaan dan organisasi Kefa.
Yang mengetahuinya hanya orang tertentu saja.
***
Tatsuhaka, Defa, Robert, Oyama, mereka sedang berkumpul dengan para pemimpin yang lainnya.
Mereka kali ini membahas tentang Tsukia, pada intinya jangan sampai mereka semua mencari masalah.
Terutama Arata.
__ADS_1
Jangan sampai Arata keceplosan tentang Laura, masalahnya Tsukia juga merupakan wanita yang sangat mengerikan.
Mereka juga menjelaskan bahwa Tsukia yang sekarang berbeda dengan Tsukia yang dulu, intinya mereka mengobrol dan membahas tentang Tsukia saja.
Tiba-tiba saja ketika mereka membicarakan Tsukia, Kefa, Daisuke, dan Tsukia datang.
Mereka semua langsung menyambut Kefa dan Tsukia, mereka langsung menunduk hormat.
"Selamat datang tuan Kefa." Ucap mereka semua.
"Ya terima kasih, kalian seperti biasa yah selalu semangat bagus." Kefa yang mencoba basa-basi.
"Oh yah kali ini kita semua kedatangan tamu yang sangat penting." Kefa yang menyuruh Tsukia untuk melakukan perkenalan.
Tsukia yang masih malu-malu itu maju kedepan dan melakukan perkenalan.
Beberapa dari mereka sangat syok, karena sebelumnya mereka pernah melihat Tsukia, dan benar kata Robert dan yang lainnya Tsukia yang sekarang berbeda dari Tsukia yang dulu.
Dia terlihat lebih cantik menarik dan terlihat sangat kuat.
Mereka sampai menelan ludah mereka sendiri.
Tsukia pun memperkenalkan dirinya, dan mereka semua pun di sana mengobrol, namun satu hal yang pasti tidak ada boleh orang yang membicarakan Laura di depan Tsukia, karena sangat berbahaya.
Setelah mengobrol dan lainnya, mereka pun mulai bekerja, mereka mengurus masing-masing pekerjaan.
Sekarang di sana hanya tersisa Kefa, Tsukia, Kazuki, Defa, Robert, Oyama, Kenta, Bima dan Egi.
Mereka semua masih santai, karena pekerjaan mereka sudah hampir selesai.
Ketika mereka bersantai telfon Kefa berdering.
"Sayang telfon mu berdering, kamu coba liat siapa yang menelfon pagi-pagi, siapa tau itu penting." Ucap Tsukia.
"Iya baiklah."
Kefa melihat siapa orang yang menelfon nya itu, dan ternyata orang yang menelfon nya itu adalah Akazaya.
"Siapa?" Tanya Tsukia.
"Akazaya, sayang." Jawab Kefa.
Kefa dengan santai mengangkat telfon nya itu.
"Bagaimana kabarmu Kefa?" Tanya Akazaya.
"Baik, lalu bagaimana dengan mu?"
"Aku sangat baik, sepertinya kau sangat sibuk Kefa."
"Kurang lebih begitu, tapi tidak masalah santai saja."
"Hmm sepertinya aku tidak akan basa-basi aku akan langsung menyampaikan intinya saja, jadi hari ini sekitar jam tiga sore, aku dan yang lainnya memutuskan untuk mengadakan pertemuan."
"Jadi sudah di tentukan yah."
"Iya begitulah sekarang hanya tinggal kau saja Kefa, bagaimana apa kau setuju?"
"Aku setuju."
"Hhahah baguslah jika sudah begini maka pertemuan ini akan terlaksanakan, aku tidak sabar ingin bertarung dengan mu lagi."
"Ya aku juga sama."
"Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu, karena hanya itu saja yang ingin aku sampaikan, maaf jika menganggu waktu mu."
"Tidak tidak santai saja Akazaya."
"Sayang apa yang kalian bicarakan?" Tanya Tsukia.
"Akazaya dan yang lainnya sudah memutuskan untuk mengadakan pertemuan hari ini jam 3 sore, dia menanyakan apa aku bisa atau tidak, berkumpul jam segitu, kurang lebih begitu dan aku jawab tentu saja aku bisa." Jawab Kefa.
"Hmm jadi hari ini yah pertemuan besarnya." Ucap Bima.
"Tuan Kefa siapa saja yang akan mengikuti mu ke dalam pertemuan itu?" Tanya Egi.
"Aku belum memutuskan nya." Jawab Kefa.
"Sayang apa aku boleh ikut?" Tanya Tsukia yang tersenyum senang.
__ADS_1
Kefa ingin menjawab boleh tentu saja, namun tiba-tiba saja Kazuki menyerobot.
"Nona, maaf sebelumnya, tapi jika nona ingin ikut ke pertemuan itu, nona harus membuktikan."
"Maaf tuan Kefa dan yang lainnya, maafkan atas kelancangan saya, tapi saya rasa apa yang saya lakukan ini memang harus di lakukan." Ucap Kazuki.
Kazuki sendiri melakukan hanya sekedar ingin mengetes Tsukia.
Bima, Egi dan yang lainnya hanya tersenyum.
"Kazuki mental mu memang sangat hebat." Ucap Egi.
"Jadi agar membuktikan aku pantas, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus bertarung dengan mu Kazuki?" Tanya Tsukia yang menatap tajam Kazuki.
Kazuki menatap balik Tsukia, namun tiba-tiba saja badan dia bergemetar seperti orang ketakutan.
Dan Kazuki juga mengeluarkan keringat dingin, ia langsung mengalihkan pandangan nya itu.
Kazuki mengerti bahwa Tsukia sangat mengerikan, hanya dari tatapan nya saja bisa membuat dia merinding seperti itu.
Kazuki mengerti sekarang, kenapa Egi berkata seperti itu.
Sepertinya Egi dan yang lainnya, sudah mengetahui jika Tsukia sangat kuat.
"Itu tidak perlu di lakukan, Kazuki kau akan kalah percayalah padaku." Ucap Kefa.
"Baik tuan maaf atas kelancangan yang telah saya buat." Kazuki yang langsung bersujud.
"Itu tidak masalah berdirilah, aku mengerti apa maksud mu."
"Tsukia kamu bisa ikut kemana pun aku pergi, tapi dengan syarat kamu tidak boleh jauh dariku."
Tsukia yang mendengar itu ia tersenyum senang dan menganggukan kepalanya.
"Baik aku akan melakukan nya." Tsukia yang terlihat sangat senang dan bersemangat.
Robert, Defa, Oyama. Mereka bertiga mendekati Kazuki.
"Kazuki aku harap kau tidak ikut campur dalam masalah percintaan tuan Kefa." Ucap Robert.
"Robert benar, tidak ada orang yang boleh ikut campur dalam masalah percintaan mereka." Ucap Defa.
"Kazuki sebaiknya kau dengarkan peringatan kami." Ucap Oyama.
Mereka bertiga pun kemudian pergi dari sana.
Kazuki hanya terdiam menganggukan kepala dan menelan ludahnya. Ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.
Kazuki bersumpah untuk tidak akan pernah mengulanginya lagi.
Kazuki, Kenta. Pun pergi dari sana sambil mengobrol hal tadi, Kenta juga setuju dengan perkataan dari Oyama, Robert, dan Defa, bahwa semua orang tidak ada yang boleh sampai ikut campur dalam percintaan Kefa, Laura, Tsukia.
Sekarang di sana hanya tersisa Egi, Bima, Kefa, dan Tsukia.
"Bima, Egi, bukankah sudah aku bilang, kalian tidak perlu seformal itu, kalian adalah saudaraku."
"Hhahaha mau bagaimana lagi Kefa, kami berdua sudah terbiasa memanggilmu tuan Kefa seperti itu."
"Rasanya aku jadi canggung." Ucap Kefa.
"Sudah santai saja, itu hanya nama panggilan saja, nama panggilan tidak mengubah fakta bahwa kita adalah saudara." Ucap Egi.
"Yasudah terserah kalian saja."
"Hhahahaah, oh yah Tsukia tadi kita berdua belum kenalan dengan baik, jadi aku akan mengulanginya, perkenalkan aku adalah Egi, dan dia adalah adikku Bima."
"Kami berdua merupakan saudara Kefa, kami berasal dari keluarga Deluxe juga, kami berdua memutuskan untuk mengikuti jejak Kefa." Ucap Bima.
"Ohh begitu yah perkenalkan aku adalah kekasih Kefa, Tatsumoto Tsukia, senang bertemu dengan kalian." Ucap Tsukia yang tersenyum sambil menjabat tangan mereka.
Mereka pun mengobrol dan bertanya ini itu.
Hingga akhirnya Bima bertanya pada Kefa.
"Kefa siapa saja yang akan ikut ke dalam pertemuan itu?"
"Kau, kau juga ikut Egi, Tsukia, Defa, Robert, Kenta, Oyama." Aku rasa aku hanya akan membawa 7 orang saja.
"Begitu yah, aku setuju, aku rasa itu lebih dari cukup." Ucap Egi.
__ADS_1
"Aku selalu mengikuti tuan Kefa dan kakak, jadi aku bebas."