
Kefa dan Tsukia masih berada di ruang kesehatan "Tsukia kamu pulang di jemput atau bagaimana?"
"Iya aku pulang di jemput oleh orang tuaku."
"Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu sampai ke orang tua mu."
"Itu tidak perlu aku bisa sendiri Kefa, aku tidak ingin terlalu merepotkan mu."
"Aku sudah bilang berulang kali, kamu tidak merepotkan ku sama sekali, sudah jangan menolak ayo pergi, seharusnya ini sudah jam pulang seharusnya orang tua mu sudah berada di depan menjemputmu."
"Iya baiklah."
Kefa pun berjalan berduaan bersama dengan Tsukia, mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih, banyak orang yang melihat ke arah mereka berdua.
Entah kenapa mereka berdua sekarang menjadi pusat perhatian, Tsukia tidak mengerti sama sekali.
Sedangkan Kefa mengetahui alasan kenapa ia menjadi pusat perhatian, itu semua karena Kefa sudah membuat kehebohan di kelas.
Tsukia mencoba untuk tidak memperdulikan mereka semua dan tetap berjalan di samping Kefa.
"Kefa itu ayah dan ibu ku."
"Mana?"
"Itu ayah ibu." Teriak Tsukia.
"Tsukia." Ayah dan ibunya yang melihat Tsukia dan mereka berdua langsung menghampiri Tsukia dan juga Kefa.
Mereka berdua menjemput Tsukia di tempat yang cukup sepi, agar penyamaran Tsukia berjalan dengan lancar, Tsukia memiliki keinginan yaitu menjadi orang biasa, hidup normal dan tidak bergantung pada nama keluarga Tatsumoto.
Padahal jika Tsukia memakai nama keluarga Tatsumoto, ada kemungkinan Tsukia akan memiliki banyak teman, namun Tsukia tidak ingin melakukannya.
Karena dia mencari teman sejati, orang yang bisa berada di samping nya ketika susah duka dan kesulitan, ia tidak ingin memiliki teman palsu.
Itu lah alasan utama Tsukia tidak menggunakan nama keluarga Tatsumoto, tapi bahkan jika dia bilang pada mereka pun, mereka pastinya tidak akan pernah percaya bahwa Tsukia merupakan anak dari keluarga Tatsumoto.
Ayah dan ibunya Tsukia pun menatap Kefa dengan tatapan keanehan "Dia siapa?" Tanya ayahnya Tsukia.
"Perkenalkan ayah dia adalah Kefa dia teman baru Tsukia ayah."
"Halo paman bibi." Ujar Kefa dengan sopan.
"Begitu yah." Ayahnya Tsukia sambil menatap Kefa dari bawah sampai atas.
"Sayang kamu tidak perlu melihat teman Tsukia seperti itu, dia nanti merasa terganggu."
"Iya sayang aku hanya merasa saja bahwa dia adalah Kefa deluxe."
__ADS_1
"Bukan ayah dia adalah Hitori Kefa, bukan Kefa deluxe ayah, nama mereka sama tapi mereka berdua berbeda ayah." Ujar Tsukia.
"Begitukah mungkin hanya perasaan ku saja."
"Maaf ayahnya Tsukia memang seperti itu."
"Iya tidak apa-apa bibi."
"Apa bibi bisa memanggilmu dengan sebutan Kefa."
"Tidak masalah bibi."
"Bagus, sebelumnya terima kasih Kefa karena sudah menjadi teman Tsukia."
"Iya bibi hehehe."
"Kefa apa kau ingin bermain ke rumah paman." Ayahnya Tsukia yang tiba-tiba, yang membuat Tsukia, Kefa dan istrinya sendiri terkejut.
"Apa paman?" Kefa yang tidak ingin salah dengar.
"Aku mengajak mu makan-makan di rumah paman, bersama dengan Tsukia, sudah tidak usah menolak, kamu temannya Tsukia kan."
"I-iya paman tapi rasanya tidak enak paman, saya baru saja kenal Tsukia."
"Sudah tidak masalah paman menolak yang namanya penolakan ayo masuk mobil."
"Baik paman saya ikut, jika bibi, dan Tsukia tidak mempermasalahkan hal itu." Ujar Kefa.
"Ara justru kami sangat menyambut mu Kefa." Ujar ibunya Tsukia.
"Terima kasih bibi." Mereka pun sekarang berada di mobil.
"Tsukia bagaimana kesehatan mu, apa kamu baik-baik saja?" Tanya ibunya Tsukia yang terlihat sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja ibu, aku merasa lebih sehat dari sebelumnya." Jawab Tsukia dengan semangat.
"Hhahaaha ibu bisa melihatnya kok, apa itu semua gara-gara Kefa?" Tanya ibunya Tsukia yang membuat Tsukia malu-malu.
"I-iya." Jawab Pelan Tsukia.
"AHhh sudah ibu ayo kita pulang ke rumah aku sangat lapar."
"Hhhahaha enak yah jadi anak muda hahaha iya sayang ayo kita pulang."
"Ibu apa ibu tidak bisa tidak menjahili ku sehari saja." Ujar Tsukia.
"Tidak bisa karena anak ibu sangat lucu."
__ADS_1
"Ibu." Tsukia yang cemberut.
"Kefa anak bibi sangat lucu kan."
"Iya bibi Tsukia sangat lucu dan mudah di jahili." Ujar Kefa.
"Kefa dan ibumu sama saja." Tsukia yang cemberut. Tsukia cemberut namun perasaannya terlihat sangat senang.
Ibu dan ayahnya yang sudah lama tidak melihat Tsukia merasa senang seperti itu, mereka terlihat sangat bahagia.
***
Kefa pun akhirnya sampai di kediaman keluarga Tatsumoto, rumah milik keluarga Tatusumoto sangatlah besar, hampir mirip dengan rumah ayah dan ibunya, namun lebih besaran milik ayah dan ibu Kefa.
Kefa di sambut dengan baik oleh keluarga Tatsumoto, silisilah keluarga Tatsumoto sendiri tidak serumit keluarga Kefa.
Keluarga Tatsumoto, sangat sederhana dalam hal silisilah, kakek, nenek Tsukia, kemudian ayah dan ibunya, kemudian dua kakaknya 1 wanita 1 pria, kemudian 1 paman dan bibi Tsukia, kemudian ada saudara Tsukia totalnya 3 juga, 2 lebih tua dari Tsukia, 1 lagi saudara Tsukia berada di bawah umurnya Tsukia.
Kefa di ajak berkeliling oleh Tsukia, Tsukia benar-benar terlihat sangat senang, karena Kefa bermain kerumahnya.
"Kefa hari ini benar-benar sangat menyenangkan bagiku, rasanya aku seperti hidup kembali, terima kasih Kefa." Tsukia yang tersenyum.
"Sama-sama."
Tsukia pun terus mengajak Kefa berkeliling, menjelaskan kesukaan nya, menjelaskan hal ini itu, menceritakan juga kisah masa kecilnya, banyak yang di bahas oleh Tsukia.
Karena terlalu bersemangat hampir saja penyakit Tsukia kambu, untungnya Kefa pengertian.
Kefa menyuruh Tsukia untuk tidak terlalu hyper aktif, bahkan mereka sering beristirhat, Kefa tidak tau Tsukia memiliki penyakit apa, tapi rasanya jika di perhatikan di lihat oleh Kefa, Tsukia memiliki masalah pada paru-parunya, dan Kefa rasa bahwa penyakit Tsukia sangat sulit untuk di sembuhkan.
Keluarga Tatsumoto bukanlah keluarga biasa, mereka adalah keluarga yang cukup berpengaruh di Jepang, dan jika penyakit Tsukia tidak sulit untuk di sembuhkan seharusnya Tsukia sudah sembuh dari sejak kecil.
Mereka pun sekarang sudah menyelesaikan semuanya, mereka juga sudah makan bersama.
"Kefa apa paman boleh berbicara dengan mu berdua saja."
"Iya paman tentu saja."
"Baiklah kalau begitu ikut keruangan paman."
"Iya paman baiklah."
"Rasanya sangat aneh, kenapa Akihiro Tatsumoto alias ayahnya Tsukia, mengajak ku mengobrol berdua, apa yang dia inginkan? Semoga saja semuanya baik-baik saja, tapi aku rasa hal itu tidak mungkin, pastinya dia mengetahui sesuatu makanya dia ingin berbincang denganku berdua."
"Jika tidak ada masalah penting dia bisa saja berbicara di ruang makan tadi di depan Tsukia."
Btw di jepang ama di indo ada bedanya kok ceritanya, ga sama kek gitu, di Jepang ini masalahnya lebih komplek, baca aja nanti juga ngerti aowawkka jangan lupa like vote.
__ADS_1