
"Apa kau sudah mendengar kabarnya Revan?" Tanya Paskal.
Seperti biasa mereka bertiga sekarang berada di ruangan ketua osisi dan mereka bertiga sedang mengobrol membahas Kefa.
"Aku sudah mendengarnya, aku juga sangat terkejut mendengar kabar itu, dia baru saja masuk ke sekolah dan sudah membuat keributan yang sangat besar."
"Dia orang gila." Ujar Revan.
"Tapi menurutku wajar saja." Ujar Revan yang membuat mereka berdua kebingungan.
"Maksudmu?"
"Aku sudah mengetahui background keluarga Kefa." Ujar Revan, yang membuat mereka semua tercengang.
"Siapa?" Mereka berdua yang sangat penasaran.
"Keluarga Deluxe." Ujar Revan, mereka semua pun terdiam beberapa saat.
Mereka semua terlihat sangat syok ketika mendengar sebuah nama keluarga Kefa, yaitu Deluxe.
Mereka seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Revan.
Namun jika mereka pertimbangkan lagi, mereka sangat yakin dengan perkataan Revan bahwa Kefa berasal dari keluarga Deluxe.
"Aku mengetahuinya karena Hyuro mafia paling terkenal di dunia datang ke sekolahkan kita, dan membereskan masalah Kefa."
"Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, dan aku juga mendengar pembicaraan mereka sedikit, setelah itu aku kabur dar sana, aku takut ketahuan."
"Tapi seharusnya mereka sudah tau ada seseorang yang menguping, aku jadi takut jika sampai aku tertangkap, bisa-bisa nyawa ku melayang."
"Dan bisa-bisa keluargaku juga musnah, walaupun keluargaku adalah keluarga terkenal di Indonesia, tapi tetap saja keluargaku masih di bawah keluarga Deluxe."
"Haah (Menghela nafas lemas) Belum saja bertarung dengan nya, kita sudah kalah."
"Percuma saja jika kita melawan Kefa, tidak akan ada orang yang bisa menghentikan dia, apalagi dia berasal dari keluarga Deluxe." Ujar Revan.
Paskal, dan Iso masih terkejut dengan semua perkataan Revan.
"Ya wajar saja jika kalian berekspresi seperti itu, karena aku juga awalnya seperti kalian sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali."
"Sudahlah aku sudah memutuskan kita semua akan menjadi bawahan Kefa, lagi pula tidak ada ruginya menjadi bawahan dia, justru kita terhitung orang yang sangat beruntung."
"Mulai dari sekarang kita harus menghormati Kefa lebih dari apapun, apa kalian mengerti."
"Kami mengerti." Ujar mereka berdua.
"Tapi aku masih tidak menyangka orang sepenting Hyuro benar-benar datang kesekolahkan kita hanya untuk membereskan masalah sepele, bukankah itu terlalu gila?" Iso yang terlihat sangat syok.
__ADS_1
"Iya aku tidak menyangka Kefa adalah orang sepenting itu."
"Iya tentu saja aku juga mendengar bahwa dia adalah anak Edwart dan Rina, kalian tau sendiri bukan siapa mereka."
"Background dia sangat mengerikan, jika di bandingkan dengan kita semua, kita hanyalah debu, untung saja kita belum mencari masalah dengan nya." Paskal yang menghela nafas lega.
"Iya aku juga sangat bersyukur hufftt, tapi kita telah memata-matai Kefa apa tidak masalah? Aku takut itu akan menjadi masalah." Ujar Iso.
"Aku rasa hal itu tidak masalah, jika bagi Kefa hal itu sangat menganggu nya mungkin kita sudah di singkirkan oleh dia." Ujar Revan.
"Revan benar, sekelas Kefa yang sangat mengerikan, bagi dia menyingkirkan kita seperti menyingkirkan seekor semut." Ujar Paskal.
***
Kefa, Defa, dan Robert pun akhirnya sampai di ruang osis.
Mereka tinggal masuk saja dan tidak ada yang berani sama sekali menghalangi jalan mereka.
Kefa, Defa, dan Robert pun sekarang berada di depan pintu ruangan ketua osis.
Dan pintu tersebut sekarang di jaga oleh dua orang yang tidak lain adalah Iso dan juga Paskal.
Kefa pun di sini mengetahui siapa mereka berdua, mereka berdua adalah orang yang melihat pertarungan dia melawan Raka dan teman-teman nya ketika bertarung di parkiran sepeda.
Mereka berdua ketika melihat Kefa, mereka sangat ketakutan, tiba-tiba saja mereka mengeluarkan banyak keringat dingin.
Paskal dan Iso pun bergemetar hebat mereka terlihat sangat ketakutan, Robert sangat keanehan dengan dua orang tersebut kenapa mereka seperti mengenal Kefa.
Kefa pun tersenyum pada mereka berdua. Mereka berdua semakin ketakutan.
"Santai saja aku tidak akan menggigit kalian, apa Revan ada di dalam?" Tanya Kefa.
Mereka berdua tidak menjawab pertanyaan Kefa, mereka hanya menganggukan kepalanya saja.
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Kefa.
Mereka berdua seperti bisu, itu semua karena mereka ketakutan, mereka disini membukakan pintu nya.
Kefa, Robert, dan Defa pun masuk kedalam ruangan ketua osis.
Paskal dan Iso pun bernafas lega, mereka seperti sesak nafas jika berada di dekat Kefa.
"Sialan dia sangat mengerikan." Ujar Paskal.
"Kau benar, senyuman dia sangat mengerikan jika di lihat dari dekat, ngomong-ngomong apa dia mengetahui kita yah? Bahwa kita telah memata-matainya" Ujar Iso.
"Sepertinya iya, dia mengetahui kita itu terlihat dari senyuman dia tadi, sepertinya Kefa adalah orang yang baik dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu
__ADS_1
"Jika dia adalah orang yang buruk mungkin kita sudah di singkirkan sejak saat itu, tapi dia tidak melakukan nya." Ujar Iso
"Hah (Menghela nafas lega) Ya sudah kalau begitu, Ayo kita masuk juga kita harus menemani Revan, aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan." Ujar Paskal.
"Ya."
"Selamat datang Kefa, Robert, dan juga Defa, aku adalah ketua osis nama ku Revan silahkan duduk." Ujar Revan dengan sangat sopan.
"Ya terima kasih." Kefa yang tersenyum pada Revan, membuat kaki Revan bergemetar hebat, dia sangat ketakutan.
Begitu pula dengan Iso dan Paskal, mereka bertiga tidak tau maksud dari kedatangan Kefa kemari.
Mereka hanya bisa berharap semoga Kefa tidak memberikan hukuman kepada mereka.
"Aku datang kemari karena ingin meminta bantuan mu Revan." Kefa dengan senyuman biasanya.
"Kalian tidak perlu merasa tegang seperti itu, tenang saja." Ujar Kefa.
"Iya maafkan saya tuan Kefa."
"Tidak masalah, kau adalah orang yang sangat cerdas Revan jadi seharusnya kau sudah tau bukan aku siapa?"
"Iya tu-tuan Kefa, saya mohon ma-maafkan saya dan teman-teman saya."
Robert di sini kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang, seorang Revan yang sangat terkenal itu menyebut Kefa sebagai tuan, dan terlihat sangat ketakutan.
Robert tidak berani berbicara apapun, dia hanya sedang berpikir siapa sebenarnya Kefa.
"Ya itu tidak masalah, tapi aku minta tolong padamu, untuk menjaga rahasia itu oke?"
"Ba-baik tuan Kefa sesuai perintah anda." Revan yang terlihat sangat sopan.
"Mohon maaf tuan maaf jika saya lancang, tapi saya ingin bertanya karena penasaran, kedatangan tuan kemari ada apa tuan?"
"Ah itu apa tidak masalah jika aku mengambil posisimu sebagai penguasa dari sekolah ini, aku ingin merubah banyak hal di sekolah ini, aku harap kau bisa mengambil keputusan yang benar, agar tidak menyesal nantinya." Ujar Kefa.
"Jika itu permintaan tuan, maka saya dengan rela menyerahkan posisi apapun yang saya miliki kepada tuan Kefa."
"Kefa pun terlihat senang, terima kasih sebelumnya, ternyata kau cukup baik tidak seperti mereka."
"I-iya tuan terima kasih atas pujian nya." Ujar Revan.
"Mereka tidak baik karena mereka tidak tau siapa Kefa, jika mereka tau mungkin mereka akan mencium kaki Kefa pun mereka rela." Batin Revan.
"Oh iya sebenarnya aku mempunyai beberapa permintaan padamu Revan." Ujar Kefa.
"Permintaan?" Tanya Revan yang kebingungan dan panik.
__ADS_1
"Tenang saja ini tidak rumit kok." Kefa sambil tersenyum.