Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 181 Defa Vs Kefa


__ADS_3

"Tuan Kefa tempat latihan bertarung ada dimana?" Tanya Defa.


"Ada di lantai 3 memangnya kenapa?" Tanya Kefa balik.


Defa pun tersenyum pada Kefa.


Kefa tersenyum balik pada Defa, seolah-olah Kefa mengerti apa maksud dari Defa.


"Oh hhahaha aku mengerti, aku mengerti, ayo ikuti aku." Ucap Kefa.


"Laura apa yang ingin di lakukan oleh tuan Kefa dan Defa?"


"Aku juga tidak tau sebenarnya, tapi tampaknya mereka berdua ingin bertarung." Ucap Laura yang ikut tersenyum.


Oyama yang bertanya pun terkejut, begitupula dengan yang lainnya.


Mereka terkejut karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka, melihat ada orang yang berani menantang Kefa dalam bertarung.


Mereka saja tidak pernah berani menantang Kefa bertarung, kecuali beberapa orang seperti Kenta, Isamu, Kazuki.


Banyak orang yang tidak ingin menantang Kefa bertarung, karena mereka pasti akan kalah dan setelah kekalahan itu badan mereka akan merasakan yang namanya kesakitan luar biasa.


Itulah mengapa tidak ada orang yang ingin mengajak Kefa bertarung, kecuali Kefa sendiri yang menantang, kalau sudah seperti itu mereka tidak dapat menolak.


Oyama dan yang lainnya bertanya-tanya apa sekuat itu para bawahan tuan Kefa yang ada di Indonesia sampai-sampai salah satu dari mereka berani menantang tuan Kefa.


Mereka sangat penasaran dengan kekuatan bawahan Kefa dari Indonesia, apa mereka lebih kuat dari pada bawahan Kefa yang ada di Jepang.


Singkatnya mereka pun tiba di tempat latihan bertarung, tempat latihan bertarung itu merupakan tempat terbuka yang sangat luas.


"Tempat ini tidak jauh berbeda dengan tempat latihan di Indonesia."


"Yah begitulah, menurutku ini adalah tempat latihan yang terbaik."


"Aku setuju, karena dengan begini kita bisa bebas." Ucap Defa.


"Tuan mohon bimbingan nya."


"Tentu saja Defa jangan sampai kau menghancurkan lantai di sini."


"Hhaha tenang saja tuan aku tidak akan melakukan nya."


Mereka berdua pun langsung mengeluarkan aura mereka.


Aura mereka langsung mendominasi tempat itu, mereka berdua terlihat sangat kuat, hanya dari aura yang di keluarkan oleh Defa saja, Oyama dan yang lainnya bisa menyadari dan mengetahui jika bawahan Kefa dari Indonesia sangatlah kuat melebihi mereka semua.


Mereka semua tercengang akan hal itu.


"Kalian semua jangan tegang seperti itu, mereka berdua belum serius bertarung, mereka hanya melakukan pertarungan bercanda saja, dan jika kalian menganggap Defa sangat kuat, itu adalah hal yang wajar karena bagaimana pun di antara kami semua dia adalah orang yang paling kuat." Jelas Egi.


Oyama dan yang lainnya pun menelan ludah mereka, mereka tidak bisa membayangkan jika Defa dan Kefa bertarung serius akan jadi seperti apa tempat latihan itu.


Tampaknya Kefa tidak bercanda soal jangan hancurkan lantai di sana.


Mereka hanya bertarung bercanda saja, tapi di awal mereka sudah mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, apa itu termasuk pertarungan bercanda.


"Santai saja tuan Kefa pasti akan menang mudah melawan Defa, sampai kapanpun kita semua tidak akan bisa menyentuh kemampuan dari tuan Kefa, kalian seharusnya sudah mengetahui sendiri bukan bagaimana kekuatan tuan Kefa." Ucap Bima.


"Iya kami semua sudah mengetahuinya, aku setuju dengan Bima." Ucap Kazuki.


Kenta, Laura dan yang lainnya pun setuju dengan ucapan Bima. Apalagi Laura, Kazuki, Arata, Jessi, Kenta mereka berlima sudah mengetahui bagaimana Kefa bertarung serius.

__ADS_1


Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, kekuatan dari Kefa yang sangat tidak normal.


Dengan kekuatan yang Kefa miliki itu siapa yang bisa mengalahkan dia, bahkan Kyuzuro orang dari generasi kedua yang di juluki sebagai orang nomer dua di keluarga Kobayasi saja, tidak berdaya di hadapan Kefa.


Orang nomor dua di keluarga Kobayasi itu bahkan tidak sempat menyerang Kefa.


"Tampaknya kalian semua di sana tidak bermalas-malasan Defa."


"Tentu saja tuan, bukannya kami sudah bilang kami telah menguasai jawa barat sepenuhnya, itu artinya setelah kepergian tuan pun kami tidak pernah bermalas-malasan."


"Hhahaha baguslah menarik, aku jadi bersemangat." Kefa yang terlihat senang, ia pun kemudian melempar jas miliknya itu kepada Laura.


"SEMANGAT SAYANG KALAHKAN DEFA." Laura yang memberikan semangat.


Kefa pun di sini langsung maju, dia tiba-tiba saja berada di hadapan Defa, Kefa langsung melakukan tendangan memutar.


Defa langsung menunduk menghindari serangan Kefa yang sangat cepat itu.


Defa langsung melakukan pukulan yang sangat cepat dan kuat kearah Kefa.


Kefa menghindari semua serangan Defa.


Mereka berdua pun kemudian saling mengadu tinju satu sama lain.


Ketika tinju mereka bertumpu, suara keras seperti suara ledakan terdengar, dan debu di tempat itu beterbangan.


Akibat itu juga lantai di sana sedikit retak.


Semua orang yang ada di sana merinding, karena melihat pertarungan epik itu.


Walaupun mereka semua sudah mengetahui siapa yang akan menang, tapi tetap saja pertarungan yang di lakukan sangat mengerikan.


Sekarang Oyama dan yang lainnya melihat Eight Of Glory, dan mereka semua baru menyadari bahwa mereka berdelapan memiliki aura yang sangat kuat.


Ketika mereka melihat Eight Of Glory, mereka seperti melihat para monster yang sangat mengerikan.


Sekarang mereka mengetahui dan menyadari bahwa mereka tidak ada apa-apanya dengan Eight Of Glory.


Fakta itu memang sangat memuakkan bagi mereka, mereka baru menyadari di atas langit masih ada langit lagi.


Mereka pikir mereka adalah bawahan terkuat Kefa, tapi kenyataan nya, mereka tidak sekuat yang mereka bayangkan.


Ternyata di Indonesia Kefa masih memiliki bawahan yang sangat kuat.


Mereka yang kesal dengan fakta itu mereka berjanji akan menjadi lebih kuat lagi, mereka tidak ingin mengalah pada Eight Of Glory, mereka baru menyadari selama ini mereka telah membuang waktu mereka untuk menjadi kuat.


Melihat Eight Of Glory, mereka semua semakin termotivasi untuk menjadi orang yang lebih kuat lagi.


Mereka tidak ingin mengalah, mereka tidak ingin menyingkirkan posisi mereka.


Mereka berniat bersaing secara sehat untuk menjadi yang terbaik di mata Kefa.


Kenta di sini tersenyum saat melihat pertarungan Kefa, Oyama dan yang lainnya bertanya kenapa Kenta tersenyum.


Dan Kenta hanya menjawab, "Ini semakin menarik saja, aku sama sekali tidak pernah menyangka, ternyata saingan kita bukan dari 1 negara saja."


Semua orang yang mendengar perkataan Kenta mereka paham, maksud dari Kenta adalah yang ingin menjadi anak buah terbaik Kefa bukan dari Jepang saja, dari Indonesia juga ada.


Dan kedepan nya juga mungkin Kefa memiliki bawahan hebat lainnya yang bukan dari negara Indonesia, Jepang.


Mereka bisa tersingkirkan kapanpun, dan hal itu sangat memotivasi Kenta menjadi lebih kuat lagi.

__ADS_1


Pikiran dari para bawahan Kefa memang sudah rusak, mereka semua tidak kenal yang namanya kelelahan, ketakutan, Yang mereka kenal hanyalah berusaha dan tidak pantang menyerah.


Defa dan Kefa mengambil kuda-kuda untuk bertarung.


Defa memakai kuda-kuda pencak silat, sedangkan Kefa mengambil kuda-kuda biasa terlihat tidak spesial, namun bagi orang yang sudah pernah bertarung dengan Kefa, kuda-kuda Kefa saat ini adalah kuda-kuda yang sangat sulit untuk di tembus.


Defa maju dan langsung menyerang Kefa dengan serangan cepat lewat pukulan dan tendangan.


Pertarungan Kefa dan Defa sangat cepat, dan sangat kuat.


Di sini Kazuki menyadari bahwa Defa lebih kuat dari pada Tiara, Tiara adalah salah satu bawahan dari Rina.


Kazuki tidak menyangka jika Kefa memiliki bawahan langsung yang lebih kuat dari pada bawahan ibunya.


Kefa dan Defa tidak mengalah satu sama lain, mereka saling menyerang balik, pertarungan mereka cukup sengit, mereka juga di sini memakai berbagai ilmu bela diri.


Mereka berdua pun mengambil posisi kembali, mereka berdua pun bernafas.


"Kau benar-benar berubah drastis Defa, aku sangat bangga padamu, kau sekarang menjadi orang yang sangat kuat, aku tidak menyangka dalam waktu 2 tahun kau berubah sejauh ini."


"Terima kasih atas pujian nya tuan, aku telah menunggu hari-hari seperti ini tuan"


"Hmm begitu yah baiklah kalau begitu aku akan sedikit serius bersiaplah Defa."


"Kemarilah tuan aku siap kapanpun." Defa yang tersenyum senang.


Kefa pun tiba-tiba lagi berada di depan Defa, kali ini Kefa bergerak berkali-kali lebih cepat dari sebelumnya.


Defa pun sangat terkejut.


Kefa di sini langsung melakukan tendangan kearah perut Defa.


Defa pun tidak bisa menghindari ataupun bertahan, karena serangan Kefa sangatlah cepat.


Defa pun terhempas sangat jauh sampai menabrak tembok di sana.


Debu pun beterbangan dan tembok di sana sedikit hancur.


Defa pun merasakan kesakitan yang amat perih, bahkan dia sampai memuntahkan darah segar dari mulutnya, namun ia terlihat sangat senang bukannya menunjukkan ekspresi kesakitan.


Semua orang di sana pun bertepuk tangan, karena mereka mengapresiasi pertarungan epik tadi.


Mereka semua memuji kehebatan dari Defa, karena bisa bertahan dari serangan Kefa, dan dapat bertahan cukup lama ketika melawan Kefa.


Dan yang lebih menakjubkan nya lagi Defa dapat menahan serangan yang sangat kuat dari Kefa.


Bahkan mereka saja ini kali pertama dalam hidup mereka semua, mereka melihat Kefa yang melakukan serangan semengerikan itu.


Kecuali Laura, Kenta, Kazuki, Arata, Jessi. Mereka pernah melihat sesuatu yang lebih mengerikan dari pada skill Kefa tadi.


Mereka berlima pernah melihat Kefa yang bertarung sangat serius, mereka sekarang tidak terkejut seperti yang lainnya, karena mereka sudah melihat sesuatu yang lebih mengerikan dari pada itu.


Mereka berlima tidak bisa membayangkan jikalau mereka semua tau kekuatan asli Kefa, apa mereka akan terduduk lemas karena terkejut.


Bahkan mereka berlima saja ketika melihat kejadian itu seluruh badan mereka bergidik ketakutan sangat hebat, pada intinya ketika Kefa marah, Kefa sangatlah mengerikan, mereka tidak akan pernah melupakan kejadian ketika Kefa serius dalam bertarung, karena hal itu sangatlah langka.


Tapi mereka semua mengakui jika Eight Of Glory adalah kumpulan para monster.


Kefa pun memberikan lengan nya kepada Defa untuk bangkit sambil tersenyum.


Defa pun tersenyum dan memegang erat lengan Kefa.

__ADS_1


__ADS_2