Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 135 Laura bertemu Edwart dan Rina


__ADS_3

Wanita itu sekarang berada di Indonesia, dia sekarang berada di mobil dan dia sekarang sedang masuk menuju gerbang masuk rumah Rina dan Edwart.


Wanita itu pergi ke rumah Rina dan Edwart karena ingin bertemu dengan Kefa.


"Nyonya, apa nyonya yakin alamat yang nyonya tuju ada di sini." Orang tersebut yang bisa di bilang supir taxi, ia sangat terkejut saat melihat tujuan dari wanita itu.


Tujuan dari wanita itu adalah rumah orang yang sangat penting yaitu salah satu anggota keluarga Deluxe.


Supir taxi itu terlihat sangat ketakutan karena melihat penjaga di sana yang terlihat mengerikan.


"Iya pak benar."


"Nyonya, nyonya taukan ini rumahnya siapa?"


"Iya tentu saja saya tau, ini adalah rumah mertua saya, santai saja pak."


"Nyonya saya tau nyonya adalah wanita cantik, tapi tolong nyonya cepat sadar."


"Kenapa memangnya?" Tanya Laura.


"Ya bukan nya apa-apa, bukannya saya tidak percaya, tapi nyonya terlihat seperti orang biasa."


"Nyonya saya sarankan lebih baik kita kembali lagi, para penjaga itu sudah mendekat nyonya, mereka sangat mengerikan, saya takut terjadi sesuatu nyonya."


"Nyonya tau sendirikan dan suka mendengar kabar burung tentang kediaman tuan Edwart dan nyonya Rina." Pak supir yang mengeluarkan banyak keringat dingin.


"Santai saja." Ucap Laura dengan santainya.


"Habislah sudah hidupku." Pak supir yang terlihat berdoa.


Tak lama para bawahan Edwart dan Rina seperti biasa mereka harus memeriksa siapa orang yang masuk ke kediaman rumah Edwart dan Rina.


Apa orang itu penting atau tidak, apa orang itu memiliki janji atau tidak.


Karena orang sembarangan tidak akan pernah bisa memasuki kawasan rumah Edwart dan Rina.


Para penjaga yang melihat wanita itu, penjaga tersebut langsung memberi hormat dan langsung menyuruh supir itu maju dan memasuki rumah kediaman Edwart dan Rina


"Bapak bagaimana? Sekarang bapak percaya bukan?" Wanita itu yang bercanda dengan bapak supir yang sekarang sedang terlihat terkejut dan melongo seakan-akan ia tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Bagi dia ini adalah suatu kehormatan karena bisa masuk ke kediaman Edwart dan juga Rina.


Ia tidak mengerti semalam bermimpi apa sampai-sampai ia bisa masuk ke dalam tempat yang sangat terlarang, bagi orang biasa seperti dia.


Supir itu tidak membalas perkataan Laura karena terlalu terkejut.


Mereka membukakan gerbang dan langsung memberi hormat.


Para penjaga lainnya yang berada di sana, mereka juga memberikan hormat.


Pak Supir itu terus terkejut, ia menelan ludah sendiri dan mulai percaya bahwa wanita yang mengatakan bahwa mertuanya adalah Rina dan Edwart.

__ADS_1


Bukanlah orang gila, tapi dia memang benar menantu dari Rina dan Edwart, karena bisa terlihat di sini perilaku para penjaga tadi yang sangat menghormati wanita itu.


Wanita itu terlihat seperti seorang putri yang kembali ke rumahnya.


Wanita itu pun membayar supir itu.


"Terima kasih pak."


"Sama-sama nyonya." Pak supir yang bergemetar hebat sambil menerima uang dari wanita itu.


Pak supir masih tidak percaya ia menyupiri orang yang sangat penting.


Bagi dia ini adalah pengalaman yang sangat berharga dan sangat mahal.


Dia bersumpah tidak akan lagi meragukan orang lain.


Dia juga menyesal karena telah mengucapkan hal yang tidak mengenakan pada wanita itu.


Tapi untungnya wanita itu sangat baik, jadi nyawa dia masih selamat, pak supir itu bernafas lega dan segera keluar dari kediaman keluarga Edwart dan Rina.


Wanita itu setelah turun kemudian di sambut langsung oleh Rina dan Edwart di depan pintu rumah.


"Paman Edwart Bibi Rina......" Wanita itu yang langsung memeluk Rina dan Edwart.


"Laura........" Ucap Edwart dan Rina yang terlihat merindukan Laura.


"Selamat datang Laura...." Ucap Edwart.


"Kapan kamu kembali dari German Laura?" Tanya Rina.


"Owalah begitu yah, kalau begitu ayo Laura masuk dulu, kamu pasti kelelahan, beristirahatlah sebentar di sini Laura." Ucap Rina yang terlihat sangat ramah.


Mendengar itu Laura pun terlihat sangat senang, karena ia merasa tidak percaya ia bisa masuk ke rumah Kefa untuk pertama kalinya, di tambah ia sangat di terima baik oleh orang tuanya.


Hal apalagi yang sangat membahagiakan selain di terima oleh orang tua, dari pria yang kau sukai.


Laura sebenarnya tidak ingin langsung ke rumah Kefa, tapi karena rasa kangen dia mengalahkan rasa malunya, Laura pun memberanikan diri mengumpulkan keberaniannya untuk langsung ke rumah Kefa.


Laura pun sekarang berada di ruang tamu yang sangat mewah dengan sofa yang sangat empuk dan lembut.


Laura masih tidak percaya jika ia akan langsung di sambut oleh orang tua Kefa.


Hati Laura sekarang menjadi tidak karuan dan dag dig dug, tapi ia mencoba untuk tenang dan menarik nafas dalam-dalam.


Rina dan Edwart sangat menyambut kedatangan Laura, mereka terlihat sangat senang.


Namun sayangnya di sini tiba-tiba Edwart memiliki pekerjaan lain, jadi dia harus pergi dan meninggalkan istrinya itu dengan Laura.


"Bagaimana pelatihan mu di Jerman Laura?"


"Ah semuanya baik bi, aku berhasil menyelesaikan nya, dan sekarang aku sedang diberikan libur panjang bi."

__ADS_1


"Ohh begitu yah sekarang bibi mengerti kenapa kamu pulang ke Indonesia, tapi orang tuamu masih di sana kan Laura?"


"Iya bi mereka masih di sana, aku datang sendirian ke sini bi."


"Begitu yah....."


"Ah iya Bi Laura ingin bertanya, dari tadi Laura tidak melihat Kefa bi, kira-kira Kefa umm dia Kemana ya bi? Hehehe" Tanya Laura dengan sopan yang membuat Rina tersenyum.


"Ohhhhhh jadi begitu hahaha bibi mengerti, sekarang bibi paham kenapa Laura datang kemari hahahahahah bibi tadi sempat heran kenapa kamu datang ke sini, bibi sempat lupa tadi, kalau Laura kekasih Kefa yah hahahah." Rina yang tertawa keras, Laura pun terlihat malu-malu.


"Ah itu um Bibi.........." Laura yang tidak dapat membalas perkataan dari Rina karena ia sangat malu.


Namun suasana bahagia itu tiba-tiba saja hancur ketika Rina ibunya Kefa merubah raut wajahnya menjadi sedih.


"Laura kamu sudah pergi setahun lebih yah."


"Iya bi."


"Sepertinya aku harus mengatakan semuanya padamu Laura, karena kamu berhak mengetahuinya, Laura semenjak kamu pergi banyak hal yang telah berubah, banyak kejadian yang tidak terduga." Ucap Rina yang terlihat sedih dan serius.


Laura pun mendengarkan ucapan Rina dengan baik.


Rina pun di sini menceritakan tentang kejadian Kefa selama Laura tidak ada di Indonesia.


Laura pun perlahan merubah raut wajahnya jadi sedih juga.


Perasaan Laura tiba-tiba menjadi hancur berantakan dan sedih.


Ia tidak ada ketika Kefa berada di bawah dan membutuhkan seseorang untuk mendukungnya.


Laura sangat kecewa pada dirinya sendiri.


Namun di sini Rina yang mengetahui apa pikiran Laura, mencoba untuk menenangkan Laura, dan memberikan beberapa saran kepada Laura.


Yang membuat Laura bisa bernafas dengan lega.


Walaupun seperti itu di benak Laura, Laura tetap merasa bersalah, Laura merasa bahwa dirinya telah jahat pada Kefa.


Laura jadi semakin ingin bertemu dengan Kefa dan meminta maaf atas semuanya.


"Bi jadi Kefa dia sekarang berada di mana bi?" Tanya Laura.


"Sekarang dia berada di Jepang, apa kamu ingin bertemu dengan Kefa."


"Iya bi tentu saja, aku sangat ingin bertemu dengan Kefa, aku sangat merindukan nya bi." Laura sambil tersenyum.


Rina pun sedikit terdiam saat melihat senyuman Laura, senyuman Laura terlihat sangat tulus dan terlihat menyakitkan.


Rina pun di sini kemudian memberikan alamat dan semua informasi Kefa pada Laura.


Rina juga memberikan nomor handphone Kefa.

__ADS_1


Laura pun sangat berterima kasih pada Rina.


Namun di sini justru Rinalah yang ingin mengungkapkan terima kasih sebanyak mungkin pada Laura, karena ia telah peduli pada anaknya yaitu Kefa.


__ADS_2