
Kefa dan yang lainnya pun akhirnya sampai di lantai 9, mereka semua langsung di sambut oleh Kyuzuro, Asura, Asusi, dan yang lainnya.
Dan ada satu orang bawahan dari Satoshi langsung yang merupakan generasi kedua juga dia sudah di anggap sebagai saudara Satoshi.
Orang yang di anggap oleh Satoshi merupakan orang yang sangat kuat, dia juga mendapatkan julukan sebagai orang ketiga di keluarga Kobayasi.
Dia bernama Hespas dan dua saudara lainnya dari Satoshi adalah, Saru, dan Niegal.
Yang tersisa sekarang di sana hanya ada Kefa, Laura, Defa, Bima, Paskal, Robert, Revan. Sedangkan Iso salah satu member lagi dari Eight Of Glory dia bertugas di halaman depan markas besar milik keluarga Kobayasi.
Iso sendiri memimpin ribuan pasukan yang di tugaskan untuk menghabisi para keroco yang akan berdatangan ke markas bekas milik keluarga Kobayasi.
Sebenarnya bisa jadi juga orang yang akan datang ke sana bukan keroco, oleh karena itulah Iso bertugas di sana untuk berjaga-jaga jika terjadi hal buruk.
Dengan adanya Iso di sana kejadian buruk yang bisa saja menimpa kemungkinan akan berkurang.
Karena Iso adalah orang yang sangat kuat.
Kefa dan Laura mereka sama sekali belum turun tangan sampai ke lantai 9, mereka tidak melakukan apapun.
Mereka semua saling menatap satu sama lain penuh dengan kebencian.
"Akhirnya kalian para keroco dari organisasi sampah datang juga." Ucap Hespas dengan angkuhnya, sebenarnya orang ini ingin mencoba memprovokasi Kefa dan yang lainnya.
"Kami sudah menunggu lama di sini." Ucap Niegal.
"Kami pikir kalian akan datang cepat kemari, tapi tampaknya kalian sedikit kesulitan untuk sampai di sini." Ucap Saru.
Sebenarnya dalam hati mereka mereka sangat takjub terhadap Kefa dan yang lainnya.
Karena mereka dapat sangat cepat sampai ke lantai 9 tanpa ada masalah sedikit pun.
Kefa dan yang lainnya tidak berbicara sama sekali, mereka di sini justru mengeluarkan aura mereka.
Kefa dan yang lainnya terlihat sangat marah.
Defa dan beberapa orang ingin maju dan menghajar orang itu tapi Kefa di sini menahan mereka, mereka tidak mengerti kenapa Kefa melakukan itu.
Mereka berenam pun sedikit kepanikan karena melihat mereka bertujuh yang sedang menatap mereka dengan tatapan kebencian.
Hespas, Asusi, Asura, Kyuguro, Saru, dan Niegal. Mereka berenam merinding ketakutan menelan ludah mereka sendiri dan mengeluarkan banyak keringat dingin dari tubuh mereka.
Mereka berenam melihat sesuatu yang sangat mengerikan yaitu monster.
__ADS_1
Mereka berenam di sini mencoba untuk tenang menarik nafas mereka, dan mereka juga mengeluarkan aura kekuatan mereka.
Mereka tidak ingin kalah dengan musuh, mereka adalah orang-orang dari generasi kedua keluarga Kobayasi, mereka tidaklah selemah itu sampai-sampai harus takut pada aura dominasi lawan.
Aura mereka semua saling bertabrakan satu sama lain, namun tetap saja Aura yang di keluarkan oleh Kefa dan yang lainnya lebih besar.
"Habisi mereka." Ucap Kefa.
Laura, Defa dan yang lainnya pun langsung maju mereka di sini bertarung menggunakan tangan kosong, mereka tidak menggunakan senjata sama sekali.
Itu semua karena senjata di sini tidak berguna, karena mereka pastinya dapat menghindari serangan senjata pistol.
Lebih efektif jika mereka bertarung secara fisik, karena dengan begitu pertarungan nya akan berlangsung lebih cepat, ketimbang memakai pistol.
Untuk mengalahkan keroco menggunakan senjata saja cukup, tapi untuk mengalahkan orang yang kuat, pistol ataupun senjata api kurang berguna.
Oleh karena itulah mereka bertarung fisik.
Pertarungan sekarang terjadi di mana-mana dari halaman depan markas besar keluarga Kobayasi hingga sampai lantai 9.
Mereka bertarung penuh dengan kebencian, pertarungan antara keluarga Kobayasi dan organisasi Kefa memang pantas di sebut sebagai pertarungan balas dendam.
Di sini terlihat Izanagi, Arata, Daisuke, dan juga Jessi. Mereka berhasil membunuh musuh mereka dengan sangat mudah tanpa terluka sama sekali.
Mereka berempat membunuh musuh dengan keji, mereka terlihat sangat puas ketika membunuh orang-orang dari keluarga Kobayasi.
Mereka pun pergi ke lantai selanjutnya dan bertemu dengan Hachiro, Hitomi, Oyama.
Mereka juga di sini berhasil membunuh musuh, para pemimpin organisasi dari pasukan Kefa, mereka mengalahkan musuh tanpa harus terluka sama sekali.
Mereka bertujuh pun bertemu dan langsung pergi ke lantai selanjutnya.
Di lantai selanjutnya pertarungan terjadi juga, di sini Isamu, Kenta, Kazuki masih melakukan pertarungan.
Mereka bertiga melawan musuh yang cukup kuat.
Ketujuh orang dari lantai bawah sekarang sedang melihat pertarungan mereka bertiga, pertarungan mereka cukup sengit.
Namun pada akhirnya juga mereka bertiga menang, walaupun mereka harus menerima beberapa luka pukulan dari musuh.
Mereka semua tidak akan pernah kalah dan tidak akan mau kalah pada keluarga Kobayasi, mereka bertarung dengan sangat serius melawan keluarga Kobayasi, berbeda ketika mereka melawan keluarga Hamada yang biasa saja.
Mereka ke lantai berikutnya.
__ADS_1
Di lantai berikutnya mereka melihat Oktav dan Egi yang sedang duduk di atas dua mayat yang mati mengenaskan, dan di belakang nya terdapat puluhan tumpukkan mayat.
"Kalian cepat juga mengalahkan musuh." Sapa Egi.
"Tentu saja, kami tidak akan pernah kalah pada bajingan yang telah membunuh teman kami." Ucap Kenta.
"Kau benar Kenta, kalian memang sangat hebat dan berbakat, aku mengerti kenapa tuan Kefa menjadikan kalian bawahan nya." Ucap Oktav.
"Terima kasih atas pujiannya." Kazuki dengan rasa hormat.
Mereka semua pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke lantai 9.
Di lantai 9 sendiri pertarungan sengit sedang terjadi, namun di sini sangat terlihat jelas jika pasukan dari Kefa menang telak melawan pasukan dari keluarga Kobayasi.
Generasi kedua keluarga Kobayasi berhasil di permainkan oleh Defa dan yang lainnya.
Ketika mereka bertarung, tiba-tiba saja dari lift yang tidak jauh dari sana keluar Satoshi.
Satoshi mengeluarkan aura yang sangat kuat dan sangat hebat, yang dapat memenuhi satu ruangan itu.
Kedatangan Satoshi membuat pertarungan itu berhenti, Defa dan yang lainnya menyadari kalau Satoshi adalah orang yang berbahaya, oleh karena itulah mereka mundur.
Jika mereka tidak mundur, mereka bisa saja di hajar oleh Satoshi.
Satoshi maju kedepan dan dia sekarang berada di depan para saudara yang lainnya, melihat Satoshi yang sudah turun tangan, Kefa pun maju kedepan juga.
Mereka berdua saling mengepalkan lengan mereka.
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, pandangan mereka tidak teralihkan sama sekali.
Mereka berdua saling menatap penuh dengan kebencian, karena Kefa kehilangan teman nya gara-gara keluarga Kobayasi, sedangkan Satoshi kehilangan anak dan saudaranya gara-gara Kefa.
Mereka berdua saling mengeluarkan aura yang mencengkam, keduanya tidak ingin kalah.
Semua orang yang ada di sana, ketika pemimpin nya sudah turun tangan, mereka semua terdiam dan hanya bisa melihat saja.
Di sini musuh takjub karena ada orang yang bisa menyamai kekuatan nya dengan Satoshi. Tapi Kefa dia bisa melakukan nya.
Sedangkan Defa dan yang lainnya cukup takjub juga terhadap Satoshi karena dia cukup kuat.
Tapi jika di lihat-lihat lagi oleh Defa dan yang lainnya, Satoshi tidak akan bisa mengalahkan Kefa, karena dia lebih lemah dari pada Hyuro yaitu guru Kefa.
Hyuro sendiri dia mengakui bahwa ia kalah dengan Kefa, jadi sudah bisa terlihat dari sini juga Kefa akan menang dengan mudah, karena Satoshi bukanlah lawan Kefa.
__ADS_1