
"Tuan Kefa, semuanya telah selesai, semuanya telah beres, semua markas musuh yang ada di prefektur Nagano, telah di hancurkan sampai tak tersisa." Ucap Arata yang sekarang sedang menelopon Kefa.
Kefa pun tersenyum senang.
"Kerja bagus Arata, dan tolong sampaikan pada mereka juga rasa terima kasihku, mereka sudah bekerja dengan baik kalian memang sangat hebat, aku tidak menyangka kalian akan membereskan semuanya secepat ini."
"Hhehehe iya tuan Kefa sama-sama, aku akan menyampaikan pada mereka."
"Oh yah Arata apa di salah satu markas ada seseorang yang berasal dari keluarga Kobayasi?"
"Tidak ada tuan, kami hanya menemukan orang biasa-biasa saja tuan."
"Hmm jadi begitu yah, mereka belum benar-benar bergerak rupanya."
"Iya tuan, kita harus lebih berhati-hati saya rasa akan terjadi hal buruk kedepan nya."
"Sepertinya memang begitu Arata."
"Sekarang apa yang harus kami lakukan tuan?"
"Tunggu kabar dariku saja, untuk sekarang kalian bebas mau melakukan apapun, tapi ingat jangan lupa tanggung jawab kalian masing-masing."
"Iya tuan siap, kalau begitu saya matikan telpon nya tuan."
"Iya."
"Sayang itu telpon dari siapa?" Tanya Laura yang duduk di samping Kefa sambil meminum kopi capucino.
"Arata."
"Apa mereka sudah selesai?"
"Sudah sepertinya mereka baru saja menyelesaikan nya."
"Mereka terlalu gila, mereka seperti robot saja, mereka bekerja dari siang sampai jam 2 shubuh, untuk menyelesaikan tugas dari mu."
"Iya kamu benar, mereka sepertinya tidak akan pernah beristirahat sebelum pekerjaan mereka selesai, orang Jepang memang selalu tekun dalam mengerjakan pekerjaan mereka."
"Aku setuju dengan mu, teman mu di Jepang di Indonesia, mereka semua memiliki kesamaan, mereka setia padamu, dan rela melakukan apapun untuk mu, aku rasa teman-teman mu semuanya gila."
"Hhahaha aku rasa juga begitu, walaupun gila mereka tetaplah teman ku."
"Iya sayang mereka adalah orang-orang yang baik, kamu harus mempertahankan teman seperti itu."
"Iya tenang saja."
Kefa dan Laura mengobrol di kursi yang berada di luar sambil melihat taman sederhana di sana.
Mereka berdua juga melihat langit yang sedang cerah di penuhi dengan bintang-bintang yang sangat indah.
"Kenapa kamu tidak tidur Laura?" Tanya Kefa.
__ADS_1
"Aku tidak bisa tidur, sebelum kamu tidur, aku ingin menemani mu."
"Begitu yah..." Kefa yang mengelus kepala Laura.
Laura menyandarkan kepalanya ke pundak Kefa.
"Tempat ternyaman adalah pundak mu Kefa."
Kefa tertawa kecil "Bagus kalau begitu, jika aku bisa membuatmu nyaman."
"Iya aku berharap kedepan nya kita berdua masih bisa seperti ini."
"Iya semoga saja, aku tidak tau masa depan, jadi aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu."
"Itu tidak masalah aku mengerti kok."
Mereka berdua pun menghabiskan waktu bersama di malam itu.
***
Keadaan keluarga Kobayasi sekarang semakin kacau, apalagi setelah mereka mendapatkan berita yang sangat tidak mengenakan, yaitu pasukan mereka yang berada di prefektur Nagano semuanya telah di habisi oleh The King.
Keluarga Kobayasi dari generasi pertama, kedua, dan ketiga. Mereka sekarang sedang frustasi karena mendengar berita itu, terutama dari generasi ketiga.
Karena mereka lah yang bertanggung jawab atas tugas untuk membunuh Kiara. Sekaligus mengambil alih prefektur Nagano dan membantai habis organisasi The King.
Sekarang generasi kedua dan generasi ketiga sedang berkumpul dan berunding masalah tentang Kiara dan yang lainnya.
Dan di perkumpulan itu juga ada Satoshi yang sedang sangat kesal, karena mendengar berita kegagalan dari generasi ketiga keluarganya.
Generasi ketiga sekarang sedang sangat tertekan kecuali Kyuzuro.
Dia terlihat sangat santai ketimbang yang lainnya.
Yang paling panik dan yang paling ketakutan sekarang adalah Hotaka.
Karena bagaimana pun dia sekarang telah menjadi penanggung jawab atas pemimpin dari para generasi ketiga keluarga Kobayasi.
Satoshi dan generasi kedua keluarga Kobayasi sekarang sedang memarahi para generasi ketiga.
"KYUZURO!!!!!!" Satoshi yang terlihat sangat marah.
"Maaf sebelumnya tuan Satoshi, tapi sekarang aku bukanlah pemimpin dari generasi ketiga, melainkan anak tuan sendiri yaitu Hotaka."
"Saya di suruh mengundurkan diri oleh Hotaka, karena Hotaka merasa bahwa kepemimpinan saya sangat tidak jelas, dan Hotaka merasa lebih baik dari pada saya."
"Dan saya hanya bisa menuruti apa permintaan dari anak tuan, apalagi anak tuan telah mengancam saya."
Satoshi yang mendengar hal itu dia sangat murka.
Satoshi langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, atomosfer di sana pun berubah menjadi mencengkam.
__ADS_1
Mereka semua yang ada di sana merinding ketakutan.
Mereka semua langsung terdiam.
Hotaka dia sangat ketakutan tubuh dia tidak berhenti bergemetar.
Satoshi di sini langsung mencekik Hotaka.
"HOTAKA!!!!!!!!!!!!!!"
"A-AYAH MA-MAAFKAN AKU."
"MAAF ? APA KAU PIKIR KEGAGALAN DAPAT DI MAAFKAN HAH!!" Satoshi yang langsung melempar jauh Hotaka, sampai menabrak tembok di sana.
Tembok disana pun hancur, dan Hotaka mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Tak puas sampai di situ saja Satoshi mendekati anaknya tersebut.
"AYAH MAAFKAN AKU AYAH, BERIKAN AKU KESEMPATAN LAGI AKU MEMILIKI RENCANA AKU TIDAK AKAN MENGECEWAKAN MU LAGI, AKU BERJANJI AYAH TARUHAN NYA ADALAH NYAWAKU SENDIRI!!!"
Melihat Hotaka yang di siksa membuat Kyuzuro sangat senang.
Begitu pula dengan dengan saudara yang lainnya.
Satoshi pun menghajar Hotaka sampai-sampai Hotaka ingin pingsan, darah segar terus bercucuran memenuhi tubuh Hotaka.
"Ayah maafkan aku...."
"Dengarkan aku, aku akan memaafkan mu untuk kali, aku memberikan mu kesempatan untuk hidup, lakukan apa rencana mu itu dan jika gagal jangan harap kau bisa hidup."
"Kalian para generasi sampah keluarlah dari sini." Satoshi yang marah terhadap generasi ketiga.
Para generasi ketiga pun keluar sambil membawa Hotaka yang terluka sangat parah.
"Satoshi!!! Apa kau yakin memberikan kesempatan terhadap mereka, walaupun mereka adalah anak kita tapi kegagalan tetaplah tidak bisa di toleransi sama sekali."
"APA KAU MENENTANG KU? APA KAU TIDAK SUKA DENGAN KEPUTUSAN KU? JIKA KAU TIDAK MENYUKAINYA AYO KITA SELESAIKAN DI SINI." Satoshi sambil menatap tajam saudaranya itu.
Saudaranya itu langsung terdiam dan ketakutan.
Bagaimana pun juga Satoshi adalah orang yang paling kuat di antara mereka, mereka sama sekali tidak dapat mengalahkan Satoshi.
"Satoshi tenanglah terlebih dahulu."
"Apa yang di katakan Asusi benar kegagalan tetap tidak dapat bisa di toleransi apalagi kegagalan yang mereka lakukan sangatlah besar."
"Aku sarankan agar kitalah yang turun tangan langsung dalam menghadapi organisasi The King."
"Kami semua setuju dengan Kyuguro."
"Satoshi, organisasi The King bukanlah organisasi biasa, mereka adalah organisasi yang hampir sama mengerikan nya seperti Yakuza kita tidak boleh menganggap remeh mereka."
__ADS_1
"Kita tidak bisa membiarkan mereka lebih lama lagi semakin lama semakin berbahaya, bagaimana pun juga pada intinya kita semua harus sudah langsung turun tangan." Ucap Asusi.
"Baiklah jika itu keinginan kalian semua aku akan menurutinya, mulai dari sekarang kitalah yang akan turun tangan dalam menghadapi organisasi The King." Ucap Satoshi yang terlihat masih kesal.