Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 101 - Titik Balik


__ADS_3

PPFC 101 - Titik Balik


“Bukankah kita pernah bertemu sebelumya? Kau menolak ajakan adikku untuk bergabung dengan Istana Mawar Biru.” Pria itu tertawa sambil mendekati Fei Chen yang waspada.


“Tidak pernah aku sangka orang yang membuat heboh Benua Sembilan Petir adalah dirimu.” Pria itu tidak lain adalah Ling Shan, kakak tiri dari Ling Ye.


“Oh...” Fei Chen mengingat pria dihadapannya setelah mendengar penjelasan pria tersebut.


“Hal yang mudah untuk mengetahui informasi yang tidak diketahui oleh orang lain bagi kami dari Istana Mawar Biru.” Ling Shan menepuk pundak Fei Chen dan berbisik.


“Ikut aku. Kekacauan yang telah kau buat ini sangat merepotkan...”


Fei Chen mengangkat alisnya. Dia memang mengenal Ling Shan tetapi dia tidak bisa langsung mengikuti perkataan Ling Shan.


“Kau tidak percaya padaku?” Ling Shan menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Fei Chen.


“Ada beberapa informasi yang mungkin membuatmu tertarik. Ini mengenai Jia Li dan Hong Zi Ran, termasuk Lembah Pedang.”


Kali ini Fei Chen refleks mencengkeram lengan Ling Shan keras. Semua yang berurusan dengan Jia Li memancing perhatiannya.

__ADS_1


“Aku mengerti apa yang ingin kau tanyakan. Maka dari itu ikut aku, bocah.” Ling Shan mengelus kepala Fei Chen namun dengan cepat Fei Chen menepis tangan Ling Shan.


“Kau benar-benar kasar.” Ling Shan tertawa dan segera mendeteksi hawa keberadaan disekitarnya untuk memastikan.


Setelah aman, Ling Shan memberi tanda pada Fei Chen untuk mengikutinya. Keduanya bergegas menjauh dari tempat pemakaman dan Ling Shan membawa Fei Chen menuju kediaman keluarga Ling.


____


Sementara itu kabar mengenai kematian She Peng telah sampai ke Gunung Cakrawala Hitam. Kabar ini membuat pendekar Gunung Cakrawala Hitam terpukul.


Kedatangan Qiu Niu pun tidak membuat mereka merasa lebih baik karena berita duka kematian She Peng.


Namun Qiu Niu menolak keras karena bagaimanapun tindakan ini sama saja seperti bunuh diri.


“Tetua Qiu. Selama ini kita berdiam diri, tetapi aliran putih telah bertindak melewati batas. Kita tidak bisa diam, kita harus membunuh mereka sama seperti yang kita lakukan dahulu.”


“Benar, siapapun yang meremehkan dan mengusik saudara kita, kita akan membunuhnya. Bukankah selama ini kita selalu seperti itu?”


“Cai Gunglai! Keparat itu tidak bisa dimaafkan!”

__ADS_1


Qiu Niu mengerutkan keningnya mendengar seruan pendekar Gunung Cakrawala Hitam. Ekspresi kemarahan jelas terlihat diwajah pendekar Gunung Cakrawala Hitam.


“Nue‘er, apa menurutmu kita memiliki kesempatan untuk menang?” Qiu Niu bertanya pada anak angkatnya.


Gadis yang sebaya dengan She Peng menggelengkan kepalanya, “Kemungkinan kita kalah dan dibinasakan adalah tujuh puluh persen.”


Mendengar itu Qiu Niu pun tersenyum. Amarah pendekar Gunung Cakrawala Hitam sudah tidak terbendung begitu juga dengan dirinya yang selama ini merasa telah hina akibat perbuatan pendekar Gunung Golok Kembar.


“Tetua Qiu! Kami tetap akan pergi! Kau tidak akan bisa menghentikan kami!”


“Benar kami akan membalaskan kematian saudara-saudara kami!”


Semua pendekar Gunung Cakrawala Hitam mengangkat senjata. Qiu Niu hanya tersenyum dan menghela nafas panjang karena sadar semua yang akan dia lakukan tidak akan menghentikan niat pendekar Gunung Cakrawala Hitam.


“Aku tidak akan menghentikan kalian! Ini adalah pertarungan yang akan menentukan masa depan kita semua! Entah kita yang kalah ataupun mereka, tetapi kalian semua harus siap kehilangan nyawa!” Qiu Niu berseru menjawab keinginan pendekar Gunung Cakrawala Hitam.


Seluruh pendekar Gunung Cakrawala Hitam tersenyum. Qiu Niu menatap Qiu Nue yang juga sepemikiran dengannya.


‘Peng‘er, kami akan membalaskan kematianmu agar kau tenang!’

__ADS_1


__ADS_2