Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 251 - Fei Yuechan Dan Fei Long


__ADS_3

PPFC 251 - Fei Yuechan dan Fei Long


Di Danau Kabut Tersembunyi tepatnya Istana Langit Biru terlihat Fei Chen, Su Xiulan, San Zhu, Ying Xie, Shu Zhui dan Hua Ying sedang menatap sebuah portal teleportasi.


Berat hati Fei Chen melakukan ini namun hanya ini satu-satunya cara agar anaknya tetap hidup, Su Xiulan yang memaksakan diri menggendong kedua bayinya penuh kasih sayang terlihat enggan melakukan semua ini.


“Karena dia memiliki Tubuh Dewa Naga, aku berharap dia dapat melindungi orang-orang disekitarnya dan bertahan hidup mengejar impiannya maka anak ini kuberi nama Fei Long...” ucap Su Xiulan menatap bayi laki-laki dengan buliran air mata, kemudian dia menatap bayi perempuan.


“Untuk sang kakak, aku memberinya nama Fei Yuechan karena senyumannya yang indah seperti rembulan...”


Su Xiulan melihat bayi perempuan yang dia beri nama Fei Yuechan menggenggam jari kelingking kembarannya Fei Long.


Fei Chen yang melihat itu juga sulit menahan air matanya. Dalam keputusasaan itu dia mengingat perkataan Kucing Manis dan Pedang Gila.


‘Aku yakin mereka berdua dapat menjaga Fei Long anakku, membimbingnya bertemu denganku dan keluarganya di dunia ini.’ Fei Chen membatin penuh harapan.


Ada cara lain selain membuang Fei Long ke dalam portal teleportasi menuju Dunia Matahari yaitu dengan membunuh Dewa Kematian Xiao Ho Chi, namun untuk melakukannya tidak semudah itu.


“Chen‘er, bagaimana jika aku ikut bersama anakmu-”


“Tidak, Ratu. Kau tidak boleh melakukan itu.” Shu Zhui memotong perkataan Ying Xie dan menatap wajah bayi mungil laki-laki.


“Aku akan merawatnya di Dunia Matahari. Kita tidak mengetahuinya apa yang ada disana. Ini adalah sebuah pertaruhan.” Shu Zhui mengutarakan niatnya untuk pergi ke Dunia Matahari bersama Fei Long.


Namun Fei Chen menolak usulan Shu Zhui karena dia sudah memikirkan cara tersendiri. Pemuda itu duduk bermeditasi dan memusatkan seluruh kesadarannya dengan menggunakan Aura Dewa Naga.

__ADS_1


Bisa dibilang ini adalah terakhir kalinya Fei Chen menggunakan Aura Dewa Naga sebelum memberikan aura tersebut kepada Fei Long untuk mengontrol Tubuh Dewa Kematian.


Secara perlahan kesadaran Fei Chen berada di Dunia Yin Yang, disana dia merasakan dua aura yang tidak asing dan menemukan sebuah awan hitam yang terbelah.


“Bulan dan Matahari?” Fei Chen menggumam saat melihat bulan disebelah kanan dan matahari disebelah kiri.


Tak lama bulan dan matahari itu menghilang berganti menjadi kegelapan malam yang mencekam. Fei Chen terus menyusuri alam bawah sadarnya lebih dalam lagi dan menemukan Pedang Gila dan Kucing Manis.


“Chen, sepertinya kau berhasil menguasai Aura Dewa Naga. Daripada itu kau sepertinya sudah menemukan tujuanmu bukan?” Kucing Manis itu melompat ke bahu Fei Chen dan bisa merasakan kesedihan pemuda itu.


“Kucing Manis...” ucap Fei Chen.


“Ada apa Chen?” Kucing Manis menjawab.


“Anak? Kau sudah memiliki anak, bocah manusia? Kau?” sahut Pedang Gila terdengar tidak percaya.


“Kenapa kau terdengar tidak percaya?” Nampak Fei Chen terlihat kesal saat Pedang Gila menyahut sambil menyeka air matanya.


“Maaf, aku tidak akan bertanya lebih jauh. Aku bisa mengetahui apa yang terjadi pada anakmu, bocah manusia...” Berbeda dari sebelumnya, Pedang Gila terdengar bersimpati pada Fei Chen.


“Ya, aku sendiri tidak menyangka anakku memiliki kondisi sama sepertiku...”


“Mau bagaimana lagi Chen, buah jatuh tak jauh dari pohonnya bukan?” Kucing Manis melompat turun dan menatap wajah Fei Chen.


“Apa kau ingin aku mendampingi anakmu di Dunia Matahari?”

__ADS_1


Fei Chen memandang Kucing Manis yang mengerti jalan pikirannya. Dia mengangguk dan menjelaskan kepada Kucing Manis jika setelah keluar dari Dunia Yin Yang, dirinya tidak akan bisa kembali menggunakan Tubuh Dewa Naga.


“Kucing Manis, sebenarnya aku ingin anakku menjadi orang biasa. Sangat menakutkan ketika dirimu membunuh. Sulit mengendalikan diri saat terpaku akan dendam. Aku tidak ingin anakku merasakan semua itu, tetapi aku tidak menyangka jika anakku Fei Long memiliki kutukan yang sama denganku...” Fei Chen mengepalkan tangannya erat-erat setelah berkata demikian.


“Chen, aku berjanji akan menjaga dan membimbing anakmu. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan seperti dulu. Pasti sangat menyakitkan bukan kau bertahan melalui semua itu sendirian...” Kucing Manis ingin Fei Chen tidak menanggung semua bebannya sendirian.


“Banyak hal yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua, tetapi mungkin sekarang belum waktunya. Aku akan membunuh Xiao Ho Chi, tidak peduli jika aku akan menjadi musuh semua Raja Iblis Agung!” Fei Chen kembali berkata mantap dan mengepalkan tangannya.


“Bocah manusia, mungkin semua ini sudah ditakdirkan. Saat kedua Pemburu Para Dewa bertemu maka dunia akan kembali menyatu. Kau harus mencapai Dunia Atas apapun yang terjadi.” Pedang Gila berkata kepada Fei Chen dan menambahkan jika dirinya akan menjadi pedang untuk dirinya ataupun Fei Long.


“Terimakasih Kucing Manis, Pedang Gila...” Fei Chen tersenyum melihat tubuh Kucing Manis yang berangsur-angsur menghilang, sedangkan Pedang Gila membelah dirinya menjadi dua bagian.


“Pedang Neraka Terdalam, itu akan menjadi pedang anakmu, bocah manusia. Kesadaran diriku yang lain akan mengajarimu anakmu seperti aku mengajarimu,” ucap Pedang Gila sebelum menghilang dari pandangan Fei Chen.


Fei Chen kembali dari Alam Yin Yang dan menemukan Su Xiulan yang menatapnya khawatir. Memang sejauh ini Fei Chen hampir tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya, namun sekarang pemuda itu tanpa sadar meneteskan air mata saat berada di Alam Yin Yang.


“Xiu‘er, semua akan baik-baik saja...” Fei Chen mengelus kepala Su Xiulan dan mengecup keningnya.


“Aku akan menceritakan sedikit kisah tentang Dua Kutukan dan Dewa Kematian...”


Fei Chen menceritakan bagaimana dirinya bisa terdampar di Gunung Menangis, dilatih Dewa Naga dan Raja Neraka hingga harus kehilangan keduanya.


Lalu Fei Chen mengajak Su Xiulan dan Ying Xie untuk menyegel Kutukan Dewa Kematian di tubuh Fei Long.


‘Walau melalui alam bawah sadar, aku ingin Xiu‘er dan Long‘er bertemu walau harus mengorbankan energi kehidupanku...’ Tanpa Su Xiulan dan Ying Xie ketahui, Fei Chen menggunakan teknik lain saat menyegel Kutukan Dewa Kematian.

__ADS_1


__ADS_2