Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 62 - Pendekar Langit Tahap Puncak


__ADS_3

PPFC 62 - Pendekar Langit Tahap Akhir


Setelah beberapa hari berada di Gunung Menangis, Fei Chen mulai bisa menata kembali kehidupannya dan menatap ke depan.


Ingatan Dewa Naga dan Raja Neraka membantu dirinya mengetahui betapa bahayanya Sembilan Kekacauan Surgawi serta tempat bersemayamnya para Iblis yang dikenal sebagai Benua Hitam atau Dunia Bawah.


Fei Chen memusatkan latihannya untuk meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalam serta ilmu pedang selama beberapa bulan kedepan.


Dengan ingatan yang bermunculan didalam kepalanya, Fei Chen ingin membagi antara ilmu tangan kosong dan pedang. Ilmu Dewa Naga akan dia pusatkan sebagai ilmu tangan kosong sedangkan Raja Neraka sebagai ilmu pedang.


Selain itu Fei Chen tidak akan lagi menggabungkan keduanya. Dia juga telah memiliki rencana menciptakan jurus pedang sendiri yang menggabungkan beberapa ilmu Dewa Naga dan Raja Neraka.


Tidak ingin mengalami kejadian yang serupa kembali, Fei Chen terus melatih dirinya hingga mencapai batas kemampuannya. Tidak ada kata lelah ataupun rasa untuk menyerah, yang ada hanyalah pertanyaan besar tentang seberapa kuat dirinya sekarang.


“Apa aku sudah cukup kuat? Tidak, aku harus mencapai ke titik tertinggi yang bisa kuraih saat umurku tujuh belas tahun...” Fei Chen kembali berlatih setelah menjernihkan pikirannya.


Hingga tak terasa tiga tahun telah berlalu, Fei Chen telah mencapai ke titik tertinggi yang bisa dia raih yakni Pendekar Langit Tahap Puncak.


Diusianya yang ketujuh belas, Fei Chen benar-benar memiliki paras yang tampan ditambah dengan tatapannya yang dingin dan dalam.

__ADS_1


Dengan bantuan sumber daya di Gunung Menangis serta ingatan Dewa Naga dan Raja Neraka berhasil mencapai tahap Pendekar Langit Tahap Akhir diusianya yang sangat muda.


Pencapaian ini belum pernah ada sebelumnya. Sosok Fei Chen melebihi kata jenius dan pencapaiannya tidak ada yang bisa menandinginya.


Walaupun telah mencapai Pendekar Langit Tahap Puncak, Fei Chen tidak merasa puas karena dia menyadari dirinya tidak bisa naik ke tahap selanjutnya karena suatu kondisi.


Selain itu untuk menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi membutuhkan kemampuan yang melebihi seorang Pendekar Langit Tahap Puncak.


Fei Chen berpikir keras tentang kondisi tubuhnya yang tidak dapat melakukan terobosan ke tahap selanjutnya. Dia menemukan jawaban tentang Kutukan Raja Neraka, sebuah perjanjian konyol yang hampir dia lupakan.


Ada satu perubahan besar dalam tubuhnya yakni setengah badannya yang memiliki tanda Naga berwarna hitam serta tangan kirinya yang memiliki tanda berwarna api berwarna merah seperti terbakar.


Setelah membuat portal menuju Gunung Menangis, Fei Chen memulihkan tenaga dalamnya dengan menelan Pil Awam Merah.


Untuk mengisi waktu luangnya Fei Chen membangun sebuah rumah sederhana di Gunung Menangis yang berada dekat dengan Danau Phoenix.


Sebuah danau yang dipenuhi aura yang hangat itu memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka.


Setelah tenaga dalamnya pulih Fei Chen berjalan keluar menuju dinding pembatas dan meninggalkan Gunung Menangis tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.

__ADS_1


Fei Chen sudah memantapkan tekadnya bahkan dia membiarkan bagian gelap dalam dirinya menyatu dengan dirinya.


Kali ini Fei Chen kembali dengan dirinya yang berbeda dan langsung menargetkan Kekaisaran Ma sebagai tujuan utamanya.


Namun setelah melewati dinding pembatas dan meninggalkan Gunung Menangis, Fei Chen justru terdampar di sebuah tempat yang tidak dikenal.


Fei Chen menatap sekelilingnya yang dipenuhi pepohonan. Memang syarat untuk keluar dari Gunung Menangis adalah harus siap terdampar disuatu tempat yang ada di dunia ini.


Satu cara yang telah Fei Chen kuasai juga belum bisa digunakan sepenuhnya mengingat dirinya belum membuat portal di Kekaisaran Ma ataupun Kekaisaran Yin selain Gunung Menangis.


“Tempat ini belum pernah kulihat sebelumnya-”


Saat Fei Chen mengatakan itu, tiba-tiba kepalanya berdenyut seolah-olah ingatan Dewa Naga dan Raja Neraka memberitahu tempat asing ini padanya.


Fei Chen terkejut saat sebuah aura berwarna merah dan emas keluar dari dalam tubuhnya dengan sendirinya lalu aura yang seukuran buah anggur itu memutari tubuhnya sebelum menabrak mulutnya berulang kali.


Seolah-olah memberi tanda agar Fei Chen membuka mulutnya, aura itu kembali memutari tubuh Fei Chen cukup lama.


Fei Chen menaikan alisnya dan menangkap aura itu lalu menelannya. Dia tidak merasakan perubahan selama sepuluh menitan, namun beberapa menit setelahnya dia merasa kepalanya serasa mau pecah dan dalam sekejap Fei Chen mendapatkan gambaran tentang dunia ini.

__ADS_1


“Jadi sekarang aku berada di Kekaisaran Chu... Benua Sembilan Petir...” Fei Chen memegang kepalanya dan merasa tidak percaya karena dirinya berada diluar Benua Tujuh Bintang.


__ADS_2