Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 340 - Tambang Kaminari


__ADS_3

PPFC 340 - Tambang Kaminari


Selepas Deshe berpamitan, Fei Chen dan Ichiba bergerak menuju Tambang Kaminari. Seperti yang diketahui Tambang Kaminari dijaga ketat oleh pria bernama Gooru.


Tempat pembuatan senjata yang mengandung unsur petir itu diketahui dijaga oleh tiga ratu s samurai yang bekerja menjadi bawahan Gooru.


Fei Chen sengaja mengelilingi Tambang Kaminari hingga akhirnya Gooru menyadari keberadaannya. Sejumlah panah petir langsung berterbangan ke arah Fengxue.


“Kau!” Ichiba nampak panik saat melihat hujan panah petir yang mengarah pada dirinya.


Fei Chen memegang topengnya dan tersenyum tipis, “Jangan panik Nyonya. Semua akan baik-baik saja.”


‘Tuanku, aku akan bergerak cepat jadi Berhati-hatilah.’ Melalui telepati Fengxue berkata.


‘Tenang saja Fengxue. Kau mengamuklah sesukamu.’ Fei Chen menjawab melalui telepati dan tersenyum saat melihat Fengxue mulai mengepakkan sayapnya.


Ichiba yang tidak dapat mengontrol keseimbangan tubuhnya mau tidak mau memeluk tubuh Fei Chen. Mendapatkan pelukan hangat wanita yang lebih tua darinya, Fei Chen diam dan membiarkan saja.


Ichiba yang menyadari dirinya memeluk tubuh Fei Chen sontak saja dengan sekuat tenaganya mendorong tubuh Fei Chen. Namun kokohnya tubuh Fei Chen justru membuat Ichiba hampir jatuh dan Fei Chen dengan sigap memeluk tubuh wanita itu.


“Apa yang kau lakukan Nyonya? Baru saja memelukku lalu mendorongku!” Fei Chen merapatkan tubuh Ichiba agar wanita itu tidak melakukan sesuatu yang merepotkan untuknya.


Ichiba memberontak dan memukul wajah Fei Chen dengan pukulan lembutnya, “Lepaskan aku! Kurang ajar! Tidak tahu malu!”


Fei Chen pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Ichiba memegang lengannya.


“Nyonya, jika aku dapat mengalahkan Sun Yelong dan membebaskan negeri ini, apa ada yang ingin kau lakukan?” Fei Chen bertanya sambil memperhatikan ratusan panah yang membeku.


Ichiba terdiam. Dia menatap wajah Fei Chen. Pemuda itu menunjukkan keseriusan melawan Sun Yelong. Awalnya Ichiba mengira usaha Fei Chen akan sia-sia karena kemampuan mengerikan Sun Yelong, namun melihat perjuangan gigih pemuda itu akhirnya Ichiba luluh.

__ADS_1


“Aku tidak akan memberitahumu.” Ichiba justru menjawab dengan nada kesal.


“Seperti biasa kau membuatku kesal Nyonya.” Fei Chen hanya tersenyum saat melihat ekspresi Ichiba yang cemberut.


‘Ingat umurmu.’ Fei Chen membatin dan tertawa dalam hati.


Sementara itu Fengxue nampak asyik mengepakkan kedua sayapnya. Hujan es berbenturan dengan panah petir, lalu disusul dengan teriakan menggema dari bawah sana.


‘Tuanku, sepertinya ada orang yang mendekat kemari.’ Fengxue pun memberitahu Fei Chen mengenai hawa keberadaan yang sangat kuat dibawah sana.


Fei Chen sendiri sudah merasakannya dan menyuruh Fengxue untuk melindungi Ichiba.


“Fengxue, kau cukup lindungi wanita ini. Aku akan mengurusnya,” ujar Fei Chen sambil menatap kebawah.


Ichiba mengerutkan keningnya mendengar Fei Chen berbicara sendiri. Wanita ini merasa heran karena Phoenix Es yang dia tunggangi nampak sangat menurut pada Fei Chen.


Ichiba melihat Fei Chen terjun dan tersenyum dingin sambil mengeluarkan pedang dari telapak tangannya.


“Onigari?” Nampak Gooru terkejut karena orang yang melakukan penyerangan adalah Onigari.


Gooru mengalirkan aura tubuhnya pada katana. Kilat petir berwarna emas keluar dari katana miliknya. Terlihat Gooru berusaha mendorong pedang Fei Chen keatas.


“Jadi kau yang menguasai tempat ini?” Fei Chen tersenyum tipis karena mengetahui identitas Gooru sebagai salah satu Tiga Pengawal Shogun.


Membunuh Gooru akan mengurangi kekuatan tempur lawannya dan Fei Chen berniat akan melakukannya. Pertempuran yang tidak terhindarkan terjadi, kedua unsur petir yang hanya berbeda warna saling berbenturan di udara lalu menghilang sebelum muncul kembali.


Gooru memainkan pedangnya dengan sangat lincah dan cepat, begitu juga dengan Fei Chen yang menyambut setiap serangan Gooru. Keduanya terlihat seimbang walaupun sebenarnya Fei Chen bertarung tidak menggunakan segenap kemampuannya.


Fei Chen memperhatikan bagaimana pergerakan Gooru dan setiap serangannya. Hingga akhirnya serangan Gooru yang awalnya terlihat mendominasi menjadi tidak berarti.

__ADS_1


“Bagaimana mungkin?!” Gooru terkejut dan tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Fei Chen dapat menangkis setiap tebasannya dengan mudah.


“Seranganmu mudah dibaca. Aku bahkan bisa menebaknya.” Fei Chen mengayunkan tebasan yang penuh dengan Qi.


Saat Gooru melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Fei Chen, serangan Gooru dimentalkan dengan mudah bahkan katana yang Gooru pegang terlepas.


Fei Chen tanpa berpikir dua kali memotong tangan Gooru dan menebas perut pria tersebut. Fei Chen berniat mengakhiri nyawa Gooru namun dia merasa masih bisa memanfaatkan Gooru sehingga Fei Chen menggunakan Ilusi Naga Giok kepada Gooru.


“Mulai sekarang aku adalah Tuanmu.” Fei Chen menjentikkan jarinya di hadapan Gooru yang menyerang kesakitan.


Seketika Gooru terdiam. Fei Chen melihat sekelilingnya dan menatap ratusan samurai yang menatap dirinya waspada.


‘Para tahanan disini sepertinya-’ Saat Fei Chen menyapu pandannya mencari lokasi para tahanan, dia dikejutkan dengan sosok Uzui yang babak belur.


“Apa yang dilakukan orang itu disini?” Fei Chen menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia memberikan perintah pada Gooru untuk membunuh tiga ratus samurai yang menjadi bawahannya.


“Gooru, bunuh semua bawahanmu.” Fei Chen berkata pada Gooru yang menganggukkan kepalanya.


Tanpa pikir panjang Gooru menyerang tiga ratus samurai dan itu membuat bawahannya terkejut. Sebelum mereka menyadari lebih jauh, Fei Chen berinisiatif menghabisi nyawa mereka semua karena menyadari kemampuan Gooru yang melemah karena kehilangan satu tangannya.


Mengingat Suidan yang menguasai Ladang Yasai, Fei Chen memikirkan sesuatu yang tidak pernah dia rencanakan sebelumnya.


Pandangan Fei Chen jatuh pada Gooru yang tidak lebih dari sekedar mayat hidup dan benar saja beberapa menit kemudian Gooru mati karena tidak mampu bertahan hidup dibawah tekanan Ilusi Naga Giok.


Setelah itu Fei Chen mendatangi Uzui dan memberikan sebuah pil pada pria tersebut.


Fei Chen yakin jika Uzui belum mengetahui bahwa Onigari adalah dirinya. Sehingga Fei Chen berniat tetap menyembunyikan identitasnya di hadapan Uzui.


“Semuanya dengarkan aku...”

__ADS_1


Fei Chen menatap para tahanan budak sebelum mengajak mereka semua untuk menjadi bawahannya dan bergabung ke dalam pasukan pemberontakan.


__ADS_2