Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 88 - Fenomena Remaja


__ADS_3

PPFC 88 - Fenomena Remaja


“Aku akan memulainya...” Fei Chen mulai menyentuh punggung Xi Taohua dan Zhang Xue secara bersamaan.


Jari-jemari Fei Chen bersentuhan langsung dengan kulit mulus kedua wania itu. Xi Taohua dan Zhang Xue sama-sama merah padam wajahnya.


Fei Chen tidak mengeluarkan sepatah katapun saat mulai mengalirkan tenaga dalam dan aura tubuhnya untuk merangsang titik meridian kedua wanita itu.


Proses ini berlangsung sekitar satu jam lebih dan akhirnya Fei Chen berhasil membuka kembali titik meridian keduanya.


‘Tubuh Raja Neraka membuat semuanya menjadi mudah...’ Fei Chen menghela nafas panjang dan menyeka keringatnya.


“Junior Fei, apakah kita sudah selesai?” Xi Taohua bertanya untuk memastikan sambil merasakan kehangatan yang membungkus tubuhnya.


‘Hanya seperti ini? Aku mengira kami akan melakukan itu...’ Zhang Xue ingin menghilang karena menahan rasa malu akan pikirannya yang mengkhayal terlalu jauh.


“Ya, kita telah selesai.” Fei Chen tetap duduk dan enggan untuk berdiri karena sebuah alasan.


“Bisa minta tolong panggil yang lainnya.” Fei Chen kembali berkata.


Xi Taohua mengangguk dan langsung memakai pakaian atasnya, ‘Ini sangat memalukan!’ Tanpa sadar Xi Taohua langsung berlari keluar ruangan setelah memakai kembali pakaian atasnya.


“Tu-tunggu...” Zhang Xue juga terlihat begitu malu.


Setelah keduanya pergi Fei Chen kembali menghela nafas panjang, “Ini membuatku gila! Bagaimana bisa dulu diriku bisa tenang saat menyembuhkan wanita sialan itu!”


Fei Chen mengingat saat dirinya menyembuhkan Hua Ying. Menyadari betapa polosnya dirinya membuat Fei Chen malu sendiri.


Sekarang dia telah dewasa dan tentu saja melewati semua ini tidak mudah. Fei Chen menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya.

__ADS_1


“Patriark Fei, kami masuk...” Suara lembut Hua Ruyun mengagetkan Fei Chen. Wanita berumur tiga puluh dua tahun itu masuk bersama Xiu Ziwei.


“Ketua Fei, apa saja yang telah kau lakukan dengan Senior Xue dan Senior Taohua?” Xiu Ziwei bertanya. Gadis berumur dua puluh lima tahun itu menatap Fei Chen penuh selidik.


“Dasar pemimpin mesum!” ejek Xiu Ziwei dengan tatapan jijik menatap Fei Chen.


Mata Fei Chen melebar tajam dan langsung berdiri menghampiri Xiu Ziwei.


“Apa yang barusan kau katakan padaku?! Mesum? Sebenarnya apa yang kalian pikirkan tentang diriku?!” Fei Chen menatap tajam Xiu Ziwei yang memalingkan wajahnya.


“Hei, tatap wajahku dan jangan berpaling!” Fei Chen tidak terima dengan ejekan Xiu Ziwei padanya.


“Patriark Fei, ehem, Chen‘er, kau ini lebih muda dariku ataupun Wei‘er. Jaga sopan santunmu walaupun kau seorang Patriark!” Hua Ruyun menegur Fei Chen dengan ekspresi malu bahkan ikut memalingkan wajahnya.


‘Dia memarahiku?’ Fei Chen merasakan sensasi lain saat dirinya dimarahi Hua Ruyun.


“Lihat dirimu itu! Kau tidak punya malu!” Xiu Ziwei menunjuk bagian bawah tubuh Fei Chen tepatnya celana panjang dipakai pemuda itu.


“Hmmm?” Fei Chen menoleh kebawah dan seketika wajahnya merah padam. Berkat pengetahuan yang diwariskan Dewa Naga dan Raja Neraka, Fei Chen mengutuk dirinya yang sulit mengendalikan diri.


“Ini fenomena umum di kalangan remaja laki-laki! Semua ini wajar karena umurku telah menginjak tujuh belas tahun! Kalian berdua jangan salah paham-”


“Chen‘er, boleh aku memanggilmu begitu mulai sekarang. Kau terlihat sangat manis dengan ekspresi itu...” Hua Ruyun menggoda Fei Chen dan mengeledeknya.


“Dasar monster buas. Itu lebih mirip golok... Tidak sepertinya pedang. Penilaian diriku terhadapmu berubah pemimpin mesum.” Xiu Ziwei kembali menatap jijik Fei Chen.


‘Sialan! Ini sangat memalukan!’ Fei Chen mengumpat dan memejamkan matanya sambil menarik nafas sedalam mungkin.


“Lupakan kejadian barusan. Kita langsung mulai penyembuhannya.” Fei Chen berbalik.

__ADS_1


“Hihi... dasar tidak jujur...” Hua Ruyun tertawa lirih sambil menutup mulutnya.


“Chen‘er...” Hua Ruyun menyebut nama Fei Chen sambil melepaskan pakaian atasnya.


“Hah?”


“Kau bersikap dingin dan terlihat tidak peduli terhadap kami, tetapi tubuhmu berkata jujur bukan?“ Kali ini Fei Chen benar-benar di buat malu oleh Hua Ruyun.


“Kau mungkin tidak mengetahuinya, tetapi kami bersedia melakukan ini dengan satu syarat yaitu kelak kau harus menikahi kami semua. Bahkan Wei‘er jatuh hati padamu saat kau membunuh dua penyusup itu.” Hua Ruyun tertawa lirih sambil mencolek lengan Xiu Ziwei.


“Bibi Ruyun!” Xiu Ziwei memerah wajahnya, sedangkan Fei Chen terdiam.


‘Aku benci situasi ini!’ Fei Chen mengumpat dalam hatinya dan ingin segera menyelesaikan semuanya dengan cepat.


“Tunggu sebentar, aku menikahi kalian? Sejak kapan aku menjanjikan hal itu pada kalian-” Fei Chen tidak melanjutkan perkataannya dan mengingat perkataan Qiao Mi.


‘Jadi aku yang salah paham atau mereka yang salah paham?’ Fei Chen bertanya pada diri sendiri dan mengusap wajahnya secara kasar.


“Janji harus ditepati. Aku memandangmu sebagai pria yang dapat memegang teguh pendiriannya dan menepati janjinya.” Hua Ruyun menatap serius Fei Chen karena pemuda itu terlihat enggan berurusan serius dengan mereka.


“Aku mengerti, jadi bisa kita memulainya?” Tatapan Fei Chen berubah dingin dan membuat Hua Ruyun ataupun Xiu Ziwei langsung terdiam mengikuti perkataan pemuda itu.



[Hua Ruyun, Ratu Mawar Berduri, Umur 32 Tahun] [Sumber : Pinterest]



[Xiu Ziwei, Ratu Bunga Aura, Umur 25 Tahun] [Sumber : Pinterest]

__ADS_1


__ADS_2