Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 120 - Besar, Panjang Dan Berurat


__ADS_3

PPFC 120 - Besar, Panjang dan Berurat.


“Cih! Dia benar-benar menghancurkan sekelilingnya!” Fei Chen mendecakkan lidahnya saat merasakan aura mematikan yang keluar dari tubuh Su Xiulan.


Su Xiulan menunjukkan sisi yang belum pernah Fei Chen lihat sebelumnya. Wanita berambut putih itu menghancurkan sekelilingnya hanya menggunakan selendang berwarna hitam.


Fei Chen terbang melesat lebih tinggi dan menatap Kota Xuangang dari atas. Dia sangat yakin jika kota ini akan hancur jika Su Xiulan mengamuk.


Akhirnya Fei Chen turun kebawah dan melepaskan satu pukulan yang dipenuhi Qi ke arah Su Xiulan.


Dengan mudah Su Xiulan menahannya lalu melilit tangan kanan Fei Chen menggunakan selendangnya.


“Kau masih sangat lemah, manusia rendahan! Para Dewa bodoh itu mendidik manusia! Manusia lebih menakutkan dari binatang buas ataupun makhluk keji! Mereka akan menunjukkan taringnya dan mereka adalah makhluk hidup yang berbahaya!”


Perkataan Su Xiulan membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.


“Katakan padaku siapa dirimu sekarang ini? Dari perkataanmu kau seperti mengenal orang yang mendidikku hanya dengan merasakan auraku?” Kali ini Fei Chen tidak menahan diri, dia melepaskan lilitan selendang berwarna hitam yang membuat tulang tangan kanannya hampir retak.


“Aku adalah Mao Ruyue, Sang Dewi Iblis. Wanita bernama Su Xiulan ini adalah wadahku karena dia adalah Jelmaan Dewi Iblis.” Su Xiulan tersenyum menyeringai sambil menggerakkan selendangnya untuk menyerang Fei Chen.

__ADS_1


Selendang Su Xiulan menghancurkan apa saja yang tersentuh dan akibat dari pertarungan keduanya kini halaman depan rumah milik Hen Dong benar-benar hancur.


“Aku berbeda dengan para Dewa bodoh yang mengajari manusia untuk mencari Sembilan Pusaka Dewa atau menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi! Aku lebih memilih untuk menghancurkan dunia ini ataupun dunia atas!” Tawa Mao Ruyue dalam tubuh Su Xiulan menggelegar dan membuat Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka.


“Dewa Naga dan Raja Neraka, mereka berdua yang menjadi Gurumu bukan?” Kedua bola mata Fei Chen melebar saat Mao Ruyue mengatakan itu.


“Kau mengenal mereka?” Fei Chen tersenyum selepas itu dan melepaskan sebuah tebasan yang dipenuhi energi pedang.


Selendang Su Xiulan tiba-tiba berubah menjadi begitu keras dan berbenturan langsung dengan pedang Fei Chen dan membuat suara yang begitu nyaring.


“Kau memancingku untuk bertarung diatas sana bukan? Baiklah, aku akan melayanimu manusia rendahan! Pada akhirnya kau akan kalah! Setelah itu aku akan membunuh manusia sampah dibawah sana!” Mao Ruyue terbang dengan kecepatan tinggi melewati awan demi awan mengejar Fei Chen saat mengatakan itu.


Kemampuan Mao Ruyue yang mengendalikan tubuh Su Xiulan melebihi Fei Chen. Jika Mao Ruyue terlepas maka sudah pasti kemampuannya mencapai Pendekar Dewa Tahap Puncak.


Mao Ruyue benar-benar menggunakan selendang Su Xiulan dengan baik, “Percuma saja! Pada akhirnya kau tidak akan mampu memenuhi permintaan kedua Gurumu itu manusia rendahan!”


Tiba-tiba selendang Su Xiulan memanjang dan menjadi banyak. Kemudian melesat dengan kecepatan tinggi kearah Fei Chen.


‘Sial! Karena berlatih menguasai Qi sekarang staminaku melemah! Ini tidak baik!” Fei Chen menghindari serangan selendang Su Xiulan yang serasa seperti menghujam dirinya.

__ADS_1


Selendang itu bukannya mengenai kepala atau badan Fei Chen justru merobek pakaian bawah Fei Chen karena pemuda itu menghindar dengan gesit.


“Sial!” Fei Chen mengumpat sedangkan Mao Ruyue berhenti menggerakkan selendangnya.


Mata Mao Ruyue melebar sepenuhnya saat melihat sesuatu yang besar, panjang dan berurat dibeberapa bagian walaupun sesuatu tersebut belum sepenuhnya tegak berdiri menantang langit.


“GLEK...”


Suara ludah terdengar dari tenggorokan Su Xiulan yang sekarang tubuhnya dikendalikan Mao Ruyue. Bisa dibilang Mao Ruyue yang melihat semuanya dan bukan Su Xiulan.


“Manusia laknat! Rendahan! Sampah! Serangga! Beraninya kau memperlihatkan benda menjijikkan itu padaku?!”


Fei Chen sendiri merasa begitu malu, “Mulutmu itu benar-benar kasar, Mao Ruyue! Bukankah kau yang merobeknya?! Jadi ini bukan kesalahanku!” Namun tidak ada lagi suara Mao Ruyue yang terdengar.


Fei Chen membenarkan pakaian bawahnya yang robek saat merasakan aura ditubuh Su Xiulan berangsur-angsur normal.


Fei Chen sekarang sedang kebingungan karena sisi dirinya merasa kejadian barusan sangat beruntung namun sekaligus memalukan. Disisi lain ada sisi dirinya yang tidak terima jika perbedaan kekuatan antara dirinya dan Mao Ruyue sangatlah jauh.


Dengan kecepatan tinggi Fei Chen menggendong tubuh Su Xiulan yang hampir terjun bebas kebawah.

__ADS_1


“Mao Ruyue, kau mendengarku bukan? Pertarungan kita belum usai. Selanjutnya aku akan benar-benar mengalahkanmu!”


Setelah itu Fei Chen turun dengan kecepatan tinggi dan mendarat didepan kediaman rumah mewah milik Hen Dong yang sekarang telah menjadi miliknya atas persetujuan Xhin Li Wei.


__ADS_2