Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 358 - Utara Kota Hamu


__ADS_3

PPFC 358 - Utara Kota Hamu


Kota Hamu dihebohkan dengan kemunculan Onigari yang melakukan pembantaian terhadap Gagak Hitam. Para penduduk yang tinggal disana terlihat antusias menyambut rencana Onigari yang ingin membebaskan Kekaisaran Kai.


Desas-desus kabar ini berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Seketika menyebar dengan cepat hingga semua penduduk Kota Hamu memilih bungkam pada orang luar dan mendukung Onigari sepenuhnya.


Namun untuk melakukan semua itu tidak mudah. Setelah Onigari mengambil alih Kota Hamu, kabar kedatangan Iblis Kembar Air terdengar dan Rei Bersaudara itu telah membantai penduduk tak bersalah yang tinggal di dekat sungai.


“Kakak Zhu, sebaiknya kau disini bersama Nyonya Futaba terlebih dahulu. Aku akan mencari jejak keberadaannya Iblis Kembar Air. Aku rasa kedua orang itu mengincar nyawaku.” Fei Chen meminta San Zhu berada di kediaman Futaba setelah dia menyuruh Hukong keluar kota mencari jejak keberadaan Iblis Kembar Air.


“Aku menjaga wanita simpananmu? Baru saja membuatku kesulitan berjalan kau sudah bermain dengan wanita lain dibelakangku!” San Zhu menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan Fei Chen yang selalu memikat perempuan.


Fei Chen sudah menjelaskan namun tetap saja San Zhu measaa Fei Chen melakukan tindakan yang memikat perempuan.


Memang setelah mengajaknya keluar dari Gunung Menangis, Fei Chen mengatakan kepada San Zhu jika diirnya akan menuju Negeri Es.


San Zhu pun memaksa ikut. Keduanya sempat berdebat hebat sebelum akhirnya San Zhu cemberut karena Fei Chen membawanya ke sebuah bangunan yang merupakan kediaman dari seorang wanita.

__ADS_1


Terlebih wanita itu merupakan seorang janda. San Zhu yang sebal akhirnya menyindir Fei Chen berulang kali hingga akhirnya Fei Chen terbiasa dengan sindirannya.


“Dasar buaya!” kesal San Zhu saat Fei Chen sudah pergi meninggalkan dirinya.


San Zhu yang merasa kesal duduk di depan rumah Futaba. Hingga akhirnya Futaba terbangun dan menemukan San Zhu yang sedang duduk sambil menggerutu tidak jelas.


“Nyonya, apa yang kau lakukan didepan rumahku?” Futaba bertanya karena takut San Zhu adalah mata-mata atau pembunuh kiriman Kuroma.


San Zhu langsung menatap Futaba tajam dan menyapanya, “Salam kenal Nyonya Futaba. Aku San Zhu, salah satu wanita pria bertopeng yang dikenal sebagai Onigari. Apa kau juga wanita pria bertopeng itu?”


Keduanya bersamamu sebelum akhirnya berkenalan. San Zhu diajak masuk rumah oleh Futaba dan keduanya mulai membicarakan sosok Fei Chen. San Zhu mengira Fei Chen dan Futaba sudah melakukan hubungan yang jauh, namun dirinya salah.


“Jadi kalian berdua belum melakukan itu?” San Zhu bertanya kepada Futaba untuk memastikan.


Futaba menggelengkan kepalanya, “Tentu saja tidak Nyonya San Zhu. Aku ditolong oleh Tuan Onigari saat aku hendak diperkosa. Untuk beberapa saat dia membantuku hingga akhirnya kami berada di luar kota atau lebih tepatnya permukiman nelayan...”


Futaba menahan ucapannya karena masih syok dan sedih atas apa yang terjadi di permukiman nelayan. Jelas Futaba mengetahui jika sebuah pembantaian terjadi di permukiman nelayan.

__ADS_1


“Sepertinya kau mengalami hal yang berat Nyonya Futaba. Tidak perlu memaksakan diri untuk bercerita. Sebagai sesama wanita, aku mengerti apa yang ingin kau katakan padaku.” San Zhu tersenyum kepada Futaba dan merasa bersalah karena mengira Futaba adalah wanita yang pandai merayu laki-laki sehingga Fei Chen jatuh padanya.


Saat San Zhu dan Futaba mengakrabkan diri, Fei Chen bertemu dengan Hukong yang menunggunya di luar kota.


“Apa kau menemukan petunjuk Hukong?” Fei Chen bertanya kepada Hukong karena Binatang Suci tersebut telah dia suruh untuk melacak hawa keberadaan Iblis Kembar Air.


“Permukiman nelayan... Aku sangat yakin itu adalah ulah mereka berdua Tuanku. Aku sendiri merasa bahwa kedua orang itu pergi kearah utara.” Hukong menunjuk sebuah bukit setelah merasakan samar-samar hawa keberadaan pendekar.


Fei Chen yang mengerti langsung meminta Hukong kembali ke bayangannya. Bergegas Fei Chen menuju utara Kota Hamu atau lebih tepatnya sebuah hutan berbukit.


Bersamaan dengan Fei Chen yang bergegas menuju utara Kota Hamu, di tempat yang Fei Chen tuju terlihat seorang wanita paruh baya menangis lemah karena baru saja diperkosa oleh kedua pria kembar.


“Aku tidak menyangka jika wanita ini adalah selir dari Gara Kagura,” ucap pria kembar itu.


“Ya, kita benar-benar beruntung,” sahut pria kembar yang lainnya.


Wanita yang menangis lemah itu menatap jijik tubuhnya dan begitu putus asa saat tubuhnya bergoyang karena hentakan kuat salah satu pria kembar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2