
PPFC 373 - Pertarungan Akhir
Suara pertarungan menggema seisi Pulau Onigawara. Tidak pernah Mao Gang dan Sun Yelong kira jika kemunculan Fei Chen membuat rencana yang mereka jalankan bertahun-tahun berada di ujung tanduk.
“Inikah kekuatan Dewi Iblis?!” Mao Gang tubuhnya penuh dengan luka dan menatap sosok Fei Chen yang memegang Pedang Raja Neraka melayang di udara.
Sedangkan Sun Yelong masih melakukan pertarungan sengit dengan Fei Chen yang tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Semburan api Sun Yelong ataupun sabit angin serta badai petir tidak ada satupun yang mencapai tubuh Fei Chen.
Amukan sang Naga Iblis itu sama sekali tidak berarti dihadapan Mao Ruyue yang mengendalikan tubuh Fei Chen.
‘Seberapa kuat Dewi Iblis ini! Gravitasi dan serangannya ini membuat kami seperti ini!’ Sun Yelong tidak habis pikir jika Fei Chen memiliki kartu As tersembunyi yang mengerikan.
“Sepertinya pertarungan ini sudah mencapai batasnya bukan? Sosok seperti kalian yang mewarisi kekuatan kuno justru berada dijalan yang sesat. Aku yakin orang itu akan senang mengetahui bahwa melihat manusia saling membunuh. Tetapi aku tidak peduli dengan semua itu karena aku menemukan manusia yang menarik. Dia memiliki Raja Neraka dan aroma Dewa Naga.” Fei Chen tersenyum dingin saat berkata demikian.
“Jadi kau juga mengenal orang itu? Kurasa semua Raja Iblis Agung berniat membubuh orang dibelakang Zmeya! Kekerasan adalah hal brutal yang menjadi hukum alam dunia ini! Kau setuju denganku bukan, Raja Neraka? Tidak, Dewi Iblisku?” Mao Gang tersenyum lebar karena mengetahui orang yang berbicara sebenarnya adalah Mao Ruyue.
“Matilah!” Fei Chen melepaskan Energi Iblis yang membuat langit menjadi hitam dan petir menggelegar dengan keras.
Tak lama Pedang Raja Neraka bercahaya berwarna hitam dan hanya dalam satu kali ayunan Pulau Onigawara terbelah menjadi dua bagian. Tubuh Mao Gang yang hampir terpotong, namun Mao Gang harus merelakan tangan kanannya saat menghindar sedangkan Sun Yelong mendapatkan luka serius didadanya.
__ADS_1
Sebelum keduanya bertindak lebih jauh, Fei Chen terbang rendah bersamaan dengan portal berwarna hitam yang muncul.
“Aku akan memindahkan mereka bertiga termasuk Ichiba. Tugasmu sudah selesai Yue‘er. Aku sudah bisa mengendalikan Nadi Api Neraka, mereka dapat kuakhiri dengan mudah.” Fei Chen melepaskan Aura Raja Neraka dalam jumlah yang sangat besar hingga laut berombak.
“Sun Yelong, ikut denganku. Sekarang kita tidak bisa mengalahkannya dan aku akan membalas perbuatannya!” Mao Gang tidak pernah menyangka dirinya akan mengalami kekalahan telak seperti ini.
Sun Yelong sepemikiran dengan Mao Gang, namun dia menikmati sensasi lain dan ingin bertarung habis-habisan melawan Fei Chen.
“Tidak, Mao Gang! Aku akan mengalahkannya! Hanya satu orang yang pantas menyandang gelar sang Raja! Aku berbeda dengan para pengecut seperti kalian! Jika aku dikalahkan olehnya disini maka hanya segitu saja kemampuanku!” Sun Yelong mengubah wujudnya menjadi setengah Naga.
Mao Gang mengumpat dan berniat melarikan diri sendirian namun dia tidak bisa menciptakan portal.
“Yue‘er telah menyegel kemampuanmu! Kalian berdua sudah tamat! Aku memiliki Pedang Pembasmi Iblis ataupun Segel Langit!” Fei Chen mengeluarkan Pedang Pembasmi Iblis dan membuat wajah Mao Gang berkeringat dingin.
Sedangkan Sun Yelong tertawa, “Tidak kusangka akan ada saat dimana diriku akan dibunuh oleh bocah! Raja Neraka, dengan kekuatanmu itu kenapa kau tidak menggunakannya sejak pertama kali kita bertemu?!”
“Saat itu aku belum mengenal Dewi Iblis. Namun setelah mengenalnya aku memiliki kekuatan sebesar ini.” Fei Chen menatap tajam Sun Yelong yang tidak terlihat takut bahkan setelah mengetahui dirinya memiliki Segel Langit.
“Manusia yang bahkan dapat seorang Dewi Iblis tunduk padanya? Sepertinya aku salah berurusan dengan orang.” Mao Gang putus asa saat mengetahui kejujuran Fei Chen terhadap Mao Ruyue.
__ADS_1
Tanpa belas kasih Fei Chen memotong kepala Mao Gang. Dia berbohong memiliki Pedang Pembasmi Iblis dan Fei Chen mencoba melakukan hal lain karena ingin mengetahui kebenaran tubuh para Raja Iblis Agung.
Benar saja kepala Mao Gang dapat tumbuh kembali dan saat itu juga Mao Gang dengan ekspresi begitu marah menatap benci Fei Chen.
“Kau berbohong padaku? Jadi yang kau katakan semuanya juga bohong! Bagus bocah karena kau telah membuatku marah!” Mao Gang tersenyum lebar sebelum tubuhnya meledak dan menghancurkan seluruh Pulau Onigawara.
Sun Yelong yang terkenal akan fisiknya yang kuat saja terpental saat mengubah wujudnya menjadi Naga, sedangkan Fei Chen menggunakan hampir seluruh Aura Raja Neraka untuk melindungi dirinya.
Melihat Mao Gang sudah tidak ada, Fei Chen berdecak kesal. Tidak pernah dia sangka Mao Gang dapat melakukan hal seperti itu.
“Kelemahannya adalah kepala. Namun dia dapat mati hanya dengan Pedang Pembasmi Iblis. Aku mendapatkan informasi yang berguna. Selanjutnya kau akan mati ditanganku Mao Gang!” Fei Chen tertawa pelan karena mengetahui kelemahan Mao Gang.
Sedangkan Sun Yelong dalam kondisi yang tidak begitu bagus. Dalam wujud fisik terkuatnya sebagai Naga, Sun Yelong sudah tidak dalam keadaan maksimal menggunakan kemampuannya.
Perlahan tubub Sun Yelong berubah menjadi Manusia sebelum akhirnya tubuhnya yang kekar itu hancur. Fei Chen yang melihat hal ini terkejut karena dalam hidupnya dia tidak menyangka akan pusaka mengerikan yang digunakan Sun Yelong.
Saat Fei Chen tercengang sebuah cahaya berwarna putih menyilaukan matanya dan saat itu juga Mao Ruyue menjelaskan kepada Fei Chen jika semua ini berkaitan dengan dirinya.
‘Dewa Naga memiliki satu penyesalan karena dendam dan amarahnya terhadap manusia. Emosi yang dimiliki Dewa Naga menciptakan pusaka yang mengerikan dan selalu merenggut penggunanya. Namun manusia bernama Sun Yelong yang berubah menjadi Iblis ini dapat menguasai kekuatan mengerikan itu...’ jelas Mao Ruyue.
__ADS_1
‘Namanya adalah Baju Naga Sesat...’