
PPFC 168 - Guncangan Buas Wujin
Tidak sampai dua hari Fei Chen sudah membaur dengan para penduduk. Fei Chen sudah mengetahui luas Daerah Wujin dan dia berniat menjadikan wilayah ini sebagai Kota Pertanian.
Kini bangunan baru terlihat sedang dalam pembangunan. Para penduduk bergotong royong saat mengetahui keinginan Fei Chen untuk membuat Daerah Wujin menjadi lebih baik.
Sebagian penduduk fokus pada pembangunan infrastruktur dan sebagian lainnya fokus dalam membuka lahan pertanian.
Liu Xianlin dan Jia Li dibuat berdecak kagum melihat bagaimana Fei Chen mendapatkan kepercayaan penduduk Wujin. Tindakan pemuda itu selalu membuat keduanya tercengang karena mengagumi.
Tak jarang juga Liu Xianlin dan Jia Li ikut membantu. Berbeda dengan Jia Li yang seorang pendekar, Liu Xianlin lebih dulu kelelahan setelah membantu penduduk Wujin.
“Jangan memaksakan diri, Kakak Liu.” Fei Chen tersenyum hangat pada Liu Xianlin yang sedang menyeka keringat.
“Chen‘er... Jika rencanamu terealisasikan, maka tempat ini akan menjadi bukti pencapaianmu...”
“Ya, untuk itu aku akan terus bertambah kuat dan melindungi semuanya.”
Fei Chen menyuruh Liu Xianlin duduk dan melihat bangunan dengan ukurin naga yang telah jadi itu. Bangunan itu adalah kediaman Fei Chen yang diberikan para penduduk secara cuma-cuma.
Sebagai gantinya Fei Chen memberikan uang dari hasil rampasannya di Sekte Iblis Buas pada Wu Hutong untuk dikelola. Dalam kurun waktu dua minggu, kondisi di Wujin berubah total.
Para penduduk Wujin tidak lagi kelaparan dan mereka juga tidak lagi hidup dalam ketakutan setelah mengetahui sosok penguasa negeri ini tidak seperti Ma Zhangsun.
Saat ini Fei Chen sedang terbang melayang menatap Wujin dari ketinggian. Pemandangan sawah dan lahan sayuran yang membentang luas membuat Fei Chen tersenyum bangga.
“Dengan ini mereka tidak perlu kelaparan lagi. Beberapa bulan lagi akan kelihatan hasilnya. Selain itu aku juga sudah memberikan berbagai macam bibit sumber daya pada mereka. Aku yakin mereka semua bisa mengelolanya dengan baik...”
Tidak pernah dalam mimpi terindahnya sekalipun Fei Chen akan bernasib seperti ini. Melihat orang lain tersenyum dan kembali tertawa adalah suatu kebahagiaan tersendiri dihatinya.
Saat kembali ke bangunan dengan taman yang indah serta kolam air panas yang berada dibelakang rumah, Fei Chen disambut oleh Liu Xianlin yang sedang mencoba memasak umbi-umbian untuk dirinya dan Jia Li.
Fei Chen memberikan rumah ini dengan sebutan Rumah Hijau Daun. Sikap Liu Xianlin itu membuat Fei Chen tersenyum hangat dan tindakannya ini membuat Liu Xianlin salah tingkah.
Saat Fei Chen hendak pergi menuju kolam air panas untuk menghangatkan tubuhnya, Wu Hutong datang bersama beberapa penduduk yang baru selesai bertani.
“Yang Mulia, maaf mengganggu...” Wu Hutong dengan nafas terengah-engah menjelaskan kepada Fei Chen jika di wilayah barat Wujin diserang Singa Bersayap Api yang merupakan Binatang Iblis Tahap Langit.
“Sepertinya akan ada Guncangan Buas...” Fei Chen menebak mengingat Singa Bersayap Api merupakan Binatang Iblis Tahap Langit.
Dan perlu diingat Binatang Iblis Tahap Langit tidak akan melakukan pergerakan secara terang-terangan jika bukan karena Guncangan Buas.
Jia Li yang selesai makan sore langsung bergabung dengan Fei Chen dan tertarik menghentikan Guncangan Buas.
“Kalian tidak perlu panik. Aku dan Lili akan mengurusnya.”
Akhirnya Fei Chen menyanggupi keinginan Jia Li. Sebelum pergi Fei Chen berpamitan dengan Liu Xianlin.
‘Hanya ini yang bisa kulakukan...’ Liu Xianlin menatap punggung Fei Chen yang menjauh sambil melambaikan tangan.
“Kenapa aku seperti wanita yang berlatih menjadi istrinya?” Liu Xianlin menghela nafas panjang gelisah akan perasaannya yang semakin kuat kepada Fei Chen.
Sedangkan Fei Chen tersenyum setelah mendengar ucapan Liu Xianlin yang pelan. Setelah itu dia terbang dengan kecepatan tinggi menyusul Jia Li menuju tempat yang dimaksud oleh Wu Hutong.
__ADS_1
Apa yang Fei Chen dan Jia Li temukan adalah gerombolan Binatang Iblis Tahap Raja yang datang bersama sepuluh Singa Bersayap Api.
“Ini bagus untuk berlatih. Chenchen bisa serahkan masalah ini padaku?” Jia Li sangat percaya diri menghadapi Guncangan Buas sendirian.
“Aku akan melawan sepuluh Singa Bersayap Api dan kau sisanya.” Fei Chen tidak habis pikir jika Jia Li akan bertindak gegabah seperti itu.
‘Sepertinya dia marah karena aku menunda mengajarinya menguasai Ilmu Dewi Pedang...’ Fei Chen merasa bersalah dan memperhatikan pertarungan Jia Li yang membunuh setiap Binatang Iblis Tahap Kaisar dalam satu kali tebasan pedangnya.
‘Bukankah dia semakin kuat dan sadis? Tetapi kenapa dia terlihat seperti orang kelelahan?’ Fei Chen menelan ludah melihat Jia Li yang tidak berkedip saat membunuh.
“Pengalaman pahit membuatnya seperti ini...” Fei Chen akhirnya tersenyum tipis karena mengetahui Jia Li telah memiliki tekad yang sesuai akan pemikirannya.
“Maaf, aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu pertarungannya Lili...”
Fei Chen menghadang sepuluh Singa Bersayap Api sebelum mengalirkan Qi pada sebilah pedangnya. Sama halnya seperti Jia Li, Fei Chen juga membunuh kesepuluh Singa Bersayap Api dalam satu kali tebasan.
Setelah membunuh Fei Chen memberi tanda pada Wu Hutong dan penduduk agar mendekat. Dia menggelengkan kepalanya melihat ekspresi ketakutan para penduduk.
“Kalian bisa mengambil dagingnya. Kita adakan pesta meriah di Wujin selama beberapa hari kedepan.”
Mendengar ajakan Fei Chen tentu saja membuat para penduduk bersemangat. Namun semua orang itu terlihat ketakutan saat melihat bagaimana Jia Li membunuh Binatang Iblis tanpa belas kasih.
“Seperti yang diharapkan dari istri Yang Mulia...”
“Dewi Pedang Giok... Dia terlihat cantik dan indah walaupun berlumuran darah...”
Fei Chen hanya tersenyum tipis mendengar ucapan para penduduk tentang Jia Li. Hingga akhirnya pertarungan yang dilakukan Jia Li mulai berat sebelah saat gadis itu kehilangan banyak tenaga.
“Chenchen, sepertinya aku harus berlatih lagi...” Jia Li merasa kesal karena dirinya kehabisan banyak tenaga.
“Aku akan mengabulkan permintaanmu Lili. Sebelum kita kembali ke Istana Ma, aku akan mengisi waktu luang untuk melatih dirimu itu.” Fei Chen berkata dan membuat Jia Li memeluknya.
“Chenchen, aku mencintaimu!”
“Lili, kau terlalu bersemangat...”
Walaupun telah tumbuh menjadi gadis cantik sifat Jia Li tetap sama dan itu membuat Fei Chen bahagia.
Setelah itu Fei Chen bersama para penduduk memotong bagian tubuh Binatang Iblis. Dengan banyaknya tubuh Binatang Iblis, Fei Chen memberikan Cincin Ruang kepada Wu Hutong untuk menyimpan persediaan makanan.
Disisi lain Jia Li mengumpulkan Permata Iblis dan bermeditasi diatas bukit. Gadis itu berniat menyerap seluruh khasiat Permata Iblis dari Binatang Iblis yang dia bunuh.
“Sembilan puluh Permata Iblis...” Jia Li menggumam setelah selesai menghitung jumlah Permata Iblis yang dia ambil.
“Seratus...” Fei Chen duduk disamping Jia Li dan memberikan sepuluh Permata Iblis milik Singa Bersayap Api.
“Chenchen...”
“Terimalah, ini berguna untukmu. Aku akan kembali. Apa kau tidak ikut?” Fei Chen tersenyum hangat pada Jia Li yang menerima sepuluh Permata Iblis pemberiannya.
“Aku akan bermeditasi sampai pagi. Selain itu aku akan menyerap seluruh khasiat Permata Iblis ini dan melatih kembali pernafasanku...” Jia Li sekarang ingin lebih kuat dari dirinya sebelumnya karena trauma atas kejadian dimasa lalu.
“Jangan memaksakan diri.” Mendengar keinginan gadis itu membuat Fei Chen mengelus kepala Jia Li dan membuat Jia Li menganggukkan kepalanya sambil cemberut.
__ADS_1
“Aku ini lebih tua dairmu Chenchen! Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil!”
Fei Chen hampir tertawa melihat Jia Li ngambek, “Maaf, tetapi dimataku kau tetaplah Lili yang aku kenal.”
Jia Li memerah wajahnya saat melihat Fei Chen pergi kembali ke Rumah Hijau Daun.
‘Dia tidak menjawab perasaanku... Apa dimatanya aku tetap seorang gadis kecil yang harus dijaga seperti selayaknya seorang adik?’
Jia Li sedikit sedih karena Fei Chen tidak membalas perasaannya saat dia mengucapkan perasaannya tanpa sadar.
Matahari mulai terbenam, tiupan sang angin berhembus kencang menerpa kulit dan tulang yang dipenuhi kedinginan.
Fei Chen berendam di kolam air panas selama beberapa menit sebelum akhirnya dia keluar. Suara langkah kaki yang ramah terdengar dan membuat Fei Chen tersenyum tipis saat mengetahui siapa pemiliknya.
“Chen‘er?” Terlihat Liu Xianlin terkejut saat tubuhnya hampir bertabrakan dengan Fei Chen.
“Kakak Liu, apa kau ingin mandi?” Fei Chen bertanya dan menatap ekspresi malu Liu Xianlin.
“Tidak, aku baru saja mandi. Aku berniat menunggu kedatanganmu dan Lili diruang tamu.”
Selepas menjawab Liu Xianlin memalingkan wajahnya karena malu melihat tubuh bagian atas Fei Chen yang mana itu membuat detak jantungnya berdebar kencang.
“Aku sudah menyiapkan makan malam di meja... Selesai berpakaian, jangan lupa dimakan...” Setelah berkata demikian Liu Xianlin berjalan meninggalkan Fei Chen, namun baru beberapa langkah tiba-tiba dirinya mendapatkan pelukan hangat dari belakang.
“Aw!” Liu Xianlin kaget dan panik.
“Bibi Liu, saat ini aku tidak ingin makan malam. Aku ingin bersamamu...”
Tubuh Liu Xianlin berdesir merasakan hembusan nafas Fei Chen dileher jenjangnya terlebih tubuh bagian belakangnya bersentuhan langsung dengan tubuh bagian depan Fei Chen.
“Chen‘er, lepaskan! Jika tidak aku akan marah!”
Bukannya melepaskan pelukannya, Fei Chen justru mempereratnya dan berbisik mesra, “Bibi Liu, katakan yang sejujurnya padaku... Apa kau mencintaiku?”
Fei Chen mengetahui Liu Xianlin memiliki perasaan padanya, begitu juga dengan dirinya. Dia ingin Liu Xianlin mengatakan yang sejujurnya dan dia akan mengekspresikan semuanya.
Deg...
Deg...
Deg...
Liu Xianlin tidak dapat menahan debaran jantungnya saat Fei Chen kembali membisikkan sesuatu yang membuat pipinya bersemu merah.
“Aku mencintaimu, Lin‘er...”
___
Jangan baca doang.
Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.
Apakah next chapter mereka akan naik kereta api tut tut tut...? Hmmm.... Tunggu saja bulan depan haha! Selamat menikmati akhir pekan.
__ADS_1