
PPFC 337 - Ladang Yasai
Fei Chen mendarat didepan gerbang yang dijaga puluhan samurai. Nampak para penjaga gerbang itu sedang meminun sake dan tidak menyadari kedatangan dirinya.
Fei Chen memperhatikan sekitarnya dan melihat bahwa Ladang Yasai adalah tempat yang makmur dan subur. Fei Chen berniat mengambil alih tempat ini dan membebaskan para pekerja paksa yang berada disini.
“Kita kedatangan tamu...”
“Siapa dia?”
Para penjaga baru menyadari ada seseorang yang sedang berjalan kesana-kemari menatap sekitarnya. Lalu saat melihat seseorang itu berhenti bergerak, alangkah terkejutnya para penjaga karena melihat topeng yang dikenakan sosok tersebut.
“Topeng Iblis Hitam? Seringai senyum itu...”
“Onigari! Onigari!”
Tanpa menunggu lama mereka menyerang Fei Chen dengan katana yang tajam, namun Fei Chen dapat menghindari serangan mereka dan menyambutnya dengan sebuah tapak yang dialiri Qi.
Fei Chen dapat mengatasi para penjaga dengan mudahnya tanpa harus menarik Pedang Raja Neraka. Setelah melumpuhkan para penjaga, Fei Chen menatap mereka semua dengan dingin dari balik topengnya lalu menatap bagaimana tubuh para penjaga tercabik-cabik oleh pedang tak kasat mata yang ia ciptakan.
Fei Chen berjalan memasuki permukiman setelah membuhuh para penjaga. Sengaja Fei Chen melakukan itu karena ingin membuat keributan dan memancing kedatangan para anggota Gagak Hitam.
Fei Chen tersenyum dingin saat melihat banyaknya samurai Gagak Hitam terpancing datang ke arah gerbang. Bisa dibilang permukiman yang sekarang sedang dia lalui adalah permukiman pertama dan dikuasai oleh salah satu pemimpin Gagak Hitam yang bernama Jaisetsu.
Sekitar lima puluh samurai Gagak Hitam menatap Fei Chen waspada karena rumor Onigari sudah menyebar luas ke pelosok Kekaisaran Kai. Fei Chen melihat dirinya dikepung hanya tersenyum dan menunggu mereka semua menyerang dirinya.
“Onigari sialan akhirnya kau menunjukkan dirimu!” salah satu samurai melompat kearahnya dan mengayunkan katana yang dipenuhi aura, namun saat katana itu mengenai kepala Fei Chen justru katananya patah menjadi dua bagian dan bukan tubuh Fei Chen yang terpotong menjadi dua belah bagian.
“Hah? Katanaku?” Samurai tersebut melongo dan sedetik kemudian lehernya di cekik Fei Chen.
“Cukup berani menyerangku secara langsung.” Fei Chen langsung memukul wajah samurai tersebut hingga hancur setelah berkata demikian.
Melihat bagaimana rekan mereka mati, samurai Gagak Hitam yang mengepung dirinya langsung berpikir dua kali untuk meremehkan dirinya. Fei Chen dengan tatapan dingin dari balik topengnya menatap seluruh orang yang mengepungnya.
“Aku akan mencobanya...” Fei Chen membuka telapak tangannya dan secara perlahan muncul Pedang Sembilan Petir ditangannya.
Melihat Fei Chen mengeluarkan pedang, seketika para samurai Gagak Hitam menyerangnya secara bergantian dan menggunakan formasi penyerangan yang hebat.
__ADS_1
Kerjasama dalam membunuh dan setiap serangan kombinasi menghasilkan serangan yang dahsyat. Namun Fei Chen dapat menangkisnya dengan mudah saat mulai memainkan Pedang Sembilan Petir.
Setiap ayunan tebasan pedang yang dilakukan Fei Chen selalu menciptakan petir berwarna ungu dan putih yang keluar dari pedangnya. Terlebih ketajaman dan permainan pedang Fei Chen membuat pemuda itu dengan mudah menghabisi seluruh samurai Gagak Hitam yang datang ke gerbang permukiman pertama.
Fei Chen merasa Pedang Sembilan Petir menyerap Qi miliknya secara paksa. Menyadari bahwa dirinya belum sepenuhnya menguasai Pedang Sembilan Petir, Fei Chen kembali menggunakannya untuk melawan para samurai dari Gagak Hitam yang dia temui di permukiman.
Permukiman anggota Gagak Hitam di permukiman pertama penuh dengan darah dan tubuh yang berserakan. Fei Chen terus bergerak hingga melihat sebuah bangunan megah dan sebuah benteng yang merupakan tempat dikurungnya para budak.
Melihat keributan yang terjadi serta dalang penyerangan, semua anggota Gagak Hitam yang tinggal di permukiman pertama berdatangan menuju Fei Chen.
Dari ratusan orang itu nampak samurai yang terlihat lebih kuat dari yang lainnya. Samurai itu penuh percaya diri mendekati Fei Chen yang berdiri menatap mereka semua.
“Setelah mengincar Organisasi Sakura Darah, kini kau mengincar Gagak Hitam. Onigari, kau yang telah membunuh Matsukawa di Kota Hinogawa. Sebagai kakaknya, aku akan memastikan kematianmu.” Samurai pria itu menarik katananya hingga api keluar dari dalam bilah katana dan tubuhnya.
Pria bernama Jaisetsu itu mendekati Fei Chen dan mengayunkan katana miliknya penuh tenaga. Aura yang terpancar dari katana Jaisetsu sangat besar dan di penuhi api yang membara.
“Onigari!” Mata Jaisetsu menatap Fei Chen penuh dendam dan kebencian.
Fei Chen mengangkat Pedang Sembilan Petir lalu dengan Aura Raja Neraka dia menyerap semua api yang keluar dari tubuh Jaisetsu
Jaisetsu tersentak kaget saat merasakan dirinya tidak dapat mengeluarkan api bahkan parahnya lagi, tebasan pedangnya ditahan Fei Chen dengan mudahnya.
Bau gosong tercium jelas saat Fei Chen mengayunkan pedangnya memotong tubuh Jaisetsu. Hal ini membuat semua anggota Gagak Hitam yang bekerja dibawah perintah Jaisetsu tercengang.
Terlihat mereka semua ketakutan karena Jaisetsu yang merupakan tiga dari pemimpin Gagak Hitam bisa dikalahkan semudah ini. Sebelum Fei Chen kembali bergerak, beberapa dari mereka mulai melakukan penyerangan.
Fei Chen tersenyum dan langsung menyambut setiap serangan yang datang padanya. Permainan pedang Fei Chen berbeda saat menggunakan Pedang Sembilan Petir dan Pedang Raja Neraka.
Saat menggunakan Pedang Sembilan Petir, permainan pedang Fei Chen lebih lincah dan dia terus bergerak cepat hingga lawannya tidak dapat membaca gerakan ataupun serangannya.
Dalam kurun waktu tidak sampai lima menit kabut darah dan bau amis serta genangan darah memenuhi kawasan permukiman pertama Ladang Yasai.
Fei Chen menghancurkan benteng dan melihat para tahanan budak yang menatapnya ketakutan namun sebagian dari mereka yang melihat pertarungan itu dari lubang merasa bahagia melihat orang-orang yang menindas mereka mati.
“Mulai sekarang kalian bebas!” Fei Chen mengatakan itu pada para tahanan budak.
Sebagian tahanan budak meluapkan kebahagiaannya dan sebagian ketakutan. Fei Chen berjalan mendekati mereka dan melihat jelas jika beberapa dari mereka adalah seorang samurai.
__ADS_1
“Tuan Onigari terimakasih karena telah menyelamatkan kami!”
“Dengan ini kita bisa membentuk pemberontakan kembali!”
“Aku ingin mati di melawan Sun Yelong dan Raido daripada harus berakhir di tempat busuk ini!”
Beberapa tahanan budak yang dahulunya adalah seorang samurai mulai memisahkan diri.
Fei Chen menatap beberapa tahanan budak yang ketakutan lalu bertanya. “Kenapa kalian semua terlihat ketakutan?”
“Tidak ada orang yang bisa mengalahkan Sun Yelong ataupun Raido. Mereka berdua adalah Iblis mengerikan.”
“Benar, sudah puluhan bahkan ratusan kali pemberontakan terjadi tetapi semuanya berakhir menjadi budak atau bahan percobaan. Perlawanan yang kita lakukan tidak akan membuahkan hasil dan percuma.”
“Kita sudah melihat sendiri betapa mengerikannya kemampuan Sun Yelong.”
“Mustahil negeri ini bebas...”
Mendengar keluhan tahanan budak dan mental hancur mereka membuat Fei Chen menatap dingin para tahanan yang ketakutan.
“Benar-benar seorang pecundang!” Ucapan Fei Chen membuat para tahanan budak yang dia selamatkan terdiam.
Jumlah tahanan budak yang jumlahnya mencapai tiga ratus ini semuanya menatap kearah Fei Chen.
“Apa kalian tahu orang yang paling kubenci di dunia ini?!” Fei Chen berkata dengan dingin sebelum mengeluarkan Aura Raja Neraka yang sangat besar hingga membuat tiga ratu tahanan budak bertekuk lutut di hadapan dirinya.
“Orang-orang yang tidak bebas dan orang-orang yang hidup seperti ternak tanpa memiliki ambisi. Hanya dengan melihatnya saja aku sudah merasa muak.”
Fei Chen mengatakan itu dengan suara yang sinis membuat para tahanan budak merasa terhina. Namun perasaan di hina itu membuat mereka berpikir jika ucapan Fei Chen ada benarnya.
“Kalian bukan serangga! Kalian manusia! Kalian berhak mendapatkan kebebasan! Dan kalian bukanlah ternak! Aku benci pecundang lemah yang tidak pernah percaya diri! Aku tidak akan memaksa dan aku tidak membutuhkan pecundang! Siapapun yang ingin mendapatkan kebebasan! Ikuti aku!” Fei Chen dengan lantang mengatakan itu dan membuat para tahanan budak terbakar api semangatnya.
____
SEPATAH KATA DARI PENULIS.
Terimakasih telah menemani karya pertama penulis sampai sejauh ini. Penulis ingin memberitahu jika Perjalanan Pedang Fei Chen akan tamat di Arc Kekaisaran Kai sebelum berlanjut ke Book 2. Kemungkinan besar Juni sudah tamat. Karya pertama yang menurut penulis masih banyak kekurangannya.
__ADS_1
DUKUNG KARYA PENULIS YANG LAINNYA DENGAN JUDUL “PROGRAM PENGEMBANGAN RAJA MAFIA.”