Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 314 - Membangun Kembali Ibukota Chudian


__ADS_3

PPFC 314 - Membangun Kembali Ibukota Chudian


Keberhasilan Fei Chen mendapatkan Pedang Sembilan Petir hanya diketahui para istrinya saja. Fei Chen selama beberapa menetap di Kekaisaran Chu untuk melihat perkembangan Isyana Naga Neraka Terdalam disana.


Terkadang Fei Chen memberikan arahan sendiri pada anggota sektenya tersebut. Bisa dibilang antusias anggota Istana Naga Neraka Terdalam untuk mendukung rencana Fei Chen sangat tinggi.


“Bagaimana Tuan Muda Fei? Mereka semua selalu membicarakan tentang dirimu dan sangat antusias mendukung rencana untuk melakukan pertempuran dengan Kerajaan Binatang Buas.”


Saat Fei Chen sedang duduk mengamati anggota Istana Naga Neraka Terdalam yang sedang berlatih, seorang wanita paruh baya yang terlihat muda dengan lekuk tubuh dewasa dan memanjakan mata datang menghambat Fei Chen.


“Bibi Mu?” Fei Chen menatap Mu Rong dan segera memalingkan wajahnya karena mengingat bagaimana agresifnya wanita itu.


“Berkat bantuanmu perkembangan Istana Naga Neraka Terdalam di Kekaisaran Chu lebih pesat. Dan aku sudah melihat bagaimana kalian semua mencoba membangun Ibukota Chudian.” Fei Chen sendiri sudah menyetujui rencana Mu Rong yang ingin mengembalikan kejayaan Kekaisaran Chu.


“Apa kau sudah menemui Meilan‘er? Dia giat berlatih dibawah arahan Sesepuh Lianh dan Sesepuh Shu. Dia mengatakan padaku akan tumbuh menjadi gadis cantik dan dapat memikatmu.” Mu Rong berkata dengan nada bercanda.


“Aku belum menemuinya. Dia selalu memintaku menjadi Gurunya, tetapi aku membenci hal yang merepotkan seperti itu. Karena Bibi Mu tahu sendiri bukan jika aku orang yang suka berkelana.” Fei Chen menjawab sambil mengambil kerikil dan melemparnya ke langit.


“Temui dia nanti Tuan Muda Fei. Pasti Meilan‘er akan senang. Akun dengar kau suka berkelana mencari wanita bukan? Sudah berapa wanita yang jatuh kepelukan mu? Aku rasa lebih dari jumlah semua istrimu.” Mu Rong membalas dengan rasa penasaran.


‘Tuan Muda Fei, sejak saat itu aku selalu merindukanmu. Kau menjaga kehormatanku dan aku seorang wanita juga membutuhkan orang yang dapat menjagaku.’ Mu Rong membatin dan menatap Fei Chen penuh kasih.

__ADS_1


Fei Chen yang memandang wajah Mu Rong mengetahui tatapan itu. Segera Fei Chen menunjukkan kepalanya menatap tanah dan pura-pura mencabut rumput.


“Bibi Mu, berhenti menggodaku. Wanita, mungkin itulah kelemahan terbesarku.” Fei Chen berkata dengan suara gemetar menahan malu.


Mu Rong tertawa lirih melihat ekspresi Fei Chen dan tanpa sengaja mencubit pipi pemuda itu gemas, “Dulu kau menolak ajakanku tetapi tiba-tiba kau mengundangku ke acara pesta pernikahanmu. Dengan puluhan wanita yang menjadi istrimu, aku rasa diriku tidak kalah cantik dengan mereka. Katakan padaku Tuan Muda Fei, apakah aku terlalu tua dan tidak menarik untukmu?” Mu Rong memegang tangan Fei Chen ingin mendengar langsung jawaban pemuda itu.


‘Sial! Situasi ini...’ Fei Chen mengumpat karena melihat beberapa orang menatap kedekatan dirinya dengan Mu Rong.


Dimata Fei Chen tentu saja wanita paruh baya seperti Mu Rong masihlah cantik dan menggoda. Wanita berumur yang membuat dirinya menahan malu saat digoda adalah Mu Rong.


“Bibi Mu, banyak orang yang melihat kita.” Fei Chen mencoba mengingatkan Mu Rong.


“Baiklah aku mengerti. Dimataku Bibi Mu masih menarik dan jujur saja aku tertarik padamu, Bibi Mu.” Fei Chen tersenyum tipis saat melihat pipi Mu Rong merah merona.


Setelah itu Fei Chen bangkit berdiri dan meninggalkan Mu Rong yang tersipu malu.


‘Sial! Bibi Xi menatapku dengan tatapan pembunuh!’ Fei Chen melihat Xi Taohua yang menatapnya sangat tajam.


Setelah mengobrol dengan Mu Rong, Fei Chen menemui Chu Meilan. Mengingat pertumbuhan Chu Meilan yang mengejutkan, Fei Chen dibuat berdecak kagum karena kemampuannya Chu Meilan yang dapat membuat gerombolan Serigala Api patah tulang bahkan tubuhnya hancur hanya dengan pukulan tangannya.


“Bagaimana Guru? Aku hebat bukan?” Chu Meilan dengan bangga berkata demikian setelah mencoba memamerkan perkembangannya pada Fei Chen.

__ADS_1


“Ya, kau hebat Meilan‘er. Kau sungguh hebat. Aku yakin kau kelak menjadi Ratu yang hebat dan dapat membuat rakyat bergantung padamu.” Fei Chen mengelus kepala Chu Meilan dan membuat gadis muda itu tersenyum.


“Saat aku menjadi Ratu, aku ingin Guru menjadi seorang Kaisar Chu. Guru menerima jabatan sebagai Kaisar Mu dengan syarat saudari muridku dari Kekaisaran Ma menjadi istrimu setelah dewasa. Bahkan Guru memberikan syarat yang sama pada Ratu Yang, jadi aku akan melakukan hal yang sama.” Chu Meilan tersenyum lebar setelah mengatakan itu.


Fei Chen mengerutkan keningnya dan memegang bahu Chu Meilan erat, “Siapa yang memberitahumu hal semacam ini?”


Chu Meilan terkejut dengan reaksi Fei Chen. Dia mengira ucapan Mu Rong adalah sebuah candaan, tetapi reaksi Fei Chen membuktikan bahwa Fei Chen tidak akan menolak seperti yang dikatakan Mu Rong jika dirinya meminta Fei Chen menjadi Kaisar Chu.


“Bibi Mu yang memberitahuku.” Chu Meilan memberitahu Fei Chen dan membuat pemuda itu menghela nafas panjang.


‘Wanita itu...’ Fei Chen membatin dan menyadari betapa bahayanya Mu Rong mengetahui informasi tentang dirinya.


“Meilan‘er, aku akan membangun kembali Ibukota Chudian dan beberapa kota agar Kekaisaran Chu dapat kembali seperti dulu lagi. Aku juga akan membangun daerah yang sama seperti di Kekaisaran Ma agar negeri ini tidak ada merasakan kelaparan seperti di masa lalu.” Fei Chen mengelus kepala Chu Meilan dan berkata lembut.


“Tumbuhlah menjadi Ratu Chu yang tangguh dan hebat, muridku. Guru akan mengawasi perkembanganmu.” Ucapan Fei Chen membuat wajah Chu Meilan merah padam.


“Eh?” Chu Meilan kebingungan karena dirinya hanya mengikuti perkataan Mu Rong.


Memang dimata Chu Meilan, sosok Fei Chen adalah orang yang berharga dihidupnya dan menjadi alasan untuk dirinya hidup. Namun perasaan aneh yang merayapi tubuhnya membuat Chu Meilan tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun saat Fei Chen menggodanya.


“Sebaiknya aku melakukan olahraga sebentar sebelum pergi ke Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Yin...” Fei Chen tersenyum melihat reaksi Chu Meilan dan langsung berjalan menuju Lentera Bunga Persik.

__ADS_1


__ADS_2