Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 169 - Gege


__ADS_3

PPFC 169 - Gege


“Chen‘er, berhenti! Jangan bercanda denganku atau aku akan membencimu!”


Liu Xianlin memberontak namun sekali lagi Fei Chen mendekap tubuhnya dari belakang lebih erat. Fei Chen membisikkan sesuatu untuk menenangkan Liu Xianlin yang terus memberontak.


“Lepaskan Chen‘er!”


“Jawab pertanyaanku...”


Fei Chen melepaskan pelukannya dan membiarkan Liu Xianlin menjaga jarak. Terlihat Liu Xianlin mencoba menepis perasaannya kepada Fei Chen namun pemuda itu sekarang di hadapannya dan mengungkapkan semua perasaannya.


“Aku akan pergi dan menjauh jika kau membenciku. Aku sadar akan posisiku ini tetapi aku ingin kau mengetahuinya...” Fei Chen memalingkan wajahnya dan hendak pergi menuju kamarnya namun tangannya dipegang Liu Xianlin.


“Berikan aku waktu, Chen‘er... Kau adalah adik sepupu tunanganku. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri, selain itu umur kita terpaut jauh...”


Fei Chen menggenggam tangan Liu Xianlin dan berkata, “Apakah umur itu penting? Jujurlah pada perasaanmu sendiri.”


Liu Xianlin tidak memberontak saat Fei Chen menarik tubuhnya mendekat. Kepala Liu Xianlin mengangguk lembut dan membuat Fei Chen tersenyum saat melihat ekspresi malu-malu Liu Xianlin itu.


Liu Xianlin menahan debaran jantungnya saat telapak tangan Fei Chen menyentuh pipinya dan memegang dagunya. Keduanya saling menatap satu sama lain sebelum Liu Xianlin memejamkan matanya membiarkan Fei Chen merenggut ciuman pertamanya.


Fei Chen memeluk tubuh Liu Xianlin dan membawa tubuh wanita itu menuju kamarnya. Keduanya saling berpelukan tanpa melepaskan ciuman. Nafas Liu Xianlin terengah-engah saat dirinya sudah berada dikamar Fei Chen.


“Chen‘er, aku...” Liu Xianlin terlihat begitu malu sekaligus ragu saat Fei Chen menutup pintu kamar dan kembali memeluk tubuhnya dari belakang.


“Maafkan aku, Lin‘er... Apa kau takut?” Fei Chen tersenyum hangat saat kepala Liu Xianlin mendongak.


“Tadi itu ciuman pertamaku...” Segera Liu Xianlin memalingkan wajah mencoba menunduk namun dirinya terkejut saat tangan Fei Chen melingkar di perutnya.


Fei Chen sendiri telah kehilangan ciuman pertamanya karena direnggut Qiao Mi. Dia kembali memegang wajah Liu Xianlin penuh kelembutan menariknya kebelakang dan menciumnya lebih dalam.


“Mmmm...”


Awalnya Liu Xianlin terkejut namun akhirnya dia memejamkan mata menikmati perlakuan hangat Fei Chen. Kali ini Liu Xianlin tidak memberontak melainkan mengikuti kemauan Fei Chen. Pertamanya Liu Xianlin masih kaku namun kemahiran Fei Chen membuat sisi wanitanya yang dewasa mulai keluar dengan sendirinya.


Pemuda itu membawa tubuhnya yang berisi dan tidak memiliki lemak berlebihan itu ke atas ranjang tanpa melepaskan pelukannya.


BRUK!


Fei Chen membalikkan tubuh Liu Xianlin dan menindihnya. Liu Xianlin nampak ragu dan dengan cepat Fei Chen kembali menciumnya sembari menjamah tubuh indahnya yang terbungkus kain putih menutupi lekukan yang menggoda.


Tubuh Liu Xianlin merasa aneh karena baru pertama kalinya disentuh seperti ini oleh seseorang. Liu Xianlin semakin malu saat Fei Chen mencium lehernya dan memberi tanda kepemilikan disana.


“Lin‘er...”


Fei Chen memandang wajah Liu Xianlin dan dia sangat menyukai ekspresi itu. Merasa bersalah Fei Chen membisikkan sesuatu kepada Liu Xianlin dan berniat mengakhirinya namun dirinya ditahan oleh Liu Xianlin.


“Chen‘er...” Liu Xianlin menaruh tangan Fei Chen di kedua aset kenyal yang sangat berharga dan menjadi idaman para pria untuk membenamkan wajahnya disana, meremas dan menikmati setiap keindahannya.


Fei Chen tersenyum dan mendekatkan wajahnya, Liu Xianlin berinisiatif mengecup bibir Fei Chen ragu-ragu. Dan telapak tangan Fei Chen mulai menjamah dan menikmati setiap pahatan indah tubuh Liu Xianlin yang terjaga ini.


Sungguh beruntung Fei Chen bisa mendapatkan hati Liu Xianlin. Mengingat wanita yang dia rengkuh ini adalah tunangan kakak sepupunya yang telah meninggal, membuat Fei Chen bertekad akan menjaga dan menyayanginya.


Tanpa sadar gaun yang dikenakan Liu Xianlin terlepas bahkan Fei Chen sekarang membenamkan wajahnya di celah lembah perawan.

__ADS_1


Liu Xianlin memegang kepala Fei Chen dengan tangan yang gemetar, “Aaahh... Chen‘er... Berhenti... Aku keluar...”


Fei Chen tidak peduli karena dia ingin Liu Xianlin menikmati semua ini. Melihat kedua gundukan kenyal yang indah naik turun seiring aliran nafas Liu Xianlin yang tidak teratur itu membuat Fei Chen mengakhiri kegiatannya.


“Lin‘er, lihat ini...” Fei Chen menunjukkan jarinya yang penuh cairan dan membuat Liu Xianlin malu setengah mati.


Liu Xianlin memandang Fei Chen yang sedang menanggalkan pakaian yang dikenakan pemuda itu. Mata Liu Xianlin melebar saat melihat milik Fei Chen melebihi ekspetasinya selama ini.


“Astaga Chen‘er!” Kaget Liu Xianlin melihat milik Fei Chen yang begitu gagah perkasa dimatanya.


‘Apakah bisa masuk? Milik Chen‘er sangat besar dan panjang...’ Sambil membatin Liu Xianlin menelan ludah dan memalingkan wajahnya menatap kearah lain sambil menutupi bagian tubuhnya.


Melihat kedua paha Liu Xianlin merapat serta kedua tangan wanita itu yang menutupi kedua aset gundukan kenyal kesukaannya membuat Fei Chen menahan kedua tangan Liu Xianlin.


“Biarkan aku melihat semuanya Lin‘er...” Fei Chen terpana melihat tubuh indah Liu Xianlin yang tidak memiliki cacat sedikitpun. Keindahan yang terpahat ditubuh Liu Xianlin membuat gairahnya semakin tidak terkendali.


“Ini memalukan Chen‘er...” Liu Xianlin merasa sangat malu mengingat selama ini tidak ada yang melihat tubuhnya dalam kondisi seperti ini.


Fei Chen mengecup kening Liu Xianlin lembut dan penuh kasih sayang, “Tubuhmu sangat indah...”


Mendengar bisikan lembut Fei Chen membuat Liu Xianlin luluh. Pemuda itu membawanya duduk dan saling memeluk satu sama lain sambil menjamah tubuh masing-masing. Berbeda dengan Fei Chen yang aktif, Liu Xianlin hanya menahan dada Fei Chen saja.


“Aaaah...”


“Ssshhh!”


Berulang kali Liu Xianlin mendesis dan mendesah hebat karena perlakuan Fei Chen di leher, dada dan lembah perawan miliknya.


Fei Chen menuntun tangan Liu Xianlin untuk menggenggam miliknya yang gagah perkasa. Sentuhan telapak tangan yang lembut itu membuatnya semakin keras dan membesar. Ekspresi terkejut Liu Xianlin membuat pemuda itu tersenyum dan dia sangat menyukai itu.


Fei Chen segera menindih tubuh Liu Xianlin dan menatap wanita dibawahnya penuh kasih sayang. Fei Chen membisikkan sesuatu ditelinga Liu Xianlin dan membuat wanita itu menganggukkan kepalanya kembali.


Namun tiba-tiba Liu Xianlin tersadar, “Tunggu Chen‘er, aku takut Lili melihat kita-”


Fei Chen langsung mencium bibir Liu Xianlin dan melepasnya, “Tenang saja Lin‘er, dia tidak akan kembali kesini malam ini...”


Fei Chen meyakinkan Liu Xianlin sebelum akhirnya wanita itu kembali tenang saat Fei Chen memberikan gigitan kecil dibukit kembarnya yang membusung dengan indahnya.


“Rileks Lin‘er, jangan tegang...”


Fei Chen mengecup kening Liu Xianlin sebelum melakukan penyatuan secara perlahan. Tubuh Fei Chen bergetar saat miliknya kesulitan menembus lembah perawan yang terjaga dan terawat ini. Walaupun terasa licin tetap saja kesulitan untuk saling menyatu dan menyapa.


“Tahan sebentar sayang...”


Akhirnya Fei Chen mendorong lebih kuat dan dalam. Fei Chen memandang wajah Liu Xianlin yang menegang dan dipenuhi kekhawatiran. Fei Chen menekan lebih dalam lagi dan merasakan sensasi yang luar biasa hingga membuatnya mengerang tanpa sadar.


Melihat Liu Xianlin meringis kesakitan membuat Fei Chen mengecup manis bibir wanita itu dan mengelus wajahnya sambil melakukan gerakan lembut untuk membiasakan.


“Lin‘er, sebut namaku dengan benar...”


Liu Xianlin meringis kesakitan dan dengan wajah menegang mencoba untuk tetap terlihat tenang.


“Chen‘gege...”


“Sekali lagi sayang...”

__ADS_1


“Chen‘gege... Akh!”


Fei Chen tersenyum dan mulai membenamkan tubuhnya lebih dalam. Liu Xianlin memekik kesakitan dan setengah berteriak, segera Fei Chen membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman.


Sulit diungkapkan dengan kata-kata kenikmatan yang direngkuh Fei Chen saat merenggut kesucian Liu Xianlin yang telah dijaga ini. Cengkeram erat dinding lembah sucinya membuat Fei Chen merasa kenikmatan hingga mencapai kepalanya.


Liu Xianlin meneteskan air mata saat mengetahui dirinya bukan lagi seorang perawan. Melihat ini membuat Fei Chen menyeka air mata wanita itu dan mencium mata, hidung dan pipinya.


“Apa aku menyakitimu Lin‘er?” Fei Chen berhenti bergerak.


Liu Xianlin memegang punggung kekar Fei Chen dan tersenyum lembut, “Gege... Aku merasa sangat bahagia... Aku milikmu sayang... Kau mengambil mahkotaku dan kau harus bertanggung jawab menikahiku...”


Fei Chen yang sudah menahan diri untuk tidak melakukan gerakan liar terpancing karena ucapan Liu Xianlin dan ekspresi manis wanita itu. Dengan sekali hentakan kembali Liu Xianlin dibuat menjerit dengan buliran air mata membasahi pipinya.


“Haaakksss!”


Fei Chen membisikkan kata-kata manis yang menghangatkan jiwa wanita itu hingga akhirnya Liu Xianlin terbiasa dengan kegiatan ini.


“Emmmhhhh....”


“Akh... Gege!”


Deritan ranjang begitu berisik begitu juga dengan pekikan Liu Xianlin dan erangan Fei Chen. Keduanya terus memacu tubuhnya hingga akhirnya terbang ke alam surgawi yang indah dan sangat terindah.


Fei Chen mengakhiri kegiatan itu dengan tubuh Liu Xianlin yang telungkup dibawahnya. Fei Chen mendiamkan miliknya disana dan menahan tubuhnya agar tidak membebani badan Liu Xianlin.


Punggung Liu Xianlin penuh dengan bekas gigitan dan kecupan bahkan rambutnya terlihat sangat berantakan dan acak-acakan.


“Lin‘er, terimakasih sudah menjaga hatimu untukku dan terimakasih karena telah memberikan mahkotamu yang paling berharga padaku...” Fei Chen melepaskan penyatuan dan memeluk tubuh Liu Xianlin dari belakang.


“Aku akan bertanggung jawab sayang...” Bisik mesra Fei Chen di telinga Liu Xianlin.


Liu Xianlin sendiri masih mengatur nafasnya dan sulit mempercayai jika dirinya sekarang adalah wanitanya Fei Chen. Pemuda yang dulu sering dia jahili saat bocah dan mengompol di pangkuannya itu justru yang membuatnya menjadi wanita seutuhnya dan merenggut keperawanannya.


“Gege... Kau membuat tubuhku remuk...” Liu Xianlin memegang tangan Fei Chen yang melingkar di perutnya.


“Dasar bocah nakal! Aku sebenarnya sangat kesal tetapi biarlah... Semuanya sudah terjadi...” Liu Xianlin tertawa lirih dan menghela nafas lalu tersenyum bahagia, “Detik ini aku adalah milikmu. Aku akan mendukungmu dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Chen‘erku sayang...”


“Terimakasih Lin‘er...”


Lalu Liu Xianlin membalikkan badannya dan menatap wajah tampan Fei Chen dari dekat, “Antara Gege dan Chen‘er, mana yang kamu suka sayang?”


“Aku menyukai keduanya, tetapi mendengar kau mengatakan Gege membuatku menginginkanmu lagi...”


“Aku lelah Gege...”


Fei Chen tersenyum dan mengecup kening Liu Xianlin lembut, “Tidurlah Lin‘er...”


Akhirnya Liu Xianlin tertidur diranjang Fei Chen dengan senyum kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.


“Aku benar-benar melakukannya dengan Bibi Liu...” Fei Chen masih tidak percaya jika dirinya akan melakukan hubungan yang begitu jauh dengan Liu Xianlin.


____


Jangan baca doang.

__ADS_1


Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.


__ADS_2