Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 170 - Nyamuk Besar


__ADS_3

PPFC 170 - Nyamuk Besar


Malam berganti pagi dan sinar rembulan secara perlahan menerpa tubuh kedua insan manusia yang saling memeluk satu sama lain.


Suara kicauan burung yang saling bersahutan membuat Fei Chen terbangun. Dia merasa begitu pulas tertidur dan menikmati suasana pagi didalam ruangan kamar yang dipenuhi harum wangi bunga dan tubuh seorang wanita.


Setelah Fei Chen terbangun, Liu Xianlin terbangun dan membuka matanya secara perlahan. Leher Liu Xianlin penuh akan tanda kemerahan dan didada serta perutnya juga memiliki banyak bekas kecupan. Semua itu adalah perbuatannya Fei Chen yang menikmati setiap keindahan tubuh Liu Xianlin.


“Aduh!” Liu Xianlin melenguh sakit saat merasakan tubuhnya tidak dapat digerakkan terutama di bagian kedua pahanya.


Fei Chen menatap Liu Xianlin yang terlihat berantakan itu dan tersenyum, “Pagi Lin‘er... Kau sudah bangun sayang...”


Liu Xianlin memerah wajahnya mengingat pergumulan panas mereka berdua semalam. Fei Chen merenggut kesuciannya dengan sempurna dan kini mereka berada dikamarnya.


“Aduh! Ini sangat sakit! Chen‘er kau harus bertanggung jawab! Cepat mandikan aku sebelum Lili datang!” Liu Xianlin yang mencoba bergerak justru merasakan kesakitan akhirnya emosi sendiri.


Fei Chen mengangkat tubuh Liu Xianlin dan membawanya menuju kolam air panas, “Kamu marah Bibi Liu?”


“Berhenti memanggilku Bibi!”


Liu Xianlin cemberut saat Fei Chen memanggilnya Bibi. Pemuda tampan itu membawanya ke kolam air panas dan menceburkan tubuh keduanya secara bersamaan.


“Ada apa? Kenapa kau terus menatapku bocah nakal?!” Liu Xianlin mencubit gemas hidung Fei Chen dan membuat pemuda itu memeluk tubuhnya sambil membisikkan sesuatu di telinganya.


Fei Chen ingin meminta hal yang sudah dian pikirkan semalam. Fei Chen berharap Liu Xianlin menurutinya.


“Eh? Tunggu...” Liu Xianlin kaget dan menahan tubuh Fei Chen yang mengangkat tubuhnya, “Apa kau serius ingin melakukannya disini?”


Fei Chen tersenyum penuh arti dan menuntun tangan Liu Xianlin memegang miliknya yang sudah menegang sempurna. Mata Liu Xianlin terbelalak karena mengetahui ukuran keperkasaan Fei Chen sangat tidak normal.


“Bibi Liu, boleh?”


Fei Chen menggerakkan telapak tangan Liu Xianlin dan membuat wajah wanita berumur tiga puluh tahun merah padam sempurna.


Liu Xianlin menganggukan kepalanya pelan dan mengikuti kemauan Fei Chen. Pagi ini Liu Xianlin kembali melakukannya dengan Fei Chen didalam kolam air panas. Tubuh Liu Xianlin bergerak lembut dan meliuk-liuk diatas pangkuan Fei Chen.


Dulu Fei Chen yang duduk dipangkuan Liu Xianlin bahkan sampai mengompol, sekarang sebaliknya karena Liu Xianlin mengompol berulang kali dipangkuan Fei Chen.


“Chen‘er... Aaahh!” Lenguhan panjang Liu Xianlin terdengar saat Fei Chen menikmati kedua gundukan kenyal yang ada didepan wajahnya. Mulutnya melahap dan tangannya meremas, Fei Chen membuat tubuh Liu Xianlin bergerak tidak beraturan diatas pangkuannya seperti cacing kepanasan.


“Bibi Liu, kau sangat cantik sayang. Apa kau menyukainya?” Fei Chen tersenyum saat Liu Xianlin memeluk kepalanya dan membuat wajahnya terbenam diantara kedua gundukan kenyal wanita itu.


“Emmm... Chen‘er... Aku milikmu.”


Liu Xianlin dengan malu-malu mengangguk, sedangkan mulutnya terus mendesah dan mengerang.


“Hngh! Haakkss! ”


“Aaaahhh... Chen‘er... Pelan jangan kasar!”

__ADS_1


Berulang kali Liu Xianlin memprotes aksi Fei Chen yang membantunya bergerak naik turun dengan menggerakkan pinggulnya. Sesekali Fei Chen menggigit ujung gundukan kenyal dan padat yang berwarna merah muda. Milik Liu Xianlin sangat indah dan dia menyukai sensasi kelembutan itu.


Setelah membuat Liu Xianlin semakin kacau, lalu kedua tangannya meremas bongkahan padat dan berisi Liu Xianlin dan menepuknya sesekali, tindakannya ini membuat Liu Xianlin menjerit kaget. Tak lama tangan Fei Chen berpindah memegang pinggang Liu Xianlin kembali sambil menggerakkan tubuhnya keatas dengan hujaman kuat.


“Haaakkss... Mmmmhhh... Aaaahhh...”


Liu Xianlin menikmati kegiatan ini dan mendekap punggung Fei Chen erat saat tubuhnya bergetar hebat. Mulutnya terus menerus mendesah manja ditelinga Fei Chen.


“Chen‘er... Ooohhh!”


Liu Xianlin pasrah saat Fei Chen menghisap setiap jengkal bagian tubuhnya mulai dari tengkuk, leher dan dada.


“Chen‘er... Aaaah.... Jangan digigit sayang...”


“Keluarkan Bibi Liu. Kau sangat menggoda dan manja...”


Fei Chen kembali menggigit gemas ujung gundukan kenyal Liu Xianlin yang berwarna merah muda itu penuh gairah. Nafas Liu Xianlin terdengar berat dan wajahnya memerah dan tubuhnya mengejang hebat diatas pangkuan Fei Chen.


Fei Chen tersenyum bangga mengetahui tubuh Liu Xianlin bergetar hebat saat mencapai pelepasan. Segera dia mencium bibir ranum Liu Xianlin sambil memeluk erat tubuh wanita itu.


“Mmmppphhh! ” Spontan Liu Xianlin terkejut dan membuat inti tubuhnya meremas kuat inti tubuh Fei Chen.


Fei Chen membiarkan Liu Xianlin menikmati sensasi pelepasan sebelum akhirnya dia meminta Liu Xianlin untuk membantunya mencapai puncak.


Fei Chen membisikkan sesuatu kepada Liu Xianlin. Awalnya Liu Xianlin menolak namun karena Fei Chen terus memaksa akhirnya Liu Xianlin menyanggupi keinginan Fei Chen dan keduanya kini berada dipinggir kolam dengan Fei Chen yang berdiri dan Liu Xianlin yang berjongkok.


Liu Xianlin dengan malu-malu menggerakkan tangannya maju mundur menggengam keperkasaan Fei Chen.


’‘Ekspresinya sangat manja dan menggoda! Apa dia tidak menyadarinya?’ Fei Chen kegirangan dalam hatinya karena sensasi ini membuatnya semakin keras dan nikmat.


“Bibi Liu, ini sangat nikmat! Ya seperti itu! Jangan berhenti!”


“Berapa lama lagi Chen‘er? Bibi Liu mu ini lelah. Cepat keluarkan Chen‘er sayang...”


Fei Chen mengerang hebat saat melihat bibir ranum Liu Xianlin. Ekspresi menggoda wanita yang berjongkok dihadapannya itu mengedipkan matanya manja membuat gairahnya meledak. Terlebih suara merdu yang membuat telinganya bergetar dan keindahan tubuhnya yang tidak dibalut pakaian membuatnya semakin tidak dapat menahan untuk segera mencapai pelepasan.


“Argh!”


Fei Chen memegang kepala Liu Xianlin dan membelai rambut wanita itu. Tindakannya ini membuat Liu Xianlin terkejut dan tersentak kaget.


“Kya! Chen‘er!” jerit Liu Xianlin dengan kedua matanya yang terpejam dan merasakan siraman hangat yang kental memenuhi pipi, mata, bibir dan rambutnya.


“Ugh...”


Kembali Liu Xianlin merasakan siraman hangat diujung bibirnya yang mengatup itu saat pemuda itu mengerang hebat. Seketika dirinya dipenuhi emosi yang memuncak bersamaan dengan gairah aneh yang meletup.


“Sial!”


Fei Chen kelepasan namun dia merasa puas. Ekspresi dan kondisi Liu Xianlin sekarang ini membuat gairahnya terbakar. Dengan tubuh Dewa Naga dan Tubuh Raja Neraka tentu membuat Fei Chen perkasa, tetapi dia menyadari tatapan kemarahan Liu Xianlin padanya dan merasa dirinya terlalu berlebihan melakukan ini pada wanita berumur tiga puluh tahun itu.

__ADS_1


“Kamu membasahi wajahku? Apa kamu sengaja?! Bagaimanapun juga ini sangat keterlaluan Chen‘er!” Liu Xianlin berdiri dan marah-marah. Aroma kental milik Fei Chen sangat terasa dihidungnya.


“Bibi Liu, aku tidak dapat menahannya...”


“Tidak dapat menahan katamu? Kau pikir aku apa? Aku sudah menolaknya dan kau terus memaksa dasar anak kecil sialan!” Liu Xianlin benar-benar merasa kesal karena ini adalah pengalaman pertamanya. Namun setelah marah dibawah sana semakin basah.


Fei Chen hendak menenangkan Liu Xianlin namun dia merasakan hawa keberadaan Jia Li. Dengan cepat Fei Chen memberitahu Liu Xianlin tentang hal ini.


“Aku bisa berjalan sendiri! Urusan kita belum selesai!”


“Aduh!“


Melihat Liu Xianlin kesulitan berjalan membuat Fei Chen tersenyum. Fei Chen menggaruk kepalanya saat melihat rambut Liu Xianlin yang masih basah karena cairan cintanya walaupun wajahnya sudah dibasuh.


‘Sepertinya terlambat...’ Fei Chen pasrah saat mengetahui Jia Li sudah semakin dekat memasuki kolam air panas.


Benar saja saat Liu Xianlin membuka pintu sosok Jia Li berdiri didepan pintu dengan gaun kotor yang dikenakannya.


“Kakak Liu? Dan Chenchen? Kenapa kalian berdua bisa ada di kolam air panas?” Jia Li langsung curiga saat menemukan Liu Xianlin dan Fei Chen yang berada didalam kolam air panas.


Fei Chen sedang merebahkan badannya bersender pada dinding sambil menatap kearah pintu, sedangkan Liu Xianlin sedang memikirkan alasan yang tepat.


“Lili, aku kemari untuk mengambil kain ini dan tidak sengaja bertemu denganmu disini.” Liu Xianlin menunjukkan kain berwarna putih yang seharusnya membalut tubuh Fei Chen.


Jia Li menganggukkan kepalanya sambil memperhatikan leher Liu Xianlin yang penuh dengan tanda kemerahan dan membiru.


“Apa kain itu untuk menutupi gigitan nyamuk di lehermu Kakak Liu?” Tersedak Liu Xianlin mendengar ini, sedangkan Fei Chen memalingkan wajah menahan tawa.


‘Bocah ini! Chen‘er, kau benar-benar melakukannya!’ Liu Xianlin membatin penuh amarah karena lehernya memiliki banyak bekas tanda kepemilikan Fei Chen.


“Mmm... I-iya Lili. Nyamuk di kamarku sangat banyak. Leherku ini digigit nyamuk yang sangat besar dan membuatku menangis semalam. Tetapi kamu tenang saja karena nyamuk itu akan aku bunuh.” Tatapan sadis Liu Xianlin tertuju pada Fei Chen tersenyum menantang mendengar perkataannya.


“Oh...” Jia Li segera minggir dan membiarkan Liu Xianlin keluar lalu dia menunggu Fei Chen selesai mandi.


‘Kasihan Kakak Liu... Tunggu kenapa Kakak Liu terlihat kesulitan berjalan?’ Jia Li menatap heran Liu Xianlin yang kesulitan berjalan. Cara jalannya aneh dan membuat Jia Li bertanya-tanya apakah itu juga karena perbuatan nyamuk besar?


“Chenchen, apa yang telah kau lakukan pada Kakak Liu sampai dia kesulitan berjalan?” Jia Li menatap curiga Fei Chen yang tersedak.


“Lili, kau terlalu curiga.” Fei Chen tersenyum pahit karena masih merasa bersalah pada Liu Xianlin.


“Naluriku sebagai seorang wanita seolah-olah mengatakan kalian habis bertengkar...” Jia Li benar dan jika saja dia mengetahui pertengkaran yang dilakukan Fei Chen dan Liu Xianlin sudah pasti gadis itu akan ikut marah.


“Lebih baik kau mandi. Bukankah kau ingin mengetahui tempat dimana aku dan Xiu‘er pergi? Aku akan melatihmu disana, Lili.” Fei Chen langsung mengalihkan pembicaraan dan menuju kamar Liu Xianlin untuk meminta maaf.


Jia Li hanya diam dan masuk kedalam kolam air panas, “Kenapa aromanya sangat kental dan aneh... Dan ini aroma apa?”


____


Jangan baca doang.

__ADS_1


Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.


__ADS_2