
PPFC 218 - Kelahiran Raja Kematian
Setelah melewati perdebatan panjang akhirnya Murong Liuyu dan Long Xiaoya bersedia menjadi istri Fei Chen. Berbeda dengan Long Xiaoya yang secara terang-terangan ingin tetap hidup dan menjadi lebih kuat, Murong Liuyu justru bersedia karena tidak ingin anaknya kelak tidak memiliki seorang Ayah.
Tanpa Fei Chen ketahui, Murong Liuyu dalam masa subur saat keduanya mengarungi malam yang panjang bersama. Memang butuh waktu yang lama, namun akhirnya Murong Liuyu lelah berdebat karena bagaimanapun gadis itu memiliki perasaan kepada Fei Chen.
Selama beberapa hari Fei Chen membicarakan ini dengan ketujuh istrinya, lalu mendatangi Benteng Lembag Naga dan Benteng Lembah Persik.
Tentu saja mengetahui niat baik Fei Chen, pemuda itu tidak dapat mendapatkan halangan yang berarti untuk mendapatkan restu dari Long Jirou ataupun Fang Huo.
Fei Chen mengadakan pernikahan ini di Wujin. Sangat istimewa karena pernikahan sebelumnya diadakan di dua tempat yang berbeda.
Fei Chen sendiri memiliki alasan mengadakan pernikahan di Wujin karena tempat tersebut merupakan tempat yang istimewa dihatinya.
Kabar pernikahan Fei Chen tersebar dengan cepat, sosok Kaisar Ma yang mendapatkan julukan dari para penduduknya dengan sebutan Kaisar Penakluk Wanita kembali membuat heboh.
Setelah melewati acara prosesi pernikahan dan pengucapan janji, Fei Chen mendapatkan ucapan selamat dari berbagai pihak. Selain kabar kehamilan Ning Guang menjadi perbincangan hangat, dua gadis cantik yang resmi menjadi pendamping hidupnya juga menjadi perbincangan hangat.
“Dasar bocah nakal, setelah membuatku hamil, kau menikahi dua gadis muda...” bisik Ning Guang dengan lemah.
__ADS_1
“Bahkan aku masih kesulitan berjalan karena ulahmu semalam...” Ning Guang melanjutkan lemas dan berjalan pelan dengan Ling Ye dan Qiao Mi yang menuntunnya.
“Dasar tidak berperasaan!” ketus Murong Liuyu saat melihat Ning Guang kesulitan berjalan.
‘Kenapa aku menjadi takut saat melihat Senior Liuyu kesulitan berjalan. Bahkan Xiaxia dan Lili kelihatan kelelahan...’ Batin Long Xiaoya gelisah karena tidak mengetahui kegiatan apa yang dilakukan Fei Chen bersama ketujuh istrinya semalam.
“Ada apa Ya‘er?” Fei Chen bertanya kepada Long Xiaoya yang kelihatan gelisah.
“Tidak... Gege- Uhuk!” Cukup sulit Long Xiaoya menjawab karena belum terbiasa. Tentu saja hal ini membuat Murong Liuyu tersenyum tipis.
“Yaya, kau harus menguatkan mental dan fisikmu karena orang ini sama sekali tidak berperasaan!” Murong Liuyu sengaja memprovokasi Long Xiaoya karena gadis itu menebak jalan pikiran gadis yang ada disampingnya.
“Yu‘er, berhenti. Orang-orang sedang menatap kita,” tegur Fei Chen karena suara Murong Liuyu terdengar seperti perempuan marah.
“Bukankah kita seharusnya mengakrabkan diri?”
“Mengakrabkan diri setelah semua yang terjadi padaku?” Murong Liuyu membalas sengit dan membuat Fei Chen menghela nafas panjang.
Fei Chen hanya tersenyum kecut karena Murong Liuyu terus memprovokasi Long Xiaoya tentang dirinya.
__ADS_1
Akhirnya acara pernikahan selesai dan seluruh tamu undangan telah kembali. Sekarang Fei Chen berbincang dengan Long Jirou ataupun Fang Huo.
“Akhirnya Yu‘er menikah denganmu Chen‘er...” Fang Huo tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, begitu juga dengan Long Jirou.
“Aku tidak menyangka jika Yaya bertarung melawan ahli racun itu. Dan mengenai yang terjadi di Lembah Sunyi, ini adalah hal yang mengerikan. Tetapi untuk sekarang kita lupakan sejenak masalah itu dan berpesta.” Long Jirou mengambil guci berisi arak lalu minum bersama Fang Huo, Fei Chen dan Dao Tao.
“Kakek Dao, kau minum terlalu banyak...” Fei Chen melihat Dao Tao sudah mabuk bahkan mengoceh tidak jelas.
Bagaimanapun sekarang mereka berempat menikmati arak tanpa menggunakan tenaga dalam sehingga semuanya berjalan alami.
“Pokoknya kau harus menikahi Lian‘er dimasa depan nanti, Chen‘er.” Dao Tao menatap tajam Fei Chen sebelum tertidur dengan kepala yang menempel dimeja.
Fei Chen hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan obrolannya dengan Fang Huo dan Long Jirou sebelum akhirnya dia mengobrol dengan Yin San mengenai wilayah di Kekaisaran Yin yang akan dibuat menjadi Wujin kedua.
Ditengah kebahagiaan itu Fei Chen menyimpan sejuta kekhawatiran tentang kekuatan Lima Raja Iblis Agung. Walaupun dirinya tidak dapat menggunakan Qi selama sebulan namun kepercayaan penduduk pada dirinya tidak memudar ataupun padam.
Setelah musnahnya Lentera Iblis Tunggal, Fei Chen dikenal sebagai sebutan Raja Kematian. Kelahiran Raja Kematian membuat tirau baru perjalanan pedang Fei Chen terbuka.
Kini pertempuran besar menanti di Onigawara tepatnya Kekaisaran Kai. Namun jauh sebelum itu terjadi, pertemuan Lima Raja Iblis Agung di Pulau Sembilan Keseimbangan tengah berlangsung.
__ADS_1
____
ARC 6 - Lahirnya Raja Kematian END