
PPFC 230 - Deshe
Matahari sudah terbenam, Luo Rou dan Qie Shie sekarang berada di dekat Gua Luo. Kini keduanya terlihat sedang duduk bermeditasi memulihkan tenaga.
Kemampuan khusus Luo Rou berhasil membunuh seluruh anggota Bandit Mawar Berduri, namun Luo Rou sangat yakin jika Cang Guofang masih hidup.
“Shieshie, aku khawatir dengan Zi Ran. Aku takut dia terluka karena seorang pria...” Luo Rou merasa sedikit curiga dengan pria yang melamar Hong Zi Ran.
Tentu saja hal itu membuat Qie Shie tertawa lirih, “Kau masih saja mengkhawatirkan orang lain. Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri, sayang. Kau sudah terlalu tua menjadi seorang perawan.”
Gemas Qie Shie mencubit pipi Luo Rou dan membuat pipi wanita cantik itu bersemu merah.
“Hahaha! Benar sekali Qie Shie, kau terlalu tua menjadi seorang perawan, Luo Rou! Tetapi aku sangat yakin tubuhmu masih kencang dan padat! Biarkan aku yang membuatmu merasakan indahnya kenikmatan, Luo Rou!”
Saat Luo Rou dan Qie Shie mengobrol setelah bermeditasi, Cang Guofang muncul dengan tubuh berwarna merah darah dan tatapan bengis kearah Luo Rou.
“Pertama aku akan memperlihatkan padamu bagaimana cara melayani seorang pria!” Cang Guofang berniat menyerang Qie Shie.
Namun tiba-tiba goloknya itu patah menjadi dua bagian saat tubuh ular yang awalnya kecil menjadi besar melebihi besar pria tersebut.
Ular berwarna putih itu langsung menggigit kepala Cang Guofang dan menelannya secara perlahan. Pemandangan ini membuat Luo Rou dan Qie Shie menjadi waspada.
__ADS_1
’Kemampuan Cang Guofang tiba-tiba berubah drastis dan mengerikan, tetapi dia ditelan hidup-hidup oleh ular ini...’ Qie Shie menelan ludah dan membatin memikirkan cara untuk melarikan diri.
Sementara itu Luo Rou langsung mengeluarkan ombak air dari hasil manipulasi aura tubuhnya.
“Berhentilah, manusia perempuan. Tuanku menyuruhku melindungi kalian berdua. Lebih baik cepat selesaikan urusan kalian dan berterimakasih lah pada Tuanku yang baik hati.” Ular berwarna putih itu berbicara dan membuat Luo Rou serta Qie Shie tersentak kaget.
“Dia berbicara?!” Ekspresi waspada keduanya membuat ular berwarna putih tersebut mengubah wujudnya menjadi kecil.
“Tuanku memberiku nama Deshe, kalian bisa memanggilku seperti itu jika kalian berdua adalah calon wanita Tuanku selanjutnya.”
Mendengar itu Luo Rou langsung memikirkan Fei Chen karena dia mendengar cerita dari Jia Li tentang lima peliharaan suci Fei Chen.
“Kau, wanita yang memiliki aura Yin. Auramu itu sangat besar dan sangat cocok untuk Tuanku memetiknya.” Deshe melata menuju Luo Rou.
Bentuknya yang lucu membuat Qie Shie menangkapnya lalu memperhatikan ular kecil tersebut.
“Deshe ya namamu? Jadi kau peliharaannya Chen‘er?” ucap Qie Shie.
“Ya, aku menghilangkan hawa keberadaanku agar kalian berdua tidak menyadariku,” jawab Deshe dengan sombongnya.
“Jadi selama ini kau melihat apa yang kami lakukan dan mendengar apa yang kami bicarakan?” tanya Qie Shie.
__ADS_1
Deshe menjawab, “Tentu saja, kalian berdua bahkan tidak menyadari saat mandi dan-”
Qie Shie langsung meremas Deshe seolah-olah hendak menghancurkannya.
“Lepaskan aku atau aku akan membunuhmu!” ujar Deshe mengancam.
“Kau tidak akan bisa membunuhku karena aku adalah calon istri Tuanmu!” Tanpa rasa malu Qie Shie mengatakan itu.
Akhirnya Deshe tidak berani melawan dan hanya pasrah saat Qie Shie meremasnya dengan keras. Sedangkan Luo Rou merasakan ketenangan yang luar biasa saat menyadari Fei Chen mengawasi dirinya.
‘Chen‘er...’ Akhirnya Luo Rou memasuki Gua Luo dan mengambil Gulungan Dewi Bulan sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Benteng Lembah Pedang.
Berkat adanya Deshe, perjalanan kedua wanita paruh baya itu tidaklah membosankan. Namun saat setengah perjalanan kembali ke Benteng Lembah Pedang, Luo Rou dan Qie Shie dikejutkan dengan rombongan pendekar Benteng Lembah Pedang yang mengatakan Fei Chen sekarat di Aula Pedang Bunga.
“Chen‘er!” Wajah Luo Rou memucat saat mendengar kabar ini. Entah apa yang terjadi pada Fei Chen tetapi dia masih mengingat jelas jika Fei Chen terlihat masih sehat.
“Jika kalian berdua calon istrinya, pasti kalian mengetahui kutukan yang ada di tubuh Tuanku bukan? Energi Yin yang besar dari seorang perempuan dapat mengurangi rasa sakitnya, tetapi aku tidak memahami tentang arti ketulusan karena jika sebelas wanita mencintainya dengan tulus maka kutukan itu juga akan patah.”
Deshe yang berada dikepala Qie Shie menjelaskan.
“Aku mencintai Chen‘er dengan tulus. Kami berdua beberapa kali berbincang serius tentang kesiapannya untuk menikahiku. Saat dia berkunjung ke Lentera Seribu Pedang, dia seperti menahan diri melakukan itu denganku, padahal kami sudah melakukan hal indah tanpa menyatu...” Qie Shie menggumam pelan lalu menatap Luo Rou yang berekspresi cemas dan sudah terbang dengan kecepatan tinggi menuju Benteng Lembah Pedang.
__ADS_1
“Chen‘er!”
Qie Shie hanya tersenyum lemah, “Lihat, Deshe, itu seperti ekspresi seorang Ibu yang mengetahui kabar bahwa anaknya sedang sakit.”