Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 123 - Namaku Adalah Fei Chen


__ADS_3

PPFC 123 - Namaku Adalah Fei Chen


Pesta memperingati masa pemerintahan Ma Zhangsun yang kedua belas tahun membuat seluruh Ibukota Mafei nampak ramai. Ditengah keramaian itu banyak penduduk yang terpaksa mengikuti kegiatan ini karena takut dengan Ma Zhangsun.


Didalam Istana Ma juga terlihat begitu ramai karena banyak wanita cantik yang mengelilingi Ma Zhangsun dan Guan Ji Ma. Sementara itu tiga pria yang merupakan Tetua Aliran Pedang Iblis juga sedang berpesta meminum arak bersama pendekar terbaik mereka.


Aula utama Istana Ma menjadi semakin ramai saat Ma Zhangsun memulai pidatonya dan berpesta bersama semuanya.


Salah Tetua Aliran Pedang Iblis yang bernama Hong Yun membanting guci berisi arak. Tindakan ini membuat pendekar yang sedang berpesta terkejut.


“Insiden di Lingdu menewaskan anakku! Aku bersumpah akan membunuh keparat itu!” Hong Yun kembali membanting guci berisi arak dan mengatakan sumpah serapah kepada Fei Chen.


“Hmmm... Kau mengganggu acara minum ku Saudara Hong!” Pria lainnnya yang bernama Fu Cao menegur Hong Yun yang mulai mengamuk tidak jelas.


“Bisakah kalian diam? Sepertinya tamu utama kita sudah datang...” Kini pria yang sedang menyantap daging berbicara. Pria bernama Ma Ce ini menatap serius kearah pintu aula utama Istana Ma yang terbuka secara perlahan.


Ma Zhangsun dan Guan Ji Ma juga menatap serius saat pintu aula utama terbuka sepenuhnya. Yang mereka semua lihat adalah sosok pria dengan topeng harimau putih yang datang bersama Xhin Li Wei dan Liu Xianlin.


“Akhirnya kau datang juga, Hen Dong. Ada apa dengan wajahmu itu? Kenapa kau menutupinya?” Guan Ji Ma menyapa pria itu dan mencoba merasakan aura tubuh milik pria tersebut.


“Apa semua anggota sudah berkumpul disini, Ketua Guan?” Pria itu bertanya dan duduk meja kosong bersama Xhin Li Wei dan Liu Xianlin.

__ADS_1


Guan Ji Ma mengerutkan keningnya karena sikap pria tersebut yang terkesan arogan.


“Ya, semuanya sudah berkumpul disini. Kebanyakan anggota kita berkumpul di rumah hiburan yang dekat dengan Istana Ma.”


Guan Ji Ma mendekati pria tersebut dengan hati-hati karena ingin memastikan identitas Hen Dong yang sebenarnya.


‘Dia! Aura ini bukan milik Hen Dong!’ Guan Ji Ma menelan ludah dan tidak percaya saat pria itu menoleh tajam kearahnya.


Sebelum Guan Ji Ma bertindak lebih jauh, Ma Zhangsun bertepuk tangan melecehkan keramaian yang terjadi di aula utama Istana Ma.


“Kau membawa Xhin Li Wei dan Liu Xianlin, Saudara Hen. Bagus, kemarilah dan aku akan memberikan apresiasi padamu.” Ma Zhangsun tersenyum licik saat mengatakan itu.


“Atas kerja kerasmu, aku akan mengabulkan semua permintaanmu. Tetapi kau harus ingat Saudara Hen, aku menyuruhmu untuk membawa Ling Xiyao dan Ma Mingyang bukan?” Ma Zhangsun dengan tatapan mendominasi memandang pria yang sekarang berdiri disampingnya.


“Oh, mereka berdua berada di rumah hiburan. Kau bisa tenang, keparat.”


“Hah? Kau tadi memanggilku apa?” Ma Zhangsun mengerutkan keningnya saat pria disampingnya menjawab pertanyaannya.


“Yang Mulia, anda salah dengar.”


Ma Zhangsun menatap serius topeng yang dikenakan pria itu. Tak lama dia tersenyum menyeringai dan merangkul pria tersebut.

__ADS_1


“Jadi kita bisa memulai pertunjukan utamanya! Saudara Hen! Aku akan mengabulkan semua permintaanmu! Jadi kau bisa mengatakannya tanpa ragu disini!” Ma Zhangsun diam-diam menarik pedangnya menggunakan tangan kiri.


Pria itu tersenyum tipis dari balik topengmu dan mengatakan, “Aku menginginkan orang yang menggunakan Kalung Ketenangan.”


Sengaja pria tersebut mengatakan itu untuk menyulut emosi Ma Zhangsun. Benar saja tidak lama raut wajah Ma Zhangsun memerah terbakar amarah.


“Jaga bicaramu itu!” Ma Zhangsun sudah melepaskan pedang menggunakan tangan kirinya dan mengayunkan dengan cepat kearah leher pria tersebut.


Semua orang tertawa sambil memberikan tepuk tangan yang meriah. Namun tak lama semuanya menjadi hening saat tangan kiri Ma Zhangsun terpotong.


Pria itu ternyata memegang sebilah pisau ditangan kanannya dan memotong tangan kiri Ma Zhangsun dengan cepat.


“Gerakanmu terlalu lambat, Kaisar! Sudah cukup sandiwaranya! Mulai darisini, aku akan mengakhirinya!” Pria tersebut melepaskan topengnya dan melepaskan aura pekat mematikan.


“Sialan! Kau benar-benar melakukannya!” Ma Zhangsun menjaga jarak dan menatap tajam pria yang memiliki paras tampan tersebut.


“Kau... Siapa?”


Ma Zhangsun dan semua pendekar menjaga jarak dari pria tersebut, sedangkan Hong Yun mendekati Xhin Li Wei dan Liu Xianlin untuk dijadikan sandera.


Pria tersebut tersenyum dingin sambil membunyikan lehernya, “Namaku adalah... Fei Chen...”

__ADS_1


__ADS_2