Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 202 - Kristal Beku Kematian


__ADS_3

PPFC 202 - Kristal Beku Kematian


Lembah Sunyi adalah lembah yang luas dan merupakan sarang berbagai macam Binatang Iblis. Kabut yang menutupi wilayah sekitar Lembah Sunyi membuat lembah tersebut dikenal dengan sebutan lembah tersembunyi.


Jia Li dan Yin Jinxia terus menapaki Lembah Sunyi menyusuri wilayah utara mencari markas Lentera Iblis Tunggal. Kedua gadis ini datang ke Lembah Sunyi dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Keduanya telah menyusuri sebagian wilayah utara dan akhirnya samar-samar merasakan hawa keberadaan orang yang mengarah ke lokasi mereka dengan jumlah sekitar seratus orang lebih.


“Lili, kau merasakannya bukan? Sepertinya mereka juga menyadari kita. Aku akan menghadang mereka dan kau lakukan serangan kejutan dengan menghilangkan hawa keberadaanmu.” Yin Jinxia melepaskan aura tubuhnya dan mendeteksi hawa keberadaan yang mengarah kearahnya.


Jia Li juga merasakan hawa keberadaan yang semakin mendekat itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Jia Li menekan hawa keberadaannya setipis mungkin dan bersembunyi.


‘Kemungkinan kami akan menghadapi Tetua Lentera Iblis Tunggal. Ini saatnya mengetahui sejauh mana perkembanganku...’ Dengan tatapan dinginnya dan terkesan angkuh, Yin Jinxia menancapkan pedangnya ke tanah seraya melepaskan aura tubuhnya.

__ADS_1


Saat hawa keberadaan yang mendekat semakin mempersingkat jarak, Yin Jinxia memanipulasi aura tubuhnya dan mmembekukan wilayah sekitarnya. Luas hutan yang dibekukan Yin Jinxia membuat pendekar yang terlambat merasakan aura pembunuh dari Yin Jinxia membeku, sebagian dari mereka berhasil meloloskan diri.


“Ini sambutan yang cukup meriah bukan? Es? Aku tidak menyangka bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri sosok Tuan Putri Yin yang dikenal dengan kedinginannya saat membunuh musuh.” Pria yang memutarkan cambuk kesayangannya datang sembari tersenyum menyeringai.


Pria itu adalah Shu Houshan yang datang bersama seratus lebih pendekar Lentera Iblis Tunggal. Serangan mendadak Yin Jinxia berhasil mengecoh Shu Houshan yang tidak menyadari keberadaan Jia Li.


‘Dia berada setingkat diatasku. Tetapi perbedaan diantara kami terlihat jelas karena aku telah menyempurnakan bentuk tenaga dalam ke Qi.’ Yin Jinxia membatin sembari menatap dingin Shu Houshan yang memerintahkan bawahannya untuk menyerang.


“Ratu Es, sepertinya kau akan menjadi pelampiasan amarahku ini hahaha!” Shu Houshan tertawa karena bawahannya kebanyakan seorang Pendekar Bumi Tahap Awal.


Awalnya Shu Houshan tertawa dan tersenyum lebar, namun setelah melihat pertukaran serangan yang dilakukan Yin Jinxia dengan bawahannya, semua tawa dan senyumnya menghilang.


Yin Jinxia yang telah mengendalikan Nadi Es memiliki pertahanan yang sangat kokoh. Setiap pendekar Lentera Iblis Tunggal yang hendak melukainya dengan nafsu membunuh sama sekali tidak bisa memberikan luka pada dirinya.

__ADS_1


‘Kemampuan gadis ini setingkat dibawahku? Apa dia memiliki tubuh khusus? Bagaimana mungkin dia bisa berkembang secepat ini?’ Jelas setelah melihat kemampuan Yin Jinxia yang sangat berbeda dari rumor yang selama ini beredar membuat Shu Houshan berekspresi buruk.


Shu Houshan memperhatikan serangan bawahannya yang sama sekali tidak memberikan dampak pada Yin Jinxia. Setiap serangan dari kejauhan yang mengarah padanya akan langsung dimentahkan oleh dinding es yang muncul dengan sendirinya.


Dinding es selalu muncul jika ada yang mendekati Yin Jinxia dengan nafsu membunuh. Yin Jinxia memperhatikan pendekar Lentera Iblis Tunggal yang menyerang dirinya.


Shu Houshan yang memperhatikan Yin Jinxia dengan seksama merasakan hal buruk karena tiba-tiba sebuah aura yang besar muncul dari arah Yin Jinxia.


“Nadi Es — Kristal Beku Kematian!”


Yin Jinxia melepaskan Qi dan membekukan setiap makhluk hidup dan benda mati di jangkauan aura tubuhnya. Lalu dengan remasan tangan kanannya yang seolah-olah menghancurkan sesuatu itu membunuh sepuluh nyawa pendekar Lentera Iblis Tunggal seketika.


“Jangan meremehkan gadis ini! Dia berada diatas kalian!” Shu Houshan akhirnya turun tangan dan langsung mengarahkan cambuknya pada Yin Jinxia.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu Jia Li yang bersembunyi muncul dengan kecepatan tinggi menyerang Shu Houshan.


‘Sejak kapan dia ada disana?! Sial aku lengah!’ Shu Houshan mengumpat dalam hati saat melihat kedatangan Jia Li yang tiba-tiba muncul dengan hawa keberadaan yang besar.


__ADS_2