Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 246 - Fei Chen vs Zmeya II


__ADS_3

PPFC 246 - Fei Chen vs Zmeya II


Zmeya mengeluarkan kekuatan Iblis yang membuat darah Fei Chen terasa mendidih. Entah mengapa saat itu juga Fei Chen tidak dapat mengendalikan dirinya.


Emosinya memuncak dan langsung mengeluarkan Zirah Raja Neraka yang menyelimuti tubuhnya. Api hitam menyebar di pedangnya dan langsung memotong tangan kiri Zmeya.


“Hahahaha! Ini yang aku cari Raja Neraka! Kau setara dengan para Raja Iblis Agung! Dengan memberikan sembilan tumbal yang tersegel, maka gerbang dunia bawah akan terbuka! Dunia Iblis yang selama ini dicari beliau!”


Zmeya menyeringai lebar dan berteriak lantang. Seketika kedua tangannya beregenerasi. Terlihat kedua tangan Zmeya yang berwarna perak kehitaman dan dipenuhi Energi Iblis.


Fei Chen tidak terkejut karena sudah menebak dan kembali menyerang, “Jurus Kedua Pedang Raja Neraka — Penakluk Malam!”


Zmeya menyambutnya dengan cengkeraman tangan kanannya lalu melepaskan pukulan kearah wajah Fei Chen dengan tangan kiri.


Kembali keduanya melakukan pertukaran serangan yang hebat. Fei Chen semakin bertambah kuat saat menghadapi lawan seperti Zmeya. Dia ingin mengetahui sejauh mana perkembangannya dan melawan Zmeya membuat Fei Chen tidak dapat menahan diri.


Jurus demi jurus mulai meledak diudara. Fei Chen terbang tinggi menuju langit bersama Zmeya yang mengimbangi pergerakannya.


Hanya saja kali ini Fei Chen tidak menggunakan kekuatan Dewa Naga karena kekuatan Raja Neraka memenuhi dirinya.


Api hitam berbentuk Naga melesat dengan kecepatan tinggi menimbulkan asap yang sangat panas dilangit. Zmeya menghindari serangan itu karena mengetahui betapa berbahayanya api hitam milik Fei Chen.


‘Sama seperti milik Ratu Neraka! Walaupun aku dapat merasakan jelas kekuatan Raja Neraka, entah mengapa aku merasakan sesuatu yang lain dari tubuh bocah ini!’ Zmeya membatin dan melayangkan sejumlah pukulan yang dipenuhi Energi Iblis.


Fei Chen terus mengayunkan pedangnya membuat pertarungan keduanya semakin bertambah sengit.


“Ini yang aku cari! Keluarkan seluruh kemampuanmu!” Fei Chen tersenyum dingin saat mengetahui Zmeya dapat mengimbangi pergerakannya.


“Kau!” Zmeya justru merasa diremehkan karena tatapan dingin Fei Chen seperti merendahkan dirinya.


Tanpa menahan diri Zmeya menggunakan Energi Iblis lebih besar dari sebelumnya sehingga kedua sayap berwarna hitam muncul di punggungnya. Kemudian kulitnya semakin keras bersamaan dengan kedua bola mata Zmeya yang semakin menghitam.


“Lilitan Perut Bumi!”

__ADS_1


Fei Chen yang sudah melihat jurus Zmeya sebelumnya dapat menghindar dengan cepat. Namun dampak dari serangan Zmeya menimbulkan kerusakan yang mengerikan.


Fei Chen terus melepaskan tebasan pedang yang dilapisi api hitam. Api yang membakar segalanya itu membuat Zmeya terus menjaga jarak.


‘Akan kugunakan ini!’ Zmeya membatin saat Fei Chen mempersingkat jarak diantara mereka berdua.


Dari jari telunjuk Zmeya mengeluarkan cahaya berwarna merah sebelum cahaya itu memanjang dan meledak seperti tembakan pistol.


Fei Chen tersentak dan menangkis serangan tersebut secara mendadak dan membuat Zmeya melancarkan serangan sama kembali.


‘Cih!’ Fei Chen berdecak kesal dan mengeluarkan energi pedang lebih besar dari sebelumya lalu meningkatkan permainan pedangnya.


Ketajaman permainan pedang Fei Chen meningkat begitu juga dengan kecepatan serangan Zmeya. Dua cahaya berwarna merah bercampur hitam dan cahaya berwarna merah bercampur perak terus berbenturan diudara.


Jurus demi jurus terus keduanya lancarkan sebelum akhirnya permainan pedang Fei Chen lebih unggul. Fei Chen terus mendominasi serangan dan berulang kali memotong kedua tangan Zmeya yang terus beregenerasi.


“Perbedaan kita berdua sangat jauh Raja Neraka! Diantara para Raja Iblis Agung mungkin hanya kau dan Ratu Neraka yang tetap memiliki jiwa manusia. Manusia dan Iblis, kau sudah mengetahui mana yang unggul bukan?” Zmeya tersenyum mengejek.


Terlihat aura mematikan bercampur dengan Energi Iblis di ujung jari telunjuk Zmeya dan itu membuat Fei Chen melepaskan Qi lebih besar dari sebelumnya.


“Peluru Iblis Neraka!”


Zmeye lebih dulu mengeluarkan jurusnya. Sebuah cahaya berwarna merah terang keluar dari jari telunjuknya dan bergerak dengan kecepatan tinggi kearah Fei Chen.


Fei Chen memainkan pedangnya dan memotong cahaya tersebut hingga terlihat terbelah. Lalu dengan sekuat tenaga Fei Chen melepaskan satu tebasan yang mengarah langsung pada Zmeya.


“Jurus Pedang Raja Neraka Ketujuh — Iblis Cantik Malam!”


Badan Zmeya terkena tebasan tersebut dan bersimbah darah. Fei Chen berniat menghabisi Zmeya dengan memenggal kepalanya namun dia merasakan kedua aura yang mendekat.


Kedua aura itu adalah milik dua orang yang menggunakan serangan bola api raksasa berwarna hitam dan merah.


Zmeya tersenyum lebar saat melihat pria berambut merah yang muncul dan sedang melakukan pertukaran serangan dengan wanita berambut putih yang tidak lain adalah Ratu Neraka, Ying Xie.

__ADS_1


“Zmeya! Jadi bagaimana? Apakah dia juga menjual jiwanya pada Iblis?” Pria berambut merah yang bernama Machina bertanya.


Zmeya menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak Tuan Machina. Bocah ini sama seperti dia.” Zmeya menunjuk Ying Xie yang mengeluarkan Aura Ratu Neraka.


“Tindakan kalian yang berniat membuka gerbang dunia bawah tidak akan kubiarkan! Kau yang telah memanipulasi bocah itu bukan? Memang sangat disayangkan Pulau Sembilan Keseimbangan jatuh ke tangan bocah sialan itu! Tetapi aku tidak akan membiarkan kalian memanipulasi bocah ini!” Ying Xie mengeluarkan Aura Ratu Neraka lebih besar dari sebelumnya.


Dalam satu kali ayunan tangannya ombak api berwarna hitam menghantam udara. Segera Machina dan Zmeya menghindar sebelum akhirnya keduanya tersenyum lebar.


“Percuma saja Ratu Neraka. Raja Iblis Agung yang lain telah menjual jiwanya kepada Iblis. Kekacauan adalah hal yang mereka inginkan, begitu juga dengan kami. Apa kau tidak tertarik melihat peperangan besar antara dunia bawah dan dunia atas?!” ucap Machina lalu menjentikkan jarinya.


Seketika seribu tombak dan seribu pedang yang berapi-api mengelilingi Ying Xie dan menyerang wanita berambut putih itu dari segala arah.


“Dewa dan Iblis! Dihancurkan atau menghancurkan! Itulah hukum yang sudah berlaku sejak dulu! Kau tidak akan bisa menghindarinya!” teriak Machina sebelum akhirnya seribu tombak dan seribu pedang itu meledak.


Saat itu juga Lembah Sunyi hancur sepenuhnya bahkan sumber daya didalamnya juga ikut hancur.


Fei Chen dan Ying Xie berhasil menyelamatkan diri namun terlihat aura Ying Xie melemah. Wanita berambut putih itu mengeluarkan darah yang berjumlah banyak dari dalam mulutnya.


“Ratu! Ratu! Apa kau baik-baik saja?!” Shu Zhui datang dan langsung menopang tubuh Ying Xie.


“Aku baik-baik saja... Zhui‘er...” Lalu Ying Xie mengelap darah yang menempel diujung bibirnya. Kemudian menatap Fei Chen yang memperhatikan dirinya.


“Kita pergi, Zhui‘er,” ajak Ying Xie.


“Tunggu! Kau Ratu Neraka bukan?” Fei Chen menghentikan kepergian Ying Xie.


Ying Xie menoleh kebelakang dan melihat Fei Chen yang dimatanya seperti anak kecil.


“Ya, aku adalah mereka yang panggil sebagai Ratu Neraka. Benua Sembilan Petir dan Benua Tujuh Bintang adalah wilayah kekuasaanku.”


“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Ini mengenai seekor kucing dan sebuah pedang...”


“Kucing dan pedang! Kau juga bertemu dengan mereka?!”

__ADS_1


Fei Chen dan Ying Xie saling berpandangan satu sama lain sebelum akhirnya Ying Xie mengizinkan Fei Chen untuk ikut bersamanya menuju Istana Langit Biru yang berlokasi di Danau Kabut Tersembunyi.


__ADS_2