Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 195 - Pedang Tumpul


__ADS_3

PPFC 195 - Pedang Tumpul


Seteleh mengarungi malam pertama dengan Yin Jinxia, Fei Chen beberapa kali mengulangi Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Yin Jinxia. Walaupun sudah berusaha mengalahkan Fei Chen tetap saja Yin Jinxia dibuat terlukai lemas di pagi hari.


Akhirnya Yin Jinxia tertidur pulas seharian karena merasakan tubuhnya benar-benar lelah. Sementara itu Fei Chen ada di sampingnya hingga hari menjelang malam. Setelah malam tiba, Fei Chen sudah menuju kamar yang digunakan Ling Ye.


Fei Chen membuka pintunya pelan dan menemukan Ling Ye yang sedang berdiri menatap kearah jendela. Dengan langkah yang pelan dia mendekati Ling Ye lalu memeluk erat pinggangnya dari belakang.


“Aw!” pekik Ling Ye saat mengetahui dirinya dipeluk.


“Chen‘gege...” Seketika ekspresi malu Ling Ye terlihat. Ling Ye mengerti ini gilirannya untuk mengarungi malam pertama dengan Fei Chen namun dirinya masih kaku untuk memulainya.


“Ye‘er, kamu sangat cantik malam ini...” bisik Fei Chen mesra sambil mengelus perut Ling Ye.


“Sssh...” desis Ling Ye karena sentuhan telapak tangan Fei Chen semakin turun. Pemuda itu membelai setiap inchi anggota tubuhnya dan membuat Ling Ye terbuai pasrah.


Tanpa sadar Ling Ye sudah berada diatas ranjang dengan Fei Chen yang mengukung tubuhnya. Ling Ye gelagapan saat melihat Fei Chen melepaskan pakaiannya begitu juga dengan pakaian pemuda itu. Kini keduanya saling menatap tubuh masing-masing tanpa sehelai benang.


‘Tubuh Chen‘gege bagus... Ini memalukan dia terus menatapku...’ Ling Ye mengalihkan pandangannya namun justru membuat matanya melebar menatap kagum keperkasaan Fei Chen.


“Itu...”


“Chen‘gege... Itu seperti pedang tumpul.” Ekspresi Ling Ye ini membuat Fei Chen langsung menerkamnya.


“Ah... Chen‘gege geli... Pelan, aku tidak akan lari.” Ling Ye mendesah saat mulut Fei Chen menyusuri leher dan juga wajahnya.


“Tubuhmu sangat menggoda Ye‘er... Beruntung aku yang pertama kali menyentuhmu.” Deru nafas Fei Chen membuat tubuh Ling Ye merinding.


“Emmm... Tapi... Aaaah... Aku wanita keenam yang merasakan tubuhmu... Ini... Sssshh.. Ti-tidak... Adil Ah...” Ling Ye menggelinjang saat tangan Fei Chen mengobrak-abrik kesucian lembah perawan yang selama ini dia jaga.


“Suaramu sangat menggoda sayang...”


Fei Chen tersenyum saat mendengar nafas Ling Ye mulai berat. Sekarang dia menatap nanar kedua gundukan kenyal yang padat dan membulat itu. Sudah dipastikan dia adalah orang yang pertama kali yang melihat dan menikmati setiap keindahan alam di gunung kembar tersebut.


Mulut Fei Chen mulai menyusuri indahnya gunung kembar itu dan membuat Ling Ye semakin terbang melayang. Fei Chen menikmati setiap inchi tubuhnya dan bibirnya terus bergerak menuju tulang selangka dan leher wanitanya ini.

__ADS_1


“Aah... Chen‘gege.”


Tak lama Ling Ye semakin terbuai saat Fei Chen menghisap tengkuk dan menggigitnya. Ling Ye mengerang saat merasakan tubuhnya meremang dan tak lama dirinya mencapai pelepasan.


“Kau sangat indah sayang, aku mencintaimu.” Fei Chen tersenyum sambil memberikan tanda kepemilikan dileher Ling Ye sambil menggesekkan tubuhnya dengan tubuh Ling Ye.


Wajah Ling Ye menegang saat merasakan ada benda keras dan tumpul menyentuh perutnya. Matanya terbelalak saat mengetahui betapa besarnya benda itu dan akan menyatu dengan tubuhnya.


‘Teknik Dunia Jiwa Yin Yang...’ Hati Fei Chen sambil menatap celah sempit yang terjaga itu.


“Ye‘er, tahan sebentar. Aku akan memasukkannya, ” ucap Fei Chen dengan nafas yang berat. Ling Ye memekik tanpa sadar karena terlalu khawatir.


“Tunggu Chen‘gege... Aku takut.” Ling Ye merapatkan pahanya dan menatap khawatir kearah wajah Fei Chen.


“Sayang, apa kau tidak ingin aku yang mengambil mahkotamu? Aku berjanji aku tidak akan menyakitimu.” Fei Chen mengecup bibir Ling Ye dan menatap wajah Ling Ye yang gelisah.


“Bukan begitu maksudku Chen‘gege. Aku mencintaimu. Tetapi pedang itu...” ucap Ling Ye malu-malu.


“Pedang?” Fei Chen mengangkat alisnya.


“Itu... Pedang tumpul kepunyaanmu terlalu besar.” Ling Ye melanjutkan dan membuat Fei Chen tersenyum.


“Buka pahamu sayang. Percaya pada suamimu ini.” Fei Chen melanjutkan. Ling Ye membuka pahanya dan menahan debaran jantungnya saat inti Fei Chen berada tepat diatas miliknya.


“Emmm...” Ling Ye memejamkan matanya dan membukanya kembali.


“Pelan Chen‘gege, ini pertama kalinya untukku...” Ling Ye khawatir dengan wajah yang menegang menatap bagaimana Fei Chen melakukan penyatuan.


Entah karena Ling Ye yang terlalu tegang ataupun pedang tumpul Fei Chen yang terlalu besar, saat keduanya menyatu Ling Ye menjerit keras sedangkan Fei Chen mengeram.


“Haaakkss...”


“Aaaahh... Chen‘gege.”


Fei Chen meringis karena miliknya dicengkeram begitu kuat oleh lembah sempit dan lembab milik Ling Ye. Dia membenamkan tubuhnya secara perlahan dan membuat Ling Ye menggelengkan kepalanya serta merintih kesakitan.

__ADS_1


“Terimakasih sayang... Uuuuh.” Fei Chen mengusap wajah Ling Ye dan mencium pipinya saat dirinya merenggut kesucian istrinya ini.


“Emmmm...” lirih desis Ling Ye karena merasakan terlalu besarnya inti Fei Chen didalam tubuhnya.


Cukup lama Fei Chen terdiam menunggu Ling Ye tenang dan terbiasa menerima keperkasaan dirinya. Setelah melihat Ling Ye tidak menangis, Fei Chen membenamkan tubuhnya kembali dan bergerak naik turun dengan pelan namun pasti.


“Sssshhh... Pelan. Tubuhku terasa penuh Chen‘gege.” Ling Ye pasrah saat Fei Chen mengukung tubuhnya.


Pemuda itu membimbingnya mengejar kenikmatan surgawi. Gerakannya semakin cepat dan dalam membuat Ling Ye melenguh panjang dengan nafas yang tersengal-sengal.


Melihat Ling Ye mendapatkan pelepasan, Fei Chen langsung memangku tubuh wanita itu dan menghisap gunung kembar itu dengan penuh gairah. Kedua tangannya meremas bongkahan padat dan mulus yang bersentuhan langsung dengan pahanya.


“Aaahhhsss... Mmmm.” Hanya itu yang keluar dari mulut Ling Ye saat Fei Chen membimbingnya menikmati prosesi Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.


Ling Ye pasif namun mampu bertahan melawan gempuran Fei Chen yang mendominasi pada tubuhnya. Sekarang dirinya bertumpu pada pinggiran jendela dan melihat pemandangan diluar. Ling Ye dibuat lemas dan kacau balau karena mengikuti keinginan Fei Chen.


Dari belakang Fei Chen menghujamkan tubuhnya dengan cepat dan memeluk perutnya. Kedua tangan Ling Ye langsung memegang tangan Fei Chen erat.


“Chen‘gege... Akh.. Aku.” Ling Ye memekik seiring gerakan maju mundur yang dilakukan Fei Chen semakin cepat.


“Uuuuhhh... Ye‘er. Tunggu sebentar sayang.” Fei Chen menghentakkan tubuhnya semakin cepat saat miliknya dicengkeram lebih erat.


“Ini sangat sempit! Sial!” Tanpa sadar Fei Chen melenguh nikmat sambil meremas kuat gunung kembar Ling Ye.


“Aaaah... Akh.. Chen‘gege.... Nggggh.” Tubuh Ling Ye lunglai dan hampir roboh, Fei Chen memeluknya erat dan menghujamkan tubuhnya dalam sambil mengerang nikmat menikmati pelepasan.


Keduanya berdiri dengan nafas yang tidak beraturan. Fei Chen memeluk Ling Ye erat dan mengangkat tubuhnya ke ranjang.


“Terimakasih Ye‘er...” Fei Chen mengecup kening Ling Ye dan dibalas senyuman lemah Ling Ye sebelum pingsan.


“Dia... Pingsan?” Merasa bersalah Fei Chen karena membimbing Ling Ye dengan hentakan keras dan dalam. Tetapi Ling Ye pingsan dalam keadaan bahagia dan penuh kenikmatan bukan kesakitan.


Tanpa menyadari ada orang yang mengintip, Fei Chen memegang intinya yang masih tegak berdiri. Karena ulah Su Xiulan pada tubuhnya, Fei Chen masih belum menyadari jika ada Qiao Mi yang mematung melihat kegiatan itu di balik pintu kamar.


“Sepertinya aku harus bersabar...” Hela nafas panjang Fei Chen seraya tangannya memaju mundurkan intinya. Mulutnya mendesis dan dia menoleh karena ingin keluar kamar dan menikmati kolam air panas untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


“Mi‘er?”


“Aku... Aku tidak melihat apapun!”


__ADS_2