
PPFC 250 - Sisi Hitam Putih
OPENING ARC 8 — KEKACAUAN DUNIA BAWAH
Waktu terus berlalu dan tak terasa akhirnya Su Xiulan akan melahirkan buah hati untuk Fei Chen. Saat ini di Istana Ma berkumpul semua keluarga besar Fei Chen untuk menyambut lahirnya Fei Chen kecil yang akan lahir ke dunia ini.
Dari semua istrinya yang hadir, nampak juga Hua Ying, Luo Rou, Qie Shie, Guan Ai, Song Na, Ji Xiuha, Hong Zi Ran, Lu Shin Rui dan Min Yi. Tentu saja berkumpulnya para wanita yang lain membuat Fei Chen dihujani banyak pertanyaan dari istrinya.
“Chen‘er, bukankah kau memiliki istri terlalu banyak. Bahkan kau secara terang-terangan memadukan anakku. Menanti sialan, aku harus bingung mengatakan apa padamu...” Yin San menghela nafas panjang dan membuat Fei Chen tersenyum kecut.
Tak lama Liu Xianlin dan Jia Li menghampirinya. Fei Chen terlihat sulit untuk menjelaskan kepada mereka berdua tentang kedatangan Hua Ying dan yang lainnya.
“Gege, apa kau macam-macam diluar?” Tatapan Liu Xianlin penuh selidik.
Fei Chen menatap Liu Xianlin yang terlihat berbeda dengan perut yang mulai membesar serta pinggul yang semakin terlihat lebar.
“Kenapa ada Bibi Luo? Chenchen, jangan bilang...” Jia Li menatap rumit Fei Chen.
“Kalian berdua tenanglah...” Fei Chen mencoba menenangkan keduanya namun terlihat kesulitan.
“Bagaimana kami bisa tenang?!” Liu Xianlin dan Jia Li menjawab serentak.
Tak lama Ling Ye dan Qiao Mi menghampiri Fei Chen dan menanyakan apa yang telah pemuda itu lakukan diluar sana. Fei Chen menjelaskan kepada mereka berdua jika dirinya akan menceritakan setelah anak pertamanya lahir.
Ling Ye dan Qiao Mi juga sedang hamil muda menyusul Liu Xianlin dan Ning Guang. Fei Chen nampak bahagia dan khawatir disaat yang bersamaan. Dia berjalan memasuki ruang persalinan dan menemukan Su Xiulan yang sedang berbincang dengan Ying Xie.
“Chen‘er, kau tega meninggalkanku agar bisa bermain dengan para janda!” San Zhu menginjak kaki Fei Chen dan berbicara keras.
“Dasar buaya sialan!” sahut Shu Zhui.
“Kakak Zhu kau berbicara terlalu keras...” Fei Chen tersenyum kecut saat melihat tatapan aneh Su Xiulan padanya.
Saat San Zhu dan Shu Zhui mengoceh, Fei Chen berjalan menuju Su Xiulan dan menyapa Ying Xie. Wanita itu memegang tangan Fei Chen erat dan tersenyum.
“Saat aku mengandung anakmu kau menanam benih pada wanita lain. Dasar anak nakal.” Su Xiulan mencubit gemas pipi Fei Chen.
__ADS_1
Pemandangan ini membuat Ying Xie kebingungan. Hubungan keduanya suami istri namun saat ini Fei Chen terlihat seperti seorang anak yang sedang dimarahi Ibunya.
‘Aneh...’ Batin Ying Xie bertanya.
Tak lama seorang tiga wanita paruh baya memasuki ruang persalinan. Disana ada Mu Rong, Qiu Niu dan Jia Minji. Proses persalinan Su Xiulan akan dibantu Qiu Niu dan beberapa tabib Istana Ma.
Bukan tanpa alasan Qiu Niu datang karena diajak Jia Minji, selain itu wanita paruh baya tersebut sudah mengenal Fei Chen.
Proses persalinan yang dialami Su Xiulan berlangsung selama seharian penuh. Qiu Niu menjelaskan kepada semua orang jika ada dua energi kehidupan didalam perut Su Xiulan. Mendengar itu Fei Chen menggenggam tangan Su Xiulan erat dan mengusap keringat yang membasahi keningnya.
“Akh! Suamiku ini sangat sakit!” Su Xiulan mendelik dan menjerit kesakitan bersamaan dengan wajah Qiu Niu yang memucat.
“Ada apa Bibi Qiu?” tanya Fei Chen khawatir.
“Chen‘er... Ini...”
Qiu Niu menjelaskan kepada jika salah satu energi kehidupan itu menghilang dan membuatnya ketakutan. Mengingat Fei Chen memiliki Tubuh Raja Neraka dan Tubuh Dewa Naga, sedangkan Su Xiulan memiliki Tubuh Dewi Kematian, tentu saja sang bayi memiliki kondisi tubuh istimewa juga.
“Xiu‘er, berjuanglah sayang... Demi anak kita...” Fei Chen berkata lirih dan tenang membuat Su Xiulan tersenyum lemas.
Melihat kecemasan Fei Chen dan bisikan penyemangat di telinganya, akhirnya semua rasa sakit yang dirasakan Su Xiulan terpusat kan untuk melahirkan anak mereka.
“Suamiku...” Nafas Su Xiulan tersengal-sengal dan wajahnya terlihat sangat lemas.
Perhatian Fei Chen membantu proses persalinannya. Rasa sakit dan air mata yang Su Xiulan rasakan berganti menjadi kebahagiaan tiada tara saat suara tangis bayi perempuan pecah diiringi tangisan bayi laki-laki.
Qiu Niu memotong tali pusarnya dan tak lama sebuah aura emas memenuhi kedua bayi. Semua orang yang ada diruangan itu terlihat sangat bahagia terutama Fei Chen dan Su Xiulan.
“Chen‘er, apa kau tidak ingin menggendongnya?” Qiu Niu bertanya kepada Fei Chen dan Fei Chen menganggukkan kepalanya.
“Aku sangat ingin...” Fei Chen menjawab sembari menggendong kedua bayi mungilnya.
Saat dia memperlihatkannya kepada Su Xiulan, istrinya itu memucat wajahnya. Ying Xie yang berada di dekat mereka berdua juga terkejut dengan kedua mata melebar.
“Chen‘er, bayi laki-laki itu...” Ying Xie tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
Saat Ying Xie melihat wajah Fei Chen, dia menyadari jika pemuda itu sudah mengetahui kondisi bayi laki-laki tersebut.
Berkat pengetahuan yang didapat dari kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi, ketiganya mengetahui apa yang menimpa bayi laki-laki tersebut.
“Suamiku... Tidak... Ini tidak mungkin...” Su Xiulan menangis histeris menatap bayi kembar dimana salah satu dari kedua bayi tersebut terkena kutukan, sedangkan yang satunya memiliki tubuh istimewa.
Fei Chen menatap Su Xiulan yang terlihat syok dan wanita itu menangis sejadi-jadinya saat mengetahui energi kehidupan bayi laki-laki menghilang.
Ditengah kebahagiaan itu ada juga kesedihan. Fei Chen tidak pernah mengira akan seperti ini, tetapi dia sudah menyerap semua energi mematikan milik sang bayi.
“Aku akan mengorbankan nyawaku untuknya! Aku tidak ingin kehilangan anakku!” Su Xiulan berniat memberikan seluruh energi kehidupannya bahkan Tubuh Dewi Kematian miliknya.
“Tidak, kau tidak perlu melakukan itu Istriku...” Fei Chen tersenyum ramah pada Su Xiulan.
Aura berwarna emas mulai menyelimuti tubuh bayi laki-laki bersamaan dengan Tubuh Dewa Naga milik Fei Chen yang menghilang.
“Chen‘er, cara ini tidak tepat!” Ying Xie adalah orang pertama yang berkomentar setelah mengetahui niat Fei Chen.
“Kutukan Dewa Kematian. Bayi ini memilih mati namun kau menyerap semua energi mematikan itu. Dunia ini bahkan tidak menerimanya...” Ying Xie mengatakan hal itu agar Fei Chen sadar akan tindakannya.
“Hanya ada satu cara Chen‘er...” Ying Xie menambahkan.
“Pertama kali aku merasakan energi mematikan ini. Aku langsung memikirkan bagaimana kemunculan dirimu Chen‘er dan takdirmu itu...” Ying Xie menatap Fei Chen dan Su Xiulan yang sudah terlihat tenang.
“Maaf Xiu‘er, aku tidak ingin kehilanganmu ataupun anak kita...” Fei Chen ingin menangis namun dia menahannya di hadapan semua orang.
“Guru, sepertinya aku mengerti maksudmu. Kutukan ini sangat mengerikan, dengan menghirup auranya maka semua makhluk hidup disekitarnya mati. Tubuh Raja Neraka milikku istimewa, tetapi aku tidak menyangka bayi mungil ini lebih memilih mati dibandingkan harus membunuh Ibunya...” Fei Chen meneteskan air mata dan mengusap wajah sang bayi penuh kelembutan.
“Suamiku... Apa yang harus kita lakukan?” tanya Su Xiulan lemas.
“Dunia Bulan tidak menerimanya karena Kutukan Dewa Kematian ditubuhnya. Kutukan Dewa Kematian, kau pasti paham maksudku bukan? Salah satu Raja Iblis Agung sudah memiliki kekuatan itu dan anak kita terlalu lemah untuk menguasai kutukan itu. Namun kita tidak mengetahuinya di Dunia Matahari...”
Mendengar ucapan Fei Chen membuat Ying Xie tersenyum lemas karena tidak menyangka pemuda itu juga memikirkan hal yang sama dengannya.
“Dunia Matahari?”
__ADS_1
Semua orang nampak terkejut mendengar ucapan Fei Chen barusan.