Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 194 - Agresivitas


__ADS_3

PPFC 194 - Agresivitas


Wajah Yin Jinxia memerah, “Chen‘gege, aku...” Pelukan lembut Fei Chen membuat Yin Jinxia seperti mangsa yang akan dilahap oleh sang singa.


“Boleh aku memintanya Xia‘er?” Fei Chen menggoda Yin Jinxia dan menghembuskan nafasnya dileher jenjang yang mulus itu.


Tubuh Yin Jinxia berdesir hebat dan menganggukkan kepalanya lemah. Sentuhan lembut tangan Fei Chen mulai menggerayangi tubuhnya.


Tubuh Yin Jinxia menggigil saat tangan Fei Chen melepaskan kain yang menutupi tubuhnya dan mulai merayap kebawah. Yin Jinxia ingin menepis namun dia sadar pemuda yang menggerayangi tubuhnya adalah suaminya.


“Mmmmssss... Chen‘gege.” Yin Jinxia sangat malu karena tidak memiliki pengalaman apapun di ranjang. Fei Chen berbisik mesra dan mengatakan bahwa dia akan membimbingnya.


Yin Jinxia hanya menganggukkan kepalanya lemah seraya membuka kakinya lebih lebar saat tangan Fei Chen terus merayap kebawah sana. Leher jenjangnya tidak lepas dari gigitan Fei Chen dan hisapan mulutnya.


“Xia‘er, tubuhmu harum...” Fei Chen mengendus leher dan membuat Yin Jinxia kegelian.


“Sssh...” desis Yin Jinxia saat Fei Chen mengendus lehernya. Kini keduanya berada di ranjang dengan Yin Jinxia dibawah dan Fei Chen diatasnya.


Tangan Fei Chen terus mengobrak-abrik inti Yin Jinxia dan yang satunya meremas gundukan kenyal dengan ujung merah muda menggemaskan. Mulutnya menghisap lemah ujungnya dan sesekali kuat membuat tubuh Yin Jinxia menggelinjang.


“Jangan... Iihhh... Sssh.” Yin Jinxia melihat Fei Chen menikmati buah dadanya yang tidak terjamah oleh siapapun itu.


‘Aku harus memberikan perlawanan...’ Yin Jinxia membatin sambil mengerang hebat. Melihat Fei Chen mengobrak-abrik intinya membuat tangan Yin Jinxia berinisiatif membelai dan mengenggam inti Fei Chen yang masih bersembunyi disarangnya.


“Uuuuhhh... Xia‘er.” Fei Chen tersenyum saat melihat senyuman Yin Jinxia yang seolah-olah menantang dirinya. Akhirnya Fei Chen melepaskan seluruh pakaiannya dan berbaring.


Fei Chen menyuruh Yin Jinxia merangkak diatas tubuhnya. Gadis itu menurut dan menatap keperkasaan Fei Chen yang membuat matanya tidak berkedip sedikitpun.


Sementara Fei Chen menelan ludah melihat bongkahan padat dan mulus seputuh itu. Kepalanya berada diantara lembah perawan suci yang tercium harum wanginya.


“Ini...” Sedangkan Yin Jinxia menelan ludah membayangkan bagaimana benda itu memasuki tubuhnya.


“Xia‘er manjakan milikku sayang,” ucap Fei Chen di bawah dengan kedua tangan yang meremas kuat bongkahan padat dan putih itu.


“Aaahhh...” Yin Jinxia tersentak saat mengetahui kepala Fei Chen terbenam di antara kedua pahanya. Wajahnya merah padam dan mengikuti keinginan Fei Chen.


“Chen‘gege... Aku tidak yakin bisa menelan semuanya.” Yin Jinxia memegang dengan kedua tangannya dan kebingungan, “Kedua tanganku saja tidak mampu menggenggamnya. Ini terlalu besar.”

__ADS_1


Fei Chen mendesih hebat dan membatin dalam hati, ‘Dia tertantang dengan ajakanku, tetapi reaksinya ini.... Sial, aku tidak dapat menahannya!’ Fei Chen merasakan nikmat walau hanya kedua telapak tangan Yin Jinxia yang bergerak naik turun.


‘Chen‘gege tidak jijik melakukan itu padaku, jadi aku tidak boleh kalah darinya...’ Yin Jinxia memantapkan hatinya dan mulai membenamkan wajahnya pada sesuatu yang telah mengeras sempurna.


“Ughh... Uhuk.” Yin Jinxia tersedak dan membuat Fei Chen mendesis hebat.


“Sssh... Seperti itu Xia‘er, sial nikmat sekali!” Fei Chen terkejut karena Yin Jinxia cepat paham dengan ucapannya.


Fei Chen melirik kebawah sana dan melihat Yin Jinxia menghisap memanjakan dirinya dengan kepalanya yang bergerak naik turun. Merasa kalah, Fei Chen langsung membenamkan kepalanya keatas menikmati inti Yin Jinxia.


“Mmmmssss... Mmmmppphh.”


Tubuh Yin Jinxia lebih dulu mencapai pelepasan. Suara batuk terdengar dan beberapa kali tersedak. Melihat Fei Chen menelan air cintanya membuat Yin Jinxia menatap ujung keperkasaan Fei Chen dan mulai kembali membenamkan kepalanya.


“Arggg... Xia‘er!”


Yin Jinxia menghisap kuat dan membuat Fei Chen melenguh panjang. Tidak pernah Fei Chen sangka Yin Jinxia sehebat ini hanya dalam satu kali penjelasan.


Keduanya mengatur nafas sebelum akhirnya Yin Jinxia berinisiatif untuk terlentang dan membuka kedua pahanya lebar. Fei Chen segera memposisikan tubuhnya melakukan penyatuan.


“Apakah itu bisa masuk Chen‘gege?” Tanya Yin Jinxia saat Fei Chen memegang keperkasaannya dan menaruhnya diatas pintu lembah perawan yang suci.


“Bisa sayang. Aku akan melakukannya pelan jadi tahan sebentar.” Fei Chen mengecup bibir Yin Jinxia singkat sambil membenamkan tubuhnya, “Jangan khawatir Xia‘er. Awalnya sakit selebihnya nikmat...”


‘Teknik Dunia Jiwa Yin Yang...’ Hati Fei Chen memantapkan tekadnya untuk mengambil mahkota kesucian Yin Jinxia.


Yin Jinxia terlihat khawatir dan hanya menatap serius bagaimana mahkotanya direnggut Fei Chen. Bahkan saat pertama kali keduanya menyatu, Yin Jinxia sudah berteriak keras dan Fei Chen langsung membungkam mulutnya.


“Haaakkksss... Hmmppphhh!”


“Mmmmssss...”


Yin Jinxia merasakan nyeri dipangkal pahanya karena seperti ditusuk pedang besar, sedangkan Fei Chen mendiamkan lama miliknya disana menikmati pijatan dinding gua yang sempit dan penuh kenikmatan itu.


“Pelan, Chen‘gege... Kau boleh bergerak.” Yin Jinxia memeluk Fei Chen dan tak lama dia memekik kesakitan saat tubuh pemuda diatas tubuhnya mulai bergerak naik turun secara teratur.


Fei Chen menikmati setiap ekspresi yang tergambar pada wajah cantik Yin Jinxia. Keduanya terus memacu tubuhnya menikmati sensasi kenikmatan yang membuat mereka terbang ke alam surgawi.

__ADS_1


Yin Jinxia sudah mencapai pelepasan berulang kali dan tengah malam telah tiba namun Fei Chen masih belum menunjukkan kelemahannya.


“Aaaihhhh... Eeeuhhh... Aah.”


Sekarang Fei Chen memangku tubuh Yin Jinxia yang bergerak kencang diatas tubuhnya. Gadis itu menuruti ucapannya dan seperti berusaha menaklukkan dirinya di ranjang, namun sangat disayangkan sekali sentakan kuat ke atas membuat tubuh Yin Jinxia lunglai.


“Ooohhh... Mmmmm... ” desah Yin Jinxia dan merasa tulang-tulang dalam tubuhnya lepas. Fei Chen menyambut tubuh Yin Jinxia yang roboh ke pelukannya.


“Aaaah... Chen‘gege kau hebat... Aku benar-benar merasa lelah.” ucap Yin Jinxia terengah-engah dan memeluk tubuh Fei Chen.


Fei Chen tersenyum dan Yin Jinxia merasakan sesuatu dalam tubuhnya semakin membesar membuat miliknya semakin mencengkeram kuat milik Fei Chen.


“Emmmm... Chen‘gege.” Yin Jinxia pasrah saat tubuhnya dibalik Fei Chen hingga sekarang dia terlentang.


“Sekali lagi ya sayang...” Fei Chen tersenyum penuh harap karena akan mencapai pelepasan. Yin Jinxia menganggukkan kepalanya karena mengerti.


“Keluarkan didalam Chen‘gege sayang.” Yin Jinxia membuka kakinya lebar dan menyambut tubuh Fei Chen.


Yin Jinxia merintih dan mengerang merasakan tubuhnya kembali dipenuhi inti Fei Chen. Gerakan Fei Chen cepat dan dalam membuat tubuhnya terguncang. Suara ranjang yang berderit terdengar bising namun merdu karena bercampur dengan dessahan Yin Jinxia.


“Emmm... Chen‘gege... Ooohhh... Aku... Aku. ” Yin Jinxia menggelengkan kepalanya dan memeluk Fei Chen seerat mungkin dengan kedua kaki yang melingkar dipunggung Fei Chen.


“Ooohhh... Xia‘er!” Fei Chen menghentakkan tubuhnya sedalam mungkin membuat tubuh Yin Jinxia pegal.


“Aaaahhh... Ah.”


Yin Jinxia bernafas lemah dan memejamkan matanya saat merasakan inti Fei Chen melalukan pelepasan dalam tubuhnya.


Keduanya tersenyum sebelum mengobrol singkat. Melihat keperkasaan Fei Chen masih tegak berdiri membuat Yin Jinxia tersenyum kecut.


“Pedang tumpul ini boleh ku patahkan? Dia sangat tajam dan membuatku tidak berdaya!” Walaupun bercanda tetapi Yin Jinxia meremasnya kuat seolah-olah mencoba mencabutnya.


“Hei, Argh! Xia‘er!” Fei Chen meringis. Sudah susah payah dia menahan diri, Yin Jinxia memancingnya kembali.


“Aku akan menggigitnya sampai lepas.”


Fei Chen tersenyum kecut melihat agresivitas Yin Jinxia pada tubuhnya.

__ADS_1


“Tuan Putri ku, kau benar-benar nakal...”


__ADS_2