
PPFC 165 - Calon Istri Kaisar Ma
Berita tentang keberhasilan Fei Chen yang memperluas pengaruh Istana Naga Neraka Terdalam dan menghentikan pertempuran panjang di Kekaisaran Yin sampai ke Kekaisaran Ma.
Hal ini tentu membuat penduduk Kekaisaran Ma semakin bangga karena memiliki seorang penguasa seperti Fei Chen.
Saat ini Fei Chen sudah berada di Istana Ma setelah melewati portal teleportasi miliknya. Kemampuannya ini membuat Jia Li dan Su Xiulan berdecak kagum.
Su Xiulan pernah mendengar kemampuan teleportasi yang sering digunakan Lima Raja Iblis Agung untuk mengadakan pertemuan, tetapi dia tidak menyangka suami mudanya itu memiliki kemampuan tersebut.
Sesampainya di Istana Ma, kehadiran Fei Chen langsung disambut Ma Mingyan yang sedang duduk bersama Ning Guang.
“Chen‘gege!” Ma Mingyan langsung memeluk Fei Chen.
“Aku kembali, Yan‘er.” Fei Chen tersenyum hangat dan mengelus kepala Ma Mingyan.
“Kakak cantik ini siapa?” Ma Mingyan bertanya pada Fei Chen mengenai sosok Jia Li yang berada dibelakangnya.
“Namaku Jia Li...” Sebelum Fei Chen memperkenalkan diri Jia Li lebih dulu memperkenalkan, “Namamu?”
Ma Mingyan mengulurkan tangannya mengajak Jia Li berjabat tangan, “Namaku Ma Mingyan. Aku adalah Ratu Ma yang kelak akan menjadi istri Chen‘gege.”
Mendengar ini Fei Chen dan Su Xiulan langsung batuk, sedangkan Jia Li menatap aneh Fei Chen.
“Siapa yang mengajarimu bicara seperti ini?” Fei Chen langsung menatap ke satu orang yaitu Ning Guang yang sedang berbicara dengan Xhin Li Wei.
“Hihi...” Ning Guang mengejek Fei Chen yang menatap tajam dirinya.
‘Wanita ini!’ Fei Chen mendecakkan lidahnya kesal sebelum dia bergabung dengan Ning Guang membicarakan masalah yang terjadi di Kekaisaran Ma.
__ADS_1
Ning Guang memberitahu Fei Chen jika masalah kelaparan dan kemiskinan menjadi yang utama. Selain itu penduduk Kekaisaran Ma kebanyakan mendapatkan pasokan makanan dari Kekaisaran Yin.
Ning Guang memberikan dokumen kepada Fei Chen mengenai wilayah dengan tingkat kelaparan tertinggi. Daerah Wujin dan Daerah Lufei menjadi yang utama.
“Bukankah Lufei seharusnya menjadi kota tambang...” Fei Chen bergumam pelan dan mengetahui jika banyak kemunduran dalam masa pemerintahan Ma Zhangsun.
“Aiya, siapa gadis cantik ini? Apa dia istrimu juga Tuan Muda Fei?” Ning Guang menatap Jia Li dan menghampirinya.
“Kakak Ningning, sepertinya aku akan tinggal disini bersamamu...” Su Xiulan memeluk Ning Guang dan membisikkan sesuatu ditelinga wanita itu.
Mata Ning Guang melebar, “Jadi kalian telah melakukannya?”
Su Xiulan mengangguk penuh antusias dan itu membuat Fei Chen menghela nafas saat keduanya semakin heboh membicarakan dirinya.
“Chenchen, sepertinya kau mengenal banyak perempuan. Apa mereka semua adalah wanitamu?” Jia Li menatap Ning Guang dan Xhin Li Wei.
“Lili, aku sulit menghindari situasi ini...”
Fei Chen memberikan ruang pada Ning Guang, Su Xiulan, Xhin Li Wei dan Jia Li untuk saling berkenalan. Pemuda itu menyusuri Istana Ma mencari keberadaan Liu Xianlin.
Fei Chen menemukan Liu Xianlin sedang berada di taman sendirian. Melihat betapa anggunnya wanita itu membuat Fei Chen tersenyum.
“Bibi Liu...”
Fei Chen menyapa Liu Xianlin dan disambut dengan sebuah pukulan dikepalanya. Fei Chen hanya tersenyum saat Liu Xianlin memarahinya.
“Berhenti memanggilku Bibi! Apa aku setua itu?!” Liu Xianlin cemberut dan menambah kesan kecantikannya.
Fei Chen duduk disamping Liu Xianlin dan tersenyum hangat, “Kakak Liu masih terlihat cantik. Apa Kakak Liu tidak ingin menikah?”
__ADS_1
Liu Xianlin memerah wajahnya saat dipuji oleh Fei Chen.
“Kenapa kau menanyakan itu Chen‘er?” Liu Xianlin memalingkan wajahnya dan tidak berani menatap wajah pemuda yang selama ini dia rindukan.
Fei Chen mengetahui perasaan Liu Xianlin padanya dan dia tidak memungkiri juga memiliki perasaan khusus pada Liu Xianlin.
“Kapan kau kembali?” Liu Xianlin mengalihkan pembicaraan.
“Barusan. Aku datang bersama Xiu‘er dan Lili.” Fei Chen menjawab sambil menatap bunga yang tumbuh dengan indahnya di taman.
Mengetahui Jia Li datang bersamanya, segera Liu Xianlin bangkit berdiri dan langsung berlari menuju tempat keberadaan Jia Li.
Fei Chen tersenyum tipis melihat tingkah laku Liu Xianlin yang seperti gadis itu.
‘Wujin dan Lufei, sepertinya besok aku harus kesana. Pertama aku akan ke Wujin...’ Fei Chen membatin dan memikirkan rencananya kedepan.
Saat Fei Chen mulai menerima takdirnya, pergerakan tidak terduga terjadi saat Raja Iblis Buas Gao Lu Ma melaporkan kepada Raja Iblis Mao Gang mengenai betapa berbahayanya Fei Chen.
Raja Iblis Buas Gao Lu Ma berniat mengincar posisi yang lebih tinggi dari dirinya yang sekarang ini. Lima Raja Iblis Agung yang merupakan sumber dari kekacauan itu menolak usulan Raja Iblis Buas Gao Lu Ma mengingat kemampuan Fei Chen dibawah mereka dan belum menjadi ancaman.
Fei Chen sendiri sudah mengetahui sumber kekacauan yang dimaksud Dewa Naga dan Raja Neraka. Cepat atau lambat, gejolak yang telah dibuat Raja Iblis Mao Gang itu akan membuka gerbang dunia bawah.
Sebelum itu terjadi Fei Chen berniat menembus Pendekar Dewa Tahap Puncak agar dapat bertarung setara melawan Lima Raja Iblis Agung.
___
Jangan baca doang.
Support penulis dengan cara memberikan poin/koin sebagai bentuk dukungan penuh kalian kepada penulis. Kalaupun tidak memberikan memberikan poin/koin, kalian bisa support penulis dengan cara lain seperti memfollow akun penulis, memberikan like dan komentar serta membagikan karya ini kepada teman kalian. Apresiasi kalian sangat berarti untuk penulis agar semangat update disetiap chapternya.
__ADS_1
Mau kasih tau, entar tanggal 1 ada Crazy Up.
Terimakasih untuk @Jagad Aliet dan @Yana atas tips yang kalian berikan.