Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 86 - Niat Fei Chen


__ADS_3

PPFC 86 - Niat Fei Chen


Beberapa hari setelah pertempuran dengan pasukan bersenjata Kekaisaran Yang dan pendekar Tujuh Bunga Iblis, Fei Chen berniat kembali ke Benua Tujuh Bintang namun dia tidak mengetahui cara untuk menuju menuju Benua Tujuh Bintang.


“Ada apa Chen‘er?” Liang Cheng bertanya pada Fei Chen yang berulang kali mengerutkan keningnya.


“Kakek Liang, aku berniat kembali ke tempat asalku karena ada urusan yang harus ku selesaikan disana. Tetapi aku tidak tahu cara untuk kesana.” Fei Chen menghela nafas panjang setelah menjawab.


Liang Cheng pun ikut mengerutkan keningnya, “Chen‘er, aku tidak pernah menanyakan ini sebelumnya tetapi sebenarnya dirimu ini berasal darimana?”


“Kekaisaran Ma, Benua Tujuh Bintang,” jawab Fei Chen.


Liang Cheng terkejut, “Benua Tujuh Bintang? Aku selalu mengira kau berasal dari Benua Langit.”


“Aku pernah mendengar jika untuk pergi menuju Benua Tujuh Bintang, kita harus berlayar menggunakan kapal dan terbang menggunakan Binatang Iblis seperti Elang Halilintar dan hewan terbang lainnya.” Liang Cheng menambahkan.


“Kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya?” Fei Chen mendecakkan lidahnya dan membuat Liang Cheng tertawa.


“Chen‘er, aku tidak akan melarangmu untuk pergi, tetapi kau harus ingat tempat ini adalah rumahmu. Kami akan selalu menyambut hangat dirimu.” Liang Cheng tidak akan melarang Fei Chen pergi karena selama ini mereka semua telah terlalu banyak dibantu pemuda itu.


Fei Chen tersenyum tipis, ‘Kucing Manis, kau bertanya padaku... Apa kau telah siap untuk tidak menyesali keputusanku ini?’


‘Pada akhirnya aku tidak mengetahui jawabannya. Menolong mereka adalah keputusan yang kubuat. Jika aku pergi begitu saja, sama saja aku membuang tanggung jawabku...’ Fei Chen menghela nafas sambil memejamkan matanya.


Liang Cheng sudah menebak apa yang dipikirkan oleh Fei Chen sehingga dia menepuk pemuda itu.


“Chen‘er, bisa kau percayakan padaku sekte ini? Aku akan menjaganya untukmu sampai kau kembali kesini. Berapa lama pun itu.” Liang Cheng berkata pada Fei Chen lalu menoleh kebelakang.

__ADS_1


“Benar begitu Saudara Shu?”


“Seperti yang dikatakan Saudara Liang, kau bisa mempercayakan sekte ini pada kami, pemimpin.”


Melihat Liang Cheng dan Shu En tentu saja membuat Fei Chen tersenyum tipis. Fei Chen akhirnya memutuskan tujuan berikutnya yaitu kembali ke Lembah Pedang untuk menemui orang-orang terdekatnya dan tentu saja dia akan membalas semua perbuatan Sekte Seribu Pedang dan Sekte Iblis Buas.


“Pemimpin, aku memiliki seorang anak perempuan. Dia berada di Benua Tujuh Bintang, jika kau bertemu dengannya bisa berikan ini padanya. Aku berharap dia kembali.” Shu En memberikan sebuah kalung yang dipenuhi hawa dingin.


Fei Chen mengangguk, “Tetapi aku tidak bisa berjanji padamu akan menemukannya, Kakek Shu.”


“Tidak apa, pemimpin. Bagiku kau menerima kalung itu saja sudah cukup.” Shu En tersenyum ramah.


Sementara itu Liang Cheng tersenyum kecut, “Andai saja anakku ada disisiku. Aku gagal menyelamatkannya...”


“Saudara Liang.” Shu En mengetahui masalah pribadi Liang Cheng.


“Ah, tidak apa Chen‘er. Aku hanya merindukan anakku. Kau tahu, seorang manusia yang bau tanah sepertiku juga memiliki penyesalan.” Liang Cheng memaksakan diri untuk tertawa dan Fei Chen tidak lagi bertanya.


Kabar tentang niat kepergian Fei Chen menyebar dengan cepat, banyak penduduk Istana Naga Neraka Terdalam yang menyayangkan kepergian Fei Chen namun mereka sadar tidak bisa menghalangi tujuan Fei Chen.


Kabar ini sampai ditelinga Qiao Mi dan membuat wanita dewasa itu mendatangi kediaman Fei Chen yang ada di Aula Naga.


Fei Chen sedang duduk sambil membuat beberapa pil. Tentu saja dia menyadari hawa kehadiran Qiao Mi.


“Ada apa Senior Qiao? Kau tidak perlu bersembunyi.” Fei Chen berkata dan menghentikan aktivitasnya.


Qiao Mi datang dengan wajah sedih, “Kenapa kau tidak memberitahuku secara langsung?”

__ADS_1


“Aku benci berurusan dengan wanita cerewet sepertimu.” Fei Chen menjawab sejujurnya dan membuat Qiao Mi berjalan mendekatinya.


“Junior Fei... Aku sedang tidak bercanda!”


“Aku juga sedang tidak bercanda, Senior Qiao.”


Qiao Mi sudah menyadari perasaannya dan dia tidak bisa membohongimu jika dirinya mencintai Fei Chen.


“Apa yang sedang kau buat?” Qiao Mi bertanya karena dimeja banyak pil gagal buatan Fei Chen.


“Ini...” Akhirnya Fei Chen menatap Qiao Mi dan menghela nafas panjang, “Aku sedang mencari cara untuk mengembalikan titik meridian kalian yang lumpuh.”


Qiao Mi tersenyum mendengar jawaban Fei Chen, “Junior Fei, jangan memaksakan diri. Terimakasih karena telah peduli pada kami. Kedatanganku kemari mewakili pendekar Istana Bunga Persik.”


“Terimakasih karena telah menolong kami... Terimakasih karena telah peduli pada kami...”


Setelah itu Qiao Mi pergi meninggalkan Aula Naga. Fei Chen yang melihat itu menggaruk kepalanya.


Sebenarnya Fei Chen bisa menerapkan cara yang sama pada Qiao Mi seperti yang dia lakukan pada Hua Ying. Hanya saja mengingat dirinya ditipu membuat Fei Chen kesal lalu Fei Chen melampiaskan kekesalannya dengan membuat pil.


“Sepertinya tidak ada pilihan lain...” Fei Chen segera menyusul Qiao Mi.


“Senior Qiao, aku memiliki cara untuk mengembalikan kelumpuhan titik meridian kalian. Tetapi aku tidak memaksakan hal ini. Aku akan menjelaskannya dan semua tergantung jawabanmu.”


Qiao Mi menatap dalam wajah Fei Chen dan tersenyum manis karena pemuda itu mempunyai sisi yang tidak terduga.


“Baiklah, aku akan mendengarkannya...”

__ADS_1


__ADS_2