Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 204 - Momo Dan Xixi


__ADS_3

PPFC 204 - Momo Dan Xixi


Sekitar lima ratus Singa Bersayap Api datang secara bergerombol dan itu membuat Jia Li langsung melancarkan serangannya yang dipenuhi Qi. Mengingat kejadian di Wujin membuat Jia Li langsung menggunakan segenap kemampuannya sejak awal.


“Ilmu Dewi Pedang...”


“Teknik Hasrat Kematian — Cinta Pandangan Pertama!”


Dengan permainan pedangnya yang indah, Jia Li berhasil membunuh dua Singa Bersayap Api, lalu dia kembali melompat menghindari semburan mulut dari Singa Bersayap Api sebelum bergerak lincah memotong kedua sayap Binatang Iblis tersebut.


Raungan Singa Bersayap Api itu seperti teriakan orang yang mengerang kesakitan dan segera Jia Li membungkam teriakan kesakitan itu dengan memenggal kepala Singa Bersayap Api tersebut.


“Berisik!”


Melihat bagaimana Jia Li bertarung membuat Yin Jinxia menghela nafas ringan. Dia mengetahui identitas Jia Li dan sudah menebak dari dulu jika gadis yang sebaya dengannya itu merupakan keturunan seorang bangsawan tinggi.


“Lili, Guncangan Buas ini sepertinya tidak terjadi disatu tempat saja. Aku merasakan keriuhan dimana-mana.” Yin Jinxia berkata seraya memegang ujung gagang pedangnya karena ujung bilahnya menancap ke tanah.


“Ya, aku bisa melihatnya sekilas dari atas sini jika banyak Binatang Iblis yang sedang menuju kemari,” ucap Jia Li.


“Sebaiknya kita bekerjasama, aku akan membekukan mereka dengan kekuatanku dan kau cukup bertindak sebagai seorang algojo, Lili,“ ujar Yin Jinxia seraya mengalirkan Qi pada pedangnya yang tertancap di tanah.


Jia Li tersenyum lalu mendarat disamping Yin Jinxia sambil mengalirkan Qi pada pedangnya, “Serahkan padaku, Xiaxia.”


Keduanya terlihat sangat kompak dan serasi melakukan serangan kombinasi. Berkat hubungan raga dengan Fei Chen meningkatkan hubungan kebatinan mereka berdua. Bukan hanya mereka berdua, semua istri Fei Chen saling menghargai satu sama lain dan mendukung apa yang dipilih Fei Chen untuk menggapai puncak tertinggi dunia persilatan.

__ADS_1


“Saatnya Lili!” Yin Jinxia telah membekukan Singa Bersayap Api yang terbang dengan menunjukkan cakar apinya kearah dirinya.


Namun saat gerombolan Singa Bersayap Api itu masuk kedalam jangkauan aura tubuhnya, saat itu juga tubuh Singa Api Bersayap membeku sepenuhnya.


“Lakukan dengan cepat! Es ku akan mencair karena aku tidak menggunakan Es Abadi!” Yin Jinxia sendiri menghemat kemampuannya karena menyadari betapa bahayanya situasi yang mereka berdua hadapi. Selain Singa Bersayap Api terus mengeluarkan api dari kedua sayapnya.


Jia Li mengerti dan sudah menghilang dari samping Yin Jinxia. Gadis itu sama sekali tidak terlihat dan hanya potongan rapi Singa bersayap Api yang terlihat berjatuhan diudara.


Jia Li menarik nafas panjang dan mulai menajamkan permainan pedangnya lebih tajam dari sebelumnya. Gerakannya yang cepat saat menapaki udara membuat aliran air disetiap tebasannya mengingat Jia Li memiliki unsur bawaan air.


Kombinasi serangan keduanya tidak terkalahkan dan membuat Guncangan Buas yang dilakukan Singa Bersayap Api lenyap hanya menyisakan dua Singa Bersayap Api yang sama sekali tidak dibunuh Jia Li.


Jia Li tersenyum lebar sebelum menatap dingin mata kedua Singa Bersayap Api tersebut. Mengingat Fei Chen pernah mengajarinya Aura Raja Penakluk, Jia Li mencobanya dihadapan Yin Jinxia.


“Tunduk!”


“Apa-apaan itu? Kau bisa menaklukkan mereka hanya dengan menatap dan berkata saja!” Yin Jinxia menghampiri Jia Li yang tertawa cekikikan dan merasa bangga karena mendapatkan keuntungan dengan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Fei Chen.


“Chenchen yang mengajariku. Dia mengatakan padaku jika kemampuan ini adalah milik Raja Naga, berarti kemampuan ini khusus milik Chenchen yang memiliki Tubuh Dewa Naga.” Jia Li menjelaskan.


“Aku hanya mampu membuat dua ekor Binatang Iblis Tahap Langit untuk tunduk padaku. Dan itu menggunakan setengah kemampuanku...” Jia Li merasa tenaganya terkuras habis. Dia mengeluarkan Pil Qi Bumi yang dibuat Fei Chen serta Pil Persimpangan Langit.


Pil Qi Bumi adalah pil khusus buatan Fei Chen yang berfungsi untuk memulihkan Qi pada tahap normal. Dengan memberikan rangsangan pada benang Qi di dalam tubuh, setelah menelan Pil Qi Bumi maka secara berangsur-angsur Qi dalam tubuh akan kembali pulih.


Sedangkan Pil Persimpangan Langit juga merupakan salah satu dari tujuh pil yang dibuat Fei Chen secara khusus. Fei Chen menciptakan pil karena mengisi waktu luangnya menghadapi kejenuhan urusan pemerintahan, namun tindakan isengnya ini tentu saja membuatnya disebut sebagai jenius yang mengerikan jika pemuda itu memberitahu dunia mengenai pil khusus buatannya.

__ADS_1


“Baiklah sebelum Guncangan Buas susulan datang, aku akan memberikan nama kepada kalian berdua...” Jia Li berkata setelah menelan Pil Qi Bumi dan Pil Persimpangan Langit.


“Nama pada Singa Bersayap Api?” Yin Jinxia nampak tertarik. Hanya saja gadis itu tidak terlihat antusias karena pembawaannya yang dingin.


“Yang jantan kuberi nama Momo dan yang betina kuberi nama Xixi... Hmmm, telah kuputuskan.” Jia Li bergumam lalu menunjuk pejantan Singa Bersayap Api dan memberikannya nama Momo sedangkan yang betina dia beri nama Xixi.


“Grrrr...” Suara dua Singa Bersayap Api yang telah Jia Li beri nama itu.


‘Momo... Xixi... Menggemaskan...’ Dalam hati Yin Jinxia nampak tertarik namun kemudian dia berkata.


“Tetapi aku lebih menyukai yang kecil dan menggemaskan...”


Jia Li menaikan alisnya dan menanggapi, “Kecil dan menggemaskan? Kalau aku... Mmmm... Aku lebih suka yang besar, tangguh dan perkasa seperti mereka berdua.”


“Kalau itu... Aku juga. Aku juga menyukai yang seperti itu.” Pikiran Yin Jinxia lari kemana-mana. Jia Li tertawa cekikikan. Kedua gadis itu langsung membayangkan tatapan dingin mendominasi Fei Chen dan parasnya yang tampan serta bentuk badannya yang menggoda setiap mata wanita.


“Apa yang kita berdua bicarakan?” Jia Li mengelus kepala Momo dan Xixi secara bergantian. Lalu gadis itu kembali mengambil Permata Iblis Singa Bersayap Api dan memotong daging Binatang Iblis tersebut dan menyimpannya kedalam Cincin Ruang.


“Jadi ini yang Chenchen maksud dengan sekali dayung dua pulau terlewati.” Jia Li tertawa gemas kemudian melompat ke atas punggung Xixi.


‘Apa yang Chen‘gege lakukan dan katakan kepada Lili?’ Suara ludah tertelan terdengar bersamaan batin Yin Jinxia yang bertanya-tanya mengenai perkataan Jia Li barusan.


“Xiaxia, kita bisa memulihkan tenaga sambil bergerak menuju kearah barat. Aku melihat disana ada Guncangan Buas yang mengarah kemari,” ujar Jia Li.


Yin Jinxia mengangguk dan langsung melompat ke punggung Momo.

__ADS_1


“Baiklah kita pergi Momo,” ucap Yin Jinxia sambil mengelus bulu Singa Bersayap Api yang hangat.


“Hihi... Kau terlihat menyukai peliharaan ini.”


__ADS_2