
PPFC 353 - Sepenggal Kisah Jugo Kagura dan Raido
Jugo Kagura, seorang samurai keluarga Kagura yang membunuh saudaranya sendiri dan mendukung penuh Raido. Alasan Jugo berkhianat pada kakaknya yang bernama Gara Kagura karena kakaknya itu bisa dibilang seorang mata keranjang dan memiliki puluhan selir.
Selain memaksa wanita menjadi selirnya, kebiasaan buruk Gara Kagura berimbas pada hancurnya keluarga Kagura. Walaupun Gara Kagura seorang Daimyo yang baik hati dan suka menolong, tetapi kebiasaan buruknya itu tidak dapat dapat dia buang.
Jugo yang menjalin hubungan dengan kekasihnya bernama Sayuri Chiaki harus menerima kenyataan dikhianati kakaknya sendiri. Selama Jugo meminta Sayuri menjadi pelayannya, rupanya Gara memaksa Sayuri melakukan sesuatu hubungan yang berakhir dengan kehamilan Sayuri.
Jugo yang syok dan kecewa hendak membunuh Sayuri, namun justru dia menggugurkan kandungan yang ada didalam rahim Sayuri.Semenjak itu Jugo berubah, dia gemar bermain wanita dan berniat menghancurkan keluarga Kagura karena kebejatan Gara dimaafkan sang ayah dan anggota keluarganya yang lain.
Jugo berteman dengan Raido setelah keduanya tidak sengaja bertemu. Raido memiliki ambisi untuk menguasai Kekaisaran Kai dibawah namanya dan dia memiliki seorang yang akan membantunya yakni Sun Yelong.
Awalnya Jugo dan Raido bertemu sesekali untuk bertarung, namun kelamaan keduanya menjadi akrab sehingga akhirnya Jugo merasa Raido dapat mengerti dirinya. Jugo menceritakan masalah hidupnya, begitu juga dengan Raido yang merupakan seorang mantan budak di Kerajaan Historia.
Kisah kelam Raido membuat Jugo meneteskan air mata karena tidak menyangka Raido mengalami kehidupan yang lebih pahit dari dirinya. Raido kecil diculik sekelompok orang dan dibawa ke Kerajaan Historia untuk menjadi budak bersama anak-anak yang lainnya.
Di Kerajaan Historia, Raido merasa berada didunia yang berbeda. Kehidupan disana berbeda dan Raido mengingat jelas sosok yang menguasai Kerajaan Historia adalah seorang yang memiliki kemampuan setara dengan Raja Iblis Agung yakni Machina.
__ADS_1
Sama seperti yang Machina lakukan ke Kerajaan Historia, Raido ingin melakukan hal yang sama dengan Machina yakni menginvasi Kekaisaran Kai.
Raido ingin semua orang merasakan penderitaannya menjadi budak. Kondisi otak Raido berbeda dari yang lainnya, depresi berat dan tekanan yang membuatnya ingin mati justru membuat Raido menjadi pria keji.
Menjadi korban kekerasan fisik sejak kecil bahkan sampai ke pelecehan, mental Raido benar-benar hancur. Raido hanya memikirkan cara agar semua orang merasakan penderitaan.
Jugo yang mengetahui kelainan Raido membantu dan mendukungnya secara penuh untuk menguasai Kekaisaran Kai. Jugo sendiri membenci dunia setelah dikhianati sehingga dia bekerjasama dengan Raido melakukan pembantaian pada keluarga Kagura di Negeri Api.
Pembantaian tanpa harus Sun Yelong membantu Jugo dan Raido membunuh Gara Kagura menjadi kisah yang diceritakan orang-orang di Negeri Api.
Orang-orang menceritakan perjuangan hebat Gara Kagura dan menggunjing pengkhianatan Jugo.
Eimi yang sedang mengobrol dengan Fei Chen langsung menatap ke arah Jugo.
“Ada apa Jugo? Kau terlihat sangat kesal.” Eimi bertanya. Sama halnya seperti Jugo yang menganggap Eimi sebagai teman ranjangnya, Eimi juga berpikir demikian.
Jugo mengusap wajahnya kasar, “Aku pergi dulu. Aku melihat wanita paruh baya cantik disana, aku ingin menggodanya.”
__ADS_1
“Hahaha... Kita lanjutkan perjalanan ke Kota Seifu setelah aku mendapatkan wanita itu.” Jugo tertawa seperti orang gila dan berjalan menuju sebuah bangunan yang dekat dengan Pelabuhan Mizuha.
Fei Chen mengerutkan keningnya karena menyadari raut wajah Jugo merupakan raut wajah orang yang merasakan pengkhianatan.
‘Ada apa dengannya?’ Fei Chen membatin penuh pertanyaan dan tak lama Eimi memeluk tubuhnya.
“Sebaiknya kita melakukan hal yang sama dengan Jugo. Bagaimana bocah?” Eimi menggoda Fei Chen dan membuat Fei Chen menghela nafas panjang.
“Nyonya Eimi, apa kau memiliki stamina yang cukup? Tuan Jugo akan mengarungi malam dan kembali pagi hari. Aku katakan sekali lagi, apa kau memiliki stamina untuk melayaniku hingga pagi?” Fei Chen tersenyum menyeringai karena berpikir Eimi akan berpikir dua kali untuk menggodanya.
Eimi tersenyum sinis, “Jangan meremehkanku anak muda! Kita lihat siapa yang lemah!”
“Hmmm...” Fei Chen menggumam saat melihat Eimi berdiri.
Fei Chen pun ikut berdiri dan menatap Eimi tajam, “Baiklah, mari kita tunjukkan siapa yang lemah diantara kita. Jangan menyesal Nyonya Eimi.”
Eimi pun tersenyum sinis kembali sambil menatap Fei Chen dingin, “Kau memiliki nyali bocah. Ikut aku, kita lihat seberapa besar dan kuat dirimu.”
__ADS_1
Fei Chen ditarik Eimi menuju penginapan yang ada di Pelabuhan Mizuha. Dinginnya malam di Pelabuhan Mizuha membuat suasana tenang dan bulan bersinar dengan indahnya di pelabuhan tersebut.