
PPFC 287 - Lantai 5 Reruntuhan Dewi Iblis
Tidak butuh waktu lama bagi Fei Chen bersama Xi Taohua, Hua Ruyun, Zhang Xue dan Shin Riu menemukan keberadaan Bai Shinhwa yang sedang dirawat seorang wanita.
“Siapa kalian? Bagaimana bisa kalian masuk kedalam Istana ini?!” Wanita itu bertanya dan terlihat sangat waspada.
“Kami...” Xi Taohua menenangkan wanita itu dan memperkenalkan dirinya begitu juga dengan Hua Ruyun, Zhang Xue dan Shin Riu.
“Kalian berempat adalah teman wanita ini? Lalu siapa pemuda itu?” Wanita itu terlihat masih tidak percaya dan kini menatap Fei Chen tajam.
“Nyonya, aku...” Fei Chen memperkenalkan dirinya pada wanita tersebut lalu dengan sengaja Fei Chen menyebutkan nama Liang Cheng kepada wanita tersebut.
“Bagaimana bisa kau mengetahui nama Ayahku? Jadi mereka adalah Tetua Istana Bunga Persik...” Wanita itu berdiri dan berjalan mendekati Xi Taohua.
“Nyonya, Kakek Liang adalah salah satu anggota sekteku. Tentu saja aku mengenalnya. Jadi apakah anda adalah Nyonya Liang Su?” Fei Chen bertanya kepada wanita tersebut dan wanita itu menganggukkan kepalanya pelan.
Liang Su merupakan anak dari Liang Cheng. Selama belasan tahun Liang Su berpisah dengan Liang Cheng karena secara paksa Yang Ergou menculiknya dan menjadikan wanita tersebut sebagai seorang permaisuri.
Namun insiden terjadi setelah pernikahan paksa yang dilakukan Yang Ergou, Liang Su melarikan diri karena hampir diperkosa para bawahan Yang Ergou dan berakhir di Reruntuhan Dewi Iblis.
Liang Su menceritakan bahwa dirinya terjebak disini selama bertahun-tahun. Namun berada di Reruntuhan Dewi Iblis membuatnya aman dari kejaran Yang Ergou.
Setelah mendengar cerita Xi Taohua mengenai ucapan Fei Chen, Liang Su nampak sangat bahagia karena mengetahui Ayahnya baik-baik saja.
Terlebih setelah mengetahui identitas Fei Chen yang merupakan penyelamat Ayahnya, pandangan Liang Su pada Fei Chen berubah.
Fei Chen sendiri tersenyum tipis karena merasakan aura besar tiba-tiba menghilang dan tak lama Bai Shinhwa terbangun.
__ADS_1
“Shinhwa!” Hua Ruyun langsung bergerak menuju tempat Bai Shinhwa berbaring.
“Akhirnya dia bangun.” Shin Riu menyusul Hua Ruyun menuju tempat Bai Shinhwa berbaring.
Fei Chen menyapu pandangan matanya disekitar ruangan yang digunakan Liang Su untuk merawat Bai Shinhwa, namun saat pandangan matanya dan pandangan mata Liang Su bertemu, sebuah suara mendengung di telinganya.
‘Manusia rendahan, kau berhasil mendapatkan kepercayaan wadah ku yang lain selain istrimu itu. Sekarang jika kau ingin memasuki lantai keenam, datanglah ke ruang singgasana sendirian.’ Mendengar suara yang tidak asing ini membuat Fei Chen tersenyum tipis.
“Ada apa?” Xi Taohua menatap Fei Chen dan bertanya.
“Bibi Xi, aku ada urusan sebentar. Bisakah kalian menunggu disini? Mungkin aku akan pergi lama karena aku akan langsung menuju lantai keenam.” Fei Chen menjawab dan menjelaskan sekalian.
Xi Taohua sendiri tidak memaksa untuk ikut karena menyadari Fei Chen menganggap diri mereka sebagai beban.
“Bibi Xi, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku memang mengatakan kalian menjadi beban tetapi aku tidak bermaksud seperti itu. Kalian adalah tanggung jawabku mengerti?” ucap Fei Chen pelan dan hanya didengar Xi Taohua.
Namun sebelum memasuki ruang singgasana Fei Chen dicegat oleh Liang Su. Wanita itu bertanya kepada Fei Chen tentang kondisi Yang Ergou ataupun Kekaisaran Yang.
Fei Chen menjelaskan kepada Liang Su jika sekarang Kekaisaran Yang sedang dalam masa pergejolakan yang hebat karena dirinya memusnahkan Tujuh Bunga Iblis dan membunuh Yang Ergou.
Fei Chen tidak sengaja menceritakan tentang Deshe yang melakukan pembantaian sehingga membuat Liang Su bertanya.
“Bagaimana aku memanggilmu?” Liang Su bertanya.
“Terserahmu saja Nyonya.” Fei Chen menjawab.
“Tuan Muda Fei, apa yang kau lakukan saat binatang sucimu itu bertarung?” Sebuah pertanyaan yang membuat Fei Chen tersenyum kecut.
__ADS_1
“Saat itu aku...”
Liang Su mengerutkan keningnya, “Aku?” Wanita ini seperti sedang menginterogasi Fei Chen.
“Aku sedang berolahraga, Nyonya Liang. Kau tahu, saat kepalamu disibukkan dengan pertempuran maka batinmu membutuhkan sedikit kesenangan bukan?” Ucapan Fei Chen tidak dapat dicerna Liang Su.
“Olahraga ya? Jadi sekarang pria itu telah mati. ” Liang Su menghela nafas dan memejamkan mata.
“Maaf Nyonya Liang, apa aku membuatmu terluka.” Fei Chen mengira Liang Su memiliki perasaan kepada Yang Ergou sehingga wanita itu nampak terlihat sedih.
Liang Su menggelengkan kepalanya dan tersenyum indah, “Tidak, kau sama sekali tidak menyakiti Tuan Muda Fei. Justru aku merasa berterimakasih padamu. Katakan padaku bagaimana aku membalas kebaikanmu ini?”
Fei Chen terdiam cukup lama dan menjawab, “Nyonya Liang, aku tidak pamrih.”
Setelah itu Fei Chen menjelaskan kepada Liang Su agar tetap berada bersama Xi Taohua dan yang lainnya selama dirinya berada di ruang singgasana.
Liang Su pun mengangguk dan segera kembali menuju ruangan yang digunakan dirinya merawat Bai Shinhwa.
Selepas kepergian Liang Su, segera Fei Chen membuka pintu ruang singgasana dan seketika semua yang di sekelilingnya berubah menjadi tanah tandus yang tidak berpenghuni.
“Jadi ini lantai keenam? Sebuah ilusi lagi ya?” Fei Chen memejamkan mata dan melepaskan aura tubuhnya.
Deg!
Dalam sedetik Fei Chen memejamkan mata dia merasakan aura pekat mematikan yang sudah berada di depannya.
“Manusia rendahan, kita bertemu lagi.”
__ADS_1