Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 107 - Awal Gejolak Ibukota Jiayang


__ADS_3

PPFC 107 - Awal Gejolak Ibukota Jiayang


Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang berhasil melumpuhkan Ling Shan dan Ling Han menggunakan sebuah teknik pengunci tenaga dalam dengan mengorbankan nyawa sepuluh Pendekar Suci Tahap Puncak.


“Xuanzhang, bagaimana denganmu? Kau telah menyiapkan segalanya bukan?” Jia Gunglai duduk sambil meminum arak dan menatap Ling Han dan Ling Shan yang tidak dapat bergerak.


“Tenang saja, Senior Cai. Aku telah membawa seluruh anggota sekteku ke Ibukota Jiayang. Selain itu aku juga sudah puas bermain dengan wanitanya Furou.” Feng Xuanzhang tertawa dan menatap tajam Ling Shan.


“Setelah ini kita bisa mencoba wanita tercantik di Kekaisaran Jia...”


“Keparat, aku akan membunuhmu jika satu jarimu menyentuh adikku!”


Ling Shan menatap dingin Feng Xuanzhang dan Feng Xuanzhang melepaskan tendangan pada wajah Ling Shan berulang kali hingga pria itu babak belur.


“Tuan Gunglai ini tidak seperti yang kau janjikan!” Ling Han tidak menyangka Jia Gunglai akan berkhianat.

__ADS_1


Memang Ling Han bersedia menerima kerjasama dengan Jia Gunglai dengan syarat tidak akan menggangu ketentraman keluarga Ling ataupun Istana Mawar Biru tetapi tujuan Jia Gunglai yang sebenarnya adalah menguasai semua yang dimiliki keluarga Ling ataupun Istana Mawar Biru.


“Kekuatan kalian lebih lemah dari kami. Tidak ada yang perlu ditakutkan setelah anakmu yang terkuat dikubumu telah terkunci seperti ini. Kau adalah orang tua yang bodoh Ling Han, bersedia melakukan perjanjian damai denganku dengan syarat kedua anak kita bertunangan.” Jia Gunglai tersenyum lebar setelah meminum arak.


“Jujur saja aku tidak peduli dengan anak jodohku itu. Aku ingin mempunyai anak dari She Sue dan Jia Minji, aku harap mereka berdua dapat memberikan anak untukku.” Jia Gunglai menambahkan sambil memukuk meja.


“Dibandingkan dirimu, anak tirimu lebih pintar. Kau merasa dia adalah aib tetapi Ling Shan adalah pendekar terhebat setelah Jun Shuichi dari Gunung Petir. Kini tidak ada yang bisa menghentikanku, kau sangat membantuku Ling Han.” Sambil tertawa Jia Gunglai memegang dagu Ling Han dan memberikan pukulan.


“Jangan sentuh Ayahku!” Ling Shan menatap tajam Jia Gunglai. Hubungan Ling Han dan Ling Shan tidaklah baik.


Ling Shan dianggap Ling Han sebagai aib dirinya karena pernah melakukan zina dengan pelayannya dan itu membuat Ling Han memiliki penyesalan.


“Istrimu bunuh diri karena itu bukan-”


“Diam kau Gunglai! Kau tidak berhak mengurusi hidupku!”

__ADS_1


“Cih, tidak perlu berteriak!” Jia Gunglai menghajar Ling Han dan baru berhenti saat salah satu pendekar Gunung Golok Kembar memberikan kabar keberhasilan membantai pendekar Istana Mawar Biru.


“Dengan ini maka kekuatan Istana Mawar Biru di Ibukota Jiayang melemah. Saatnya memulai era baru...” Jia Gunglai menjentikkan jarinya dan para pendekar bawahannya segera membawa tubuh Ling Han dan Ling Shan ke tengah kota.


“Kita bunuh mereka berdua didepan publik.”


____


Dua golok bertukar serangan pedang. Fei Chen dan Xiang He melakukan pertukaran serangan selama beberapa menit sebelum akhirnya seluruh rumah hiburan berhasil dikepung pendekar Gunung Golok Kembar yang menyamar sebagai pendekar Gunung Cakrawala Hitam.


“Tidak ada tempat untuk kalian melarikan diri! Semua akses keluar dari Ibukota Jiayang telah kami blokir! Kami datang dengan kekuatan penuh!” Xiang He tersenyum penuh kemenangan dan membuat Fei Chen tersenyum tipis.


“Datang dengan kekuatan penuh katamu? Justru ini lebih mudah untukku. Mari kita buat pertempuran yang meriah di sini...”


“Hah?” Xiang He berhenti tertawa saat mendengar ucapan Fei Chen dan lima detik kemudian dia melihat Fei Chen menghilang dari pandangannya dan mencekik lehernya lalu melemparnya keluar ruangan.

__ADS_1


“Majulah! Aku akan membunuh kalian semua!”


Melihat tindakan Fei Chen membuat pendekar dari Gunung Golok Kembar menjaga jarak, sedangkan Pangeran Fuchu berniat menjadikan Ling Ye sebagai sandera.


__ADS_2