Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 37 - Bibi Luo


__ADS_3

PPFC 37 - Bibi Luo


“Bibi Luo masakanmu sangat enak, aku sangat menyukainya.” Fei Chen terlihat puas setelah menikmati hidangan yang dibuat Luo Rou. Kemudian dia menatap Jia Li dan tersenyum tipis.


“Lili, kau harus belajar banyak dari Bibi Luo jika ingin pandai memasak.” Fei Chen sengaja menyindir Jia Li dan itu membuat Jia Li menghentakkan kakinya ke lantai sebelum menginjak kaki Fei Chen.


“Kenapa marah?” Fei Chen sama sekali tidak merasakan kesakitan saat Jia Li menginjak kakinya.


“Karena kau sangat menyebalkan!” Jia Li cemberut dan membuat Fei Chen semakin senang untuk mengeledeknya.


Luo Rou yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Umur Jia Li lebih tua dua tahun dari Fei Chen, namun terlihat jelas jika Fei Chen terlihat lebih dewasa dibandingkan Jia Li.


“Kalian berdua, setelah makan jangan berisik,” ujar Luo Rou mengingatkan.


“Baik Bibi Luo.” Fei Chen menjawab dan menyentil dahi Jia Li sebelum duduk dengan tenang menunggu Luo Rou membuat minuman hangat.


“Chenchen!” Jia Li memegang dahinya dan menggerutu penuh kekesalan.


Luo Rou membuat minuman herbal yang diminta Fei Chen. Dapur adalah tempat yang Luo Rou sukai karena dirinya pernah dipuji Feng Xinrui pandai memasak.


Melihat Fei Chen yang menikmati masakannya serta mendengar Fei Chen memuji masakannya membuat Luo Rou bahagia.


‘Ini sangat nikmat. Bibi Luo mengingatkanku pada mendiang Ibuku...’ Fei Chen menyeruput minuman hangat buatan Luo Rou dan terlihat sangat menikmatinya.


Selesai makan bersama, Fei Chen kembali kedalam kamar karena Feng Lao sedang sibuk mengurus kepentingan sekte.


‘Aku akan bermeditasi selagi Guru meliburkan latihan hari ini...’


Didalam kamar Fei Chen menaruh Pedang Gila tepat dihadapannya sambil duduk bersila.


‘Chen, aku turut merasa bahagia.’ Kucing Manis ikut senang saat melihat Fei Chen tumbuh dilingkungan yang penuh kehangatan.


Kucing Manis berharap yang terbaik untuk Fei Chen dan akan memberikan dukungan penuh kepada Fei Chen kedepannya.


“Aku akan mencoba menguasai seluruh Jurus Pedang Raja Neraka...”

__ADS_1


Fei Chen telah menguasai lima dari sebelas Jurus Pedang Raja Neraka. Tidak mudah untuk menguasai semuanya, Fei Chen memejamkan matanya dan mulai melakukan konsentrasi secara penuh.


Seperti biasa saat dirinya melakukan meditasi, Fei Chen menaruh Permata Iblis di sekitar dirinya melakukan meditasi.


Saat Jia Li mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar Fei Chen karena tidak ada sahutan, Fei Chen sama sekali tidak terpengaruh.


“Chenchen...”


Jia Li ingin menghabiskan waktu bersama Fei Chen, namun sepertinya dia tidak akan bisa melakukannya karena Fei Chen selalu menghabiskan untuk berlatih.


Akhirnya Jia Li meninggalkan Fei Chen yang sedang bermeditasi. Kucing Manis yang menyadari kedatangan Jia Li mengikuti gadis manis itu.


“Kucing, kau sangat mengenal Chenchen bukan?” Jia Li menatap kebawah melihat Kucing Manis yang berlari di depannya, kemudian dia menangkapnya.


“Meong... Meong...”


Kucing Manis penasaran dengan asal-usul Jia Li karena aroma badan tubuh gadis manis itu sangat berbeda dibanding manusia lainnya.


“Saat melakukan perjalanan bersama Chenchen, dia berulang kali terlihat seperti mengobrol denganmu. Apa kalian berdua beneran bisa mengobrol?” Jia Li mengangkat tubuh Kucing Manis dan menatap kedua bola mata kucing itu yang menggemaskan.


Kucing Manis memilih diam dan mencoba memberontak, namun Jia Li memegang tubuhnya semakin erat. Dan akhirnya Kucing Manis terdiam tanpa perlawanan saat Jia Li memegang kulit lehernya.


“Meong...”


.


Kucing Manis pasrah saat Jia Li membanya pergi kedalam kamar gadis manis itu.


Disisi lain Fei Chen terlihat sedang memusatkan seluruh perhatiannya untuk menghafal gerakan jurus pedang keenam dari sebelas Jurus Pedang Raja Neraka.


‘Bocah manusia, untuk menguasai seluruh teknik ku secara sempurna bukanlah hal yang mudah. Memang kau telah menguasai lima dari sebelas, tapi ingat akan perkataanku ini, kau akan menemukan musuh yang dapat menghalau teknik itu karena kau belum menguasainya secara sempurna. Namun setelah kau menguasai seluruh teknik milikku secara sempurna, maka musuh-musuhmu tidak akan dapat menghalau seranganmu kecuali dia seorang pendekar yang belajar ilmu yang sama dengan milikmu yakni milik Para Dewa.’


Mendengar penjelasan Pedang Gila tentu membuat Fei Chen semakin giat untuk berlatih.


‘Pedang Gila-’

__ADS_1


Belum selesai Fei Chen berbicara dialam bawah sadarnya, Pedang Gila berteriak dan memotong perkataannya.


‘Siapa yang kau sebut Pedang Gila bocah tengik?! ’


’Jika bukan dirimu siapa lagi? Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu?’ Fei Chen menatap pedang hitam legam yang besar melayang dihadapannya.


’Apakah ada orang lain selain dirimu yang memiliki ilmu Para Dewa?’ tanya Fei Chen.


‘Ada.’ Pedang Gila menjawab singkat sebelum menambahkan, ‘Tentu saja ada. Wadah Dewa Iblis dan beberapa manusia dibelahan dunia memiliki ilmu dari Para Dewa. Ada yang menjaga ilmu tersebut demi kebaikan dan ada juga kejahatan. Kau akan mengetahuinya jika bertemu wadah Sembilan Kekacauan Surgawi.’


Fei Chen tersenyum mendengar penjelasan Pedang Gila membuat Pedang Gila bertanya padanya.


‘Kenapa kau tersenyum? Apa kau meremehkan penjelasannku?’


‘Menarik. Hanya satu hal yang perlu kulakukan, aku harus bertambah kuat untuk menghadapi mereka semua. Pedang Gila, disisa umurku, aku akan menuntaskan janjiku padamu dan Kucing Manis. Aku pasti akan menantang Dunia Atas.’


Pedang Gila tertawa mendengar jawaban Fei Chen yang penuh tekad.


‘Untuk kau harus menemukan sebelas wanita yang mencintaimu dengan tulus, bocah manusia. Sebenarnya aku ingin kau memiliki umur yang panjang dan aku merasa suatu saat aku dan kucing bodoh itu tidak bisa selalu mengawasimu.’


Setelah tertawa tiba-tiba Pedang Gila bersuara sendu membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.


‘Apa maksudmu?’


‘Di dunia ini tidak ada yang namanya abadi. Bahkan seorang Dewa sekalipun sepertiku dan kucing bodoh itu hanya menjalani hidup sebagai mayat hidup. Kami berdua hanya mewariskan tekad dan semuanya padamu, bocah manusia. Jika suatu saat kami berdua menghilang, kau harus bisa menjaga dirimu dengan baik.’


Mata Fei Chen untuk sesaat, dadanya terasa sesak. Walau terkadang berbicara hal yang tidak jelas, tetapi Pedang Gila juga tak jarang memberi saran yang baik dan mengatakan hal yang menyentuh.


‘Pedang Gila, berhenti mengatakan hal yang tidak perlu. Aku membenci ini.’ Fei Chen sendiri tidak ingin tenggelam dalam kesedihan dan membuang segala perasaan sedihnya.


‘Hahahaha, kau benar bocah manusia. Dari pada membicarakan hal yang menyedihkan sebenarnya aku ingin memberitahumu satu hal. Di belahan dunia aku yakin ada Sembilan Jiwa Persik Abadi milik Dewa Keabadian yang tersegel didalam tubuh manusia. Kau harus mencari Sembilan Jiwa Persika Abadi tersegel didalam tubuh sembilan manusia itu.’ Pedang Gila berniat mengalihkan pembicaraan namun justru dia memberitahu sesuatu yang sangat penting kepada Fei Chen.


‘Bagaimana caraku mencari Sembilan Jiwa Persik Abadi dan mengetahui jika orang itu memiliki Sembilan Jiwa Persik Abadi yang tersegel didalam tubuhnya?' Fei Chen bertanya karena penasaran.


‘Aku sendiri tidak mengetahuinya. Yang pasti Sembilan Jiwa Persik Abadi merupakan sebuah kekuatan dahsyat yang mampu melawan Sembilan Kekacauan Surgawi.’ Jawaban Pedang Gila tidak membuat Fei Chen puas, namun dia ingin mencari jawabannya sendiri.

__ADS_1


Fei Chen kembali memejamkan matanya sebelum memperagakan gerakan jurus selanjutnya dialam bawah sadarnya.


__ADS_2