
PPFC 372 - Ichiba
Ralat ya chapter kemarin itu Ichiba bukan Futaba. Ampun dah gue ampe lupa nama char gue sorry ygy wkwkwk
_____
Saat Fei Chen tersadar dia menemukan dirinya berada dalam kegelapan. Fei Chen berniat menggunakan jurus Kerakusan Yang Terdalam, namun dia mengurungkan niatnya karena mengetahui Ichiba memiliki Nasi Api Neraka.
Dengan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan Ichiba, Fei Chen akan mendapatkan kekuatan maksimal Tubuh Raja Neraka.
“Nyonya Ichiba, jika seperti ini kita tidak akan bisa keluar...” Fei Chen berkata sambil meraba kegelapan dan menciptakan api sekitarnya sebagai cahaya.
Ichiba merasa bersalah dan tidak berani menatap Fei Chen.
“Bocah... Maafkan aku... Aku ingin membalaskan kematian Suamiku,” kata Ichiba.
“Ya, aku mengerti perasaanmu. Tetapi bukankah lebih kau menunggu dengan tenang disana. Aku sendiri sangat percaya diri dapat mengalahkan mereka.” Fei Chen menanggapi.
“Adakah yang bisa kita lakukan?” Ichiba bertanya.
__ADS_1
Fei Chen menjawab, “Ada yang bisa kita lakukan. Nyonya Ichiba tubuhmu memiliki nadi khusus yang sangat cocok dengan kondisi tubuhku.”
“Apa maksudmu bocah?” Ichiba bertanya karena tidak mengerti.
“Maksudku dengan Tubuh Raja Neraka milikku dan Nadi Api Neraka milikmu, kita dapat keluar dari tempat ini. Waktu kita tidak banyak,” ujar Fei Chen.
Ichiba masih belum mengerti namun dia terkejut Fei Chen dapat mengetahui kondisi tubuhnya. Nadi Api Neraka hanya diketahui olehnya dan mendiang kedua orang tuanya serta Hirataka.
“Bagaimana cara kita melakukannya bocah?” Ichiba kembali menanyakan cara keluar dari tempat ini.
Fei Chen menjelaskan tentang Teknik Dunia Jiwa Yin Yang secara rinci kepada Ichiba. Fei Chen menatap ekspresi Ichiba yang terkejut dan langsung memerah wajahnya.
“Nyonya Ichiba kita tidak memiliki waktu. Apa kau tidak sedikitpun memiliki perasaan khusus terhadapku?” Fei Chen berjalan mendekati Ichiba dan memeluk tubuhnya dari belakang.
“Kau sudah mengetahuinya bukan? Aku akan menjagamu...” bisik Fei Chen ditelinga Ichiba.
Tubuh Ichiba menggeliat dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Fei Chen, namun hal itu justru membuat keduanya saling bergesekan hingga akhirnya Ichiba terdiam membisu saat sesuatu yang benar-benar mengeras menyentuh belahan diantara pahanya.
‘Ini sangat keras... Apa-apaan bocah ini?!’ Ichiba membatin kagum dan bernafas tersengal-sengal.
__ADS_1
Fei Chen mempererat pelukannya dan meraba gundukan kenyal Ichiba. Lalu dia meremas nya pelan penuh kenikmatan dan menggigit daun telinga Ichiba penuh rasa sayang.
“Ichiba...” Suara serak Fei Chen membuat Ichiba merasakan getaran cinta.
Usia yang terpaut jauh itu membuat Ichiba sadar jika Fei Chen tidak lebih dari seorang bocah. Namun Ichiba tidak mengetahui jika Fei Chen bukanlah bocah sembarang bocah. Wanita muda sampai paruh baya sudah jatuh kepelukannya dan dominasi latar belakangnya membuat Fei Chen menjadi idaman setiap perempuan.
“Lepaskan aku Fei Chen! Aku akan marah jika kau bertindak kurang ajar!” bentak Ichiba saat Fei Chen dengan nakalnya mencubit ujung gunung kembarnya.
Fei Chen pun melepaskan pelukannya dan menatap Ichiba dalam, “Baiklah, Nyonya Ichiba...”
Melihat Fei Chen yang menatap dirinya seperti itu membuat jantung wanita berusia tiga puluh sembilan tahun itu berdegup kencang. Ichiba tidak memungkiri jika dirinya telah membuka hati kepada Fei Chen setelah kematian Hirataka hanya Fei Chen lah yang menolong dirinya.
Dan Fei Chen tidak memanfaatkan perasaannya atau melukai dirinya. Mengetahui dirinya masih menarik dimata Fei Chen dan tatapan Fei Chen itu seperti seorang anak dimatanya.
“Fei Chen... Apa kau hanya menatapku sebagai pelampiasanmu? Aku wanita berumur dan aku pernah memiliki seorang suami. Umur kita terpaut jauh dan aku tidak menginginkan ini.” Ichiba memberanikan diri menatap Fei Chen membuat pemuda itu mendekap tubuhnya.
“Apa yang salah dengan itu Ichiba?” Fei Chen berkata dengan lembut lalu mengecup bibir Ichiba.
“Mmmmsssss...” Ichiba memberontak namun Fei Chen memegang bagian belakang kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
Hal ini membuat Ichiba larut dalam kehangatan yang diberikan Fei Chen. Awalnya Ichiba menolak namun keseriusan perasaan Fei Chen padanya membuat Ichiba luluh hingga keduanya menyatu terbang ke alam surgawi.