
PPFC 74 - Pertemuan Istana Naga Neraka Terdalam
Beberapa hari ini semenjak terbentuknya Istana Naga Neraka Terdalam, para penduduk bergotong royong membangun rumah dan bangunan sekte.
Bangunan yang pertama kali dibentuk adalah Aula Naga dan Aula Neraka. Dua bangunan ini dibentuk secara bersamaan dan Fei Chen yang mencetuskan nama untuk kedua bangunan tersebut.
Didalam Aula Naga terlihat Fei Chen tengah berkumpul bersama Liang Cheng, Qiao Mi, Mo Cengfu, Shu En, Tan Hongche perwakilan dari keluarga Tan dan Mu Rong perwakilan dari keluarga Mu.
Tentu saja disana ada Chu Meilan yang mewakili keluarga Chu. Pertemuan ini membahas tentang pertahanan yang akan mereka lakukan saat pasukan dari Kekaisaran Jia dan pasukan dari Kekaisaran Yang datang ke Ibukota Chudian.
“Terimakasih telah datang dan menerima undanganku. Langsung saja, hal yang ingin ku bahas dengan kalian semua adalah mengenai masa depan Kekaisaran Chu tentang kedatangan pasukan dari Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Yang.”
Fei Chen langsung memulai pertemuan dan menjelaskan jika dirinya ingin membagi beberapa wilayah Istana Naga Neraka Terdalam.
“Maaf menyela perkataanmu Ketua Fei.” Qiao Mi dengan sopan mengangkat tangannya meminta izin pada Fei Chen untuk berbicara.
Fei Chen mengangguk, “Aku mengizinkanmu untuk bicara, Senior Qiao.”
“Seperti yang Junior Fei ketahui kami dari Istana Bunga Persik memiliki pandangan dan prinsip yang telah dijaga turun-temurun. Jika pembagian wilayah ini benar-benar terjadi, izinkan kami pendekar dari Istana Bunga Persik membentuk wilayah sendiri dibawah naungan Istana Naga Neraka Terdalam.” Qiao Mi menjelaskan.
__ADS_1
Fei Chen memahami dan menatap yang lainnya. Terlihat yang lain tidak keberatan dengan usulan Qiao Mi.
“Aku akan mengabulkan permintaanmu itu, Senior Qiao.” Lalu Fei Chen menjelaskan kepada semua orang mengenai pembagian wilayah demi kelangsungan hidup anggota Istana Naga Neraka Terdalam atau lebih tepatnya rakyat Kekaisaran Chu yang tersisa.
“Kakek Liang, kau akan menjaga wilayah timur dan wilayahmu akan menggunakan nama Benteng Harimau Api...” Kemudian Fei Chen menambahkan, “Senior Qiao, kau dan pendekar perempuan serta perempuan yang hendak bergabung kedalam bagianmu akan menjaga wilayah utara dan tempat itu akan kuberi nama Lentera Bunga Persik.”
Semua orang saling berpandangan karena tidak menyangka Fei Chen akan seserius ini menjalankan tugasnya sebagai sosok pemimpin.
Selanjutnya wilayah selatan akan dijaga oleh Mo Cengfu dan Zin Mo. Wilayah selatan diberi nama Benteng Naga Selatan sedangkan wilayah barat akan diberi nama Benteng Naga Barat.
Benteng Sungai Kuning akan dijaga oleh pendekar dari Istana Sungai Kuning yang dipimpin Shu En.
“Menurutku ini keputusan yang bijak, Chen‘er...” Liang Cheng tidak protes dan merasa kagum dengan tindakan yang diambil Fei Chen.
“Aku tidak keberatan, Pemimpin.” Shu En berkata disusul oleh Mo Cengfu dan Zin Mo.
“Kami tidak keberatan, Patriark.”
Lalu Qiao Mi tersenyum hangat saat Fei Chen menatap dirinya, “Aku tidak keberatan dengan keputusan yang kau ambil.”
__ADS_1
“Baiklah, kalian semua pendekar dan aku mempunyai tugas untuk kalian menjaga pertahanan Istana Naga Neraka Terdalam.”
Fei Chen kembali membahas masalah pembangunan yang telah dia bicarakan dengan Mu Rong.
“Untuk masalah pembangunan, keluarga bangsawan Mu dan Tan akan mengambil alih. Untuk bangsawan Mu dan bangsawan Tan, keduanya akan mendapatkan tempat di tengah wilayah sekte,’ ujar Fei Chen.
“Paviliun Fajar, itulah tempat kediaman bangsawan Mu dan bangsawan Tan,” sambung Fei Chen.
“Apa ada yang keberatan?” Fei Chen kembali bertanya.
Nampak semuanya tidak ada yang keberatan dengan keputusan yang diambil Fei Chen.
“Sebenarnya aku ingin membangun kembali Istana Chu. Karena bagaimanapun ini adalah Kekaisaran Chu dan bukan Istana Naga Neraka Terdalam. Mungkin membutuhkan waktu yang lama, tetapi aku pasti akan membangun Istana Chu.” Fei Chen mengatakan itu dengan menatap Chu Meilan yang menatap dirinya berbinar-binar.
“Guru, terimakasih! Aku menyayangimu!” Chu Meilan hendak memeluk Fei Chen namun ditahan Mu Rong.
“Guru? Kau bukan muridku Meilan‘er dan aku tidak memiliki rencana untuk mengangkat murid.” Fei Chen nampak sebal saat dirinya dipanggil Guru oleh Chu Meilan.
Setelah itu Fei Chen menutup pertemuan dan membagikan tugas pada masing-masing orang sebelum dia membantu para penduduk lebih tepatnya anggota sekte menebang pohon untuk membangun rumah dan bangunan yang lainnya.
__ADS_1