Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 121 - Ma Zhangsun


__ADS_3

PPFC 121 - Ma Zhangsun


Fei Chen menatap Su Xiulan yang terbangun sembari menunjukkan ekspresi kebingungan. Wanita itu memegang kepalanya yang terasa sakit kemudian menatap sekelilingnya.


“Apa yang terjadi suami? Mengapa kalian menatapku demikian?” Su Xiulan melihat bagaimana ekspresi Liu Xianlin, Xhin Li Wei, Ling Xiyao dan Ma Mingyan yang menjaga jarak.


“Mereka takut padamu karena mengira kau masih dikuasai oleh Mao Ruyue.” Fei Chen mendekati Su Xiulan dan menjelaskan.


“Suami, mengapa kau bisa mengetahui nama itu?” Su Xiulan mengepalkan tangannya dengan erat dan menundukkan kepalanya, “Apa aku telah membunuh orang?”


Fei Chen menggelengkan kepalanya dan mengelus kepada Su Xiulan lembut, “Aku bertarung melawan Mao Ruyue dan banyak hal yang terjadi saat aku bertarung melawannya. Kau tidak perlu khawatir, Xiulan. Kau belum membunuh siapapun.”


“Benarkah? Syukurlah...” Su Xiulan bernafas lega kemudian dia melihat Liu Xianlin yang menghela nafas panjang.


“Aku tidak yakin mempercayakan Chen‘er padamu. Sebaiknya aku ikut ke Ibukota Mafei untuk memastikan kau tidak macam-macam dengan Chen‘er!”


Seperti biasa Liu Xianlin menunjukkan tatapan permusuhan pada Su Xiulan. Fei Chen menengahi keduanya dan memutuskan untuk mengajak semuanya.

__ADS_1


“Suami manisku, apa kau yakin mengajak dia?” Su Xiulan menunjuk Liu Xianlin yang mendekat padanya.


“Aku tidak mempunyai pilihan lain. Perdebatan kalian berdua sangat menggangguku.” Fei Chen mengorek telinganya sambil memasang ekspresi kesal.


“Apa katamu Chen‘er?” Liu Xianlin melipat kedua tangannya dibawah dadanya dan menatap tajam Fei Chen, begitu juga dengan Su Xiulan yang melakukan hal yang sama.


“Suami manisku... Kau seharusnya membela istrimu ini setelah kau mengatakan padaku jika aku adalah wanitamu! ” Su Xiulan berbicara dengan nada lembut sebelum membentak.


Fei Chen menutup telinganya, ‘Aku mengerti mengapa Xiulan berkata demikian, tetapi Bibi Liu melakukan tindakan yang tidak pernah kupikirkan...’


____


Sementara itu di Ibukota Mafei nampak ramai seisi kotanya. Lampion memenuhi setiap sudut rumah dan bangunan serta ornamen bertabur menunjukkan keindahannya.


Istana Ma yang sekarang menjadi tempat kekuasaan Ma Zhangsun di Ibukota Kekaisaran Ma yang baru ini dipenuhi dengan berlian yang indah. Tembok serta beberapa hiasan didalam bangunan semuanya terbuat dari emas dan berlian.


Semua kekayaan yang memenuhi Istana Ma itu adalah milik keluarga Fei. Ibukota Kekaisaran Ma yang sebelumnya telah musnah akibat pembantaian yang dilakukan Ma Zhangsun saat mengambil alih pemerintahan dan mengejar sosok Ma Mingyan.

__ADS_1


Didalam Istana Ma terlihat sosok pria gagah dengan badan kekar dan dadanya ditumbuhi bulu-bulu tipis. Pria itu adalah Ma Zhangsun yang duduk disinggasana.


“Saudaraku Guan! Kenapa kau membiarkan Hen Dong keparat itu berkhianat?!” Ma Zhangsun memegang cawan yang berisi arak.


“Keparat itu menikmati istri Xuan Peng sendirian! Bukankah aku sudah pernah mengatakan pada kalian jika aku tidak mengizinkan pengkhianatan!” Ma Zhangsun membanting cawan berisi arak setelah mengatakan itu.


Pria yang berdiri disamping Ma Zhangsun terlihat begitu tenang sebelum angkat bicara.


“Kaisar, pengkhianatan Hen Dong memang telah mencoreng nama baik Aliran Pedang Iblis, tetapi tujuan kita memanggilnya kemari sudah pasti karena kita telah mengetahui informasi mengenai yang terjadi di keluarga Xuan bukan?” Pria yang bersikap tenang itu adalah Guan Ji Ma.


“Ya, aku akan menjadikan keparat itu sebagai contoh pada semua orang agar tidak ada yang menentangku!” Ma Zhangsun tersenyum menyeringai dan melepas aura pembunuh yang begitu pekat.


Namun Ma Zhangsun segera menarik aura pembunuh tersebut saat dua orang datang melewati pintu depan Istana Ma. Pria dan wanita yang berjalan berdampingan itu membuat Ma Zhangsun, Guan Ji Ma dan tiga Tetua Aliran Pedang Iblis memberi hormat.


“Salam hormat, Senior Situ!”


“Salam hormat, Senior San!”

__ADS_1


__ADS_2