
PPFC 320 - Pelabuhan Hizen
Sekitar seratus orang lebih berada di kapal penjemputan budak yang sedang berlayar menuju Pelabuhan Hizen. Fei Chen menarik perhatian banyak orang karena parasnya. Walaupun sudah berusaha menutupinya tetapi kharismanya tetap terlihat.
Fei Chen menjelaskan jika dirinya diperbudak Inui. Mendengar penjelasan Fei Chen membuat Kosuke dan anggota pemberontakan percaya, bahkan mereka turut bersimpati kepada Fei Chen.
“Berkat Pemuda Chen kita bisa selamat. Kami semua tergugah atas tindakannya.” Seorang pria paruh baya yang mengikuti Fei Chen untuk membunuh anggota Organisasi Sakura Darah berbicara.
“Benar, bebas atas mati. Mendengar kata-kata itu seketika tubuhku bergerak dengan sendirinya,” sahut pria lainnya.
Fei Chen hanya tersenyum. Semua orang disini mengenal dirinya sebagai Chen. Fei Chen sendiri mengingat ucapan Hirataka mengenai masa lalu bawahannya tersebut.
Dua pria paruh baya yang akrab dengan Fei Chen bernama Cio Hen dan Lu Benhei. Keduanya berasal dari Kekaisaran Ma atau lebih tepatnya Xuangang.
Fei Chen menceritakan masa lalunya pada mereka, dimana dirinya pernah menjadi seorang bangsawan sebelum berakhir mengenaskan di tangan Inui.
Fei Chen berbohong namun Cio Hen dan Lu Benhei mempercayai perkataannya. Fei Chen merasa bersalah karena mengetahui keduanya ataupun para mantan budak sangat percaya pada dirinya.
Hingga saatnya tiba, Xiao Gang datang membawakan minuman hangat dan diberikan kepada para mantan budak. Fei Chen dipanggil oleh Kosuke untuk membicarakan mengenai tekad dirinya membantu pertempuran.
“Kau masih muda dan memiliki masa depan yang cerah. Aku menyarankan kau untuk tidak ikut kedalam pertempuran ini. Kau sama sekali tidak diuntungkan.” Kosuke memberikan peringatan kepada Fei Chen dan hanya membuat pemuda itu diam.
Dengan menggunakan kapal, Fei Chen sampai di Pelabuhan Hizen dua hari kemudian. Berbeda dengan Kekaisaran Ma ataupun Kekaisaran Yin, wilayah Kekaisaran Kai dikelilingi pegunungan dan lautan bahkan sungai.
Negeri Api sendiri dikelilingi pegunungan dan lokasinya cukup dekat dengan Onigawara yang berada di pusat Kekaisaran Kai.
Sama seperti yang diperkirakan olek Kosuke, suasana di Prlu Hizen nampak tidak ramai mengingat banyak anggota Organisasi Sakura Darah meminta upeti dan sebagian juga ada yang mempersiapkan Festival Naga Api.
__ADS_1
Onigawara dikelilingi pegunungan dan memiliki cuaca yang berbeda disetiap wilayahnya. Dengan akan diadakannya Festival Naga Api, para penduduk yang tinggal di Kota Hyoko dan Hinogawa yang merupakan dua kota pusat Negeri Api nampak ramai.
Penduduk biasa terlihat tidak sabar menyambut Festival Naga Api karena Sun Yelong membagikan makanan secara cuma-cuma. Memang terkesan baik, namun makanan yang dibagikan Sun Yelong adalah sisa.
Fei Chen sudah mendengar penjelasan Hirataka dan memandang kondisi Kekaisaran Kai yang menurutnya memiliki lokasi strategis untuk dijadikan pelabuhan besar di Benua Tujuh Bintang.
Setelah berlabuh, Fei Chen diperlakukan seperti budak oleh Kosuke walaupun hanya sebuah akting. Kedatangan Fei Chen dan orang-orang yang akan dijadikan budak memb llokuat para penduduk yang tinggal di Pelanggan Hizen menonton.
“Mereka kembali membawa budak.”
“Sepertinya Tuan Sun Yelong serius membangun ulang kembali Menara Naga Kuno.”
“Ya, aku dengar semua pria dan remaja akan dipekerjakan secara paksa di setiap tambang senjata ataukah pembangunan.”
Para penduduk Pelabuhan Hizen hanya bisa pasrah saat mengetahui rencana Sun Yelong. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan saat prajurit binatang buas datang ke kediaman mereka.
‘Situasi ini sangat sulit. Kekuasaan Sun Yelong membuat mereka menjadi seperti ini.’ Fei Chen terus memperhatikan sekitarnya sebelum akhirnya dirinya di suruh untuk menunggu disebuah bangunan bersama para budak yang lainnya.
Nampak Fei Chen sudah akrab dengan orang-orang yang akan dijadikan budak. Mereka mengobrol dan membicarakan cara untuk menyelamatkan budak yang berasal dari Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Ma.
Fei Chen yang awalnya ingin mengorek informasi dengan menyuruh Deshe akhirnya sekaligus meminta Deshe untuk menemukan tambang senjata yang memperkerjakan para budak.
Deshe yang menerima perintah Fei Chen segera meninggalkan bangunan dan bergegas mencari informasi penting. Sementara itu Fei Chen kembali dengan para budak yang kebanyakan ikut bertempur karena ingin menyelamatkan kerabat mereka.
Disisi lain Hirataka sedang berkumpul bersama Kosuke, Uzui dan Tenkai. Mereka berempat membicarakan rencana untuk merekrut anggota pemberontakan sebanyak mungkin sebelum Festival Naga Api dilakukan.
“Hirataka, apa kau tidak mengunjungi istrimu Ichiba?” Kosuke bertanya setelah Uzui dan Tenkai pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Hirataka menggelengkan kepalanya, “Tidak sekarang, Kosuke. Kau menjaga istriku bukan? Terimakasih.”
Kosuke tersenyum, “Kita sudah mengenal lama. Aku pernah tertarik pada Ichiba saat kita masih muda. Sebagai sahabatmu, aku akan menjaga istrimu dan menyamarkan identitasnya.”
“Banyak hal yang terjadi. Aku malu bertemu dengannya setelah semua yang terjadi.” Hirataka mengepalkan tangannya dan menghela nafas.
“Kalau begitu, aku akan melaporkan masalah ini pada atasan. Aku akan melaporkan hal yang palsu dan meyakinkan mereka.” Kosuke menepuk pundak Hirataka dan berjalan meninggalkan bangunan Organisasi Sakura Darah di Pelabuhan Hizen.
‘Habashiri dan Kageshiri. Keduanya merupakan dua Shinobi yang merepotkan. Mereka patuh terhadap Sun Yelong bahkan tidak segan membunuh rekan sesama Negeri Api. Bagaimana Kosuke bisa meyakinkan mereka?’ Hirataka penasaran dan memilih untuk membuntuti Kosuke.
Sementara itu di Pekan Hizen nampak Xiao Gang sedang mengobrol dengan para penduduk disana dan berkenalan dengan Uzui dan Tenkai.
Ditengah pergerakan yang dilakukan masing-masing orang, kedatangan Fei Chen ke Kekaisaran Kai sudah diketahui Sun Yelong.
Fei Chen yang selalu mengingat perkataan Hirataka mengenai mental penduduk Kekaisaran Kai yang telah jatuh akibat kekejaman Sun Yelong, membuat orang-orang dari Kekaisaran Kai berkhianat dengan mudah bahkan sulit membedakan mana yang kawan dan rekan. Hirataka menceritakan hal ini kepada Fei Chen berdasarkan pengalamannya.
Fei Chen sendiri sudah mengantisipasi hal ini dan dia tidak mempercayai sosok Kosuke. Selain itu Fei Chen mulai menyadari perubahan Xiao Gang dan berniat mencaritahu apakah pemuda yang sebaya dengannya itu seorang pengkhianat atau mata-mata.
‘Aku tidak merasakan hawa jahat darinya bahkan dia terlihat biasa saja dimataku. Tetapi firasat buruk ini membuatku curiga padanya...’ Fei Chen sudah meminta Deshe mengamati Xiao Gang.
Selain itu dengan adanya Mao Ruyue yang telah memilih tubuhnya menjadi wadah, Fei Chen bisa melakukan telepati dan bekerjasama untuk mengetahui kebenarannya. Deshe juga sudah memberitahu beberapa informasi penting kepada Fei Chen sehingga pemuda itu dengan tenang bisa memutuskan sesuatu.
“Deshe, bentuk klon dan beritahu Hirataku untuk membunuh Kosuke. Dia adalah pengkhianat yang mengingat istrinya.” Fei Chen melalui telepati berkata pada Deshe.
‘Baik, Tuanku.’ Deshe menjawab melalui telepati dan segera melakukan perintah Fei Chen.
Ditengah semua itu Fei Chen tidak menyadari perubahan yang terjadi pada orang-orang disekitarnya. Lebih tepatnya orang-orang yang akan dijadikan budak dan satu ruangan dengannya terlihat diam tak bersuara sebelum tubuh mereka memancarkan cahaya berwarna merah.
__ADS_1